
"Akkhh.. kenapa nih? " Ello memukul mukul kepalanya
Ello menjatuhkan tubuhnya diranjang tubuhnya terasa tidak karuan, hasratnya memuncak membuat dia hampir gila
Ketika berbalik Ello mendapati seseorang tertidur di sampingnya gelapnya kamar membuat matanya tidak bisa melihat dengan jelas hanya siluet nya yang terlihat, Awalnya Ello membangunkan wanita tersebut namun tidak ada respon sama sekali
Ello gelap mata ketika melihat kemeja wanita itu setengah terbuka, Hasratnya membutakan segalanya naluri nya sebagai laki laki mendorongnya berbuat hal yang hina pada wanita tersebut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Pa.. liat pa" Millie berlari dari kamarnya menuruni anak tangga
"Kenapa nak? " Allea menghampiri Millie
"Anggia ma.. Anggia.. papa mana? " tanya Millie
"Papa keluar katanya ada urusan, Anggia kenapa? "
"Dia di culik orang.. werewolf selalu mengincar orang orang yang deket sama aku" ucap Millie
"Millie.. kamu mau kemana? Millie jangan macam macam" Allea menghalang-halangi Millie agar tidak pergi
"Ma.. kalo nyawa Anggia dalam bahaya
gimana? aku harus nolong dia"
"Enggak.. tunggu papa kamu" Allea memegangi tangan Millie
"Mama nyawa Anggia gak bisa nunggu lagi, kalo dia kenapa napa aku gak bisa maafin diri aku sendiri" Millie menepis tangan sang ibu lalu pergi dengan motor Ello
"Millie kembali nak.. Millie... " Allea berteriak membuat anggota keluarga yang lain terbangun
"Halo papa cepet pulang.. Millie pergi pa, katanya Anggia di culik geng itu"
"Itu dia mama gak tau, Millie pake motor kakaknya"
"Ya udah coba cek ya.. cepet susul Millie" Max mencari kemana GPS di motor Ello pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Halo sayang kenapa? " Rafael menjawab telepon dari Millie
"Aku gak punya banyak waktu, dimana biasanya geng werewolf nyekap orang? Anggia di culik" Ucap Millie
"Aku gak tau yang sekarang.. kita selalu beda beda tempat" jawab Rafael
__ADS_1
"Nyusahin aja deh.. jadi gimana nih aku bingung harus cari kemana? "
"Kamu sendiri? jangan pergi sendiri tunggu aku" Rafael menutup bengkelnya lalu bergegas menyusul Millie yang sudah menunggunya di jalan
"Mana lihat fotonya? " Rafael membuka kaca helmnya
"Ini.. kayaknya ini kolam berenang deh tapi kayak udah usang gitu" ucap Millie
"Ah.. aku tau, ayo ikut aku" Rafael membawa Millie ke sebuah tempat
Tanpa curiga Millie mengikuti jalan yang di tunjukan Rafael, dia sudah begitu percaya pada pria yang pernah membuatnya hampir mati
Sesampainya di sebuah tempat kolam berenang yang tidak terpakai, Millie hendak masuk namun Rafael menahan tangannya
"Jangan gegabah, kamu tunggu disini kalo dalam waktu 30 menit aku gak balik lagi kamu harus pergi cari bantuan " Ucap Rafael
"Aku gak mau pergi, mereka bilang Anggia akan aman kalo aku yang pergi"
"Tapi kalo gitu kamu yang gak aman, aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu" Rafael menangkup kedua sisi wajah Millie
"Tapi ini penting, kalo bukan gara gara aku mungkin Anggia gak akan ada di dalam"
"Kalo gitu kita masuk berdua, jangan jauh jauh dari aku" Rafael dan Millie masuk perlahan juga memastikan keadaan sekitar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Irene meraba tubuhnya yang sudah tidak berpakaian lalu menoleh pada seorang pria yang tidur membelakanginya, perlahan Irene turun dari ranjang tertatih merasakan sakit
Selesai memakai pakaiannya Irene segera keluar dia tidak ingin membangunkan pria itu, Irene ketakutan dia menangis keluar dari kamar tersebut
