Youth Love

Youth Love
eps 99


__ADS_3

Meskipun Rafael bisa mengalahkan beberapa orang namun tetap saja satu lawan dua puluh bukan lawan yang sepadan, Suara gemuruh motor membuat mereka berhenti sejenak



Millie datang bersama Ello dan teman teman Dirga datang, Rafael tidak fokus menatap Millie yang di bonceng kakaknya hingga dia terkena pukulan di wajahnya


"Kamu gak apa? " Millie membatu Rafael berdiri


"Kalo ada kamu semua pasti baik baik aja" Ucap Rafael sambil tersenyum mengusap sudut bibirnya yang berdarah


Dalam keadaan genting pun Rafael masih saja menyempatkan diri mencium pipi Millie, Ello yang melihat itu mendorong Rafael menjauh membuatnya Mencebikkan bibirnya


Mereka terlibat perkelahian dan tentu saja Sony dan teman temannya kalah telak dan melarikan diri, kalian gak apa apa? " tanya Millie


"Oke"


"Semua baik baik aja" ucap Dirga


"Kamu/lo gak apa apa? " Rafael, Ello dan Dirga menghampiri Millie yang memegangi perutnya bersamaan


"Gak apa apa.. cuma kena tendang dikit" jawab Millie


"Ini apaan sih pegang pegang" Ello menyingkirkan tangan Rafael dan Dirga dari tubuh adiknya


"Yaelah pegang dikit doang" gerutu Rafael


"Gak ada pegang pegang" Millie hanya terkekeh lalu memeluk sang kakak


"Enak banget punya adek"


"Gue anggap adek aja gimana mil? lumayan dapet pelukan" kelakar teman teman Dirga


"Nih pelukan" ucap Millie seraya mengacungkan tinjunya


"Galak amat sih mil"


"Tau.. gak berubah tetep aja galak"


"Dia tadi cium pipi lo"


"Dih.. orang dia pacar gue" jawab Rafael


"Pantesan... " ucap mereka bersamaan sementara Dirga hanya diam saja


"Pantesan apaan? " tanya Millie


"Pantesan bang Dirga pernah murung dia bilang lo udah punya pacar" celetuk mereka tanpa tau Ellia sudah berdiri di belakang mereka


"Maksudnya? " tanya Rafael


"Tau gak jelas lo pada.. kak gue pulang sama kak Rafael ya" Millie melihat Ellia ada di sana tidak mau canggung dan memilih pergi


"Kak Ellia, kak Ello, semuanya gue duluan ya" Millie menarik tangan Rafael menuju motornya

__ADS_1


"Ellia? " Gumam Dirga, saat dia menoleh ke belakang ellia sudah berdiri disana, Suasana benar-benar menjadi canggung hingga teman teman Dirga mencairkan suasana


"Bang malem dingin begini enak kalo makan yang anget anget"


"Ayo lah beli makanan, laper nih"


"Duluan ya bang" mereka pergi menyisakan Ello, Dirga dan Ellia


"Gue duluan ya, mau beliin makanan buat Irene " ucap Ello lalu pergi


"Sayang.. kamu mau ikut makan sama mereka? " tanya Dirga


"Gak usah aku mau langsung pulang, lagi pula aku gak deket sama mereka kayak Millie" ucap Ellia lalu pergi dengan mobilnya


"Mampus" Dirga mengikuti mobil Ellia dari belakang, dia tahu Ellia pasti sudah mendengar semuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Makan disini enak kayaknya, kamu mau makan apa? " tanya Rafael


"Apa aja deh.. pesan menu yang sama aja" jawab Millie


Setelah memesan makanan mereka tidak saling bicara hening hanya terdengar suara kuku Millie menggaruk meja


"Seberapa deket kamu sama reader geng itu? " tanya Rafael tiba-tiba


"Siapa? kak Dirga? "


"Iya siapa lagi? dia suka deh kayaknya sama kamu" Millie tertawa kecil mendengar ucapan Rafael


"Hei siapa yang gak cemburu kalo denger orang-orang bilang gitu"


"Mereka cuma bercanda, aku kenal mereka udah lama bahkan kak Dirga itu kita temenan dari kecil.. mamanya kak Dirga itu sahabatnya mama aku" Millie menjelaskannya


"Apa lagi temen dari kecil, kalo bukan dia pasti kamu yang suka sama dia" ada perubahan di wajah Millie yang di tangkap Rafael ketika mengatakan itu


