
"Sayang kenapa cuma berdiri disana?" Rafael menarik tangan Millie masuk
"Kenapa pulang gak kasih tau? aku bisa jemput"
"Aku sengaja gak kasih tau, sibuk ya? aku pulang aja deh"
"Jangan pulang dulu, aku laper gimana kalo kita makan siang dulu?" tanya Rafael
"Bukannya kamu udah ada yang nemenin?" bisik Millie
"Aku udah bilang lagi sibuk, kirain dia bakal pergi taunya nunggu disitu"
"Kalian mau pergi makan siang?" Sergah Anjani
"Iya.. kebetulan Millie belum makan dari pagi" jawab Rafael
"Kalau gitu kita bareng aja" Millie sontak melirik Rafael
"Boleh.. mari" Rafael tidak melihat wajah Millie yang tampaknya tidak setuju
Millie terpaksa ikut meskipun merasa terganggu dengan kehadiran Anjani, setibanya di cafe dekat kantor Rafael
Tangan Millie yang semula dipegangi Rafael terlepas karena tiba-tiba Anjani berpura-pura jatuh dan meraih tangan Rafael, Millie menghela nafas lalu masuk lebih dulu meninggalkan keduanya
Yang lebih menyebalkan Rafael diam saja membiarkan Anjani menggandeng tangannya masuk, setelah memesan makanan Millie hanya memainkan ponselnya
"Ya Jes.. kenapa?" Millie menjawab telepon dari Jason
"Gue di cafe xx , ya kesini aja" Rafael melirik Millie namun Millie pura pura tak tahu
Tak berselang lama tiga sahabat Millie datang menghampiri meja Millie, tatapan Anjani seperti memandang rendah Millie yang di datangi tiga pria di hadapan tunangannya
"Maaf ganggu kak, kita cuma mau ngambil kunci" ucap Jason pada Rafael
"Gak apa apa, kalian mau sekalian gabung?" tanya Rafael
"Gak usah kak, kita mau langsung pergi"
"Mana mil? gue lupa gak kasih tau Lo tadi" ucap Jason
"Nih... entar malem dimana? " tanya Millie sambil mengulurkan sebuah kunci
" Di tempat biasa, kita duluan kak, mil" Jason pamit pergi
"Nanti malem mau kemana?" tanya Rafael
"Gak kemana mana" jawab Millie
"Kamu banyak teman pria, aku sangat menjaga pertemanan dari dulu" ucap Anjani
"Mereka baik, memangnya kenapa?" Millie mulai tidak menyukai Anjani yang sudah sangat mengganggu baginya
"Kurang pantes aja di lihatnya apalagi kamu sudah punya tunangan, iya, kan?" tanya Anjani pada Rafael
"Iya.. sebenarnya aku kurang setuju kamu terlalu dekat sama mereka" tentu saja Rafael bicara seperti itu bukan karena Anjani tapi dia cemburu melihat Millie dekat dengan pria lain
"Aku udah gak laper, kalian lanjutin aja" Millie berdiri dari duduknya
"Mau kemana? makanan aja belum Dateng" Rafael menahan tangan Millie
"Aku mau pulang, kamu makan aja" Millie menepis tangan Rafael
Saat hendak pergi tiba tiba suara seseorang membuat langkah Millie terhenti, Millie menoleh lalu kembali sambil tersenyum
"Mami sama siapa disini?" tanya Rafael
"Kamu disini, mana Millie?"
"Mami..." Millie kembali memeluk mami Rafael yang berada di dekat meja Rafael
"Sayangnya mami.. mami kira kamu gak ikut" mami Rafael mencium kedua pipi juga dahi Millie
"Sepertinya ini mamanya Rafael " batin Anjani
"Hai Tante... aku Anjani, Aku teman bisnis Rafael" tiba-tiba Anjani menyalami mami Rafael juga cipika-cipiki membuatnya kebingungan
"Ahh.. iya, kalian sedang makan siang?" tanya mami Rafael
"Iya Tante, silahkan duduk" Anjani menarik kursi untuk mami Rafael
__ADS_1
Saat Millie ingin memesankan makanan tiba-tiba Anjani memanggil pelayan lebih dulu dan menanyakan makanan apa yang akan di pesan mami Rafael, mami Rafael menatap anak menantunya bergantian
Di sela waktu makan Anjani mengucapkan sesuatu yang kembali membuat semua orang terdiam, Mami Rafael awalnya tak tahu siapa yang dimaksud oleh Anjani
"Anak sekarang pergaulannya bebas ya tan, temenan sama banyak cowok kalo aku sih takut temenan sama cowok gitu, anak SMA sekarang juga udah melakukan hal hal di luar batas, ngeri"
"Tidak semuanya begitu, masih ada anak anak yang jujur dan menjaga dirinya dengan baik" jawab mami Rafael
"Kalau misalkan Tante punya calon menantu yang udah melakukan hal yang terlarang sampai beli pil kontrasepsi sebelum menikah, gimana?"