Ello terbangun ketika mendengar pintu di tutup seseorang dia menyadari telah terjadi sesuatu padanya, Ello mengingat separuh kejadian semalam dia mengacak rambutnya kasar lalu bergegas memakai pakaian
Saat mengumpulkan pakaiannya Ello menemukan sesuatu diatas tempat tidurnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya
Saat Ello berjalan mengedarkan pandangannya di lorong hotel dia melihat seorang wanita berjalan tertatih, Ello berlari mengejarnya dan menghentikan langkahnya
"Tunggu... lo yang barusan keluar dari kamar gue? kenapa lo bisa disini? " tanya Ello
"Lo jahat.. lo jahat.. apa yang lo lakuin semalem? " Arumi menangis memukuli dada Ello
"Arumi sorry.. gue bener-bener gak sadar, gue janji sama lo, gue akan bertanggung jawab" Ello memeluk Arumi yang menangis tersedu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Irene kembali ke kamar Ellia tangisnya pecah mengingat kesuciannya direnggut oleh orang yang tak di kenal, jangankan meminta pertanggungjawaban Irene begitu takut ketika hanya melihat siluet pria itu walau hanya dari belakang
__ADS_1
"Irene kamu kenapa? aku nyariin kamu dari pagi, aku pikir semalem kamu pulang" Ellia menghampiri Irene yang menangis tersedu memeluk kakinya sendiri
"Gue takut.. gue takut" tubuh Irene gemetar membuat Ellia terkejut dan langsung memeluknya
"Gak apa apa... kamu aman di sini, kamu kenapa? kemana kamu semaleman? " Irene tidak menjawab dia hanya menangis tersedu tak henti-hentinya
"Aku telepon Ello dulu ya.. biar aku yang bawa mobil" ucap Ellia
"Jangan kasih tau Ello please.. suruh dia pulang duluan aja" Irene memegangi tangan Ellia
Irene tidak ingin siapapun tahu karena kejadian ini membuatnya malu, dia takut di jauhi orang orang dan dia takut akan di caci maki dan di cap perempuan rendahan
Biarlah kejadian ini dia pendam sendiri tidak perlu berbagi dengan siapapun, Irene berpikir untuk tidak mendekati Ello lagi dia tahu diri bahwa dia sudah ternodai
"Oke.. aku udah kasih tau Ello, kamu belum makan kan? ayo makan dulu" Ellia membantu Irene berdiri
"Gue mau pulang aja, nanti gue makan di jalan.. please bawa gue pergi dari sini" ucap Irene
"Sebenarnya kenapa? ada apa? ada yang jahat sama kamu atau apa? "
"Aku cuma mau pulang please.. please.. " tangis Irene terdengar pilu
"Oke.. kita pulang sekarang" Ellia membantu Irene berjalan karena Irene terlihat lemas
"Sebenarnya apa yang terjadi sama Irene? dia kayak ketakutan tapi karena apa? " batin Ellia bertanya-tanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo kenapa bisa ada di sini? " tanya Ello
"Gue liburan disini, gue udah minta cuti ke kampus 2 hari tapi gue gak nyangka kita ketemu disini" Arumi menangis saat bicara dengan Ello
"Lo semalem masuk ke kamar gue dan lo.. lo.. lakuin itu sama gue" melihat Arumi menangis Ello segera memeluknya
"Gue akan tanggung jawab, lo ikut pulang sekarang juga ke rumah.. gue akan bicara sama mama dan papa"
"Gila.. gue gak nyangka ternyata Ello cowok bertanggungjawab" batin Arumi
"Gue janji akan tanggungjawab, jangan nangis" Ello mengusap punggungnya
"Lo janji kan? lo gak akan ninggalin gue? kalo lo gak tanggung jawab apa yang harus gue bilang nanti sama calon suami gue" lirih Arumi
"Tenang aja gue yang akan tanggungjawab, tapi aku harus izin dulu sama papa dan mama.. "
"Sakit... sorry gue bener-bener gak sengaja" ucap Ello
__ADS_1