Youth Love

Youth Love
eps 58


__ADS_3

"Siapa kalian? " Rafael baru saja menutup bengkelnya setelah seharian lelah karena cukup banyak orang yang datang


Dua orang pria tinggi besar turun dari sebuah mobil dan menarik kerah baju Rafael, Rafael melawan mereka ketika mereka mulai menyerang hingga keduanya kalah


"Kalian tidak becus" ucap seseorang yang baru saja keluar dari mobil


Rafael melihat sepatu mengkilap turun dari mobil lalu melihat kaki jenjangnya dan tubuh kekarnya dengan setelan jas, Max melepaskan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya


"Om.. " Rafael berdiri menjauh dari dua pria itu


"Jadi kamu buka bengkel disini? s2 tapi sulit mendapatkan pekerjaan, padahal kamu orang yang kompeten menurut saya"


"Tapi apa kamu tahu alasan di balik itu semua? awalnya saya suka kecerdasan kamu, kepribadian kamu tapi kamu berani mengusik ketenangan saya dan saya tidak Terima itu" Lanjut Max


"Jadi semua ini rencana om? apa perusahaan almarhum papi saya bangkrut karena om? "


"Semua tebakan kamu benar kecuali satu.. perusahaan Darmawan, itu hancur bukan karena saya, saya hanya buka sedikit bukti dan boom.. semua hancur lebur"


"Kamu harus waspada dengan orang terdekat kamu, saya kesini bukan untuk membahas masalah itu.. saya kesini untuk membahas tentang anak saya Millie, jauhi dia jangan pernah temui dia apalagi sampai berani menyakitinya" lanjut Max


"Atau kamu akan kehilangan semuanya bahkan mungkin kamu juga akan kehilangan nyawa " ancam Max, Max berbalik setelah memperingatkan Rafael


"Saya memang bersalah om, saya minta maaf untuk itu tapi untuk menjauhi Millie maaf saya tidak bisa" Max menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menatap Rafael dan memukul wajahnya


"Kenapa? karena dendam kamu belum terbayarkan? saya percaya anak saya tidak akan membunuh seseorang dan kamu mengejar orang yang salah"


"Jangan berharap kamu bisa bersama anak saya lagi, Kasih pelajaran" Max mencengkram kerah bahu Rafael dan memerintahkan bawahannya untuk mengobrak-abrik di dalam bengkelnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Rafael baru saja pulang dia mengendap-endap masuk kedalam rumah, niat hati tak ingin ketahuan sang ibu namun ternyata ibunya sudah berdiri di belakang


"Gimana hari pertama buka, rame? " Tanya mami Rafael


"Ah.. rame mi, aku ke kamar dulu ya" Rafael berjalan menyamping membelakangi ibunya


"Kenapa jalan kamu kayak kepiting?


" Gak apa apa mi.. aku ke kamar dulu" Mami Rafael memutar tubuh sang anak hingga ketahuan lah wajah babak belurnya


"Ini kenapa lagi? kamu berantem sama siapa? "


"Preman mi.. gak apa apa kok, aku capek mau istirahat" Rafael berlalu ke kamarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Papa baru pulang? " tengah malam Millie keluar dari kamar menuju dapur


"Iya.. banyak kerjaan, kamu belum tidur? "

__ADS_1


"Udah tapi ke bangun, haus" Millie berlalu ke dapur membawa gelas di tangannya


"Maaf sayang.. papa lakukan ini buat kamu, papa gak mau kamu terluka lagi" gumam Max melihat sang anak hilang di balik pintu dapur


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo bawa motor kan? " tanya Millie pada Jason


"Bawa.. lo bilang ada bengkel bagus makanya gue sama Rian dan Roy bawa motor soalnya udah lama gak di servis"


"Bagus.. ayo cabut, gue nebeng lo deh" Millie pergi bersama Jason diikuti Rian dan Roy


Sesampainya di bengkel mereka turun membuat Rafael yang sedang membetulkan motor berhenti sejenak, Millie mengira karena pertama kali buka bengkelnya akan sepi ternyata dia salah


Banyak wanita yang mengantri untuk servis motor mereka, wajah mereka terlihat kesal saat Rafael menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Millie


