
"Kamu pasti tanggung jawab kan? " lirih Anggia
"Tentu dong.. tapi nanti kalo mama sama papa aku udah pulang ya" jawab Rendi
"Tapi kapan? gimana kalo perut aku keburu gede? aku juga udah kabur dari asrama"
"Kenapa juga harus kabur? kamu harusnya tinggal di sana baik baik" Rendi membawa Anggia ke rumahnya yang kosong sejak kedua orang tuanya ke luar kota untuk urusan bisnis
"Disana ada pemeriksaan kesehatan setiap bulan, kalo ketahuan gimana? "
"Aku mohon kamu jangan lari dari tanggung jawab" lanjut Anggia
"Tenang aja sayang.. kita akan menikah secepatnya" Ucap Rendi seraya membaringkan Anggia
"Kamu mau apa? " Tanya Anggia
"Sebentar aja" jawab Rendi
"Pelan pelan" Rendi pun mengangguk
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mama kenapa gak biarin aku ngomong sama tante Cindy? "
"Mama tau Anggia bukan di culik, kalo kita bilang itu akan membuat tante kamu marah pada Anggia, mama takut tante kamu jadi gak peduli lagi dan berhenti mencari Anggia" jawab Allea
"Emmhh.. jadi kalo udah ketemu? "
"Baru kita ngomong yang sebenarnya, mama pernah liat dia sama geng geng gitu malem malem ugal-ugalan"
"Emang bener, pacarnya anak geng itu bisa jadi dia yang membawa Anggia" ucap Millie
"Awas kalo kamu sampe kebawa pergaulan yang gak bener" Ancam Allea
"Ya enggak lah ma.. aku mana berani"
"Jangan bikin nama keluarga besar malu"
"Noh dia yang bikin malu, buntingin anak orang" ucap Millie seraya menunjuk Ello
"Apa? gue kan gak sengaja"
"Gak sengaja tapi menghasilkan" ucap Millie sambil terkekeh
"Mama.. tolong" Millie bersembunyi di belakang Allea ketika Ello berjalan ke arahnya
"Kalian bikin pusing aja" Allea memukul keduanya dengan bantal sofa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Kak... " Anna memanggil Rafael ketika baru pulang dari rumah Millie
Rafael hanya berbalik tanpa bicara sepatah katapun, karena Anna tak kunjung bicara akhirnya dia meninggalkan Anna dan masuk ke kamarnya
Belum sempat Rafael menutup pintu tiba-tiba Anna Menerobos masuk, Rafael mengernyitkan dahinya menatap Anna yang mengunci pintunya
"Lo apa apaan sih? nanti mami kira macem macem lagi, minggir" Rafael menyingkirkan Anna namun dia malah memeluknya dan mendorong Rafael hingga keduanya jatuh di atas ranjang
"Kak apa kurangnya aku, aku akan menyerahkan semuanya sama kakak, aku cinta sama kak, aku bisa lakuin apapun yang kakak mau" Rafael menggulingkan Anna dan menatapnya tajam
"Gue paling jijik sama cewek yang nawarin dirinya lebih dulu, Jangan pernah berani sentuh gue lagi" bentak Rafael
"Tapi mantan pacar kakak juga gitu kan? kakak gak jijik tidur sama mereka"
"Stop.. tutup mulut lo, jangan berharap ketemu sama gue lagi" Rafael memasukkan sebagian bajunya ke dalam tas lalu pergi
"Nak.. kamu mau kemana? " tanya mami Rafael
"Aku mau tinggal di bengkel" Rafael mencium tangan maminya lalu naik ke motornya
"Sayang.. tunggu"
"Kak.. tunggu.. aku sayang sama kakak " ucap Anna
"Kamu melakukan apa lagi? kenapa Rafael kelihatan marah? " tanya mami Rafael saat Anna keluar dari kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana sekarang apa lo seneng? lo gak jadi pergi dari perut gue dan lo di akuin sama bapak lo, seneng? kalo lo seneng jangan bikin gue mual tiap pagi.. ngerti? " Irene kembali berdialog sendiri dengan perutnya
Saat dia sedang berbaring di kamarnya tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk oleh pelayan, Dengan malas Irene membuka pintu kamarnya
