Youth Love

Youth Love
eps 51


__ADS_3

"Rafael... keluar lo sialan" Millie turun dari motornya berteriak di depan markas mereka


Anggota geng werewolf semua keluar termasuk Rafael, Millie langsung menghampiri Rafael dan menampar wajahnya dengan keras


"Kamu kenapa? kenapa marah marah? " Rafael memegangi pipinya


"Kenapa? lo bilang kenapa? gue udah bilang jangan ganggu orang orang di sekeliling gue, kenapa lo tega ngelakuin itu sama cewek? apa yang di rasain mami kalo tau anaknya sebejat itu? "


"Maksud kamu apa? aku gak ngerti dan aku gak ngelakuin apapun" Rafael di buat bingung dengan sikap Millie yang marah marah di depan markasnya


"Mungkin lo gak ngelakuin apa apa tapi anak buah lo, anak buah lo melecehkan temen gue, kalian gak pantes di sebut manusia.. kalian sekumpulan sampah" teriak Millie


"Sialan lo, lo yang nganterin nyawa kesini" ucap Sony lalu menyerang Millie bersama beberapa orang


Semua anggota geng werewolf mengepung Millie kecuali Rafael, Dirga sampai bersama gengnya dan terjadilah perkelahian diantara mereka


Rafael menjadi bingung harus berbuat seperti apa sementara melihat Millie kewalahan melawan beberapa orang secara bersamaan, Rafael menggelengkan kepalanya dia bingung harus memihak siapa


Tanpa ragu Rafael melindungi Millie dari serangan dan malah melawan anggotanya sendiri lalu membawa Millie keluar dari kerumunan dan pergi dengan motor Millie, bukan hanya Rafael sekarang Millie pun di buat bertanya tanya


"Aku berani sumpah, aku gak melakukan apapun dan aku gak ada ngerencanain hal sehina itu... aku gak tau mereka akan melakukan itu" Rafael menghentikan motornya untuk bicara dengan Millie


"Entahlah.. gue bingung, gue berusaha percaya tapi kenyataannya selalu mematahkan kepercayaan gue" Millie duduk di pinggir jalan menutupi telinganya dan memejamkan matanya


"Gue gak tau harus percaya atau enggak.. kalo emang lo gak salah kenapa anak buah lo ngelakuin itu tanpa perintah dan tanpa izin dari lo? itu yang buat gue bingung"


"Millie... aku gak bohong, memang awalnya aku berniat balas dendam sama kamu tapi sekarang justru aku gak bisa lakuin itu" Rafael menangkup wajah Millie, mata mereka saling menatap satu sama lain


Millie mencari kebohongan di mata Rafael namun dia tidak menemukan itu, Rafael memeluk Millie erat membuat Millie semakin bingung


"Gue harus percaya siapa? " lirih Millie


"Percaya kata hati kamu, kamu gak perlu percaya sama aku tapi aku janji akan mencari akar dari permasalahan ini.. aku buktiin nanti kalo aku gak ada sangkut paut nya sama pelecehan yang di lakukan mereka" Millie menjauhkan tubuhnya dari Rafael


"Gue mau pulang, jaga anak buah lo jangan sampe celakain orang orang yang gak bersalah lagi" ucap Millie lalu berdiri

__ADS_1


"Biar aku anter"


"Gak perlu, lagian helmnya cuma satu " Rafael tidak mendengarkan Millie dan memasangkan helmnya di kepala Millie


Rafael benar-benar mengantar Millie sampai di depan rumahnya, Rafael pun turun dan menyerahkan kunci motornya pada Millie


"Aku pulang ya " melihat Rafael seperti itu membuat Millie bingung saja, Rafael sepertinya tulus tapi apa mungkin anak buahnya bergerak sendiri


Baru saja Rafael pergi kini Dirga datang dengan wajah babak belur, Dirga menahan tangan Millie ketika hendak masuk


"Tunggu" ucap Dirga


"Apa lagi? gue capek" lirih Millie menepis tangan Dirga


"Kenapa lo masih care sama dia? dia nganterin lo pulang kan? lo sekarang bingung kan sama sikapnya Rafael? dia sengaja lakuin itu, emang tujuannya balas dendam sama lo lewat orang orang terdekat lo"


