
"Kamu belum tidur?" tanya Rafael ketika baru saja masuk kedalam kamar
"Aku nunggu kamu, sini.." Millie menepuk kasur di sampingnya
"Kenapa nunggu aku huh? kamu mau sesuatu?" goda Rafael dengan wajah nakalnya lalu mengecup bibir istrinya
"Iisshh... kalo gak mau ya udah, tidur di sofa aja" Millie mendorong bahu Rafael dengan memperlihatkan wajah cemberutnya
"Tentu aku mau"
"Jangan... diem gak? geli.. haha" Millie tertawa saat Rafael menggelitiknya
Saat mereka sedang bercanda saling menggelitik tiba-tiba handphone Millie berdering membuat mereka berhenti, Rafael meraih handphone Millie yang berada di samping tempat tidur
Saat Rafael menjawab telepon wajahnya berubah seketika, Millie bertanya namun Rafael hanya memandangnya tanpa bicara
"Siapa?" tanya Millie untuk ke sekian kalinya
Tak mendapatkan jawaban Millie akhirnya mengambil handphone tersebut, pantas saja Rafael cemberut karena nomor baru yang menelpon ternyata adalah Bastian
"Millie.. halo.." suara Bastian di sebrang telepon
"Lo ngapain sih nelpon malem malem?" ucap Millie ketus
"Akhirnya Lo ngomong juga.. gue cuma pengen coba aja nelpon Lo, Lo udah tidur?"
"Udah.. sekarang matiin teleponnya dan jangan hubungi nomor gue lagi" ucap Millie dengan tatapan tak lepas dari Rafael
"Kok gitu sih.. gue cuma mau temenan sama Lo, gimana tawaran gue udah Lo pertimbangkan? gue gak akan ganggu kalo Lo ikut "
"Terserah deh ya.. gue males ngeladenin orang kek Lo" Millie memutus sambungan teleponnya saat melihat Rafael turun dari tempat tidur
Millie mengikuti Rafael yang berjalan menuju balkon, Rafael duduk di kursi menyalakan sebatang rokok dengan pemantik
"Aku gak tau kenapa dia gangguin aku terus" ucap Millie tiba-tiba namun Rafael tak menghiraukannya
"Dia ajak aku masuk club gitu tapi aku gak mau, dia punya club panjat tebing " Rafael masih mengacuhkannya
"Sayang... kok aku di cuekin "Millie merengek sambil menarik narik baju Rafael
"Aku gak respon dia.. katakan sesuatu" Millie memainkan bagian wajah Rafael agar suaminya itu mau mengatakan sesuatu padanya
"Aku ngantuk" Rafael menurunkan tangan Millie dari wajahnya lalu berdiri sambil mematikan rokoknya
"Aku juga.. kalo gitu gendong aku masuk" Millie melingkarkan tangannya di leher Rafael lalu melilitkan kakinya di pinggang suaminya bak koala yang berada di atas pohon
Rafael berjalan masuk lalu meletakkan tubuh Millie di sofa dan dia merebahkan tubuhnya di ranjang, Millie mengerucutkan bibirnya menghampiri Rafael yang telah menutup matanya
__ADS_1
"Kamu gak mau melakukan sesuatu dulu gitu?" ucap Millie sambil berbaring di sampingnya memainkan kancing piyama Rafael
"Diem.. aku capek, di kantor banyak kerjaan"
"Yakin? tapi.. kenapa dia bangun?" goda Millie ketika melihat sesuatu mencuat
"Millie ini udah malem aku ngantuk, jangan ganggu aku" Rafael merubah posisi tidurnya membelakangi Millie
"Tidur ya tidur aja.. " jawab Millie seraya menarik tubuh Rafael kembali
Rafael tak merespon apapun yang di lakukan Millie, dia lebih memilih memejamkan matanya membiarkan istrinya duduk di atas tubuhnya sambil terus menggodanya
"Kamu yakin gak mau aku malam ini? kasian loh ditahan gitu" ucap Millie dengan tangan yang terus meraba dada Rafael
Rafael semakin merapatkan kelopak matanya sambil sesekali berpura pura batuk untuk menahan segala godaan Millie, semakin Rafael berusaha mengacuhkannya semakin keras pula usaha Millie
"Eehhmm... aahh.. gerah banget" ucap Millie dengan suara sensual sambil melepas baju bagian atasnya lalu memeluk Rafael
Semakin lama Rafael merasa tak tahan dengan godaan Millie dan tiba tiba menggulingkan tubuh Millie ke samping membuat Millie terkejut, kini Rafael berada di atas tubuh Millie dengan nafas memburu dan tatapan di selimuti gairah
"Hai sayang.. kenapa bangun?" ucap Millie seraya mengalungkan tangannya di leher Rafael
"Kamu berani bangunin macan yang lagi tidur? kalo gitu terima akibatnya "
"Dengan senang hati" jawab Millie sambil tersenyum
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"El.. papa mau bicara sama kamu" ucap Max saat melihat Ellia masih berada di ruang keluarga
"Soal apa pa? El gak melakukan kesalahan kan?"
