
"Nih... jaga mereka baik baik " Millie tersenyum lebar seraya menaik turunkan alisnya mengambil kartu dari tangan Max
"Aku berangkat dulu ya" Millie mencium pipi kedua orang tuanya lalu pergi sambil berjingkrak
"Hihi... ayo main sepuasnya" ucap Millie lalu naik ke bus yang sudah di sediakan oleh Max
"Pak jemput temen temen saya dulu ya"
"Baik non" mobil pergi ke rumah Jason, Rian dan Roy
Rombongan anak panti dan Millie tiba di tempat bermain, mereka begitu bahagia terlihat dari wajahnya yang sumringah
"Kalian boleh main sepuasnya, jangan keluar dari tempat bermain ya" ucap Millie
"Mil maen itu yuk? " Jason menarik tangan Millie
Dari kejauhan Rafael melihat tawa lepas Millie bersama teman temannya, Rafael sering menutup bengkelnya hanya untuk mengikuti kemana pun Millie pergi
"Bu saya udah bayar, maen aja sepuasnya saya mau cari angin dulu" ucap Millie pada pengurus panti
Millie meninggalkan teman temannya yang sedang bermain bersama anak panti, Dia berjalan di pinggir jalan mencari angin segar
Di kursi tangan Millie duduk dengan minuman dan cemilannya, senyumnya mengembang kala badut menghampirinya
Millie mengulurkan uang namun badut itu menggeleng membuat Millie mengernyitkan dahinya, Kemudian badut itu menunjuk minuman Millie
"Haus? " tanya Millie dan badut itu mengangguk
"Tapi ini bekas, gak apa apa? " badut itu kembali mengangguk, Millie akhirnya memberikan minumannya pada badut tersebut
"Minumannya jadi lebih manis kalo bekas kamu" batin Rafael
Ya... orang yang berada di dalam kostum badut itu adalah Rafael, tiba-tiba Rafael menarik tangan Millie dan membawanya
"Mau kemana? " tanya Millie
Ternyata badut itu membawa Millie ke sebuah taman bunga yang berada tidak jauh dari sini, badut itu memperagakan tangannya seperti sedang memotret
"foto.. boleh juga" Millie mencari seseorang untuk memotret mereka
Millie dan badut itu berfoto dengan beberapa gaya namun tiba-tiba badut itu memeluknya, setelah mendapatkan banyak foto tiba tiba seseorang menariknya menjauh dari badut tersebut
__ADS_1
"Apa sih kak tarik tarik? " ucap Millie
"Kamu foto sama badut di peluk gitu gak risih? gimana kalo isinya pria mesum? "
"William.. " Gumam Rafael masih memperhatikan pria bertopi yang membawa Millie menjauh
"Iya juga ya kenapa gue gak berpikiran kesitu" Gumam Millie
"Katanya sama anak anak panti, sekarang mereka dimana? " tanya William
"Main di time zone, gue bosen main disana makanya keluar dan ketemu sama badut itu"
"Nih pake.. panas" William memakaikan topinya pada Millie, saat itulah Rafael menyadari bahwa pria itu benar-benar William
Rafael membuka kepala badut tersebut dan menghampiri William, tanpa basa basi Rafael langsung memukul wajah William yang terlihat menyentuh pipi Millie
"Jangan sentuh dia" teriak Rafael setelah William terjatuh dan menarik Millie ke pelukannya
"Kamu... kenapa kamu nyamar jadi badut? " Millie menjauhkan tubuhnya dari Rafael
"Kamu kenapa jauhin aku? kamu kenapa gak bilang kalo William udah bisa jalan? kalian memiliki hubungan di belakang aku? "
"Kamu salah paham, aku sama kak William gak ada hubungan apa apa.. aku gak kasih tau kamu karena.. " belum sempat Millie meneruskan kata-katanya Rafael sudah bicara
"Karena apa? karena kalian suka diam diam ketemu iya? kamu pikir aku gak tau malem malem kalian ketemu di tempat sepi? kalian ngapain hah? ngapain? " bentak Rafael
