
"Makasih ya udah anterin ke rumah, mobilnya bawa aja biar besok gue ambil" ucap Irene
"Kamu beneran gak apa apa? kalo ada apa apa cerita aja, aku jadi merasa bersalah karena aku yang ajak kamu ikut"
"Gue gak apa apa.. lo hati hati ya gue masuk dulu" Irene pun pulang dengan mobil Irene
Irene langsung masuk ke kamarnya dia menangis sekencang-kencangnya, Irene menghancurkan barang barang di dalam kamarnya
"Bodoh... kenapa gue sebodoh ini, apa yang harus gue lakukan sekarang? siapa cowok yang mau sama cewek kayak gue? "
"Sayang.. kamu udah pulang? makan dulu nak" Irene segera menghapus air matanya dan menyembunyikan barang barang yang berserakan ke bawah ranjang
"Iya ma... aku mandi dulu" Irene menyembulkan kepalanya saat membuka sedikit pintu kamarnya
"Kamu nangis ya? " Ibunya melihat wajahnya dengan seksama
"Eng.. enggak ma.. aku cuma pilek sama kecapean aja, aku mandi dulu ya"
"Ya.. jangan lupa mandi ya, mama mau pergi arisan dulu "
"Iya" Irene kembali menutup pintunya setelah ibunya pergi
Irene masuk ke kamar mandi dan melepas pakaiannya dia mematut dirinya di cermin, tanda merah yang di tinggalkan pria itu terlihat jelas di tubuhnya
Irene mencakarnya hingga tubuhnya terluka dan berdarah kemudian dia berendam, sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan apa yang terjadi padanya
"Gue takut... gimana kalo gue.. kalo gue... " Irene semakin ketakutan membayangkan jika dirinya hamil
"Aaaaaaaaaa... enggak.. enggak.. " dia berteriak menutup telinganya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bi.. mama mana? " Ello membawa Arumi pulang ke rumahnya
"Nyonya di rumah sakit den"
"Mama kenapa bi? " Tanya Ello yang khawatir mendengar sang ibu berada di rumah sakit
"Bukan nyonya tapi non Millie" mendengar Millie masuk rumah sakit Ello kembali menarik tangan Arumi menuju ke luar
"Sekarang bukan waktu yang tepat, gue janji akan bertanggung jawab"
"Gue percaya" ucap Arumi
"Lo pulang sendiri aja ya, gue harus ke rumah sakit" Ello meninggalkan Arumi begitu saja
"Kalo aja semalem beneran gue, tapi gue gak akan lepasin lo.. selain balas dendam sama Millie gue juga bisa miliki lo seutuhnya" gumam Arumi
Arumi memang merencanakan untuk menjebak Ello namun Irene masuk ke kamar yang telah dia pesan dan sebelum dia masuk Ello lebih dulu mengunci pintunya, saat pagi hari Arumi kembali mendatangi kamar itu dan melihat Irene menangis keluar dari kamar tersebut
Akhirnya Arumi berpura-pura berjalan pergi ketika Ello keluar dari kamar, tentu saja itu berhasil karena Ello tidak melihat wajah wanita yang tidur bersamanya semalam
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu ngapain disini? " Rafael mengendap-endap masuk kedalam kamar rawat Millie
"Aku tadi liat mama kamu keluar, aku kangen" Rafael memeluk erat Millie
"Kamu.. kembali ke kamar kamu, nanti mama dateng" Millie mendorong pelan tubuh Rafael
"Kenapa kita gak satu kamar aja kayak kamu sama Ellia waktu itu? "
"Kamu mau di tampol sama papa? " Rafael duduk di samping Millie membawa kantung infus
"Papa kamu masih marah ya? "
"Kayaknya masih, tapi papa masih punya hati nurani bawa kamu ke rumah sakit" jawab Millie
"Kamu bilang hati nurani? kamu gak tau aja aku semalem di todong pistol"
