
Arumi baru saja keluar dari kamar yang di berikan Irene padanya, Arumi melihat di ruang keluarga Irene sedang menonton televisi sambil tiduran di sofa
Tiba tiba Ello datang mengangkat kepala Irene dan menjadikan kakinya sebagai bantal, Irene hendak bangun namun Ello kembali menekan kepala Irene agar tetap tidur disana
"Diem" ucap Ello
"Lo kenapa sih? gue malu"
"Malu sama siapa? kita udah nikah santai aja, bukannya dari dulu lo pengen deket sama gue? " Irene segera bangun dari pangkuan Ello dan bergeser menjauh
"Gue suka lo yang sekarang, lebih pemalu, gak pecicilan, lebih banyak diem" hanya mendengar kata kata itu saja sudah membuat wajah Irene memerah
Ello meletakkan kepalanya di pangkuan Irene lalu mengecup perutnya membuat Irene menegang seketika, tubuh Irene menjadi kaku wajahnya tampak sangat terkejut
"Kenapa? berat ya? " tanya Ello menatap wajah Irene dari bawah
"Eng.. enggak.. " Irene segera menggeleng
"Kok mukanya tegang gitu? "
"Enggak.. siapa yang tegang? " jawab Irene menyembunyikan kegugupannya
"Elus kepala gue" Irene tambah terkejut saat Ello memerintahkan Irene untuk mengelus kepalanya
"Lama" Ello mengambil tangan Irene dan meletakkannya di atas kepalanya
Irene mengelusnya dengan lembut membuat Ello mengantuk dan tidak lama setelah itu dia tertidur dengan menyembunyikan wajahnya di perut Irene
"Gue boleh gabung disini gak? " tanya Arumi
"Boleh.. ada cemilan kalo mau ambil aja" ucap Irene pada Arumi yang kini duduk di sampingnya di sofa lain
"Ello tidur? " tanya Arumi
"Heem.. tadi minta si elus taunya tidur" jawab Irene sambil mengunyah cemilannya
Mereka menonton televisi sampai larut malam tanpa disadari Irene tidur dengan posisi duduk bersandar di sofa, Ello menunjukkan tanda tanda akan bangun membuat Arumi juga pura pura tertidur
"Kenapa dia gak bangunin gue? " gumam Ello
Ello mengangkat tubuh Irene dan membawanya menuju kamarnya, Melihat Ello pergi membawa Irene kini Arumi pun terbangun
Ello bahkan sama sekali tidak melihatnya berada di situ, Arumi penasaran seperti apa hubungan mereka setelah menikah dan mengikutinya
Sesampainya di depan pintu kamar Irene yang masih terbuka Arumi mengintip ke dalam, Ello tidur di samping Irene dengan setengah tubuh bagian atasnya berada atas Irene
Ello diam diam mencium bibir Irene dan berhenti saat Irene mulai terusik, Ello tanpa sengaja melihat keberadaan Arumi disana
"Lo ngapain disana? " Ello menghampiri Arumi
"Gue.. gue.. cuma mau mastiin kalian kemana, gue takut kalian ninggalin gue sendiri"
"Di sini aman, sebaiknya lo kembali ke kamar" belum sempat Arumi menjawab Ello sudah menutup dan mengunci pintunya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu kenapa William? " Tanya mami Rafael
"Gak apa apa tan.. tadi berantem sama jambret" jawab William
"Bukannya kamu di pukul Rafael karena gadis itu? " William sedikit terkejut dari mana mami Rafael tahu kalau dia di pukul Rafael
__ADS_1
"Kamu suka gadis itu? " tanya mami Rafael
"Enggak tan.. Tante tau dari mana aku di pukul bang Rafael? "
"Kamu gak perlu tau, kalo kamu suka gadis itu jauhin dia dari Rafael" ucap mami Rafael lalu pergi
Tiba tiba Anna datang dan berdiri tepat di samping William, Anna menyilangkan tangannya didada
"Kak William suka sama Millie? " tanya Anna
"Bukan urusan kamu, anak kecil jangan ikut campur" jawab William
"Aku tau gimana tatapan seorang cowok kalo suka sama cewek, aku juga tau kakak selalu berdebar kalo ada Millie kan? "
"Bukan urusan kamu" ucap William lalu berbalik pergi
"Kakak pengecut, kakak gak berani memperjuangkan cinta kakak sendiri.. itu bukan sikap seorang laki-laki" mendengar ucapan Anna membuat William menghentikan langkahnya
"Aku mau kita bekerja sama, kakak bisa dapetin Millie dan aku dapetin kak Rafael, itu pun kalo kakak mau kalo enggak anggap aja aku gak pernah ngomong masalah ini" lanjut Anna
"Apa yang harus aku lakukan? " tanya William sambil berbalik
"Aku suka ini" batin Anna
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kita tinggal di rumah aku aja, kamu tau kan orang tua kamu gak suka sama aku" ucap Rendi
"Terserah kamu aja, aku ikut kemanapun asal sama kamu" ucap Anggia
