Youth Love

Youth Love
eps 31


__ADS_3

"Papa.. sibuk gak? " Millie menyembulkan kepalanya ke dalam ruang kerja Max


"Masuk sayang.. gimana sepatunya udah beli? " tanya Max


"Belum pa.. tadinya mau beli tapi orang lain paksa ambil sepatunya jadi gak mood deh"


"Besok aja belinya, kenapa tadi ke kantor? " tanya Max


"Ini pa aku punya masalah"


"Masalah apa lagi sayang? jangan sering sering bikin papa pusing dong" ucap Max


"Papa aku belum selesai ngomong bukan aku yang bikin masalah, papa inget kan tes kehamilan sama aku minta uang satu juta? nah itu adik kelas aku pa, ternyata bener dia hamil.. aku gak sengaja nabrak dia waktu jalan sampe aku bawa ke rumah sakit"


"Terus dia gak apa apa? " tanya Max


"Gak apa apa.. cuma cowoknya gak mau tanggung jawab, please pa bantuin dia kasian, gara-gara cowoknya ibu dia di pecat dari tempat kerjanya.. dia juga nolak di bantu karena ancaman cowoknya yang perwira tinggi dan parahnya dia mau aborsi kita harus bantu sebelum dia lakuin itu" Millie menceritakan panjang lebar duduk permasalahannya


"Kamu seperti mama, gak bisa liat orang lain dalam masalah.. anak baik" Max mengusak kepala Millie lalu memeluknya


"Jadi bantuin kan pa? "


"Papa harus bantu apa? " Tanya Max


"Kasih kerjaan ibunya, jadi apa kek gitu jadi tukang kebun, OB, atau kerja di rumah"


"Kayaknya ada lowongan OB deh di kantor, kamu kasih tau aja biar besok dia ke Kantor" Millie kegirangan mengecup wajah ayahnya berkali-kali


"Makasih papa"


"Terus cowoknya gimana? " tanya Max


"Oh.. iya, gimana kalo papa ngomong sama orang tuanya katanya nama papanya Rudi"


"Rudi? anaknya namanya Roy? " tanya Max


"Kok papa tau? "


"Rudi temen papa, anaknya baik kok malah baik banget, papa jadi gak percaya kalo dia ngelakuin itu" ucap Max


"Ya mungkin dia baik di depan orang tuanya, papa gak tau aja kemaren dia ngomong sama aku" Millie kembali kesal mengingat ucapan Roy


"Ngomong apa? "


"Kayaknya gini deh, gue bisa bikin lo melayang ke langit ke tujuh dalam satu sentuhan.. gitu, maksudnya apa coba? " Max sampai terkejut


"Jangan di ingat lagi itu gak baik, dan jangan cari tau" ucap Max


"Siapa juga yang mau cari tau, dia bikin sebel tau gak? aku pelintir aja tangannya" ucap Millie

__ADS_1


"Dengerin papa, jangan mau melakukan hal bodoh walaupun kamu cinta banget sama cowok, jaga nama baik keluarga, jaga martabat orang tua kamu, ngerti? " Max memeluk serta menasehati Millie pelan pelan


"Melakukan hal bodoh gimana? " Max menggaruk kepalanya dia bingung bagaimana menjelaskannya pada Millie


"Gimana ya bilangnya, gini Millie kan udah dewasa udah punya pacar juga sebisa mungkin jangan sampai pacar Millie pegang pegang bagian tubuh sensitif Millie, Millie tau kan bagian tubuh sensitif? " Millie menganggukkan kepala


"Nah kalo dia udah berani pegang pegang nanti dia minta lebih, jangan sampai Millie menuruti keinginannya walaupun Millie cinta sama dia karena cowok yang bener bener sayang gak akan merusak hidup wanitanya"


"Seperti Roy dan Astrid? " tanya Millie


"Heem.. itu bukan cinta tapi nafsu" Millie kembali teringat perkataan Abra yang hampir sama dengan perkataan Max


"Millie ngerti gak? jangan angguk angguk malah gak ngerti"


"Ngerti papa... Millie janji jaga diri Millie sebaik mungkin"


"Bagus.. papa percaya sama Millie" ucap Max lalu mengecup puncak kepala Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie tunggu.. " Rafael menahan Millie yang hendak keluar dari mobilnya


"Apa? "


