
"Anggia.. apa kabar? " Millie memeluk Anggia saat sampai di rumahnya
"Millie.. gue mau minta maaf atas semua kejahatan gue selama ini, dan makasih udah mau selamatkan gue dari neraka itu"
"Udahlah yang dulu dulu lupain aja, sekarang kita hidup dengan baik, masa depan kita masih panjang jalani itu dengan sebaik mungkin" jawab Millie
"Sekarang kak Irene tinggal disini, ayo gabung sama yang lain" Millie membawa Anggia berkumpul di ruang keluarga
Mereka membicarakan masa kecil anak anak mereka yang penuh kenakalan, apalagi Millie yang sering membuat suster dan kedua orang tuanya kewalahan
"Millie waktu kecil bandel banget" ucap Allea
"Masih sampe sekarang Ma" ucap Ello yang baru saja keluar kamar bersama Irene
"Ehhemmm... " Millie berdehem dengan wajah mengejeknya
Irene hanya menundukkan kepalanya dia malu bertemu dengan Millie, Millie menunjuk nunjuk rambutnya sendiri saat melihat rambut keduanya basah
Sang ibu menyadari sesuatu dan memukul tangan Millie lalu memeluknya agar dia tidak berulah lagi
"Sini sayang" ucap Allea pada Irene
''Cie... cie.. " Millie menggoda Ello yang duduk di sampingnya
"Diem lo"
"Gue tau lo lagi berbunga bunga setelah menahan sekian bulan" bisik Millie
"Gue bilangin mama kalo otak lo mesum" Ello balas berbisik
"Gue bisa bilang disini kejadian tadi " ucap Millie
"Aawww... sakit" Millie mengusap perutnya
"Kenapa? " tanya Allea
"Sakit ma di cubit kak Ello"
"Kamu kalo becanda sama adiknya suka keterlaluan" gerutu Allea
"Dia aja yang lebay" Ello menambahkan menyentil dahi Millie
"Manja" Ello mendorong bahu Millie lalu pindah duduk di samping Irene yang duduk di sebelah Allea
Ketika orang lain tengah berbincang Ello malah mengusik Irene terus menerus, Ello mengusak kepalanya di bahu Irene kadang menciumnya membuat Irene tidak nyaman dan merasa malu terlebih dia melakukannya di hadapan Allea dan Cindy
"Anakmu persis bapaknya" ucap Cindy, melihat Ello yang tidak merasa malu menunjukkan kemesraan di depan orang lain seperti Max
"Gen nya kuat" ucap Millie melirik kearah mereka
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
Millie sedang dalam perjalanan sepulang dari sekolah, dari kejauhan dia sepertinya melihat Rafael di pinggir jalan dengan tongkatnya
Tiba-tiba Rafael terjatuh membuat Millie mendadak menghentikan motornya dan menghampiri Rafael untuk membantunya
"Lepas.. aku bisa sendiri, aku gak perlu di kasihani" Millie menarik kasar tangannya yang di pegang Millie
"Aku bantu"
"Gak.. sana pergi ngapain peduliin aku? aku gak suka di kasihani, pergi aja sama cowok yang kamu cinta itu, dasar penghianat" Rafael marah marah saat bertemu Millie
"Kalo gak mau di bantu ya gak usah marah marah, nyebelin" Millie hendak pergi meninggalkan Rafael namun tiba-tiba tongkat yang di bawanya terpeleset batu dan membuat Rafael tidak seimbang
Millie menahan tubuh Rafael dengan memeluknya dari samping, Rafael malah mendorong Millie sampai terhuyung ke belakang beruntung William menangkapnya
"Pasangan yang serasi" ucap Rafael lalu pergi
"Bang.. lo belum dengar penjelasan kita"
"Berhenti berpura-pura" ucap Rafael seraya berjalan menjauh
"Lo gak jelasin apa apa sama bang Rafael? " tanya William
"Gak ada yang perlu di jelasin, gue emang udah pengen lepas dari dia, gue duluan " Millie meninggalkan tempat itu dengan motornya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo liatin apa sih? " Tanya Irene saat Ello memandanginya