"Ya itu namanya papa masih berhati nurani kalo enggak mungkin itu peluru udah tembus di kepala kamu" ucap Millie sambil menodong kepala Rafael dengan jari telunjuknya
"Papa kamu mafia ya? " Tanya Rafael
"Sembarangan... bukanlah"
"Abis serem banget, mana galak lagi" ucap Rafael
"Serem apanya? tattonya? papa baik tau"
"Bukan tattonya tapi sikapnya, kalo tatto doang aku juga punya" Ucap Rafael
"Wow... " tangan Millie terulur ingin menyentuhnya namun Rafael menepuk tangan Millie
"Berani banget pegang pegang.. mau tanggung jawab? "
"Tanggung jawab apaan cuma pegang doang, gak mungkin juga kan cuma pegang langsung hamil? " ucap Millie
"Bukan itu... kalo di pegang ada yang on, susah buat off lagi"
"Apasih? kayak robot aja on off.. balik ke kamar kamu sana " Rafael mendekati Millie dan berdiri tepat di hadapannya
"Gak mau.. biarin aja mama kamu datang" Rafael mengukung Millie meletakkan kedua tangannya di sisi tubuh Millie dan mencondongkan tubuhnya
"Mau ngapain? nanti ada yang masuk " Millie menahan dada Rafael agar tidak semakin maju
"Nyicip dikit " Rafael baru saja menempelkan bibirnya dengan bibir Millie tiba-tiba saja pintu terbuka
"Ehem... "
"Yah... bikin kacau aja" gumam Rafael seraya menjauh
__ADS_1
"Kalian ngapain? " Tanya Ello
"Lagi nyari jangkrik" jawab Rafael
"Aku pergi dulu ya, nanti kesini lagi" bisik Rafael pada Millie
"Ngapain tadi deket deket? " Tanya Ello, beruntung Ello tidak melihat Rafael mencium Millie karena tertutup tubuh Millie
"Gak ngapa ngapain, kepo banget sih"
"Macem macem awas lo" ancam Ello, Millie hanya Mencebikkan bibirnya
Allea baru saja kembali dari kantin rumah sakit juga membawa makanan untuk Ello karena tadi sudah menelpon lebih dulu, Ello langsung memeluk Allea membuat Allea dan Millie terheran heran
"Kenapa nih tumben kamu kayak gini? " Tanya Allea
"Wah.. dia bikin salah nih pasti" batin Millie
"Kak.. kalo mau ngomong hal penting kayaknya nanti aja deh kalo ada papa" ucap Millie
"Ada apa sih? gak biasanya kamu peluk peluk mama"
"Maaf ma.. aku udah kecewain mama" Ello tidak melepaskan pelukannya
"Kamu bikin salah? kenapa mama harus kecewa? apa yang kamu lakukan? " tanya Allea
"Aku.. aku.. aku.. Gak sengaja melakukan itu sama seorang gadis"
"Melakukan itu apa? yang jelas dong" Ucap Allea
"M****g l*v*" lirih Ello, wajah Allea berubah seketika
"Gue bilang juga apa? nanti aja kalo ada papa" batin Millie
Allea menangis memukuli Ello anak yang selama ini membuatnya bangga dan tidak pernah macam macam, Millie menenangkan Allea namun dia juga malah kena pukul
"Ini gak seperti yang mama pikir, aku gak sengaja ma.. "
"Gak sengaja kamu bilang? gimana hal seperti itu bisa dikatakan tidak sengaja? kamu bikin mama malu, kamu bikin mama kecewa" Allea memegangi kepalanya dan jatuh tak sadarkan diri
"Gue bilang juga apa? harusnya lo tunggu papa" ucap Millie
"Kalo ada papa bisa abis gue, kirain mama gak bakal kayak gini" ucap Ello
"Emang beneran lo ml? " tanya Millie
"Jangan bahas itu, lo masih di bawah umur"
"Gue udah ngerti kali" gumam Millie
"Apa lo bilang? coba bilang sekali lagi? "
__ADS_1
"Ape sih? angkat mama ke tempat tidur gue mau panggil dokter dulu" Millie keluar membawa kantung infus di tangannya berjalan menuju ruangan dokter
"Ma.. maafin aku, bangun ma" Ello mengusap kepala Allea