
Pemenang top fans mingguan
peringkat 1 : tza tzol 30k
peringkat 2 : Zelindra 20k
peringkat 3 : Via 10k
peringkat 4 : Nona lengary 5k
peringkat 5 : Suparmi1106 5k
bagi pemenang follow akun author untuk informasi lebih lanjut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Loh.. kalian mau kemana? " tanya Ello saat baru sampai di rumah Max
"Kita mau touring ke puncak" Jawab Millie
"Lo di izinin? tumben banget"
"Di izinin lah... daahh kak Irene" ucap Millie menggoda Irene
"Kayaknya seru boleh ikut gak sih? " tanya Irene
"Gak ada.. orang hamil ngapain ikut ikutan" sergah Ello
"Kakak lo udah nikah? " tanya teman Dirga yang membonceng Millie
"Iya.. kenapa emang? "
"Kok cepet banget udah bunting? " Millie menoyor kepalanya tapi dia hanya terkekeh
"Gue paham nih kalo udah gini" ucapnya
"Diem lo.. sok tau"
"Udah ngambil barangnya? " Arumi yang semula menunggu di mobil menyusul masuk
"Loh kok dia ikut kalian? " tanya Millie
"Ceritanya panjang" ucap Irene
"Sini dulu" Irene menarik tangan Ello menjauh dari mereka
Mereka tampaknya sedang berdebat entah apa yang mereka bicarakan, Irene pergi dengan wajah masam menuju mobil
"Kenapa tuh? "
"Sepertinya Irene mau ikut tapi Ello larang " ucap Ellia
Ello masuk ke dalam rumah untuk mengambil buku dan beberapa baju lalu pergi, kumpulan teman teman Dirga sudah mulai pergi satu persatu
"Mama juga larang takut lo kenapa napa'' ucap Ello saat melihat Irene hanya cemberut
__ADS_1
" Lo harus lebih banyak istirahat, perjalanan jauh gak baik buat ibu hamil" ucap Arumi
"Iya gue tau, kalo gue gak hamil enak bisa kemana-mana sesuka hati, sekarang gak bisa kemana mana karena hamil nanti gak bisa kemana mana karena punya anak.. enak banget jadi cowok bebas kemana pun" Irene menggerutu sendiri
"Kok ngomongnya gitu? gue kan juga gak kemana mana"
"Sekarang enggak nanti siapa yang tau" ketus Irene
"Mau ikut? ya udah kita pergi" Ello mengejar motor motor geng Dirga
"Bisa ke villa opa gue aja gak? Irene pengen ikut tapi kejauhan" Ello berhasil mengejar Dirga dan teman-temannya
"Boleh deh.. lagian sama puncak juga kan, kapan lagi kita liburan rame rame" Dirga akhirnya mengambil keputusan setelah berunding dengan yang lain
Mereka akhirnya pergi ke villa keluarga Damian tanpa meminta izin pada opa mereka, Ello pikir tidak perlu izin karena mereka cucunya terlebih villa itu tidak pernah di gunakan hanya ada pekerja yang menjaga villa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Anggia memaksa kedua orang tuanya untuk ikut bersama Rendi ke rumahnya, awalnya Cindy tidak mengizinkan namun mereka tau seperti apa watak sang anak
Danendra membiarkannya ikut dengan Rendi yang baru beberapa hari menjadi suaminya itu
"Aku khawatir sama dia" ucap Cindy dengan sedih
"Biarin aja, dia harus merasakan konsekuensi dari pilihan dia.. apapun yang terjadi sama dia biar itu menjadi pelajaran buat dia kedepannya" ucap Danendra seraya memeluk Cindy
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Keadaan di villa sudah hampir gelap saat mereka sampai disana, sayang seribu kali sayang mereka tidak tahu bahwa villa sedang di sewa oleh satu keluarga
"Kamu kenapa gak bilang dulu sama opa? "
"Aku kira gak ada yang sewa opa, ya udah biar aku cari hotel sekitar sini aja" ucap Ello
"Di sekitar situ gak ada hotel mungkin adanya penginapan biasa kasian istri kamu, opa bicara dulu sama yang sewa siapa tahu mereka mau menerima kalian"
Beberapa saat kemudian anak si penyewa villa keluar menemui Ello, pandangan matanya yang pertama kali di lihat adalah Irene
