
Beberapa bulan kemudian...
"Udah berbulan bulan Om, keluarga nya juga gak pernah macem macem"
"Apa kamu bisa jamin? kalo dia menyakiti keluarga saya lagi gimana?"
"Saya yang akan menjamin Om, lagi pula Mama nya berjanji akan mengurus Arumi dengan baik" ucap Rafael
"Baik kalo kamu menjamin, kalo sampai Arumi kabur dan menyakiti keluarga saya lagi siap siap aja kamu jauhin anak saya"
"Baik Om.. saya akan pastikan Arumi di rawat dengan baik di rumah sakit jiwa disana" ucap Rafael
"Saya permisi"
Rupanya Millie mendengar percakapan antara Rafael dan sang ayah, Millie pergi dari sana dan mengurungkan niatnya untuk menemui Max
"Dia berani jamin Arumi sampe mempertaruhkan gue? segitu pentingnya dia buat Lo" gerutu Millie
Rafael kembali ke kantornya setelah pulang dari kantor Max, dia tampak gelisah duduk di kursi kerjanya
"Millie kemana sih kok tumben gak angkat telepon" Rafael berulang kali menelpon nomor ponsel Millie
Saat dalam perjalanan pulang Rafael melihat Millie bersama ketiga sahabatnya cekikikan di pinggir jalan, entah dari mana mereka namun sepertinya tidak membawa kendaraan
"Mampus Lo" ucap Jason ketika mobil Rafael berhenti di hadapan mereka
"Kenapa kamu gak jawab telepon aku?" Rafael menghampiri Millie dengan raut wajah kesal
"Aku gak denger" jawab Millie dingin
"Gak denger? tapi hp nya kamu pegang"
"Aku bilang gak denger bukan gak pegang" jawab Millie dengan nada ketus
"Kamu kenapa sih?" Rafael menarik tangan Millie
"Kamu yang kenapa? minggir" Millie menarik tangannya kasar lalu pergi meninggalkan Rafael juga ketiga sahabatnya
"Permisi" ketiga Sahabat Millie membungkuk melewati Rafael menyusul Millie
Dengan langkah besarnya Rafael menyusul Millie lalu mengangkatnya seperti karung beras di bahunya
"Tolong... tolong.. saya di culik" teriak Millie membuat orang orang menatap mereka
Rafael memasukkan Millie ke dalam mobil lalu meninggalkan tempat tersebut karena orang orang sudah mulai berdatangan
"Kalian komplotan ya? kok diem aja liat cewek itu di bawa"
"Bukan.. bukan.. kita temen cewek itu tadi yang bawa tunangannya" ucap Jason
"Bohong.. masa masih SMA udah tunangan?"
"Ini liat aja, mereka lagi berantem jadi ceweknya gak mau di bawa" Jason memperlihatkan foto-foto di media sosial Millie
"Iya bener.."
"Iya itu cewek sama cowok tadi"
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
__ADS_1
"Kamu pilih gaun yang mana?" tanya Ello
"Gak tau.. yang simpel aja aku kan harus kasih asi"
"Pumping aja yang kan bisa"
"Kamu kan tau Daren gak suka pake dot kasian nanti dia gak mau minum" anak laki lakinya memang tidak suka minum selain dari sumbernya
"Kalo Karen sih gampang" lanjut Irene
"Ya emang dari sumbernya lebih enak" gumam Ello
"Kamu bilang apa?"
"Enggak.. ya udah kamu liat liat dulu aku mau telepon papa" Ello dan Irene akan mengadakan resepsi pernikahan
Mereka kini sedang di sibukkan dengan segala persiapannya
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
"Kamu kenapa? " tanya Rafael
"Gak kenapa napa"
"Aku ada salah sama kamu?" tanya Rafael lagi kini dengan nada lembut
"Gak tau" ketus Millie
"Kok gak tau?"
"Kamu pikir aja sendiri" Rafael menghentikan mobilnya lalu menatap Millie
"Kamu ngapain tadi ke kantor papa?" tanya Millie namun masih dengan nada ketus
'' Bahas kerjaan "
"Jawaban kamu aja udah bohong, benar-benar gak bisa di percaya" ucap Millie
"Kamu taunya aku ngapain di kantor papa kamu?"