"Aku punya sesuatu" Rafael mengambil sebuah kotak di kursi belakang


"Ini apa? " Millie mengambil kotak tersebut


"Temen aku kemaren kebetulan lagi di luar negeri dan semalem pulang, aku tau kamu kemaren mau beli sepatu"


"Iya tau karena kamu ikutin aku, tapi aku gak bisa Terima.. maaf" Millie mengembalikan sepatunya


"Kenapa? kalo kamu gak Terima siapa yang mau pake? ayo lah.. kenapa kamu gak mau Terima pemberian aku? " Millie mengatupkan bibirnya dia bingung harus menjawab apa


"Aku.. aku.. cuma gak mau memanfaatkan kebaikan kamu aja"


"Aku pacar kamu, kenapa mesti berpikir kayak gitu? Aku juga gak akan minta apapun dari kamu" Rafael turun dari mobil dan membuka pintu mobil Millie lalu mengambil kaki Millie dan membuka sepatunya


"Kamu mau ngapain ? jangan nanti di liat orang" bagaimana Millie tidak panik mereka masih ada di lingkungan sekolah


Rafael tidak mendengarkan perkataan Millie dia sudah memasangkan kedua sepatunya pada kaki Millie, Seseorang kembali memotret dimana Rafael berjongkok memasangkan sepatu pada kaki Millie


"Pas.. kok kamu tau ukuran kaki aku? " tanya Millie


"Aku nebak aja, pake aku gak mau kamu nolak yang ini"


"Makasih.. jangan sering sering kasih hadiah ya aku jadi gak enak"


"Iya.. udah sana masuk" Millie pun berjalan menuju sekolah

__ADS_1


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kak.. " Astrid berlari memeluk Millie


"Makasih kak.. makasih udah kasih ibu kerjaan"


"Gue udah bilang akan bantu, semoga lo berubah pikiran dan pertahankan bayi lo" Astrid melepaskan pelukannya


"Masalah itu.. gue masih pikirin, gue gak yakin dia mau tanggung jawab.. kalo pun gue pertahankan bayi ini gue dan ibu mau besarin dia tanpa papanya"


"Ini gila... gimana masa depan anak lo nanti? dia akan di olok-olok kalo gak punya bokap" ucap Millie


"Itu lebih baik dari pada hidup gue sama ibu menderita" Astrid mengusap air matanya lalu pergi


"Si bajingan itu pasti ngancem Astrid lagi" Dengan kekesalannya Millie menghampiri kelas Roy dan membuat kekacauan di sana sampai di lerai dan di panggil ke ruang guru


Millie berkelahi dengan Roy dan bisa di pastikan siapa yang kalah, Millie berteriak memaki Roy orang yang tidak bertanggungjawab sampai mereka mengira Millie yang hamil dan meminta pertanggungjawaban Roy


"Kenapa lagi? " Rafael menghampiri Millie di ruang guru bk


"Ngapain kesini? nanti orang-orang tau hubungan kita"


"Aku khawatir sama kamu"


"Ini cuma masalah kecil, pergi aja" mereka berbisik saling mendorong


"Ini kenapa ya? bapak ada perlu apa kesini? " tanya guru


"Enggak.. saya cuma mau pinjam ini" ucap Rafael mengambil pulpen lalu pergi


"Sekarang jelaskan Millie kenapa kamu pukuli kakak kelas kamu? kata temen temennya kamu minta pertanggungjawaban, apa benar? "


"Iya bu... "


"Jadi kamu hamil? " pekik guru itu


"Bukan bu.. dengerin dulu, ibu main teriak teriak aja"


"Jangan dengerin dia bu, dia bohong dia cuma mau jelekin saya karena saya gak Terima dia jadi pacar saya" sergah Roy


"Heh.. pentol korek sembarangan siapa yang mau sama lo? gue cuma minta lo berhenti ancam temen gue dan bertanggung jawab"


"Temen kamu siapa? jadi bener Roy kamu menghamili seorang gadis? " tanya guru


"Enggak bu.. dia bohong" anak anak berlarian menuju ruang UKS Millie yang melihat itu berdiri memiliki membuka pintu


"Abra.. ada apa? " tanya Millie ketika Abra dan teman-temannya lewat


"Astrid pingsan"

__ADS_1


"Ibu ayo ikut bawa dia juga, ibu akan tau semuanya" Millie menarik kerah belakang baju Roy dan pergi ke UKS di ikuti Gurunya


__ADS_2