
Beberapa minggu kemudian....
"Bisa lebih cepet gak yang?" Millie begitu terlambat padahal hari ini adalah hari pertamanya masuk universitas
"Lagian kamu bukannya masuk ke kampus yang sama kayak Ello aja malah milih kampus yang ribet" Millie hanya cemberut karena Rafael tidak menyetujuinya memilih kampus sendiri
"Udah nyampe.. masih mau cemberut? " Millie mengulurkan tangannya untuk mencium tangan Rafael
"Kalo ada apa apa telepon aku"
"Iya" Millie mengangguk lalu terburu-buru keluar setelah mencium tangan suaminya
Millie berlari kecil ke arah lapangan yang sudah di penuhi mahasiswa baru, Millie ikut berbaris dan menyangka Rafael sudah pergi
Padahal Rafael berdiri di ujung lapangan memperhatikan Millie, Saat Millie menoleh matanya menangkap sosok suaminya berdiri melipat kedua tangannya di dada
Millie tersenyum begitupun Rafael, tiba-tiba seseorang memegang bahunya dan menariknya ke depan melewati barisan
"Kamu udah telat gak dengerin senior ngomong, siapa nama kamu?" Seorang wanita menanyai Millie
"Millie kak" ucap Millie
"Siapa? gue gak denger" ucap seorang pria yang tidak asing bagi Millie
"Baca aja sendiri kak" Millie menunjuk papan nama di bajunya
"Waahh.. kayaknya junior kita yang satu ini pemberani" pria tersebut merangkul bahu Millie
Melihat reaksi Rafael yang hendak melangkah maju Millie segera melepaskan tangan pria tersebut dan menjauh, Rafael mengurungkan niatnya dan tetap berdiri di tempatnya
"Kamu tau apa salah kamu?" tanya nya pada Millie
"Terlambat kak" ucap Millie
"Dan..." Millie mengernyitkan keningnya
"Dan berani sama senior" lanjut pria itu seraya menyentil kening Millie
"Satu lagi... kamu belum minta maaf dengan sungguh-sungguh pernah nimpug saya pake kaleng"
"Maaf kak" ucap Millie dengan wajah datar
"Saya mau kamu tersenyum mengucapkan permintaan maaf dengan tulus "
"Maafin saya kak" ucap Millie seraya tersenyum manis
"Cantik, kan?" tanya nya pada mahasiswa baru
"Cantik" jawab mereka serempak
"Kamu boleh kembali.. jangan ulangi kesalahan kesalahan kamu"
"Gak jelas Lo.. Lo siapa ngatur ngatur" gumam Millie seraya berlalu kembali ke barisan
Wanita yang tadi membawanya ke depan mendengar dan hendak menyusul Millie kembali namun pria tersebut menghentikannya, Millie kembali melirik Rafael yang mengisyaratkan akan pergi
Millie menjawab dengan mengangguk sambil tersenyum, Rafael pergi dan kini Millie kembali menatap kedepan
"Nama saya Bastian Anggito.. selamat datang buat kalian mahasiswa baru, ada beberapa peraturan disini dan kalian harus mentaati peraturan tersebut sebelum kalian benar-benar menjadi mahasiswa disini" pria yang pernah Millie timpug dengan kaleng rupanya ketua dari anggota lain
"Baca peraturan yang di bagikan dan ingat... setiap pelanggar akan mendapatkan hukuman" salah satu dari senior membagikan selembar kertas berisi peraturan yang harus mereka taati untuk seminggu ke depan
"Masih jaman masa orientasi kayak gini?" ucap Millie sambil membaca semua peraturan
"Ada pertanyaan?"
"Pertanyaan gak ada, saya keberatan dengan peraturan nomor 4.. kenapa kami harus menuruti apa yang senior minta?" Millie mengangkat tangannya
"Melly... "
"Maaf.. Millie bukan Melly" ucap Millie
"Apa yang membuat kamu keberatan?" tanya Bastian
"Setiap orang berhak menolak.. kami punya hak untuk itu" jawab Millie
"Kami atau hanya kamu? " tanya Bastian seolah memojokkan Millie
"Terutama saya.. saya gak suka orang lain memaksakan kehendak sama saya"
"Kalo gitu kamu bisa pilih angkat kaki dari sini atau mengikuti peraturan yang ada" ucap Bastian
"Saya bayar masuk kesini, kenapa saya harus mengikuti keinginan kalian?" Millie mengambil tasnya dan pergi
Bukannya pergi keluar area kampus Millie malah pergi masuk untuk mencari ruangannya, para senior marah dan hendak menyusulnya
"Stop.. biarin anak itu dulu, kita urus nanti" ucap Bastian
"Yang bener aja.. masa mau belajar pake acara beginian segala, emangnya mereka bayarin kuliah gue?" gerutu Millie menaruh tasnya setelah menemukan ruang kelasnya
Di hari pertamanya Millie akan di musuhi para senior, sikapnya yang tidak mau di atur orang lain membuatnya berani melakukan itu
"Kenapa sih tiga cecunguk itu milih kuliah keluar negeri" Millie kesal pada Rafael yang tidak mengizinkannya kuliah bersama ketiga sahabatnya
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya mereka yang baris di lapangan masuk kedalam kelas, tatapan para mahasiswi begitu sinis pada Millie
"Gue tau banget.. dia berani kayak gini buat curi perhatian ketua senior " ucap salah satu mahasiswi yang sepertinya mempunyai geng
__ADS_1
"Bener banget" jawab kedua temannya kompak
"Dia kepedean mungkin di bilang cantik tadi " Millie mendengar yang mereka katakan namun tak menghiraukannya
Niatnya disana hanya untuk belajar dan tidak memperdulikan apapun selain itu, handphonenya bergetar rupanya Rafael menelpon
"Halo.. kenapa?"