"Non.. di depan ada laki-laki nyari Non" ucapnya
"Siapa? " tanya Irene
"Gak tau.. gak mau sebut namanya katanya suruh Non temui langsung aja" Irene menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju pintu utama
"Lo ngapain kesini? " Tanya Irene ketika melihat Ello di depan rumahnya
"Gue bawain lo ini, jangan lupa di minum" Ello memberikan sebuah kantong belanja
Irene mengambilnya dan membuka apa isi di dalam kantong tersebut, Irene menggeleng wajahnya terlihat kesal
"Lo gila? kalo gue minum ini bisa bisa orang rumah tau kalo gue lagi hamil"
"Gue gak mau anak gue kekurangan gizi, lo bisa umpetin di kamar, lagian gak perlu sembunyi-sembunyi nanti kalo orang tua lo pulang gue langsung nikahin lo" ucap Ello lalu pergi dengan motornya
"Dia gila? kenapa tiba-tiba langsung nikah? gampang banget ngajak nikah" ucap Irene
__ADS_1
Irene membawa susu dan vitamin kehamilan yang di berikan oleh Ello, tanpa sadar dia tersenyum menatap dia benda itu
Bibi mengetuk pintu membuat Irene langsung memasukkan benda benda itu ke kolong ranjang, Irene membuka sedikit pintu kamarnya
"Apa lagi bi? " tanya Irene
"Ini pacar Non balik lagi ngasih ini"
"Pacar? "
"Iya.. yang barusan kesini ngakunya pacar Non Irene" Irene mengambil sesuatu di tangan pelayannya dan menutup kembali pintu kamarnya
"Apaan nih? perhatian apa nyogok? " gumam Irene, di dalam plastik itu ada rujak buah, minuman coklat dingin juga beberapa batang coklat
"Apa si gunung es emang semanis itu? " Senyumnya kembali terbit meskipun hanya senyum smrik
Ello di jalan melihat tukang rujak buah dia berpikir semua orang hamil menyukai nya, dia juga membeli minuman dan coklat di minimarket di dekat sana
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aaaarrrggghhh... kenapa dia harus tau? Irene pasti sengaja "
"Yang harusnya jadi istri Ello itu gue, bukan lo"
"Kenapa lo harus hamil? kenapa harus ada anak diantara kalian" kamar Arumi di buat berantakan dia membanting semua yang ada di dekatnya
"Arumi.. Arumi... ada apa sama kamu? " mamanya mengetuk pintu dari luar
"Pergi.. mama pergi.. kembali aja sama suami baru mama, jangan peduliin aku" teriak Arumi
"Kamu jangan bersikap seperti ini, orang tua Ello sudah memberitahukan semuanya sama mama, kenapa kamu membuat mama malu? " mamanya Arumi juga berteriak meluapkan kekesalannya
"Kenapa kamu harus berbohong dimana harga diri kamu? nyesel mama pulang cuma buat di permalukan"
"Ya udah pergi lagi aja sana aku gak butuh mama, papa emang lebih ngerti aku di banding mama" Arumi melemparkan botol parfum ke pintu membuat mamanya terlonjak
"Iya... kamu sama papa kamu emang sama kalian sama sama keras kepala dan selalu egois, selalu mau menang sendiri"
"Emangnya mama gak gitu? mama ninggalin papa karena suami baru mama kan? siapa yang egois? " mereka bicara dengan terhalang pintu
"Kamu gak tau kebenarannya, sepertinya papa kamu udah cerita yang buruk tentang mama"
"Bukannya mama emang buruk? mama selingkuh dari papa dan minta cerai lalu menikah dengan pria yang lebih tua bertahun-tahun dari mama, dia lebih pantes jadi orang tua buat mama" ucap Arumi
"Jaga mulut kamu, walaupun dia papa tiri kamu tapi dia selalu menyayangi kamu, dia gak pernah bedakan kamu sama anak kandungnya"
"Terserah.. aku juga gak minta" ucap Arumi
"Kamu keterlaluan, mami gak akan kasih kamu uang lagi dan jangan berharap pemberian ayah sambung kamu akan mama berikan"
__ADS_1
"Terserah.. aku masih punya papa" ucap Arumi
Sajen sajen sajen