"Kamu menjamin Arumi sampai mempertaruhkan aku, mungkin kamu udah gak sayang lagi sama aku" Rafael tersenyum menarik tangan Millie
"Kamu salah paham sayang, Aku ngomong gitu sama papa kamu biar ngizinin Arumi di bawa mamanya"
"Kalo ternyata Arumi kabur dan melakukan hal gila lagi, gimana? hubungan kita akan berakhir dan papa pasti marah besar sama kamu" ucap Millie
"Karena aku percaya Mama Arumi akan menjaga anaknya dengan baik, Aku janji hubungan kita akan baik baik aja"
"Terserah kamu aja" Millie menarik tangannya kasar
"Dengar sayang... hidup Arumi hancur karena keegoisan orang tuanya, Ibunya selingkuh dengan suaminya yang sekarang itu alasan kenapa ayah Arumi meninggalkan mereka"
"Arumi jadi membenci kedua orang tuanya meskipun dia sering merindukan kasih sayang mereka, Arumi tinggal bersama Rosie "
"Dia di pindahkan kuliah di luar negeri agar bisa tinggal satu rumah dengan ibunya, awalnya dia menolak tapi demi Rosie dia akhirnya pergi makanya saat mendengar kematian Rosie dia pulang"
"Kamu tau siapa yang nusuk aku waktu itu? itu Arumi, dia berniat menusuk kamu"
"Kamu punya perasaan apa sama dia?" tanya Millie
__ADS_1
"Aku cuma anggap dia sebagai sahabat, adik, gak lebih"
"Kamu gak bohong kan?" Rafael tersenyum lalu merapihkan anak rambut Millie
"Aku gak bohong, yang aku cinta cuma kamu" Millie menahan senyumnya dan berpura-pura masih cemberut
"Aku serius sama kamu, aku selalu jaga kamu, menghormati kamu, kalo aku cuma main main udah aku makan dari dulu"
"Cih.... memangnya aku makanan, kalo menghormati tangan sama bibir jangan suka nyosor dong" ucap Millie
"Ya.... itu kan latihan" jawab Rafael sambil menggaruk tengkuknya
"Alasan aja" cibir Millie
"Kan biar otot jari gak kaku yang" Rafael Menaik turunkan alisnya sambil memperagakan tangannya meremas sesuatu
"Iihh.. gak tau malu"
"Kalo aku gak tau malu terus kamu apa? kamu juga diem aja" wajah Millie seketika memerah
" Aku turun disini aja, byee.."
"Eehh.... mau kemana ? gitu aja marah" Rafael kembali menarik tangan Millie
"Tau ahh.. aku males ngomong sama kamu"
"Ya udah gak usah ngomong duduk aja ya.. kita ke rumah aku dulu ya " bujuk Rafael
"Gak mau, mau ngapain? di rumah kamu gak ada orang, kan Mami di rumah Oma"
"Aku kangen, justru karena Mami gak ada" Jawab Rafael
"Enggak... enggak.. aku takut kamu macem macem, langsung pulang aja"
"Cih... gak asik banget" gumam Rafael
"Apa? " Millie seperti mendengar Rafael mengatakan sesuatu
"Apa? orang gak ada yang ngomong kok"
"Jangan aneh aneh langsung anterin aku pulang" ucap Millie
"Iya sayangku... takut dip*rk*s* ya?"
"Eehh... itu mulutnya " Rafael hanya terkekeh karena setelah itu Millie menggerutu tiada henti
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
"Kabarnya keluarga Maxime akan mengadakan pesta pernikahan?"
"Benar bos.. di gedung milik mereka" jawab papa Raisa
"Saya sudah menyiapkan semuanya, kita kumpulkan anak buah yang banyak dan sekap semua orang untuk mendapatkan pria sialan itu"
"Baik bos... senjata juga sudah di siapkan " ucap papa Raisa
"Jangan lupa kado spesial buat mereka" ucap orang tersebut lalu pergi
"Sebentar lagi Maxime.. kamu harus memilih nyawa anak anak kamu dan para tamu atau kamu akan egois mengorbankan mereka demi keselamatan kamu" gumam papa Raisa dengan senyum jahatnya
__ADS_1