
"Gue tunggu di tempat biasa, ada yang mau gue tunjukin" William mengirim pesan pada Millie
Millie mengambil jaketnya dan berjalan kaki ke bukit yang tidak jauh dari rumahnya, William sudah menunggu duduk disana
"Ada apa? " tanya Millie
"Nih flashdisk yang gue maksud, lo mungkin tau karena gue yakin paswordnya ada sangkut pautnya sama lo"
"Gue gak tau.. mungkin ada hubungannya sama kak Ellia, ini gue simpen dulu ya" ucap Millie
"Ya udah.. tapi jangan sembarangan masukin password ya"
"Hmm... lo bawa laptop? coba gue mau liat kayak gimana? " William menyambungkan flashdisk tersebut ke laptop yang di bawanya
"Lihat kan? " Millie hendak menyentuh salah satu tombol namun tangan William juga menyentuh tombol tersebut
Tangan keduanya saling menyentuh namun Millie tidak bereaksi apapun dia masih fokus menebak password, berbeda dengan William.. pesona Millie memang tak terbantahkan dia terus menatap Millie yang ada di sampingnya sedang fokus pada laptop
"Apaan sih liatinnya gitu banget? " ucap Millie ketika baru sadar William menatapnya
"Ahh.. gak, lo mengingatkan gue sama seseorang" jawab William
"Gue sering denger kalimat itu dari cowok" William terkekeh ternyata Millie bukan tipe wanita yang mudah di kelabui
"Gue pulang ya.. ini gue bawa kali aja nanti papa bisa beresin" ucap Millie seraya mencabut flashdisk itu dari laptop William
"Mau gue anter? " tanya William
"Gak usah, lo belum kasih tau Rafael? " tanya Millie
"Belum.. biar urusan ini beres dulu jangan libatkan dia, kasian masalahnya udah banyak"
"Gue duluan" Millie beranjak dari tempatnya semula
"Lo gak balikan lagi sama Rafael? " tanya William
"Gue gak mau jauhin dia dari keluarganya, sesayang apapun gue sama dia tapi gak akan ada yang bisa gantiin keluarganya" Millie menghentikan langkah kakinya setelah menjawab pertanyaan William lalu dia pergi
"Anak kecil yang berpikiran dewasa, manis dan cantik" gumam William
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Hari ini Ello dan Irene mencoba gaun pengantin yang sudah selesai di buat, disana juga ada Allea dan mama Irene
"Apa masih ada yang kurang? "
"Gimana sayang? " tanya Allea pada Irene
__ADS_1
"Ini juga udah bagus tan" jawab Irene, dia sebenarnya tidak peduli dengan apapun yang akan dia pakai bahkan dia tidak peduli acara pernikahannya sendiri
"Kak gimana menurut kamu? " tanya Allea pada Ello
"Bagus.. terserah dia aja maunya yang mana" jawab Ello
"Ini pasangannya? lucu ya, padahal udah mau nikah tapi gak so sweet gitu kayak pasangan lain" ucap desainer
"Ya.. anakku memang terlahir seperti freezer" ucap Allea
"Dari dulu nyonya anakmu tidak pernah berubah"
"Dia lebih dingin dari pada bapaknya" seloroh Allea
"Jasnya mau di coba dulu tuan freeze? " goda sang desainer yang memang langganan Allea
"Tidak perlu" singkat Ello
"Lihat bukan? istrinya harus banyak bersabar, rumah mereka pasti sangat sepi nanti" ucapnya di sambut tawa Allea dan mama Irene
Ketika Irene dan orang tua mereka sedang fokus dengan gaunnya Ello mendapatkan sebuah telepon lalu pergi dari sana, selesai mencoba gaun Irene dan Allea mencari keberadaan Ello
Irene terus mencoba menelpon Ello namun tidak mendapatkan jawaban
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Ello tiba di rumah Arumi ternyata menghilangnya Ello karena mendapatkan telepon dari pelayan di rumah Arumi, gadis itu menggores pergelangan tangannya sendiri hingga tak sadarkan diri