"Bener kan? gak perlu di jawab wajah kamu udah menjawab semuanya" lanjut Rafael


"Kamu apaan sih, aku emang dulu pernah suka sama dia mungkin karena dia udah kayak kakak buat aku jadi aku nyaman aja gitu, dia itu baik, humoris, suka bantu aku, sayang aku, melindungi aku" Millie sengaja memanas-manasi Rafael


"Apalah artinya aku yang hanya kenal beberapa bulan di banding dia yang kamu kenal dari kecil" Rafael dalam mode jealous nya


"Oh.. temen aku lagi jealous? " goda Millie


"Temen? "


"Iya.. kan kita udah sepakat buat temenan, gak usah jealous gitu dong kamu teman terbaik aku.. lagian kak Dirga udah punya kak Ellia" Millie menggenggam tangan Rafael ketika mengatakan teman terbaiknya


"Gak usah pegang pegang.. kita kan cuma temen "Rafael menekankan kata teman


"Gemes banget sih" Millie mencubit pipi Rafael namun dia tepis


"Gak usah pegang pegang" ketus Rafael memalingkan wajahnya

__ADS_1


"Kok gitu? ngambeknya kayak cewek deh"


"Biarin, kalo gak suka pergi aja sana sama reader itu" ucap Rafael tanpa menatap wajah Millie


"Kak Dirga"


"Gak usah sebut sebut namanya" gerutunya dengan cepat membuat Millie terkekeh


"Aku cuma becanda.. kamu satu satunya, temen aku, pacar aku, kakak aku yang paling baik, paling tersayang, paling aku cinta" goda Millie lalu mengambil tangan Rafael dan mengecupnya beberapa kali


"Tau ah.. " Rafael menarik tangannya yang di cium Millie


Millie terus menggoda Rafael yang cemberut sampai makanan datang pun Rafael masih tidak bicara, Millie yang kesal akhirnya mengambil potongan daging di piring Rafael dan memakannya hanya menyisakan nasi dan sayur di piring Rafael


Pemuda itu masih tidak bicara dan memakan makanannya yang tersisa, Millie akhirnya memberikan daging miliknya ke piring Rafael juga daging milik Rafael yang dia ambil


Millie tersenyum menatap wajah Rafael dari bawah seraya menopang dagunya dan mengedipkan matanya berkali-kali, Rafael yang di tatap seperti itu tidak dapat menahan rasa ingin senyumnya


"Hahha.. senyumnya"


"Kesel aku sama kamu" Rafael mencubit pipi Millie hingga memerah


"Iihh.. sakit" Millie mengusap pipinya


"Sakit ya? mana aku lihat? " Millie mendekatkan pipinya ke arah Rafael lalu di tiup nya pipi Millie


Melihat pipi Millie yang agak chubby membuat Rafael gemas dan menggigitnya, Millie menggerutu mengusap pipinya yang di gigit Rafael sementara mantan pacarnya itu hanya tertawa berhasil membalas Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tante.. Irene udah tidur belum? " tanya Ello


"Belum.. dia lagi di dapur, masuk aja" ucap mama Irene sambil tersenyum


"Lo lagi ngapain? " tanya Ello melihat Irene sedang berhadapan dengan kompor


"Lagi bikin mie instan" jawab Irene tanpa berbalik


"Gak usah makan itu, nih gue bawain lo yang pedes pedes" Ello melihat story Irene yang mengatakan ingin makan sesuatu yang pedas


Karena Irene tidak juga berbalik akhirnya Ello menariknya dan mematikan kompor, Irene terkejut melihat banyaknya makanan yang di bawa Ello


"Apa nih kok banyak banget? " tanya Irene


"Ini ada bakso keju, beranak, bakso telor, bakso kikil, siomay, batagor, ketoprak, gado gado, mie ayam, sate, seblak, sama yang terakhir ceker mercon kali aja lo ketularan Millie" Irene sampai melongo, makanan sebanyak ini siapa yang akan menghabiskannya


"Kenapa gak tanya dulu gitu mau nya apa? makanan segini banyak siapa yang makan? "


"HP lo gak bisa di hubungi, lo cicip aja satu satu entar kalo gak di makan kasih orang.. gampang kan? " dengan entengnya Ello menjawab


"Duduk, Lo juga harus cicipin makanannya satu persatu" Irene mendudukkan Ello agar dia juga merasakan makanan yang dia bawa


"Loh kok jadi gue? " Irene tidak peduli, dia benar-benar memaksa Ello untuk menghabiskan makanannya berdua dengannya

__ADS_1


"Harus diet nih gue" batin Ello


__ADS_2