"Kamu yang pernah hampir aku tabrak kan? sekali lagi aku minta maaf ya" ucapnya
"Gak apa apa udah lewat juga" ucap Irene sambil tersenyum
"Sebagai permintaan maaf kalian boleh menginap disini tapi mungkin kamarnya gak cukup"
"Gak apa apa.. yang terpenting para wanita aja, kami bisa buat tenda di luar" ucap Dirga
"Baiklah... yang wanita bisa masuk dan pilih kamarnya" semua wanita yang ikut touring masuk
"Hanya wanita" ucap pria tadi saat melihat Ello ikut masuk
"Ini istri saya dan ini villa kakek saya, salah kalo saya ikut ke kamar yang sama dengan istri saya? " ucap Ello sambil menarik Irene mendekat padanya
"Ahh.. maaf saya tidak tahu, silahkan pilih kamar sendiri" Ello satu kamar dengan Irene
Arumi satu kamar dengan Ellia dan Millie sementara empat wanita lain menempati kamar terakhir, Millie berbaring di ranjang menunggu Ellia keluar dari kamar mandi
__ADS_1
"Dek.. mandi sana, nanti tidurnya gak enak kalo gak mandi"
"Bentar kak" jawab Millie dengan mata yang sidang tinggal 5 watt
"Kak... kak Ello kalo mode posesif gitu ya.. kayaknya dia gak suka kak Irene deket sama cowok lain" ucap Millie sambil duduk bersandar di kepala ranjang
"Aku gak pernah liat Ello posesif gitu sama cewek, kayaknya Ello udah mulai suka deh sama Irene"
"Kayaknya sih, mungkin karena kak Irene berubah sejak hamil jadi kak Ello perlahan lahan suka sama kak Irene" sahut Millie
"Masa dia pernah bilang mau istri yang pendiam, lo bayangin aja kak nanti gimana rumahnya sepi kayak kuburan kalo semua orang yang tinggal pendiam" lanjut Millie
Arumi mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu kamar mandi, Millie berjalan mendekati jendela ketika di luar sepertinya Ramai suara orang orang gaduh
"Ada apa sih? " tanya Millie sambil mengintip
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Pak.. Millienya ada gak? '' setelah Millie pergi Rafael datang kerumahnya
" Gak ada den, baru aja pergi touring ke puncak" jawab satpam
"Puncak? puncak yang mana ya? "
"Kurang tau den, telepon aja" Rafael berulang kali menelpon Millie namun tak mendapatkan jawaban akhirnya dia menelpon Ello
Rafael memberitahu William untuk mengantarnya ke villa yang di maksud Ello, namun siapa sangka William malah membawa Anna
Sesampainya disana Rafael melihat anak anak geng Dirga sedang menyalakan api unggun, keadaan sangat gaduh saat mereka saling menyapa
"Hei bro.. lo bawa tenda yang kita minta kan? " tanya temannya Dirga
"Bawa.. cuma ada dua, yang ini mau gue pake sama William" jawab Rafael, mereka meminta Rafael membawakan mereka tenda tambahan
"Gue kesana dulu ya" Rafael menghampiri Millie yang baru saja keluar
"Kamu dari mana tau aku disini? " tanya Millie
"Dari Ello, disini banyak cowok jadi aku mau jagain kamu" ucap Rafael seraya mencolek hidung
"Kak... nanti gue tidur sama lo ya" Anna berlari menghampiri Rafael
"Dia ikut? " tanya Millie
"William yang bawa, kita gabung sama yang lain" Rafael menarik tangan Millie mengacuhkan Anna begitu saja
"Millie nanti boleh kan Anna tidur di dalam? kasihan dia cewek" ucap William
"Gak masalah " jawab Millie
Millie sangat kesal melihat William yang sangat posesif hingga duduk saja sebelah tangannya menghalangi di satu sisi tubuh Millie agar tidak terlalu menempel dengan William
"Dingin ya? " tanya Rafael
"Iya padahal belum mandi, jadi males banget" ucap Millie
__ADS_1
Rafael mengambil tangan Millie dan meniup serta menggosokkan agar lebih hangat, mereka menjadi pusat perhatian karena kebucinan Rafael