Youth Love

Youth Love
eps 33


__ADS_3

Millie kembali ke kelas setelah diantar papanya ke sekolah, sementara Astrid dan Roy sudah resmi di keluarkan oleh pihak sekolah namun Millie meminta agar hal ini tidak di bocorkan pada pihak lain dan pihak sekolah sudah setuju demi menjaga nama baik sekolah juga


Millie duduk dengan santai di kursinya bahkan sekarang wajahnya berseri tanpa beban, Millie juga menaikan kakinya ke meja lalu menggoyang-goyangkannya


"Apa? apa liat liat? ada yang gak suka liat gue disini? pake usul biar gue di pindahin lagi, gak akan mempan karena gue aset di sekolah " ucap Millie ketika teman satu kelas memperhatikannya


"Jadi siapa yang sebar foto gue dan usul sama guru biar gue di pindahin? ayo ngaku? gue botakin pala lo satu-satu" mereka langsung memalingkan wajahnya tidak berani lagi berbalik


"Millie udah jangan marah marah, Dita jadi takut" lirih Dita


"Dita takut? mau Millie peluk? " Goda Millie seraya menaik turunkan alisnya


"Ihh Millie kayak om om genit" Dita sampai bergidik membuat Millie terkekeh


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dia keluar.. tunggu cowoknya masuk nanti kalian langsung beraksi"


Dirga dan Ellia baru saja turun dari mobil menuju sebuah perpustakaan, Ellia kembali ke mobil mencari sesuatu yang tertinggal di dalam mobil


Orang-orang tiba tiba berlarian ke dalam perpustakaan membuat gaduh di dalam, Samar-samar Dirga mendengar orang orang mengatakan seorang wanita di bawa paksa menuju mobil membuat Dirga teringat pada Ellia


Dirga berlari keluar benar saja Ellia tidak ada di dalam mobil tas nya pun terjatuh berserakan, Dirga memasukan barang barangnya satu persatu dan tidak menemukan handphone milik Ellia


"Sial" Dirga bergegas pergi untuk meminta bantuan temannya agar lebih cepat menemukan Ellia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Halo kenapa kak? gue masih di sekolah, ada satu pelajaran lagi"


"Kakak lo ada sama gue, kalo lo mau dia selamat datang kesini sendiri" Ucap seorang laki-laki


"Lo siapa? kenapa lo sekap kakak gue? " Tanya Millie


"Jangan banyak tanya, Gue kirim alamatnya dan datang kesini sendiri" pria itu mematikan teleponnya lalu mengirim pesan berupa sebuah alamat


"Sialan" tanpa pikir panjang lagi Millie mengambil tasnya dan berlari keluar dari lingkungan sekolah


Meskipun di kejar beberapa orang Millie berlari dengan kencang dan langsung naik taksi yang kebetulan lewat, Millie mengatakan alamat tujuannya pada sopir taksi


Butuh beberapa waktu untuk Millie sampai ke sana karena lokasinya yang cukup jauh juga berada di tengah hutan, Millie tiba di sebuah bangunan tua yang tampaknya sudah lapuk


"Non mau ngapain ke sini? kayaknya disini gak ada orang" ucap sopir taksi

__ADS_1


"Temen saya disini pak, ini ongkosnya bapak bisa pergi" ucap Millie seraya turun


Millie masuk ke dalam bangunan tersebut, tidak ada apapun di ruangan utama hanya daun dan sampah berserakan disana


"Lo dimana? keluar... lepasin kakak gue" pekik Millie


Millie mendengar samar samar suara dan mencari asal suara tersebut, tiba di sebuah ruangan Millie menempelkan telinganya di pintu sebelum membukanya


"Kakak" Millie membuka pintu disana Ellia di ikat juga mulutnya di tutup lakban


Ellia menggeleng seraya menggerakkan tubuhnya dia histeris walaupun mulutnya tertutup, Millie yang tidak mengerti apa yang dikatakan kakaknya masuk begitu saja tanpa mengawasi keadaan sekitar


Tiba tiba seseorang memukulnya dari belakang membuatnya menggeleng kepala, orang tersebut menyerang namun Millie masih punya kekuatan untuk melawan meskipun pandangannya seperti berputar


Millie terjatuh tak sadarkan diri setelah beberapa saat dia melawan, mereka mengikat Millie di belakang Ellia lalu menumpahkan cairan dari beberapa botol ke sekitar ruangan itu


Saat mereka keluar perlahan lahan api menyebar mengelilingi Millie dan Ellia, Ellia yang masih sadar histeris membenturkan Kepalanya pada kepala Millie yang ada di belakangnya