"Kalo kamu liat aku ketemu sama cowok malem malem kenapa kamu gak cegah? kalo kamu ngikutin aku pasti kamu tau apa yang kita lakuin kan? kenapa masih nanya?" Millie menjawab tak kalah keras
"Sampai selesai apanya? kamu ngira aku ngapain? " Millie tidak habis pikir dengan apa yang di sangkakan Rafael kepadanya
"Kalian yang tau pastinya" ucap Rafael lalu pergi
"Tunggu... Rafael tunggu" Millie menarik tangan Rafael
"Lepasin" Rafael menepis tangan Millie berulang kali
"Kamu salah paham" Millie memeluk Rafael dari belakang
"Kamu mau putus kan? kamu jauhin aku karena dia? oke.. aku gak akan peduli lagi apapun tentang kamu" Rafael melepaskan tangan Millie lalu benar-benar pergi
"Rafael... tunggu.. " meskipun Millie berteriak Rafael tetap tidak menoleh, William mendekati Millie yang mematung menatap kepergian Rafael
"Lo gak apa apa? " tanya William
"Gak apa apa, gue balik dulu kayaknya anak anak udah selesai" lirih Millie lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Sialan" teriak Rafael membuat dia menjadi pusat perhatian orang orang
"William kurang ajar, lo sengaja gak kasih tau gue buat deketin Millie? " Rafael memang dari awal sudah menduga kalau yang di temui Millie malam malam adalah William namun dia berusaha menyangkal hal itu karena tahu William tidak bisa berjalan
"Kalian ngapain ketemuan berdua huh? kesel banget gue" Rafael menggerutu sepanjang perjalanan dengan kostum badutnya
Saat Rafael sampai di bengkelnya disana sudah ada William juga Anna, Rafael mengacuhkan keduanya dan membuka bengkelnya
"Bang.. "
"Pergi lo" ucap Rafael dingin
"Kak William udah sembuh? mami nyangka kakak di culik loh karena gak ada di rumah" tanya Anna
"Ceritanya panjang, lo bisa pulang dulu dan kasih tau mami kalo gue udah sembuh" jawab William
"Tapi kak.. "
"Pulang sekarang, bang Rafael lagi gak mau di ganggu" Anna pun pergi dari sana namun tidak benar-benar pergi karena dia bersembunyi untuk menguping pembicaraan William dan Rafael
"Bang lo salah paham, Millie bener gue gak ada hubungan apa apa sama dia"
"Gak ada hubungan? lo ngapain malem malem ketemu sama dia di tempat sepi? tatapan lo kenapa dalem banget sama dia? " Rafael bisa melihat tatapan Rafael berbeda saat berhadapan dengan Millie
"Gue ketemu sama dia karena gue udah dapet bukti kalo Millie gak bersalah dalam kematian Roshie.. "
"Terus sekarang mana buktinya? " tanya Rafael
"Ada di tangan Millie, flashdisk itu berisi sebuah video hari itu tapi filenya di kunci"
"Darimana lo dapet itu? " tanya Rafael
"Sony kunci dari semua permasalahan ini" jawab William
"Sialan... siapa yang bikin lo sekarat? "
"Sony... gue denger semua rencana Sony buat jadiin Millie sebagai kambing hitam atas kematian Roshie, Millie sama sekali gak bersalah.. Sony sepertinya punya dendam pribadi sama Millie di kamarnya banyak foto Millie" jawab William
"Apa? jadi Sony dalang dari kekacauan ini? "
"Ya... Millie gadis baik, dia bahkan hampir menolong gue hari itu tapi Sony datang menyerang dan bawa dia pergi"
"Gue udah dengar semuanya, mulai sekarang jaga jarak sama Millie" ucapan Rafael
"Tapi bang... "
"Tapi apa? lo gak bisa jauhin dia? " tanya Rafael
__ADS_1
"Bu.. bukan gitu bang, masalah flashdisk itu belum beres"
"Gue yang akan ambil alih urusan itu, jangan berusaha deketin Millie lagi" William tidak dapat berkata kata lagi dia hanya mengangguk