Bukannya senang di puji suaminya Irene malah berekspresi seolah ingin muntah, Ello terkekeh seraya membuka sabuk pengamannya
"Mau ngapain? " Ello menahan dada Ello yang mendekat kearahnya
"Mau pasangin sabuk pengaman, itu apaan" Ello menunjuk ke arah jendela di samping Arumi membuatnya sontak menoleh
Saat Arumi kembali menatap ke depan Ello sudah kembali ketempat duduknya sementara Irene menggerutu mengusap bibirnya, Arumi tahu apa yang baru saja di lakukan Ello sampai sampai menipunya
Ello tampak tersenyum smirk menggigit bibir bawahnya dengan tatapan nakal menatap Irene, Irene memalingkan wajahnya ke arah jendela
Arumi mengepalkan tangannya sepertinya hubungan Irene dan Ello sudah ada kemajuan, Arumi ingin mendapatkan perhatian Ello
Sebenarnya yang Arumi inginkan adalah kasih sayang seseorang, dia kekurangan kasih sayang hingga selalu iri kepada orang lain yang selalu di kelilingi dengan kasih sayang
"Sayang mau makan dulu gak? " Tanpa sadar Ello memanggil Irene dengan kata sayang
"Hah? " Irene menoleh dengan wajah bodohnya
"Sayang? " gumam Arumi
"Gue laper, mampir makan dulu ya" ucap Ello
Ello berhenti di sebuah restauran untuk mampir makan , pesanan mereka sudah datang dan waiters mengantarkan makanan ke meja
__ADS_1
Tiba-tiba Arumi menyenggol tangan waiters hingga makanan yang di bawanya tumpah ke arah Irene, beruntung Irene segera berdiri hingga kuah panasnya hanya terkena tangan
"Aww.. sshhh" Irene meringis
"Bisa kerja gak sih? Dengan marah Ello berdiri memeriksa tubuh Irene
" Mana yang sakit? ayo kita ke rumah sakit" Ello memeriksa detail tubuh Irene
"Gak apa apa.. cuma kena tangan aja" benar saja tangannya memerah
"Maaf... tangan saya menyenggol sesuatu" ucap Waiter tersebut sambil melihat kearah Arumi
"Apa? maksud lo gue ? lo mau nyalahin gue atas kecerobohan lo? " pekik Arumi
"Udah udah gak apa apa.. dia kerja disini jangan bikin dia kena masalah" ucap Irene
"Karena dia emang bikin masalah, ini gimana tangan lo harus di obatin" Ello meniup tangan Irene
"Gini aja, lo bisa lanjut kerja tapi gue minta obat buat tangan gue" Waiter itu benar-benar berterimakasih dengan kemurahan hati Irene
Ello mengobati tangan Irene dengan salep yang di berikan waiter tersebut, Arumi benar-benar merasa marah sekarang dia harus meluapkan kemarahannya itu
"Gue ke toilet dulu" ucap Arumi namun tidak di tanggapi oleh keduanya
Arumi mengambil handuk kecil dari tasnya dan menggulungnya di tangan lalu memukul mukul tembok, dia meluapkan semua kekesalannya melihat perhatian Ello pada Irene
"Sialan.. kenapa gak kena mukanya aja? kenapa lo selalu beruntung, kenapa banyak orang yang sayang sama lo? kenapa gak ada yang peduli sama gue" Arumi terdiam ketika mendengar seseorang masuk
"Udah lo tunggu di luar aja"
"Enggak.. gue tunggu disini cepet masuk"
"Lo gak malu masuk toilet cewek? "
"Kenapa harus malu, gak masuk ke wc bareng juga kan? "
"Terserah deh" terdengar suara Irene dan Ello yang memaksa menunggu di dalam toilet
"Tunggu.. " Arumi mengintip, Ello menahan tangan Irene
"Apa? "
"Nanti malem... gue mau itu.." ucap Ello ragu
"Tau ahh.. jangan bahas yang kayak gitu, malu" Irene menepis tangan Ello
"Emang gue mau apa? gue belum beres, gue mau futsal sama temen SMA gue dulu, lo sekarang kenapa sih pikirannya kesitu mulu? ketagihan ya? " goda Ello membuat Irene sangat malu
"Iihhh.. tau ah" Irene membanting pintu toilet
Terdengar suara tawa Ello setelah Irene masuk ke dalam toilet, Arumi baru kali ini melihat Ello tertawa selepas itu
__ADS_1