"Gak masalah apalagi kalo anak Tante yang melakukannya, Tante nikahin aja"
"Tapi dia temenan sama banyak cowok, gimana kalo dia juga melakukannya sama cowok lain?" Melihat reaksi wajah Millie tampaknya mami Rafael tahu siapa yang di maksud
"Gak baik membicarakan orang lain, kalo salah bisa jadi fitnah dan kalo pun benar gak ada untungnya juga buat kita" bak di tampar di hadapan orang banyak kini Anjani diam seribu bahasa
Millie tersenyum saat mami Rafael menggenggam tangannya dari bawah meja, Millie beruntung mempunyai ibu mertua seperti mami Rafael
"Aku liat kemarin Millie beli pil kontrasepsi di apotek" celetuk Anjani
"Aku punya ibu dan ibu aku masih muda juga anaknya banyak, kenapa kamu gak tanya itu pil buat siapa?" ucap Millie
"Eemmhh.. aku.. aku gak sempet nanya karena kamu pergi lebih dulu, aku tanya karena perhatian aja sama kamu"
"Terimakasih atas perhatiannya, lain kali cari tau dulu" Anjani benar benar di buat malu
Selesai makan siang mami Rafael pamit pulang lebih dulu, saat Millie dan Rafael hendak pulang Anjani tiba tiba sesak nafas dengan tubuh memerah
Anjani yang alergi udang sengaja memesan makanan seafood agar Rafael mengantarnya ke rumah sakit
"Aku ada jadwal latihan, kalo kamu mau nganterin dia silahkan " ucap Millie
"Sayang jangan buat pilihan keadaannya darurat"
"Aku gak nyuruh kamu milih, kamu anterin dia aja aku bisa pulang sendiri" Rafael membawa Anjani masuk ke dalam mobil
"Pulang kerja aku langsung pulang, kita pergi jalan-jalan nanti" ucap Rafael lalu mengecup dahi Millie
"Aku tunggu" Millie menatap mobil suaminya yang pergi meninggalkan tempat itu
"Aneh banget masa gak tau diri sendiri punya alergi" gumam Millie
.
.
Bahkan asistennya mengatakan Rafael sudah pulang sebelum Maghrib, Millie membuka sosial medianya
Ada nama Anjani mulai mengikuti akun media sosial milik Millie, Millie penasaran dan melihat akun pribadi milik Anjani
"Makasih udah nemenin aku yang lagi sakit, padahal dia lagi sibuk" caption yang di tulis Anjani di sebuah foto
Foto tersebut memperlihatkan seorang pria tidur di kursi tepat di samping tempat tidur, meskipun wajahnya tertutup karena dia tidur diantara lipatan tangannya tapi Millie hafal betul jam tangan dan rambut itu milik suaminya
"Pantesan gue tungguin gak pulang pulang, oke gue juga bisa" batin Millie
Millie menghubungi Rafael yang sebenarnya malam ini akan melakukan balap liar, kunci yang diambil dari Millie adalah kunci gudang milik Abra dimana itu adalah tempat mereka menyimpan motor yang sudah di modifikasi sedemikian rupa
"Jason Lo udah di tempat?" tanya Millie
"Iya.. bentar lagi mulai, Lo mau kesini?"
"Tunggu gue bentar" Millie menyambar jaketnya lalu mengambil helm dan kunci motornya
"Millie mau kemana?" tanya Allea
"Aku mau ketemu Jason ma.. kalo kak Rafael pulang bilangin ya soalnya mau izin hpnya mati"
"Udah malem nak" Millie tak menghiraukan ucapan Allea dan pergi begitu saja
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Udah jam sepuluh, Millie pasti nungguin" Rafael baru saja terbangun
"Mau kemana? " tanya Anjani saat Rafael mengambil jasnya
"Saya ada janji sama Millie" ucap Rafael sambil memakai jasnya
"Makasih udah mau nemenin, kalo ada orang lain saya gak mungkin merepotkan" lirih Anjani
__ADS_1
"Tidak masalah.. saya permisi" Anjani tersenyum smirk setelah kepergian Rafael
Sesampainya di rumah Rafael tidak menemukan keberadaan Millie , Rafael bertanya pada bibi namun bibi tidak mengetahui kemana Millie pergi
"Motornya gak ada di parkiran den, mungkin jalan jalan cari makanan" jawab bibi, Millie memang sering mencari makanan sendiri saat malam
"Ada apa bi?" tanya Allea setelah Rafael pergi
"Itu nyonya.. den Rafael nyariin non Millie"
"Dimana sekarang?"
