Youth Love

Youth Love
eps 50


__ADS_3

Millie terbangun pagi saat alarm di handphonenya berbunyi, saat dia sadar Millie tengah berbaring di atas tubuh Rafael


"O... my god, gue beneran tidur disini? " Millie perlahan bangun namun Rafael kembali menarik pinggangnya


Millie menahan nafasnya saat wajah mereka begitu dekat bahkan hampir tak berjarak, Millie berusaha melepaskan tangan Rafael perlahan


"Mmhh... akkhh.. " Rafael terbangun memegangi kepalanya


"Lo baik baik aja kan? " Tanya Millie sambil bergeser menjauh


"Kamu bawa aku pulang?"


"Menurut lo? " ketus Millie


"Kenapa kamu tidur disini? " tanya Rafael


"Kalo lo gak meluk gue dan lepasin gue mana mau gue tidur disini" Rafael tidak mengatakan apapun lagi dan kembali mengeratkan pelukannya


"Please biarin gini dulu" Rafael memeluk Millie dan menyembunyikan wajahnya di dada Millie


"Kenapa dia bersikap seperti ini? Apa dia lagi banyak masalah? kenapa gue jadi gak tega" batin Millie


"Aku mau tanya sebenarnya apa yang terjadi di malam itu? " Tanya Rafael


"Malam itu? maksudnya? " Millie balik bertanya


"Yang terjadi antara kamu, Roshie dan Sony "


"Kenapa lo nanya? bukannya lo gak percaya sama gue? percuma gue capek capek cerita, lepasin gue mau pulang" Millie melepaskan tangan Rafael dan menurunkan kakinya dari ranjang


"Tunggu, aku mau dengar cerita versi kamu.. Aku akan cari bukti siapa yang bersalah dalam masalah ini" Rafael menahan tangan Millie


"Gak mau.. gue males" ucap Millie lalu pergi, Millie merasa percuma dia mengatakan kejadian itu pada Rafael karena pada akhirnya dia tetap akan percaya pada kebohongan teman temannya


"Apa Millie gak cerita karena memang dia yang salah? " gumam Rafael menatap kepergian Millie


"Kalo aja bukan lo yang menyebabkan kematian Roshie, perasaan gue kenapa sih? kenapa berat banget ninggalin Millie" Rafael mengacak rambutnya frustasi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tok.. tok.. tok..


"Maaf Bu saya terlambat bangun" ucap Millie


"Masuk... ini terakhir kalinya kamu terlambat" ucap guru


"Telat bangun karena semalem dugem? " gumam Anggia ketika Millie lewat, Millie melirik sinis pada Anggia lalu duduk di kursi nya

__ADS_1


Semua mata pelajaran telah selesai dan murid murid bersiap untuk pulang, handphone mereka bergetar bersamaan terkecuali milik Millie


"Ada apa nih? " gumam Millie melihat semua temannya tampak terkejut melihat handphone mereka, semua orang menatap Millie membuatnya bingung


"Millie liat ini, Millie sama pak Rafael" Dita memberikan handphonenya pada Millie


Foto Millie masuk ke dalam club malam lalu keluar dengan Rafael di papah oleh pekerja club malam ke dalam mobil, foto lain juga menunjukkan Millie membawa masuk Rafael ke rumahnya


"Lo ngikutin gue? " Millie menghampiri Anggia dengan tatapan menginterogasi


''Berarti bener kan lo semalem Abis dugem " ucap Anggia pura pura berani meski kenyataannya dia takut pada Millie


"Gue semalem jemput Rafael ke sana bukan gue yang dugem "


"Terus kenapa lo gak keluar lagi setelah itu dan kenapa lo keluar pagi pagi buta dari rumah Rafael yang lagi kosong? kalian ngapain aja di dalem? " semua orang tercengang mendengar ucapan Anggia


"Nih gue kirim fotonya, kalian bisa liat sendiri" handphone mereka kembali bergetar


"Kalian lihat jam berapa foto itu di ambil" ucap Anggia


"Lo... sumpah nyebelin banget, ngapain sampe lo rela bangun pagi pagi cuma buat nungguin gue keluar? gue emang nginep di rumah dia, kenapa? "


"Kalian pacaran kan? kalian gak ngapa ngapain gitu? " Millie semakin kesal dengan omong kosong yang di katakan Anggia


"Lo pikir gue cewek gampangan? mikir anj**g kalo ngomong tuuh ngotak" Millie mendorong kepala Anggia


"Nyantai dong" Anggia kembali mendorong dada Millie


Anggia menjerit minta tolong pada teman satu kelasnya namun tidak ada yang berani melerai, beruntung Ello datang untuk menjemput Millie dan menjauhkan Millie dari Anggia