"Lagi dimana?" tanya Rafael
"Lagi di kelas.. nanti pulang jemput, kan?"
"Iya.. tapi kayaknya agak telat gak apa apa, kan? soalnya aku ada meeting nanti sore"
"Iya gak apa apa.. tapi kalo gak bisa nanti kasih tau"
"Iya sayang.. belajar yang bener, aku tutup teleponnya ya"
"Iya.. kamu jangan lupa makan" ucap Millie
"Iya sayang.. i love you "
"I love you to " Millie lupa bahwa dia berada di kampus
Orang orang yang mendengar menatap Millie, Millie berdehem Untuk menghilangkan kegugupannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Anak baru itu songong banget"
"Udahlah.. gue yang akan tangani dia" ucap Bastian
"Kenapa Lo kayaknya tertarik banget? biasanya Lo selalu gak mau ngurusin junior?" tanya seorang wanita yang tadi membawa Millie ke depan
"Kayaknya Lo tertarik sama cewek itu ya bas?" ledek temannya
"Gue suka aja sama keberaniannya, gue pengen tau sejauh apa keberaniannya "
"Jangan sampe Lo suka sama dia bas " ucap wanita tersebut
"Emangnya kenapa? gue rasa gak ada masalah " jawab Bastian
"Lo parah.. tumben Lo suka sama junior"
"Gue liat dia beda man.. dia gak kayak cewek kebanyakan " ucap Bastian
"Terus gimana sama gue bas? Lo gak pernah kasih kepastian " ucap wanita tersebut
"Gue udah bilang sama Lo Yu, gue cuma anggap Lo temen tapi Lo yang merasa kita punya hubungan lebih" raut wajah Ayunda berubah seketika
"Bas.. Lo keterlaluan sama Ayunda, Lo gak tau dia nunggu Lo selama ini?" ucap teman Bastian ketika melihat Ayunda pergi
"Tapi dia gak bas, dia ngejar-ngejar Lo dari awal tapi Lo gak pernah anggap dia" lirih Candra
"Pengecut Lo can, kalo Lo tau Ayunda suka sama orang lain kenapa Lo juga gak liat itu di gue? gue gak suka Ayunda dan perasaan itu gak bisa di paksa, Lo ngerti kan can? " ucap Bastian seraya menepuk bahu Candra
"Kalo Lo suka.. perjuangin can " lanjut Bastian lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Saat pulang Millie menunggu Rafael di depan kampus, mobil Bastian kebetulan melintas di hadapan Millie dan berhenti
"Lo nunggu siapa?" tanya Bastian
"Pacar gue " jawab Millie dingin
"Kayaknya pacar Lo gak bakal Dateng deh, kenapa Lo gak numpang sama gue aja?"
"Gak.. makasih" jawab Millie
"Bas.. untung Lo masih disini, mobil Ayunda mogok kita numpang sama Lo ya?" ucap teman Ayunda
"Boleh... Lo mau ikut?" tanya Bastian pada Millie
"Gak... makasih" jawab Millie dengan wajah dingin
"Songong banget mukanya, tinggalin aja lah" ucap Ayunda sengaja bicara kencang agar di dengar Millie
Mobil Bastian sudah melaju meninggalkan Millie, Bastian melihat dari spion Millie baru saja naik mobil mewah
"What... liat Ayunda, dia naek mobil mewah yang limited edition itu" teman Ayunda menunjuk Millie saat melirik ke belakang
"Anjir.... itu siapa yang sama dia ganteng banget" lanjutnya saat mobil Rafael berjalan berdampingan dengan mobil mereka
"Jadi cowok itu pacarnya" gumam Bastian
"Pacar? jadi cowok yang di bilang Megan ganteng itu pacarnya junior songong itu?" batin Ayunda
"Ayunda Lo liat gak cowok yang sama junior kita? ganteng banget kayak oppa oppa Korea, kayaknya tajir lagi.. liat aja mobilnya "
"Mending Lo cari yang kayak oppa dari pada ngejar Bastian gak dapet dapet" celetuk Megan
"Diem deh Megan " tegas Ayunda membuat Megan menutup bibirnya rapat rapat
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana tadi?" tanya Rafael
__ADS_1
"Gak gimana gimana.. aku belum punya temen" ucap Millie
"Nanti juga punya.. senior senior kamu gak bikin. kamu susah, kan?"
