
"Manyun aja" Saat sampai di sekolah Millie, Rafael menggoda Millie seraya mencolek bibirnya
"Diem gak? Kalo mau rahasia rahasiaan jangan ketemu aku lagi" Ketus Millie seraya menepis tangan Rafael
"Jangan galak galak dong.. Iya deh aku cerita tapi kamu jangan benci sama Anna ya? "
"Segitu sayang kamu sampai aku gak boleh benci sama dia, gak usah cerita " Millie berniat pergi namun Rafael menahan tasnya
Millie benar-benar marah sampai melepas tasnya dan pergi begitu saja, Rafael mengikuti Millie ke kelas sambil membawa tasnya seperti ibu ibu sedang mengantar anak yang baru masuk sekolah
"Si Millie sok kecantikan banget sampe tas di bawain pacarnya"
"Tau.. pak Rafael mau maunya aja lagi"
"Mau sampe kapan kamu marah? " Rafael duduk di samping Millie
"Sampai kamu jujur"
"Nanti pulang sekolah aku kasih tau, kayaknya bentar lagi masuk deh.. senyum dulu dong" Rafael mengangkat ragu Millie dengan satu tangannya
"Gak mau" Millie menepis tangan Rafael
"Nanti pulang ke rumah mami nanyain kamu"
"Gak janji" singkat Millie
"Pasti nanti mami telepon, mami udah capek capek loh bikinin kamu kue"
"Ya nanti aku kesana" jawab Millie
"Aku pulang dulu ya" Rafael mencium telapak tangannya lalu menempelkannya bekas bibirnya ke pipi Millie
"Pak Rafael sweet banget" teman teman sekelas malah pada kejang kejang sementara Millie biasa saja
"Kak... " Anna hendak mengejar Rafael namun Rafael melambaikan tangannya tanpa berbalik dan pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang kamu gak apa apa? " Cindy dan Danendra sudah sampai di kantor menjemput Anggia
"Papa.. mama.. " mereka memeluk Anggia namun tiba-tiba tubuh Anggia ambruk
Anggia tidak memakan makanan yang di berikan polisi dia terus menangis tidak dapat menjawab pertanyaan polisi, Mereka membawa Anggia menuju ke rumah sakit
"Apa nona ini sudah menikah? " tanya dokter yang menangani Anggia
"Belum dok.. dia masih sekolah" jawab Cindy
Dokter itu mengatupkan bibirnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, Dia menghela nafas saat ingin bicara
"Nona ini terlalu stress dan dehidrasi.. sebenarnya ada masalah lain"
"Masalah apa dok? apa anak saya punya masalah serius? padahal saya selalu periksa kesehatan dengan rutin" ucap Cindy dengan khawatir
"Anak anda sedang mengandung" Bagai di sambar petir tubuh Cindy lemas seketika, dengan air mata bercucuran Cindy keluar dari ruangan itu mengucap sepatah katapun
__ADS_1
Danendra mengejar Cindy yang berhenti di samping di samping gedung rumah sakit, kakinya sudah tak kuasa menahan bobot badan sendiri
"Ini salah aku.. ini salah Aku" Cindy menangis menyalahkan dirinya sendiri
"Bukan sayang.. ini bukan salah kamu" Danendra memeluk Cindy
"Kalo aja aku gak kirim dia ke asrama hal ini tidak akan terjadi"
"Kita ingin terbaik untuk anak kita hanya saja dia yang tidak patuh, dia keras kepala hingga akhirnya merugikan dirinya sendiri" ucap Danendra
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Dengan tidak tahu malunya Arumi kembali masuk ke kampus dan bertemu dengan Ello dan Irene, Irene tidak banyak bicara seperti biasanya dia hanya diam
"Makan" Ello menaruh semangkuk bubur ayam di meja Irene
"Gak mau" Irene menggeser nya ke arah Ello
"Sedikit aja, lo belum sarapan kan? " Orang orang mulai terdengar desas-desus karena sebelumnya Ello berpacaran dengan Arumi tapi perhatian pada Irene
"Abis di campakkan tuh" ledek mereka ketika melihat Arumi dengan wajah muram
"Gak sia-sia perjuangan Irene selama ini"
"Gue juga mau di perhatiin gitu"
"Arumi pasti udah di putusin"