"Enggak sayang.. ini soal Dirga " Max kini duduk di samping sang anak
"Dirga? apa dia ngomong sesuatu sama papa?"
" Enggak bukan dia.. om Dito tadi siang datang ke kantor papa katanya Dirga minta dia lamar kamu" raut wajah Ellia begitu terkejut mendengar hal itu
"Lamar? tapi aku sama dia udah putus pa"
"Kenapa kalian putus? apa ada cowok lain atau dia nyakitin kamu?" tanya Max
"Enggak keduanya pa.. aku cuma ngerasa aku sama dia gak ada kecocokan aja, lagi pula aku mau fokus sama karir aku dulu " lirih Ellia
"Kamu ini perempuan... jangan terlalu mementingkan karir, kamu harus membina rumah tangga juga pada akhirnya "
"Iya.. aku tau pa, tapi untuk saat ini aku belum kepikiran soal rumah tangga " ucap Ellia
__ADS_1
"Jadi gimana perasaan kamu sama Dirga? kalo kamu gak mau nanti papa bilang sama om Dito tapi kalo kamu masih cinta sama Dirga secepatnya dia akan bawa keluarganya untuk melamar kamu"
"Aku gak tau pa" lirih Ellia
"Apa yang membuat kamu ragu?"
"Dirga memang mencintai aku tapi sepertinya dia juga gak bisa lepas dari bayang-bayang seseorang, dia selalu bahas orang itu walaupun lagi sama aku" Max mengangguk-anggukan kepalanya mendengar ucapan Ellia
"Apa dia suka sama cewek lain?"
"Dia bilang enggak.. tapi sepertinya wanita ini punya tempat spesial di hatinya, aku cuma gak mau hidup sama cowok yang masih mikirin cewek lain"
"Apa cewek ini kamu kenal?" tanya Max
"Iya" lirih Ellia
"Apa itu Millie?" Ellia menganggukkan kepalanya
"Millie udah jadi istri Rafael, mungkin karena kalian tumbuh bersama dan Dirga udah anggap Millie seperti adiknya juga makanya dia selalu membicarakan tentang Millie.. jangan sampai kamu menyesal dalam memutuskan sebuah pilihan"
"Pikirkan lagi.. kalian perlu bicara berdua, kalo kalian menemukan jalan terbaik kasih tau papa nanti" ucap Max seraya mengusap kepala sang anak
"Aku pikir-pikir dulu pa" jawab Ellia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo ngepoin akun media sosialnya Millie?" tanya Candra
"Iya... ternyata dia anak orang terpandang, gue gak nyangka dia jago bela diri juga" jawab Bastian
"Tapi dia punya orang" ucap Candra
"Sebelum janur kuning melengkung masih bisa di tikung" celetuk Bastian
"Bendera kuning nanti yang Lo dapet, Lo gak liat pacarnya aja galak banget.. badannya kayaknya atletis gak kerempeng kayak Lo" ledek Candra
"Alah... badan gede doang buat apa"
"Lo pede banget bisa dapetin Millie, padahal Millie nya aja cuek gitu"
"Lo liat aja nanti, Millie perlahan akan mencair dan luluh sama gue" ucap Bastian dengan percaya dirinya
"Serah Lo deh tapi kalo nanti pacarnya ngamuk jangan bawa bawa gue "
"Lo pikir gue bukan laki sejati? gue bisa kalo cuma lawan dia" Candra hanya menggelengkan kepalanya melihat Bastian bicara sendiri sambil melihat foto foto Millie
Sesekali Bastian menggerutu ketika melihat foto mesra Millie bersama Rafael dan menggerutu serta mengumpat Rafael
__ADS_1