"Aku gak mau nurutin peraturan mereka, kayaknya mereka marah tapi bodo amat lah" ucap Millie
"Kamu harus betah disana, itu kampus pilihan kamu"
"Iya.. aku tau" jawab Millie
"Yang... aku mau beli pempek dulu dong" ucap Millie
"Kenapa nih mendadak minta pempek? kamu ngidam?" tanya Rafael
"Iihh... enggak, emang pengen pempek harus ngidam ?"
"Enggak sih.. cuma aneh aja biasanya kamu gak pernah minta di beliin"
"Aku Pengen dari semalem sih sebenernya " ucap Millie
"Kenapa gak bilang? " tanya Rafael
"Karena... kamu tidurnya pules banget, aku gak tega banguninnya "
"Aku capek banget semalem.. maaf ya"
"Kenapa minta maaf? kamu udah bekerja keras harusnya aku yang minta maaf gak bisa bantu kamu" ucap Millie
"Tugas kamu cuma belajar, bantu ngabisin uang aku, sama..." Rafael sengaja menggantung kata katanya
"Sama apa?" tanya Millie
"Sama urusan ranjang" ucap Rafael seraya mengedipkan sebelah matanya
"Yakin cuma di ranjang?" goda Millie
"Enggak juga sih.. di dapur juga boleh, meja makan, kamar mandi, di kolam aku belum nyoba"
"Udah.. udah.. kamu apaan sih? "
"Kamu yang mancing mancing kamu juga yang malu, aneh tau gak" Millie malu sendiri mengingat apa yang mereka lakukan di rumah yang Rafael belikan untuk Maminya
Rumah itu kosong karena mami Rafael masih mengurusi Oma, Rafael dan Millie terkadang menginap disana
"Kita pindah aja ke rumah itu ya.. sayang juga rumahnya gak ada yang nempatin" ucap Rafael
"Tapi..."
"Tapi apa? bukannya enak ya disana bebas mau ngapa-ngapain dimana aja dan kapan aja?" ucap Rafael ambigu
"Kamu bahasnya kesitu Mulu"
"Kesitu kemana? kamu mikir apa sih? emang aku bahas apa? " goda Rafael membuat Millie malu
"Tau ah.. aku mau tidur" Millie merebahkan tubuhnya seraya menutup mata
"Yakin mau tidur? pempeknya gimana?"
"Udah gak mau.. gak mood" ucap Millie tanpa membuka matanya
"Yakin? kita langsung pulang ya.. jangan nyesel"
"Mau" Millie segera bangun
"Mau apa?" tanya Rafael
"Pempek"
"Katanya tadi mau tidur?" ucap Rafael
"Gak jadi.. ayo pergi cari" Millie merengek menggoyangkan lengan Rafael
"Iya.. iya kita cari lepasin dulu tangannya "
"Gitu dong.. ehh.. tapi yang aku juga mau cendol durian yang di blok M"
"Kenapa gak bilang dari tadi yang? kita harus putar balik, itu lumayan jauh loh" ucap Rafael
"Jadi kamu gak mau? ya udah gak usah, Kita langsung pulang aja" Millie Langsung marah padahal Rafael mengatakan itu dengan lembut
"Oke.. oke.. kita putar balik ya.. sekalian cari pempeknya disana" ucap Rafael namun wajah Millie masih cemberut
"Senyum dong" Rafael mengelus pipi Millie dengan jari telunjuknya
Senyum tipis tercetak di bibir mungil Millie, Rafael mencubit gemas hidung Millie
Akhirnya Rafael menemukan tukang pempek setelah membeli cendol durian, Rafael hanya melihat istrinya makan dengan lahapnya
Rafael terlihat mengusap sudut bibir Millie dengan tissu, Rafael juga tidak malu memeluk Millie dengan gemas
"Liat deh... itu pacarnya apa kakaknya sih? gue iri" ucap Megan yang kebetulan ada disana bersama Ayunda
"Kayaknya pacarnya deh, masa sama kakaknya mesra banget gitu" ucap Ayunda
"Hebat juga tuh bocil punya pacar kelas kakap" keduanya melihat Millie dari sebrang kursi yang hanya terhalang pagar kayu
" Cowoknya kayaknya manjain dia banget, liat... iri banget gue sumpah.. kenapa cowok kayak gitu gak ada yang kecantol sama gue?" ucap Megan ketika melihat Rafael mengelus rambut Millie juga memegangi tangan Millie sesekali mengecupnya
__ADS_1
Millie juga menyuapi Rafael karena dia tak bisa menghabiskan makanannya, entah apa yang mereka bahas hingga kelihatannya mereka tertawa kecil
"Andai itu gue sama Bastian" batin Ayunda