
"Papa.. pa.. " Ello menggendong seorang bayi cantik di tangannya
Dia memandangi wajah bayi cantik dan menggemaskan itu, tiba tiba bayi itu menoleh saat seorang wanita berjalan mendekat
"Mama.. " anak itu tertawa dan mengangkat tangannya meminta wanita itu menggendongnya
"Sini nak.. sini sayang.. ikut mama" suara itu suara Irene dan wajah wanita itu pun berubah menjadi wajah Irene
"Sini sayang.. aku akan membunuhmu" Irene menyembunyikan tangannya kebelakang
"Mama.. mama.. " meskipun Irene berkata akan membunuhnya namun bayi itu tetap tertawa dengan menggemaskan
"Sini nak.. ayo.. kamu harus mati" Ello mundur dan mengeratkan pelukannya pada bayi tersebut
"Jangan main main Irene, menjauh" ucap Ello
wajah Irene berubah seketika raut wajahnya begitu menyeramkan, Seringai nya bagaikan Psikopat yang bersiap membunuh mangsanya
"Matilah anakku.. matilah dengan tenang" Irene berlari lalu menusuk bayi tersebut dengan pisau membuat darahnya terciprat ke wajah Ello
"Aaaaaaaaaa" Ello terbangun dari tidurnya dengan tubuh di basahi keringat
"mimpi apa ini? gue terlalu mikirin ini, sialan" Ello mengusap wajahnya kasar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Abis ini kamu mau kemana? " tanya Millie saat Rafael mengantarnya ke sekolah
"Aku mau ke bengkel, sejak Anna tinggal di rumah aku tidur di bengkel" jawab Rafael
"Kenapa? "
"Canggung aja, sana masuk" ucap Rafael
"Ya udah.. aku masuk ya" Rafael menahan tangan Millie
"Apa? " Rafael menunjuk pipinya membuat Millie memutar matanya jengah
"Banyak orang, jangan aneh aneh"
"Aku gak akan pergi" ucapnya, Millie mencium telapak tangannya lalu menempelkannya pada pipi, kening juga bibir Rafael
"Udah.. sekarang pulang sana, bye.. " Millie melambaikan tangannya masuk ke halaman sekolah
"Menggemaskan" Rafael menggigit bibirnya
"Pak Rafael.. pak.. tunggu.. " Rafael segara memakai helmnya dan pergi dari sana sebelum di kerubungi mantan muridnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hari ini dia gak masuk, pasti dia malu banget" batin Ello melihat bangku Irene kembali kosong
"Mel.. Irene kemana? " Tanya Ellia
"Dia cuti dua minggu"
"Lama banget, emang kenapa? " Ellia bertanya kembali
"Katanya ada urusan keluarga, gue liat kemaren kayaknya orang tuanya pergi deh dia ikut kali" Meli teman satu kampus sekaligus tetangga Irene
"Ohh.."
__ADS_1
"Ello.. aku mau ngomong sama kamu" Ellia dan teman-temannya menoleh pada Ello dan Arumi
"Ya udah ngomong aja"
"Aku butuh waktu berdua aja" ucap Arumi
"Ck.. " Dengan terpaksa Ello bangun dari duduknya
Ello duduk di tempat teduh di bawah pepohonan di ikuti Arumi, Wajah Ello tampak serius dia tidak pernah bersikap manis pada Arumi
"Aku mau kita tunangan secepatnya"
"Kenapa harus tunangan secepatnya? apa pacaran gak cukup? " tanya Ello
"Sikap kamu terlalu dingin aku takut kamu gak mau bertanggungjawab "
"Ck.. lo pikir gue kayak gitu? terserah lo aja atur aja gimana baiknya" ucap Ello lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bete banget di rumah" Irene malas-malasan di kamarnya
Kamarnya berantakan sampah berserakan di lantai dia rebahan di sofa sambil menonton film di laptopnya, Handphonenya berdering Irene meraih handphonenya dan menjawab telepon tersebut
"Kenapa Millie? "
"Males keluar.. kamu main kesini aja, orang tua kakak lagi pergi kalo perlu nginep aja disini besok kan libur"
"Hmm... kalo kesini bawain burger yang doble ya, oke.. sampai ketemu nanti"
"Besok temen gue mau nginep disini, awas aja kalo lo bikin gue mual mual" ucap Irene pada perutnya