Rendi dan Anggia akhirnya resmi di nikahkan oleh Danendra, hanya pernikahan siri sederhana dan hanya di hadiri Max dan Allea juga Dito dan Gita
"Aku nanti izin sama papa pelan pelan"
"Kamu mau ngapain? "
"Sssttt... Aku kangen sama kamu"
"Ini masih siang, mama sama papa aku ada di rumah"
"Kamu lupa? kita udah nikah jadi bebas "
Perlahan suara di kamar tersebut menjadi hening
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Cari terus sampe ketemu" Sony dan teman temannya mencari hilangnya flashdisk di tempat tadi
Mereka mencari terus namun tidak juga menemukan flashdisk tersebut, entah kemana Millie menendang flashdisk itu
"Gak ada"
"Dia buang kemana sih? "
Seseorang menemukannya namun tidak memberitahu siapapun, dia memasukkan flashdisk itu ke dalam sakunya
"Mungkin udah diambil lagi sama Millie" ucap salah satu dari mereka
Mengingat tadi mereka sempat lari karena mendengar suara mobil polisi, Sony membubarkan anak buahnya dan pergi dari sana
Saat berada di rumahnya orang yang memiliki flashdisk tersebut langsung menyambungkan nya ke laptop, Dia tidak berani memasukan kata sandi apapun setelah melihat tulisan di layar laptopnya
__ADS_1
"Kalo gagal lagi otomatis semua file nya akan rusak" gumamnya
"Kenapa Sony takut flashdisk ini jatuh ke tangan William kalo flashdisk nya aja di kunci"
"Gue gak yakin ini punya bang Rafael, sejak awal gue rasa ada yang janggal"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hai mil.. apa kabar? "
"Lama gak ketemu makin gemes aja" Goda teman teman Dirga
"Kabar baik... gak ada kegiatan nih? bosen libur sekolah" Ucap Millie
"Kebetulan mil.. kita mau touring nanti ke puncak, lo mau ikut gak? "
"Serius? gue pengen ikut dong" ucap Millie
"Jangan ikut mil nanti kenapa napa, takut gue berhadapan sama bokap lo"
"Gue bisa ajak kak Ellia sekalian biar papa izinin, kalian bawa pacar kan? " tanya Millie
"Yang punya bawa yang enggak punya ya bawa angin" sahutnya membuat mereka semua tertawa
"Lo mau ikut sama gue gak mil? "
"Enggak.. gue mau bawa motor sendiri" jawab Millie
"Lo kan di bawah umur, SIM belum punya mending sama gue aja"
"Iya juga sih... ya udah deh entar gue nebeng aja" ucap Millie
"Yeee... bisa aja lo bujuk anak orang" teman temannya yang lain menoyor kepalanya yang berhasil membujuk Millie
"Yee.. gue gak bawa angin deh" ucapnya sambil tertawa
"Millie... dari kapan disini? " tanya Dirga
"Baru dateng kok, gue bosen aja di rumah" jawab Millie
Dirga duduk di samping Millie membelakanginya dan bersandar di tubuh Millie, semua teman temannya bergeser menjauh karena jika seperti ini tandanya Dirga tidak mengijinkan siapapun menggoda Millie
"Minggir sana lo berat" Millie menyingkirkan tubuh Dirga
"Mil lo sadar gak sih? pertemanan kita jadi renggang mungkin bisa di bilang kita udah gak saling kenal semenjak lo pacaran sama Rafael"
"Menurut gue bukan karena Rafael, gue menghargai kak Ellia.. gue gak mau dia sakit hati sama kayak gue dulu.. lo selalu peduli sama gue tapi prioritas utama lo kak Ellia dan lo selalu pergi ninggalin gue" jawab Millie
"Dulu lo suka sama gue? kok lo sakit hati waktu gue lebih prioritasin kakak lo"
"Sempet suka tapi menurut gue bukan suka kayak pengen pacaran sih tapi kayak gue gak mau orang yang sayang sama gue diambil orang lain" Dirga merebahkan tubuhnya menjadikan kaki Millie sebagai bantal
"Lo jangan gini, kalo tiba tiba kak Ellia dateng mampus lo" Millie memperingatkan
"Dulu kita sering kayak gini, kita juga dulu sering tidur rame rame sama kakak lo gak apa apa"
"Kayaknya persahabatan kita udah berubah deh, kalo kita Melakukan hal yang sama kayak dulu di waktu sekarang itu akan berbeda" Dirga tiba-tiba mengambil tangan Millie dan meletakkannya di hidungnya
"Gue selalu suka wangi tangan lo, dari lo orok kayaknya gue suka sampe sekarang" Dirga mencium wangi tangan Millie
"Itu kebiasaan lo aja, Dita juga ampe marah marah lo ciumin mulu tangannya"
__ADS_1
"Di antara tangan kalian gue paling suka wangi tangan lo" ucap Dirga sambil terkekeh
"Udah lama sejak gue jauhin lo kita gak pernah seakrab ini lagi, gue jadi kangen masa kecil kita" batin Millie