"Dia akan buktiin kalo dia gak bersalah" ucap Millie


"Gak bersalah? lo percaya gitu aja? dia hampir bunuh lo Millie dan lo masih percaya karena lo masih cinta sama dia, Lo gak laporin dia sama bokap lo karena lo sayang sama dia, bulshit lo bilang sayang sama Mami nya itu cuma akal akalan lo"


"Dirga asal lo tau dia gak seburuk itu, gue tau dia dan gue tau persis seperti apa dia.. lo gak usah ajarin gue" teriak Millie


"Lo sayang sama gue tapi lo selalu ninggalin gue buat kak Ellia, lo pikir dulu gue gak sayang sama lo? kenapa sekarang di saat gue sayang sama orang lain lo bilang kalo lo sayang sama gue? " Millie sampai menunjuk wajah Dirga


"Karena lo sayang sama orang yang salah, apa rasa sayang lo sama dia membutakan segalanya? lo mau di banting, lo mau di gebukin sama dia dan gak laporin itu sama polisi atau orang tua lo gitu? cowok yang kayak gitu yang lo sayang? "


"Cih... kalo dia niat nyakitin gue mungkin udah dari lama gue mati, dia gak seburuk yang lo kira" ucap Millie


"Gak seburuk yang gue kira? terus kenapa dia culik lo dan lo hampir mati di tangan mereka? Rafael itu leader werewolf dan udah pasti dia yang ngasih aba-aba sama anak buahnya"


"Jadi Rafael yang culik Millie kemarin? " Millie mematung mendengar suara papanya di belakang


"Pa.. papa.. bukan gitu pa" Millie memegangi tangan Max yang sudah mengepal dengan keras


"Iya om, Millie di culik Rafael dan asal om tau Rafael anggota geng werewolf dia sengaja pacaran sama Millie buat balas dendam"

__ADS_1


"Diam Dirga.. lo gak udah ikut campur" teriak Millie berbalik pada Dirga


Plak


Max menampar wajah Millie membuat Millie diam Seketika, max melemparkan lembaran foto ke wajah Millie


"Kamu semalem nginep di rumah dia? di saat orang tuanya gak ada di rumah? " Millie hanya tertunduk


"Jawab" teriak Max sambil menampar wajah Millie


"Apa yang kamu lakukan disana? jawab dengan jujur" Max memegangi lengan Millie dan mengguncangnya


"Aku gak ngapa-ngapain, aku di telepon pelayan itu katanya Rafael gak sadar dan minta aku bawa dia pulang" jawab Millie


"Kenapa nginep? kenapa harus nginep? kamu diapain sama dia? "


"Sumpah pa demi apapun Millie gak ngapa-ngapain papa percaya dong sama Millie"


"Jauhin dia, jangan temui dia lagi" ucap Max


"Oke.. tapi papa janji jangan melakukan apapun sama keluarganya, mami sayang banget sama aku jangan bikin mami menderita"


"Alasan.. kamu gak mau Rafael kenapa-napa kan? besok kamu ikut mama ke rumah sakit dan jangan pernah temui pria itu lagi atau kamu akan tau sendiri akibatnya" ucap Max lalu pergi


"Puas.. itu yang lo mau? "


"Apa yang lo lakuin sama Rafael di rumahnya? kenapa lo nginep disana? " Dirga mengambil foto foto itu


"Gue kasih harga diri gue buat dia, kenapa? gak ada masalah sama lo kan? " ucap Millie


"Gue gak nyangka"


"Kenapa? jijik lo sama gue? Tenang aja gue gak akan deket sama lo kayak dulu lagi" ucap Millie lalu pergi


"Bukan gitu.. Millie.. " Millie tidak lagi mendengar ucapan Dirga

__ADS_1


Millie masuk ke dalam rumah dimana di ruang keluarga Allea sedang menangis di tenangkan oleh Ellia dan Ello, Millie berlalu begitu saja masuk ke kamarnya dan mengunci pintunya


"Gue gak perlu ngomong apa apa karena percuma juga, biar besok hasil pemeriksaan yang akan membuktikan bahwa gue gak pernah ngapa-ngapain sama Rafael" Millie memilih memejamkan matanya untuk tidur dan melupakan semuanya


__ADS_2