Youth Love

Youth Love
eps 26


__ADS_3

"Siapa cewek tadi? dia masih SMA? "


"Dia pacar gue, seperti yang lo liat" Jawab Rafael


"Gue kira lo cuma suka sama cewek cewek seksi, gak sangka lo suka sama cewek polos kayak gitu"


"Gak usah ikut campur dan jangan ganggu dia, kita cuma sekedar mantan jangan terlalu sering muncul di depan gue" Ketus Rafael


"Jangan bilang lo mau main sama dia? Secara gue tau lo orang seperti apa" Wanita itu menepuk dada Rafael


"Main lembut ya kasian dedek gemesnya, jangan lupa pake pengaman ya.. " Ucapnya lalu pergi sambil tertawa


Rafael mengepalkan tangannya menatap kepergian wanita itu, Rafael bergegas pergi ke rumah Millie untuk menemuinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Jangan bilang kejadian tadi di rumah sakit sama siapapun" Millie memperingatkan Abra sebelum turun dari mobil


"Oke.. tapi duit gue ganti ya"


"Iya.. kayak orang miskin aja lo" Ucap Millie lalu turun


"Lo dari mana? kok pelajaran barusan gak ikut? "Tanya Aldi ketika Millie baru saja kembali setelah pelajaran selesai


" Kepo lo" Millie melewati Aldi begitu saja


"Millie tunggu.. gue punya sesuatu buat lo" Aldi menahan tangan Millie


"Apa? kalo gak penting gue gak mau" Anggia hanya melihat Millie dan Aldi dengan tatapan kesal


"Gue punya ini, denger denger lo suka sama film yang berbau kekerasan, ini tiket terakhir loh" Aldi menaik turunkan alisnya


"Woo.. seriusan? gue selalu kehabisan tiket ini.. dari mana lo dapet? "


"Itu gak penting, lo mau apa enggak? kursi kedua loh" Aldi mengapit tiket tersebut dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan


"Kayaknya kalo ini gue gak bisa nolak, thanks" Millie segera mengambil tiket tersebut


"Jam empat sore gue jemput" Millie yang sudah berjalan pergi kembali berbalik


"Sama lo? gue kirain sendiri" ucap Millie ketika Aldi mengacungkan tiketnya


"Ya iyalah.. lo pikir tiketnya gratis? "


"Ya udah terserah deh" Millie pergi duduk di kursinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie bersenandung masuk ke dalam rumahnya bersama Ello, Millie langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa melihat melirik kesana kemari


Padahal Rafael ada di ruang keluarga yang di lewati Millie, Dia sedang bermain game bersama Michelle juga Exel


Rafael hendak menyapa Millie namun dia sepertinya sama sekali tidak melihatnya ada disana, tidak lama setelah itu Millie turun sudah siap untuk pergi


"Millie.. mau kemana? " Rafael berdiri menghampiri Millie


"Emm... mau pergi, kenapa?


" Kamu gak liat dari tadi aku disini? " Tanya Rafael

__ADS_1


"Liat kok, kamu kan lagi maen game.. udah ya aku buru buru" Millie melewati Rafael begitu saja


"Kamu mau pergi kemana? sama siapa? aku masih sakit loh masa kamu mau pergi? "


"Kalo masih sakit tinggal di rumah sakit ngapain disini? aku mau pergi sama Aldi" Jawab Millie


"Kok kamu tega? jangan pergi" Rafael memegang tangan Millie


"Aku tetep mau pergi, dia udah beliin aku tiket jadi sayang kalo gak pergi"


"Aku lagi sakit kok kamu pergi sama temen kamu? " Millie melepaskan tangan Rafael ketika melihat Allea berjalan ke arahnya


"Telepon cewek tadi dan suruh dia jagain kamu, aku pergi.. bye" ucap Millie lalu berlari keluar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Aldi sudah sampai di depan rumah Millie tepat di depan pos satpam, Di sana ada pria tinggi besar dengan topi dan baju serba hitam tangannya pun di penuhi tatto


"Pak panggilin Millie dong" ucap Aldi


"Millie? "


"Iya.. ini rumah Millie kan? jangan jangan papanya ada di rumah ya? " Max mengangguk-anggukkan kepalanya, dia mengerti sekarang anak ini mengira dia satpam


"Ayo pak panggil Millie nya, nanti papanya keluar.. katanya papanya Millie galak ya? "


"Iya.. dia suka gebukin cowok tengil yang main ke sini" Jawab Max


"Garang banget, pantesan satpamnya juga serem begini" ucap Aldi


Millie berlari kecil membuka pintu Gerbang Seraya tersenyum, Aldi mengira senyuman itu untuknya namun dia salah ternyata Millie bergelayut manja di lengan pria tattoan tersebut


"Sama siapa? "


"Sama temen pa" jawab Millie


"Itu pacar kamu ada di dalem gimana? kamu masa punya pacar malah di tinggal tinggal"


"Pacar? jadi Millie udah punya pacar? " Gumam Aldi


"Dia izinin kok, dia lagi main game sama Michelle.. aku pergi ya daahh papa" Millie mencium tangan ayahnya lalu pergi masuk ke dalam mobil


