
"Kata mama Anggia di rawat di rumah sakit, ya? " tanya Dita pada Millie
"Iya.. mau jenguk gak nanti pulang sekolah? " ajak Millie
"Boleh.. Niko ikut gak? "
"Yaelah... kemana mana sama Niko" ledek Millie
"Biarin... Millie sirik aja" Dita mengerucutkan bibirnya
Millie senang menggoda Dita hingga dia terus merengek, Millie tertawa memang dari kecil Millie senang mengganggu Niko dan Dita
"Lo enak enakkan ketawa ketawa disini.. gara-gara lo kak Rafael jadi sakit" Anna menghampiri Millie
"Sakit? dia gak ada ngasih tau gue" jawab Millie lalu mengambil handphonenya
"Halo... kamu sakit? " Millie langsung menelpon Rafael
"Heem.. "
"Kok gak ngasih tau aku? " Tanya Millie
"Maaf.. aku baru bangun tidur" Jawab Rafael dengan suara parau
"Kamu mau apa nanti aku bawain pulang sekolah? " Tanya Millie
"Enggak mau apa apa.. cukup kamu kesini aja aku udah merasa lebih baik"
"Cihh.. modus, Udah dulu ya.. nanti aku kesitu pulang sekolah"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Maaf sayang.. Anggia tidak ingin bertemu dengan siapapun" ucap Cindy ketika Dita, Niko dan Millie menjenguknya
"Gak tante.. Aku titip ini aja buat Anggia" Millie memberikan makanan kesukaan Anggia pada Cindy
"Makasih sayang kamu udah repot repot"
"Aku pamit pulang ya tan" ucap Millie
"Aku juga tan" ketiganya pun memutuskan untuk ke rumah masing-masing
"Menurut kamu Anggia sakit apa? " Tanya Dita
"Kayaknya sakit kudis deh, iya kan? soalnya dia gak mau ketemu orang lain" cicit Dita
"Tau ahh.. kalo udah rumah bangunin gue" ucap Millie lalu menutup mata di kursi belakang
Setiba di kediaman Max disana ternyata sedang ada tamu, Millie memutuskan masuk lewat pintu dapur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael melewati kamar William yang sedikit terbuka lalu dia kembali mundur setelah melihat sebuah bayangan, Saat Rafael masuk ternyata tidak siapa siapa hanya ada William yang terbaring lemah
Ketika mendengar sebuah mobil berhenti di depan rumahnya Rafael mengintip dari jendela kamar William, Millie yang cantik turun dari mobil membuat Rafael langsung berlari ke kamarnya
__ADS_1
"Mami.. kak Rafael dimana? " Terdengar suara Millie di luar kamarnya
"Di kamar sayang, liat aja mami mau suapin William dulu"
Pintu kamar terbuka saat Rafael sedang bermain handphonenya, Rafael membuang handphonenya dan merentangkan tangannya ketika Millie datang
"Peluk" ucap Rafael manja, Rafael terkejut saat tiba-tiba di belakang Millie juga murid-murid wanita
"Emm... manis banget"
"Sini pak biar kita yang peluk" Mereka masuk dan menyingkirkan Millie yang mematung di depan pintu
"Siapa yang membawa kalian kesini? " Tanya Rafael
"Anna, dia bilang bapak sakit"
Millie berjalan mendekat dan menaruh buah yang dia bawa di meja kecil di dekat ranjang Rafael, Mereka duduk di ranjang bersama Rafael sementara Millie duduk di jendela yang terbuka
"Terimakasih sudah menjenguk, saya butuh istirahat jadi... bisakah kalian pulang? "
"Yah... padahal kami masih mau disini"
"Tapi gak apa apa.. istirahat ya pak biar cepet sembuh "
"Iya.. kalian hati hati " Millie mengikuti kepergian mereka dari belakang tapi tiba tiba Rafael beranjak dari ranjang dan menarik tangannya
"Mau kemana? "
"Mau pulang, katanya maunya mau istirahat" Rafael melingkarkan tangan di leher Millie
"Jangan begini kamu lagi sakit, nanti aku tertular"
Seorang siswa masuk kembali ke kamar Rafael untuk mengambil handphonenya, dia membulatkan matanya seraya menutup mulutnya
