
Semua orang sedang sibuk berfoto di danau yang begitu indah, danau tempat Allea dulu sempat tenggelam
"Ini dalem gak ya? " tanya Rafael yang duduk di sebelah Millie mencoba menurunkan kakinya
"Jangan macem macem.. ini dalem mama aku pernah kelelep disini kata papa " Millie memukul kaki Rafael
"Emang gak bisa berenang? "
"Enggak makanya kelelep" jawab Millie
Anna yang menguping salah mendengar dia hanya mendengar separuh kalimat yang di katakan Millie, Anna mengira Millie sempat tenggelam karena tidak bisa berenang
"Kamu mau kemana? " tanya Millie ketika Rafael berdiri
"Kebelet.. mau ikut? "
"Iisshh.. pasti di semak tuh" ucap Millie
"Terus dimana? disini? "
"Pergi sana, aneh aneh aja"
"Kali aja mau liat" Sontak saja Millie melotot, Rafael pergi meninggalkan Millie sambil tertawa
"Aaaaahhhh... betah banget disini, jadi gak mau pulang" Millie berdiri di tepi danau, tiba tiba di belakangnya seseorang mendorongnya
Semua orang tidak melihat hal itu kecuali Arumi, dia tersenyum smirk melihat Anna mendorong Millie
"Tolooong" teriak Millie
Semua orang terkejut mendengar teriakan Millie sementara Anna berlari setelah mendorong Millie, Rafael yang baru saja kembali mendengar Millie jatuh ke danau langsung berlari memberikan handphone dan terjun ke danau
Begitupun William dan Dirga juga ikut menceburkan diri, Millie tidak tenggelam dia tahu Anna mendorongnya terlihat dari bayangan didalam air sebelum dia jatuh
Dia sengaja berteriak agar Anna mengira Millie benar-benar tenggelam, Millie menyembulkan sedikit Kepalanya mencari keberadaan Anna
Lalu berenang perlahan mendekati Anna yang kebetulan berdiri di tepi kolam berpura-pura mencari Millie, secepat kilat Anna terjatuh ke danau ketika kakinya di tarik
Di dalam air Millie mencekiknya dan membawanya terus ke dasar danau dengan senyum smirk nya, Millie dengan senyum seperti itu sangat menyeramkan layaknya psikopat
Anna kehabisan napasnya dan memukul mukul tangan Millie, melihat bayangan mendekat bisa di pastikan itu adalah orang orang yang mencarinya
Millie melepaskan Anna dan pura-pura pingsan sementara Anna segera naik kepermukaan sebelum kehabisan napas, William yang pertama sampai dan memeluk tubuh Millie untuk dia bawa kepermukaan namun Rafael datang dan merebut Millie dari tangan William
"Millie bangun.. Millie Hei.. " Rafael membaringkan Millie dan menepuk nepuk pipinya
Mereka mengerubungi Millie di sisi lain Anna benar-benar ketakutan dia hampir mati oleh Millie, Rafael hendak memberikan napas buatan namun Ello menarik kerah bahunya
"Jangan macem macem lo"
"Ini darurat" ucap Rafael
__ADS_1
"Awas gue aja" Ello tidak rela adiknya di cium laki-laki lain
"Gue aja.. lo abangnya, gue pacarnya" Rafael juga tidak rela siapapun menyentuh Millie
"Justru karena gue abangnya, gue gak rela adek gue di sentuh orang"
"Gue sering cium dia gak apa apa, dia gak protes kenapa lo yang sewot" perkataan Rafael membuat suasana panik itu bercampur rasa ingin tertawa juga rasa ingin memukul kepala Rafael
"Kenapa dia harus bilang gitu sih? gue kan malu" batin Millie
Millie terbangun saat Ello dan Rafael berdebat Rafael langsung memeluk Millie, Ello semakin dongkol ketika tahu Rafael sering mencium adiknya
"Kamu gak apa apa? "
"Lo kan bisa berenang gimana bisa lo tenggelam? " tanya Ello
"Itu... dia bohong, dia gak tenggelam tadi dia narik gue " Mendengar Ello mengatakan hal itu Anna pun bereaksi
"Kaki gue keram" ucap Millie
"Gue liat sendiri kalo Millie mengapung, gue gak liat lo disana" ucap William karena saat dia mendekat pada Millie, arumi sudah naik ke permukaan