"Bapak buka bengkel? "


"Jangan panggil bapak, gue masih muda lagian bukan guru kalian juga" ucap Rafael


"Kamu sengaja kesini kan? " Rafael menghampiri Millie


"Enggak.. kebetulan ikut mereka aja" jawab Millie


"Bohong banget, orang dia yang kasih tau katanya ada bengkel bagus makanya kita kesini" Karena Jason membocorkan rahasia-Nya Millie memukul lengannya


"Muka lo kenapa? " tanya Millie


"Kak bisa cepet gak" Salah satu wanita kesal Rafael malah mengobrol dengan Millie


"Oke... tunggu jangan kemana-mana" Ucap Rafael pada Millie


"Cih... jual tampang" gumam Millie


Millie masuk ke dalam dan membereskan barang barang yang berantakan, Rafael tersenyum menatap ke arah Millie sambil melanjutkan pekerjaannya


"Itu siapa bang? " tanya salah satu wanita yang ada di sana


"Itu.. cantik ya? " Rafael menunjuk Millie


"Siapa sih? kayaknya anak orang kaya ya bang? "


"Namanya Millie, dia anak SMA " jawab Rafael sambil terkekeh


"Tapi bukan pacar abang kan? " mendengar pertanyaan itu Millie menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah mereka


"Itu urusan pribadi gak boleh kasih tau orang lain" ucap Rafael


"Udah punya pacar belum bang? " Millie menjatuhkan satu kotak kunci kunci membuat semua orang terkejut

__ADS_1


"Kenapa dek? gak apa apa kan? " Rafael menggoda Millie


"Dek.. dek.. pala lo pitak" gerutu Millie


"Kenapa gue kesel ya waktu Rafael di tanya kek gitu? pengen gue getok kepalanya pake kunci Inggris" batin Millie


"Lo cemburu ya? " ucap Jason, mereka bertiga meledek Millie terus menerus, Terdengar suara tawa cekikikan mereka di dalam membuat Rafael penasaran


"Kalian ngetawain apa sih? " Rafael masuk ke dalam mereka pun langsung terdiam


"Apa sih? orang tua kerja aja kepo banget sama urusan anak muda" cibir Millie


"Gue gigit juga lu" gumam Rafael lalu kembali ke luar


"Pak motornya titip disini aja ya, besok kita ambil " ucap Jason


"Jangan panggil bapak"


"Udah tua juga, gak sadar diri banget" hardik Millie


"Emang gue keliatan tua gitu? " Rafael menunjuk wajahnya


"Enggak kok ganteng" Rafael tersenyum bangga melirik ke arah Millie


"Dah lah.. pulang aja " Millie menarik tangan Jason


"Kalian pulang aja, Millie tetap disini" Rafael menarik tangan Millie


"Gimana mil? " tanya Jason


"Ya udah gue amal aja bantuin disini" ucap Millie


"Dek bikinin abang kopi dong" ucap Rafael pada Millie setelah teman-temannya pulang


"Ishh.. jijik banget, anjir" Rafael hanya terkekeh


Setelah menyelesaikan beberapa motor Rafael duduk sejenak mengambil rokok, Millie benar-benar membuatkannya secangkir kopi


"Lo ngerokok? " tanya Millie


"Baru baru ini"


"Kenapa? " Rafael menyandarkan tubuhnya lalu menoleh pada Millie


"Kalo kamu mau jadi pacar aku lagi, aku berhenti merokok"


"Yaudah merokok aja selamanya" jawab Millie


"Itu artinya kamu gak mau balikan lagi sama aku? maaf aku udah nyakitin kamu padahal aku gak tau kebenarannya seperti apa, aku terlalu terbawa emosi sampai mengesampingkan logika "

__ADS_1


"Tapi tentang perasaan.. aku beneran sayang sama kamu, aku orang yang paling terluka melihat kamu terluka, aku selalu pastikan kamu baik baik aja meskipun anggota geng werewolf selalu berusaha celakain kamu" lanjut Rafael


"Itu artinya yang kamu yang selalu menyelamatkan aku? pria dengan hoodie hitam itu kamu? "


__ADS_2