"Lepasin cepet" Millie berusaha melepaskan tangan Rafael
"Biarin aja lagian bukan di sekolah juga" bisik Rafael
"Kami mau apa balik lagi? " tanya Rafael
"Mau.. mau ngambil HP" Gadis itu segera mengambil handphonenya lalu pergi
"Kamu sih.. malu" Rafael terkekeh melepaskan pelukannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Jadi gimana? " tanya Allea pada Irene dan Ello
"Saya siap kalo pernikahan di percepat, kandungannya semakin lama akan semakin membesar.. Tapi kembali lagi pada keputusan tante dan om" ucap Ello
"Lebih cepat lebih baik, Kamu setuju kan? " Mama Irene menanyai anaknya
"Gimana bagusnya aja" lirih Irene
"Saya permisi bawa Irene ke taman dulu" Melihat wajah yang tidak nyaman Ello berinisiatif membawa Irene keluar
"Lo kenapa? lo gak senang ya? " tanya Ello
__ADS_1
"Siapa seneng di nikahin karena terpaksa" Irene menghela nafas sebelum menjawab
"Bukannya dulu lo ngejar-ngejar gue? harus lo seneng dong"
"Gue gak tau, gue merasa gak suka aja sama lo sekarang" jawab Irene
"Apa karena lo masih marah? gue harus gimana biar lo bisa maafin gue ? "
"Lo pasti gak cinta kan sama gue? gue cuma gak mau menjalani hubungan tanpa cinta, Gue mau pulang kayaknya gue gak enak badan" Irene beranjak meninggalkan Ello
"Cinta bisa hadir seiring berjalannya waktu Irene" jawab Ello, Irene menghentikan langkahnya
"Kalo masih enggak ada cinta setelah sekian lama apa lo akan ninggalin gue dan bawa anak ini pergi? "
"Enggak gitu, gue akan selalu bersama kalian.. itu janji gue" ucap Ello, Irene tidak menjawab dia benar-benar pergi
Bahkan saat Ello menyusul ke ruang tamu keluarga Irene sudah berpamitan, sepertinya wajah Irene memang terlihat kelelahan
"Irene tunggu, jangan lupa minum obat sama susunya" Ello mengejar Irene saat dia masuk ke mobil, Irene hanya mengangguk
"Perhatiannya calon suami kamu" goda mama Irene
"Ma... kalo kita gak nikah boleh gak sih? " tanya Irene
"Pikirkan anak kamu bagaimana jika dia lahir tanpa ayah? memangnya kenapa kamu gak mau nikah? "
"Gak tau.. aku tiba tiba gak suka aja sama dia" jawab Irene
"Emang awalnya kamu suka? " tanya papa Irene
"Sempet sih, tapi sekarang gak tau kenapa aku kesel aja liat dia"
"Mungkin itu bawaan bayi, Sayang mama bukannya mau paksa kamu tapi pernikahan ini harus di lakukan.. jika saja ini tidak terjadi kamu gak harus menikah di usia muda" ucap mama Irene
"Maaf pa.. ma.. Irene udah kecewain papa sama mama" wajah Irene sangat terlihat sedih
"Semua ini bukan keinginan kamu sayang.. yang sabar ya, mau tidak mau pernikahan ini harus di lakukan" mama Irene memeluk sangat putri yang tampaknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kasihan mami" lirih Millie saat melihat mami Rafael sedang mengangkat jemuran
"Kamu masih menyalahkan papa kamu masalah perusahaan almarhum papi bangkrut? "
"Ya.. Seenggaknya kalo perusahaan papi kamu masih ada mami gak akan sulit ini"
"Mami titip Rafael sama William ya sayang, mau belanja dulu" mami Rafael setengah berteriak
"Oke mi.. tenang aja" jawab Millie membulatkan jarinya, Seseorang mendengarkan percakapan Millie dan Rafael pergi menyusul Mami Rafael
"Lapar sayang bikinin makanan dong"
"Mau makan apa? " Tanya Millie
"Kamu pintar masak? kalo gitu bikinin aku rendang"
"Emmhh... karena aku cuma bisa goreng telur gimana kalo makannya pake telor ceplok atau mau mie instan rasa rendang? " Millie menjawab sambil terkekeh
__ADS_1
"Kenapa tadi nawarin? kirain bisa masak"
"Ya udah kalo gak mau" Millie masuk dengan bibir cemberut