"Saya.. saya.. gak bisa bawa mobilnya tuan"
"Emangnya gak bisa panggil ambulance? lagian lukanya gak dalem kok, darahnya cuma dikit" ucap Ello
Memang darahnya tidak mengalir banyak bahkan sudah hampir mengering, Ello bahkan tidak menyentuhnya sama sekali
"Kamu obatin terus perban" ucap Ello
Saat Ello hendak berdiri dari duduknya Arumi tiba-tiba sadar dan menarik tangan Ello hingga dia kembali duduk di tepi ranjang
"Gue takut... gue sendirian Ello, gak ada siapapun yang peduli sama gue" Tiba-tiba Arumi memeluk Ello dan menariknya hingga jatuh di atas tubuh Arumi
"Jaga batasan lo" Ello melepaskan diri dari Arumi
"Jangan tinggalin gue Ello, gue mohon"
"Gue peduli sama lo semata-mata cuma karena Irene, gue gak mau dia capek capek ngurusin lo" jawab Ello, saat Ello hendak pergi langkahnya kembali terhenti saat mendengar ucapan Arumi
"Gue tau li gak cinta sama dia, kenapa lo harus memaksakan diri? bisa aja itu bukan pertama kalinya buat dia, bisa aja anak yang dia kandung bukan anak lo"
"Gue yakin itu anak gue"
__ADS_1
"Walaupun gue gak cinta sama dia tapi ada tanggung jawab yang harus gue penuhi, gue yakin seiring berjalannya waktu cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya" lanjut Ello lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu dari mana? kenapa ninggalin butik gitu aja? " tanya Allea dengan nada marah
"Aku.. aku ada keperluan dulu tadi" jawab Ello
"Lain kali kamu bilang sama Irene mau pergi kemana, sama siapa jadi dia gak akan nyari nyari kamu"
"Dia nyariin? " tanya Ello
"Iya.. dia telepon kamu tapi gak di jawab mulu" Ello memeriksa handphonenya
"Tadi ketinggalan di mobil" benar saja beberapa panggilan tak terjawab dari Irene
"Aku ke kamar dulu ma" ucap Ello
Ello menutup pintu kamarnya dan menelpon Irene kembali, lama Irene tidak menjawab teleponnya namun setelah di jawab suara Irene terdengar seperti baru saja bangun tidur
"Apa sih? bisa gak sih gak usah nelepon berkali-kali, berisik tau gak" suara Irene masih parau
"Sorry tadi gue pergi gitu aja" ucap Ello
"Udah biasa.. udah ya gue ngantuk" jawab Irene
"Udah biasa? kapan gue ninggalin lo perasaan gak pernah? "
"Mungkin lo lupa, udahlah gue beneran ngantuk.. bye" Irene memutuskan sambungan teleponnya
"Apa dia marah? '' gumam Ello
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie baru saja keluar dari gerbang sekolah bersama Jason, dan dua teman lainnya, mami Rafael dan Anna sudah berdiri di hadapannya
Plak
Millie tertegun saat mami Rafael menamparnya begitu pun teman temannya, Millie menjadi tontonan teman teman sekolahnya
" Ini apa apaan sih? Jason melindungi Millie dengan tubuhnya namun Millie menyingkirkan Jason dan berhadapan langsung dengan mami Rafael
" Kamu arogan sekali, tapi gak heran sikap kamu sama seperti papa kamu" ucap Mami Rafael
"Maksud mami apa? "
"Jangan panggil saya dengan sebutan itu lagi, saya gak sudi.. kamu keterlaluan membuat tangan Anna sampai terluka, mau berapa orang lagi yang mau jadi korban kamu? setelah Roshie sekarang kamu mau menjadikan Anna korban kedua? " Millie terkejut dari mana mami Rafael tahu tentang Roshie
Siapa lagi yang memberitahu mami Rafael jika bukan Arumi, sekarang mami Rafael akan semakin membenci Millie
__ADS_1
Millie masih tertegun menatap kepergian mami Rafael, teman temannya sempat merekam kejadian itu