
"Berhenti dulu pak.. tunggu bentar ya" Rafael turun di sebuah cafe dessert dan kembali dengan beberapa Paper bag di tangannya
"Beli apa? " tanya Millie
"Beli makanan sayang masa ketempat begini beli oli" Jawab Rafael
"Sayang? dih... " Millie mengangkat sebelah bibirnya, dia geli sendiri ketika Rafael memanggilnya sayang
"Pak jalan.. anterin kesayangan saya pulang" Millie menatap Rafael dengan tatapan tajam namun Rafael hanya cengengesan
Sesampainya di kediaman keluarga Millie, gadis itu turun setalah mengucapkan terimakasih setelah diantar pulang
Millie berjalan masuk dan membuka pintu namun setelah dia masuk pintu di ketuk dari luar, karena Millie sudah naik ke kamarnya bibi lah yang membuka pintu
"Cari siapa den? " tanya Bibi
"Saya mau ketemu Millie bi" jawab Rafael
"Sebentar saya panggilkan dulu.. "
Ello yang kebetulan lewat pintu utama melihat seseorang berdiri membelakangi pintu, dia menghampirinya dan menanyakan ada keperluan apa dia bertamu malam malam
"Cari siapa ya? " tanya Ello, Rafael pun berbalik
"Ohh.. lo cari Millie ya? Masuk lah ngapain nunggu di luar"
"Iya.. makasih" Ello membawa Rafael ke meja makan karena kebetulan disana mereka hendak makan malam
"Malam om.. tante.. " ucap Rafael
"Malam.. Ini siapa? " tanya Allea
"Tanya ama Millie aja deh" Ucap Ello Seolah ingin membuat semua orang penasaran
"Ini gurunya Millie kan? aku pernah ketemu waktu jemput Millie tante" ucap Dirga
"Mau les privat ya? " tanya Max
"Bukan om.. tadi saya nganterin Millie pulang dan ini ketinggalan" Rafael memberikan paper bag nya
"Waahh.. jangan jangan ini pacarnya kak Millie ma" sergah Michelle yang hanya di sambut senyum oleh Rafael
Millie turun setelah di panggil bibi dan pergi ke meja makan, dia belum menyadari ada Rafael disana karena duduknya membelakangi pintu
"Katanya tadi ada tamu yang mau ketemu aku? dimana? " tanya Millie, semua orang menoleh barulah Millie tahu siapa tamu yang di maksud
"Loh.. ngapain disini? aku udah bilang jangan.... " Millie bicara pelan di sebelah Rafael
"Ehemm.. " satu suara Max membuat Millie diam seketika
"Kalian pacaran? " Tanya Max, Millie menjadi panik seketika
__ADS_1
"Eng.. "
"Iya om" Rafael menjawab dengan tegas membuat semua mata menatapnya
"Gak.. pa kita cuma.. "
"Millie gak mau bilang karena takut om marah" Lagi lagi Rafael menyerobot Ucapan Millie
"Pa.. ini gak.. "
"Sudah.. sudah.. sekarang makan dulu " Max secara tidak langsung menyuruh anaknya untuk diam
Aura meja makan begitu mencekam untuk Millie dia takut ayahnya akan marah, Setelah Max dan allea mengambil makan semua orang sudah mengambil makanannya kecuali Millie dan Rafael
"Millie udah kenyang pa" ucap Millie ketika Max menatapnya
"Tadi Millie makan malam di rumah sama mami om" Ingin sekali Millie menendang Rafael saat itu juga
"Keliatannya Millie udah lumayan deket juga sama keluarga lo" ucap Ello
"Bukannya Millie gak boleh pacaran sebelum lulus SMA? " Dirga ikut bicara
"Pa.. ma.. semuanya lanjut makan aja, aku mau bicara dulu sama kak Rafael" Millie menarik Rafael dari sana
Millie benar-benar di buat kesal oleh Rafael dia meremas kepalan tangannya di hadapan wajah Rafael, Pemuda itu hanya tersenyum melipat tangannya di dada
"Kenapa sayang? Aku bilang aku gak akan nyerah sebelum kamu Terima aku"
"Tenang aja.. nanti Aku yang bujuk papa"
"Astaga... ya Allah tolong hilangkan orang ini" Rafael terkekeh melihat Millie menengadahkan tangan dan berdoa untuk menghilangkan Rafael