"Keluar nyonya, kayaknya mau nyari non Millie" Allea berlari kecil mencari menantunya
"Rafael.."
"Ya ma.." Rafael baru saja hendak membuka pintu mobil
" Millie tadi bilang mau ketemu Jason tapi gak bilang mau kemana, udah mama larang tapi dia pergi" ucap Allea
"Gak apa apa ma.. ini aku mau cari, khawatir juga udah malem"
"Ini ada nomor Jason telepon aja, mama udah coba tapi gak diangkat" Rafael menyimpan nomor Jason lalu pamit pergi mencari Millie
Berkali kali Rafael menelpon Jason namun tidak mendapatkan jawaban, akhirnya Rafael mencari satu persatu sahabat Millie dari akun media sosialnya
Roy mengunggah sebuah kerumunan orang dan sekelebat melihat motor Millie berada disana, Roy awalnya tidak mau mengatakan keberadaan Millie namun karena ancaman Rafael akhirnya dia menyerah
Sesampainya di tempat balapan liar tersebut Rafael menghampiri Jason dan teman temannya dengan raut wajah marah
"Dimana Millie?" Jason dan kedua temannya saling senggol menyuruh satu sama lain untuk bicara
"Dimana Millie?" tanya Rafael dengan tegas membuat ketiganya kompak menunjuk jalanan kosong dengan suara motor bising mulai terdengar mendekat dari kegelapan
Motor pertama tiba dan membuka helm ternyata seorang pria, tiba motor kedua membuat Jason dan kedua temannya panik
"Millie" Millie turun membuka helmnya sambil bersalaman dengan lawan mainnya
Ketika sedang mengobrol dengan salah satu lawan mainnya tiba tiba Rafael menarik Millie dari belakang
"Jason sialan ngapain sih tarik tarik" Millie belum menyadari siapa yang ada di belakangnya
Ketika Millie berbalik seorang pria tinggi berdiri dengan tatapan tajam masih menggunakan pakaian kerja, ketiga sahabatnya mengatupkan tangan di belakang Rafael
"Pulang" ucap Rafael
"Duluan aja"
"Pulang sekarang" tegas Rafael mencengkeram tangan Millie dan menariknya
"Hadiahnya buat kalian, bawa motor gue" Millie melempar kuncinya pada Jason
Sesampainya di mobil Rafael masih diam menatap Millie, Millie bersikap santai memainkan handphonenya sambil bersenandung kecil
"Kenapa kamu pergi tanpa izin dari aku?" tanya Rafael
"Hp kamu mati"
"Kamu kekurangan uang sampe ikut balap liar?" Millie menggeleng
"Aku cuma bosen di rumah nunggu seseorang yang janji pulang kerja mau ngajak jalan jalan"
"Aku udah bilang gak suka kamu bergaul sama mereka, mereka cuma pengaruh buruk buat kamu" Millie tampak tak memperdulikan Rafael
"Millie " Rafael mencengkeram dagu Millie agar Millie memandangnya
"Mereka gak pernah ngajak aku, aku yang pergi kesana dan aku yang paksa mereka buat ikut balapan"
"Kamu tahu itu bahaya? kalo kamu kenapa-napa gimana?" Millie menyingkirkan tangan Rafael
"Buktinya aku masih hidup, dan kalo pun aku mati kamu bebas jagain wanita lain di rumah sakit semaleman sampe gak bisa di hubungi " Rafael mengusap wajahnya kasar
"Kamu tau? dia gak ada siapapun yang nemenin dia di rumah sakit"
"Dan kamu tau? di rumah sakit banyak dokter dan suster dia cuma alergi gak cacat" Rafael terdiam, Millie benar kenapa dia sebodoh itu
"Aku..."
"Udahlah gak usah di bahas, aku capek" Millie memilih pindah di kursi belakang merebahkan tubuhnya dan menutup wajahnya dengan tangan
__ADS_1
"Sayang aku minta maaf" Tidak ada jawaban dari Millie
Rafael tak mengatakan apapun lagi dan melajukan mobilnya pulang, sesampainya di rumah Rafael hendak mengangkat tubuh Millie namun Millie bangun lebih dulu dan keluar dari pintu satunya lagi