"Bisa gak diem gak sih? Ello perhatian sama Irene lagi hamil" pekik Arumi, sontak saja mereka terkejut
"Siapa yang bertanggung jawab? "
"Kalo Ello gak mungkin kan? "
Irene pergi meninggalkan kelas karena malu, Arumi benar-benar tidak tahu malu Irene dan Ello menutupi aib nya tapi dia dengan santainya mengatakan aib Irene
"Gue bertanggungjawab, puas kalian" ucap Ello menyusul Irene keluar kelas
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sepulang sekolah Millie menunggu Rafael menjemputnya namun tak kunjung datang, tiba-tiba mami Rafael meminta Millie datang ke rumahnya
Millie memesan taksi online dan pergi ke kediaman mami Rafael, setibanya disana Millie berpapasan dengan Anna tapi Millie tidak mengatakan apapun dan melewatinya begitu saja
"Assalamu'alaikum.. mami" Ucap Millie
Mami mendorong kursi roda William keluar dari kamar William, mami Rafael langsung memeluk dan mencium kening Millie
Anna merasa cemburu melihat betapa mami Rafael menyayangi Millie, dia tidak ikut bergabung bersama memakan kue yang di buat mami Rafael
"Kak Rafael mana mi? " tanya Millie
"Ada di kamar, tidur kali.. coba bangunin" Millie pergi masuk ke kamar Rafael
__ADS_1
Melihat Rafael tidur lelap terbersit ide jahil di otak Millie, Millie mengambil bantal dan meletakkan di atas kepala Rafael lalu dia ditidur di atas tubuh Rafael yang menelungkup
"Gue udah bilang jangan ganggu gue" Rafael menggulingkan tubuh lalu mencekik leher
"Sayang.. ini aku" pekik Millie sambil memukul tangan Rafael
"Millie... maaf sayang, aku kira.. " ucapan Rafael terputus lalu kembali tidur memeluk Millie
"Kamu hampir bunuh aku"
"Maaf" ucap Rafael dengan suara parau
"Bangun.. jangan begini nanti di liat mami gak enak"
"Enggak.. diem bentar biar begini dulu" Rafael memeluk Millie yang tidur terlentang
Dari balik pintu yang terbuka Anna memotret keduanya diam diam, dia tersenyum smirk lalu pergi lagi
"Bangun aku mah pulang, kata mami suruh bangunin kamu"
"Nginep aja lah disini" ucap Rafael
"Kamu mau nikahin paksa? "
"Kalo sama kamu aku siap kapan aja" Millie mencubit perut Rafael
"Aduuhh.. sakit tau" ucap Rafael seraya bangun
"Cepet bangun, anterin aku pulang "
"Aku mandi dulu" saat Millie pergi ke luar, Rafael mengucek matanya sambil duduk di tepi ranjang
Rafael berjalan menuju kamar mandi yang terletak di dapur, kebetulan disana ada Anna, Millie dan maminya, Rafael menarik tangan Millie menuju kamar mandi
"Ehh.. anak orang mau di bawa kemana? " mami Rafael melemparkan sayuran di tangannya ke kepala Rafael
Rafael melepaskan tangan Millie sambil terburu-buru masuk ke kamar mandi seraya tertawa, dia senang mengerjai dia wanita yang di sayanginya
"Mami kalo cewek sembarangan masuk kamar cowok dan tidur berdua itu baik gak? " tanya Anna
"Sebenarnya enggak baik, sama kayak kamu waktu itu makanya Rafael marah" jawab mami Rafael membuat Anna kena batunya, dia langsung terdiam begitu saja
"Jadi Rafael marah gara-gara Anna masuk ke kamarnya" batin Millie
"Mami... aku lupa bawa handuk" pekik Rafael
"Anak ini kebiasaan banget" Mami Rafael pergi mengambil handuk
"Lo niat nyindir gue kan? gak nyangka lo suka diem-diem masuk kamar cowok, lo tau gak Rafael sampe Parno? tadi dia cekik gue gara-gara nyangka itu lo, tapi setelah tau itu gue dia peluk gue sambil tidur" ucap Millie, Anna terlihat kesal, malu dan gugup
"Lo bayangin gak kalo yang masuk beneran lo? bisa tamat riwayat lo hari ini" Lanjut Millie
Othor mau minta maaf sama para readers semuanya karena gak bisa up banyak banyak karena suatu hal, mohon pengertiannya ya.. jangan benci othor 😔😔
Jangan lupa dukungannya 🥰😍🥰😍
__ADS_1