"Gemes banget sih" Rafael mencubit pipi Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mana fotonya? "
"Ini foto keluarganya" Sony memberikan foto keluarga Millie
"Tunggu... yang ini, gue satu kampus sama mereka"
"Ya.. mereka kembar, bang Rafael udah bilang siapapun yang sama dia abisin aja" Ucap Sony
"Sehebat apa sih dia sampe kalian gak bisa ngalahin dia? "
"Menurut gue dengan kemampuan lo sekarang, jangan nyerang dia sendiri bisa bisa lo yang akan mati" Sony memperingatkan
"Lalu kalian? apa kalian gak bergerak sama sekali? "
"Udah.. kita udah pernah kepung dia percuma kita yang kalah, gue pernah jebak dia di club dia lolos juga, bang Rafael juga udah pake taktik buat celakain dia tapi dia lolos juga" Sony menceritakan kegagalan mereka ketika menyerang Millie
__ADS_1
"Apa dia sehebat itu? gue gak percaya, gadis kecil ini begitu mematikan? "
"Jangan anggap dia gadis kecil, penampilannya memang lucu tapi dia mematikan dan tingkat kewaspadaan nya tinggi"
"Gue jadi penasaran sama dia"
"Kita tunggu bang Rafael, kita harus atur siasat jangan langsung serang mentah mentah keluarganya juga bukan keluarga sembarangan itu alasan kenapa dia bisa lolos dari hukum" Sony menambahkan
"Oke... kita tunggu bang Rafael tapi kalo rencananya gagal gue akan bertindak sendiri
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Papa lumayan suka sama dia, wawasannya luas, lulus s1 dan s2 hanya empat tahun, dia bukan cuma pinter tapi jenius" Max mengomentari Rafael setelah sempat berbincang sebelum dia pulang
"Kita gak pacaran pa.. serius deh"
"Kamu ngeles mulu.. itu maminya katanya suka banget sama kamu berarti kamu udah di bawa ke rumahnya dong" Millie menggaruk tengkuknya, apa papanya juga salah paham seperti mami Rafael
"Gak apa apa Millie mau pacaran tapi... jangan sampai mempengaruhi sekolah dan jangan macam macam apalagi sampai membuat malu keluarga, mengerti? "
"Terserah papa deh, yang penting Millie udah bilang kalo Millie gak pacaran, titik.. Millie mau tidur ngantuk, good night papa" Millie mencium pipi Max lalu pergi
"Gak pacaran? dia yang bohong apa Millie yang bohong? " gumam Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu kayaknya gak suka sama pacarnya Millie? " tanya Ellia pada Dirga, setelah makan malam keduanya bersantai di ayunan di taman rumah Allea
"Hah? maksudnya? "
"Kamu gak suka sama pacarnya Millie atau gak suka Millie punya pacar? " Ellia menambah pertanyaannya
"Kamu ngomong apa sih? apa hubungannya mereka pacaran sama aku? aku gak suka sama dia karena sepertinya dia menyimpan banyak kebohongan"
"Gimana bisa kamu menilai seseorang dari luar? kayaknya dia baik, tapi aku merasa pernah liat dia sebelumnya" Ucap Ellia
"Kata Ello dia senior kita yang jenius itu"
"Ohh.. yang seangkatan sama kamu tapi dia lulus duluan? "
"Ngeledekin nih ceritanya? " Bagaimana tidak Ellia dan Ello menyelesaikan s1 nya dalam waktu tiga tahun dan sekarang mereka satu angkatan dengan Dirga "
"Enggak.. maksud aku gak gitu" Ellia tertawa saat Dirga menggelitiknya
"Rasain nih.. " Dirga terus menggelitik Ellia, mereka tertawa dan saling mengejar satu sama lain
"Bahagia banget saling mencintai" Millie melihat mereka dari jendela kamarnya
Millie melamun sambil melihat Ellia dan Dirga namun dia malah membayangkan itu adalah dirinya dan Rafael, seketika Millie menyadarkan diri dari lamunannya menggelengkan Kepalanya beberapa kali
"Cih... otak gue mulai eror nih" Millie memukul mukul pelan kepalanya sambil bergidik geli
__ADS_1