"Millie... jangan gini, Anggia sodara kita" ucap Ello sambil memeluk Millie dari belakang


"Kenapa emangnya kalo sodara? Sini lo gue botakin sekalian" teriak Millie, Anggia memegangi kepalanya yang di tarik Millie


Tangan Millie penuh dengan rambut Anggia yang dia tarik sekuat tenaga, Ello berhasil membawa Millie keluar dari kelas


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ma.. aku ke minimarket dulu ya" Dita pergi berjalan kaki menuju minimarket yang tidak jauh dari rumahnya


Selesai membeli belanjaannya Dita kembali berjalan menuju rumahnya, di tengah jalan Dita selalu menoleh ke sana kemari karena merasa di buntuti


Saat di jalanan sepi barulah orang orang yang mengikuti Dita keluar membuatnya ketakutan, Dita berlari namun karena kepanikan nya dia malah mengambil jalan yang salah


"Angkat dong" Dita bersembunyi untuk menelpon Dirga namun tidak di jawab


"Millie.. halo Millie tolong aku" Dita menangis bicara sambil berbisik

__ADS_1


"Dita.. lo dimana? kasih tau gue"


"Dita share lokasi sekarang" Tiba tiba seseorang menarik Dita ke belakang


"Millie tolong... " terdengar suara teriakan Dita


Millie membuka pesan dari Dita yang mengirim lokasinya, beruntungnya dia berada di dekat tempat tersebut hingga tidak butuh waktu lama pergi kesana


"Dita... Dita... " Millie berteriak mencari Dita


Saat Millie menghubungi nomor Dita ternyata handphonenya berbunyi di dalam semak semak, Millie melihat banyak jejak kaki lalu mengikutinya


Jejak kaki itu menuju sebuah gudang kosong yang sudah lama terbengkalai, Millie segera berlari kesana dan menerjang pintu hingga terbuka


"Bangsat " teriak Millie menghajar mereka satu persatu yang menghadangnya


Dita berteriak ketakutan ketika beberapa orang memaksa membuka pakaiannya, mereka tampaknya sengaja merencanakan ini karena disana juga ada kamera yang sedang merekam aksi mereka


Millie terlebih dulu mengambil kamera tersebut untuk menyelamatkan Dita lalu kembali menghajar orang orang yang mengerumuni Dita, Millie memeluk Dita dan membuka jaketnya untuk di Pakaikan pada Dita


"Bangsat lo... kenapa kalian ganggu temen gue? kalian mau bunuh gue? kalian mau balas dendam sama gue tapi kenapa kalian harus libatkan orang orang yang gak bersalah? " Millie menghajar salah satu dari mereka dengan membabi buta hingga terkapar tak berdaya bersimbah darah


Dita semakin ketakutan melihat darah menggenang di dekat Pria tersebut, Millie menghancurkan kamera tersebut hingga berkeping-keping lalu mengambil korek dari jaket pria tersebut dan membakar kameranya


"Lo gak apa apa? " tanya Millie


"Dita takut.. mereka.. mereka pegang pegang Dita, jijik Millie.. Dita jijik" Dita menangis sejadi jadinya


"Sttt.... tapi mereka gak berbuat lebih dari itu kan? " tanya Millie dan di jawab gelengan kepala oleh Dita


"Syukurlah" Millie menghembuskan nafas lega, setidaknya kesucian Dita masih utuh


"Gue anter pulang" Millie mengantar Dita menuju rumahnya


Sesampainya disana Millie di berondong pertanyaan oleh Gita, Dito juga Dirga yang baru saja pulang karena Dita tidak bisa di ajak bicara, Millie menceritakan semuanya membuat semua orang terkejut dan marah


Dito dan Dirga pergi kesana untuk membawa pria yang terkapar disana untuk dibawa ke kantor polisi, namun sepertinya mereka sudah membawa pria itu pergi


"Siapa mereka Millie? jangan sembunyikan apapun dan jangan lindungin siapa pun" Dirga sebenarnya sudah bisa menebak siapa yang di sebut mereka oleh Millie namun dia ingin Millie mengatakan itu dengan mulutnya sendiri


"Werewolf" lirih Millie


"Udah gue duga" Dirga pergi dengan amarah yang memuncak menuju markas mereka


"Kak tunggu.. gue juga pergi kesana" ucap Millie


"Gak.. lo pulang, ini udah bukan urusan lo lagi" Dirga menepis tangan Millie lalu pergi

__ADS_1


Millie langsung pergi dengan motornya menuju markas werewolf karena Dirga harus menunggu teman temannya dulu, Millie memacu motornya dengan kecepatan tinggi agar sampai lebih dulu di sana


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya


__ADS_2