"Lo nyusahin gue tau gak? tiap pagi lo bikin gue lemes, lo sama aja kayak bapak lo bikin orang jengkel aja"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie gue mau ngomong" Millie mengernyitkan dahinya
"Tumben lo mau ngomong sama gue"
"Karena lo terlalu murahan aja, gue cuma mau bilang sama lo kalo jadi cowok jangan gampangan" ucap Anna
"Loh.. gampangan gimana ya? maksud lo apa sih? " tanya Millie
"Kenapa lo ada di bengkelnya kak Rafael malem malem? lo juga mau maunya di peluk peluk di cium cium murahan banget" Millie mengedarkan pandangannya semua murid menatapnya
"Gue gak ngerti maksud lo, lo iri kan karena gue pacaran sama temen masa kecil lo? "
"Temen masa kecil? lebih dari itu, dia bilang mau nikahin gue kalo gue udah dewasa, dia milik gue"
"Terserah deh, lo kayak anak kecil tau gak? "
"Millie tunggu lo mau kemana? " Anna terus mengoceh sambil mengikuti Millie kemanapun dia pergi
"Kalo lo bukan temennya Rafael udah gue ringkus lo dalem karung" ucap Millie ketika masuk ke dalam toilet lalu mengunci pintunya
Millie terlalu kesal sampai lupa menyimpan handphonenya di meja sebelum pergi, tanpa di sadari oleh Dita handphone Millie diambil seseorang sambil lewat
Saat Millie kembali dia baru sadar handphonenya tidak ada, Millie mencari ke dalam tas dan bawah meja namun tidak juga menemukan handphonenya
"Dita.. liat HP gue gak? "
__ADS_1
"Loh tadi di taruh dimana? kirain kamu bawa" jawab Dita
"Aduh.. masa gue harus minta HP baru lagi? "
Millie mencoba menelpon nomor teleponnya dengan handphone Dita, seorang murid yang berdiri di pintu mendengar suara bergetar dan mencari ke asal suara
"Woi.. gue nemu HP mahal di tempat sampah" Millie melihat handphonenya di acungkan
"Hei.. sini itu punya gue"
"Mana buktinya? "
"Lo pea? itu di hpnya wallpaper foto siapa? " ucap Millie
"Lo mau HP lo balik? boleh.. asal malem ini lo temenin gue makan malem gimana? " Millie berpikir sejenak
"Ya udah, sini HP nya" Millie menadahkan tangannya
"Nanti malem gue kasih" dia memasukkan handphonenya ke dalam saku
"Awas jagain tuh HP gue, jangan sampe rusak"
"Tenang aja"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Malam itu Millie benar-benar datang ke restauran yang di sebutkan pemuda tersebut, dia sudah menunggu Millie di meja dengan banyak makanan
"Mana HP gue"
"Nih.. duduk dong" Millie pun duduk setelah mengambil handphonenya
Tiba tiba Rafael bergabung duduk di samping Millie membuat pemuda tersebut terkejut, Millie tidak mengatakan apapun dia mengecek isi handphonenya
"Udah aku duga ini perbuatan Anggia" ucap Millie
"Videonya ilang? " tanya Rafael
"Hmm... nyesel gak aku kasih dari awal sama papa"
"Millie kok ada pak Rafael juga? " wajahnya tampak kecewa
"Lo kan gak bilang kalo gak boleh bawa orang, gue gak ada yang nganterin makanya ajak dia" Jawab Millie
Selesai makan Millie meminta di antar ke rumah Irene, Sesampainya disana Millie mengetuk pintu rumahnya cukup lama
"Silahkan masuk non, kata non Irene langsung masuk aja ke kamarnya"
"Makasih bi" ucap Millie
"Aku gimana nih? habis manis sepah di buang? " tanya Rafael
"Aku main nginep disini, kamu pulang aja ya? "
"Mengecewakan" Ucap Rafael dengan wajah cemberut
"Besok hari libur kita jalan jalan gimana? " bujuk Millie
"Tapi besok aku mau nganter William terapi dulu"
"Aku ikut.. setelah itu kita pergi jalan jalan" Millie mengalungkan tangannya dileher Rafael dan mengecup sekilas bibirnya
__ADS_1
"Sana pulang.. hati hati" Rafael tersenyum memakai helmnya lalu naik ke motornya