"Sumpah dia tadi cekik gue, gue gak bohong"
"Nih anak siape sih? ya kali Millie mau celakain dia" ucap teman Dirga
"Millie gak akan menyakiti siapapun kalo orang itu gak bikin gara-gara duluan" ucap Dirga
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Prang
Cindy memegang gelas namun tangannya gemetar dan gelas tersebut jatuh hingga pecah, Danendra menghampiri Cindy yang berada di dapur
"Kenapa sayang? " Cindy sudah menangis memungut gelas yang pecah berserakan
"Aku ingat Anggia.. gak tau kenapa tapi aku merasa dia gak baik baik aja"
"Kalo kamu khawatir datang ke rumahnya, pastikan dia baik baik aja" Cindy mengambil handphonenya untuk melakukan panggilan video dengan Anggia
"Halo sayang.. kamu apa kabar? " tanya Cindy
"Baik ma.. aku baru bangun tidur" Anggia tampak sedang tidur di pangkuan suaminya
"Mama mau kesana, dimana alamat kamu sekarang sayang? "
"Ah.. jangan.. maksud aku jangan sekarang ma, aku mau pergi bulan madu seminggu " jawab Anggia dengan cepat
"Oh ya... kamu mau bulan madu kemana? "
"Ke Bali ma.. mama jaga kesehatan ya nanti kalo aku pulang, aku bawain oleh-oleh" Wajah Anggia tampak ceria
__ADS_1
"Iya sayang.. kamu juga sehat sehat ya, jangan lupa makan, jangan terlalu lelah"
"Iya ma.. udah dulu ya, aku mau makan siang dulu" Anggia menutup teleponnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Beresin lagi, kalo sampe lo rusakin barang barang gue lagi.. awas aja lo" Rendi mendorong kepala Anggia hingga terjatuh ke bawah sofa
"Lo gak boleh hubungi siapapun, sini" Rendi mengambil handphone Anggia lalu pergi menginjak tangan Anggia
Rendi memukuli Anggia karena memecahkan guci juga membuat bajunya bolong saat menyetrika, Anggia menangis sejadi jadinya dia menyesal melakukan kebodohan semasa hidupnya
Mau tidak mau Anggia tetap melanjutkan membereskan rumah Rendi, Anggia ingin pergi dari sana namun semua jendela di teralis juga semua pintunya di kunci
"Mama.. papa.. maafin aku" air matanya terus mengalir membasahi pipinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue tau lo yang bikin Millie jatuh ke danau" ucap William saat menyusul Anna
"Jangan asal nuduh, kita udah sepakat buat pisahin kak Rafael sama Millie tapi lo gak bertindak dan mereka masih berduaan"
"Gue gak terbiasa berbuat jahat, gue gak tau apa yang harus gue lakuin" ucap William
"Gue gak akan melukai Millie asal lo ikutin kata kata gue" Anna membisikkan sesuatu pada William
"Lo ngerti kan harus apa? " tanya Anna
"Gue ngerti" jawab William
Semua orang sudah kembali ke villa membuat Anna dan William pergi ke arah yang berlawanan, saat malam hari yang lain bernyanyi mengelilingi api unggun namun tidak dengan Rafael
Rafael berada di dalam tenda meringkuk memejamkan matanya, Millie yang baru saja keluar dari villa tidak melihat Rafael dan bertanya pada William
"Kak Rafael mana? " tanya Millie
"Di tenda, kayaknya udah tidur deh" jawab William, Millie penasaran dan memeriksa Rafael ke tendanya
"Kamu udah tidur? " Millie duduk di pintu tenda
Bukannya menjawab Rafael menarik Millie ke dalam pelukannya, Millie berbaring di peluk Rafael
"Kamu demam" Millie menyentuh kening Rafael
"Gak apa apa, cuma butuh istirahat bentar nanti pagi juga sembuh" jawab Rafael
"Makan obat gak? " Rafael menggeleng
"Kalo gak makan obat gimana mau sembuh? ayo keluar kamu tinggal di dalam villa aja"
"Satu kamar sama kamu? " ucap Rafael
__ADS_1
"Mimpi... kamu tidur di ruang tengah, seenggaknya aku bisa ngurus kamu" Akhirnya Rafael ikut masuk ke dalam villa