"Eemmpphh.. eemmpphh.. " Ellia menangis histeris


Setelah beberapa saat Millie akhirnya terbangun menggerakkan lehernya yang terasa sakit, Millie dan Ellia terbatuk saat api dan asap mengepung mereka


"Sorry kak.. ini gara-gara gue, kita pasti mati di sini.. uhuk.. uhuk.. " ucap Millie, Ellia dengan susah melepas lakban dari mulutnya dengan bibir dan lidahnya


"Jangan ngomong gitu, kita pasti selamat.. ayo kita berusaha buka ikatannya" Ellia dan Millie berusaha membuka ikatan yang melilit mereka


"Uhuk.. uhuk.. Millie kamu gak apa apa? " Millie tidak bergerak sama sekali


"Uhuk.. uhuk.. Mi.. Millie.. " suara Ellia mulai melemah dia sudah tidak sanggup menahan banyaknya asap yang memenuhi bangunan tersebut


Dari sisa kesadarannya dia melihat bayangan siluet seseorang menghampiri mereka, Ellia ingin Millie cepat keluar dari sana lebih dulu


"Tolong Millie" lirihnya sebelum hilang kesadarannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kak Ellia... " Millie berteriak ketika pertama kali membuka matanya


Di ruangan itu sudah ada orang tuanya, Ello juga Ellia yang berbaring di sampingnya, Millie bisa bernafas lega melihat Ellia baik baik saja


"Kakak gak apa apa? apa ada yang sakit? "


"Harusnya kakak yang nanya sama kamu, kepala kamu masih sakit gak? " tanya Ellia

__ADS_1


"Masih berat, siapa yang selamatkan kita? " Tanya Millie


"Gue" jawab Ello


"Lo.. dari mana lo tau kita ada di situ? "


"Gue nyariin kalian sama Dirga tiba-tiba Ellia kirim pesan tapi setelah kita datang kalian berdua udah pingsan" Jawab Ello


"Jadi bukan kamu yang selamatkan kita? tapi.. siapa yang selamatkan kita dari bangunan yang terbakar itu? " tanya Ellia


"Bangunan terbakar? kalian emang kayak abis dari tempat yang terbakar tapi kalian tergeletak di pinggir jalan di dekat tpu "


"Berarti ada yang nolong kita dan bawa kita pergi lalu nurunin kita di deket tpu, tapi siapa? " gumam Millie


"Papa udah suruh orang orang kepercayaan papa sama lapor polisi juga, orang itu pasti tertangkap" ucap Max


"Itu pun kalo mereka bisa menemukan petunjuk kan? Orang yang nusuk Rafael aja belum ketemu sampe sekarang.. aku jadi curiga sama Sony pa" ucap Millie


"Ello kerumahnya saat kalian Ellia hilang dia ada di rumah, Apa kamu punya musuh lain? " Tanya Max


"Enggak... aku merasa gak punya musuh" jawab Millie


"Mustahil" cicit Ello


"Apaan sih, emang bener tau gue gak punya musuh"


"Jangan jangan musuhnya papa" lanjut Millie


"Sembarangan.. papa udah tua gak pernah nyari musuh"


"Udah.. udah.. semuanya udah di serahkan sama polisi biar mereka yang usut tuntas, sekarang kalian istirahat aja" ucap Allea


"Mama bobo sini.. mau peluk"ucap Millie dengan nada manja seraya menepuk ranjang di sebelahnya


" Hiisshh... masa preman manja" ucap Allea sambil duduk di ranjang yang di tepuk Millie


"Mama.... kok aku anaknya di bilang Preman? " rengek Millie


"Emang bener.. kamu persis papa kamu, dari ketiga anak laki-laki mama malah kamu yang maen hajar hajar aja tanpa pikir panjang" ucap Allea sambil memeluk Millie


"Kok nyalahin papa? mama juga suka maen pukul sama papa" protes Max


"Mama cuma pukul papa aja karena mama tau papa gak akan mukul balik, kalo papa kejam siapa aja di pukul sama kayak Millie"

__ADS_1


"Siapa bilang papa gak berani mukul? papa suka pukul mama kalo malem" ucap Max ambigu, Allea menendang paha Max yang berada di bawah kakinya


"Hampir aja kena, kalo kenapa napa kamu bisa merana" ucap Max sambil menutup asetnya dengan kedua tangannya, anak anaknya tertawa mendengar papa dan mamanya beradu mulut


__ADS_2