"Maaf om.. saya permisi dulu" ucap Aldi


Ketika bersalaman Max meremas tangan Aldi sampai dia mengernyitkan wajahnya, Aldi mengibaskan tangannya setelah Max melepaskan tangannya


"Jaga anak saya, kalo lecet sedikit aja kamu saya bikin jadi dodol" ucap Max membuat Aldi kesusahan menelan salivanya sendiri


"Ba.. baik om, saya permisi"


"Bisa remuk tangan gue" batin Aldi sambil masuk ke dalam mobil


"Papa lo ternyata serem juga ya" ucap Aldi


"Gak kok.. papa itu baik cuma tampilannya aja sangar"


jawab Millie


"Millie tunggu" mendengar seseorang memanggil namanya Millie meminta Aldi segera pergi

__ADS_1


"Cepet... ayo cepet jalan"


Sesampainya di bioskop Millie duduk di kursinya berdampingan dengan Aldi, Millie menonton film tersebut dengan serius sampai dia tidak tahu bahwa Aldi sedang memperhatikannya


Dua di tempat duduk berbeda melihat Millie dan Aldi meskipun hanya terlihat kepalanya saja, Millie fokus pada filmnya dan sepanjang filmnya di putar Millie bahkan tidak pernah menoleh kesana kemari ataupun mengobrol meskipun Aldi kerap mengajukan pertanyaan padanya


"Gue ke toilet bentar ya" ucap Aldi ketika mereka sudah keluar dari bioskop


Millie menunggu Aldi di parkiran mobil sendiri, Seperti biasa Millie suka melihat keadaan sekelilingnya dan dia melihat seseorang memakai topi juga masker memperhatikannya


Orang tersebut menghampiri Millie dan dengan sigap Millie mengambil ancang ancang untuk menangkis serangan Millie di perutnya, Millie dengan cepat membuka topi dan masker tersebut


"Kamu.. ngapain disini? " tanya Millie


"Gimana seru filmnya? aku lagi sakit bela belain kesini karena khawatir sama kamu" jawab Rafael


" Orang sakit kok berkeliaran, pulang sana "


"Kok gitu? Aku udah bela belain kesini loh" Millie tidak mau menatap Rafael


"Aku gak nyuruh kesini kan? jangan lebay deh" Millie menepis tangan Rafael hingga mengenai perutnya yang terluka


"Aarrghh... "


"Sorry... sakit ya? Ayo aku periksa di mobil" Millie membawa Rafael menuju mobilnya


perbannya sedikit berdarah hingga Millie membantu menggantikan perbannya, Rafael memandangi wajah Millie dengan seksama


Sebelah tangan Rafael terulur mengusap wajah Millie, Millie mendongak menatap wajah Rafael seraya mengangkat kedua alisnya bertanya ada apa


Tanpa menjawab Rafael menarik wajah Millie dan menciumnya, Millie mematung sejenak dengan keadaan sekarang lalu mendorong pelan tubuh Rafael


"Ini belum selesai" wajah Millie tampak memerah menahan malu


"Udah.. kayaknya Aldi udah nungguin, aku pergi ya"


"Kamu marah ya? " Rafael menahan tangan Millie yang hendak turun


"Enggak.. kenapa harus marah? kita cuma pacaran jalani aja hidup kamu seperti yang kamu mau dan sebaliknya kamu jangan campuri kehidupan aku" Rafael memeluk Millie dari belakang


"Aku salah maaf.. tapi aku gak punya hubungan apapun sama cewek itu" Millie merasa menghangat entah kenapa rasa sesak di hatinya mulai pudar ketika Rafael mengatakan itu


"Gak perlu minta maaf, aku gak berpikir apapun tentang kejadian itu.. Aku harus pergi Aldi pasti nungguin aku"


"Kamu beneran mau pergi sama dia? " Millie menatap wajah Rafael, dia tidak tega juga Rafael dengan tampang memohon seperti ini


''Aku telpon Aldi dulu biar pulang duluan" Millie pun menelpon Aldi lalu mematikan ponselnya


Rafael mengambil tangan Millie dan melingkarkannya ke lehernya, menekan tengkuk Millie dan menciumnya lembut


"Sebentar aja" ucap Rafael ketika Millie mendorong dadanya


Rafael kembali mengalungkan tangan Millie dan menciumnya namun kini ciumannya berbeda, Rafael memasukkan lidahnya dan bermain dengan ganasnya


Sebelah tangannya sudah bergerak di punggung Millie, nafasnya menjadi berat memburu, Millie hanya diam saja tangannya meremas rambut Rafael, baru kali ini dia merasakan hal yang seperti ini dan membuat kepalanya terasa ingin pecah


"Maaf.. " satu kata yang di ucapkan Rafael, dia jadi tidak enak bisa bisanya melakukan hal seperti itu pada Millie


Mereka pergi tanpa mengatakan apapun hanya hening sepanjang perjalanan, wajah Millie merona dia amat malu mengingat kejadian barusan dimana dia malah meremas rambut Rafael

__ADS_1


__ADS_2