Youth Love

Youth Love
eps 65


__ADS_3

''Aaaaaaaaaa.... Irene jangan"


"Ada apa ini? " Ello berlari menghampiri Irene yang mematikan ng di atas tangga sementara di bawah sana Arumi tergeletak


"Lo... lo dorong dia? " Irene menggelengkan kepalanya


"Bukan.. sumpah dia jatoh sendiri"


"Kalo dia jatoh sendiri gak mungkin dia teriak panggil nama lo"


"Sumpah bukan gue" Ello mengangkat tubuh Arumi menuju mobilnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hai.. kamu baru bangun? " Millie melakukan panggilan video dengan Rafael ketika di sekolah


"Iya... kamu udah disekolah? " Rafael masih mengucek matanya


"Masih ngantuk ya? "


"Enggak kok.. liat bidadari mana mungkin aku ngantuk" Millie mencebikkan bibirnya


"Apaan tuh begitu? pengen gigit deh" Rafael menggigit bibirnya sendiri


"Hiiisshh.. dasar om om mesum"


Tanpa Millie sadari teman teman perempuan yang satu kelas dengannya berada di belakang melihat wajah Rafael di ponsel Millie sedari tadi, beruntung Millie menggunakan earphone mereka hanya bisa melihat wajah Rafael tanpa mendengar suaranya


"Bahas apa pake bilang om om mesum? "


"Jangan jangan... "


"Muka bantalnya ganteng banget"


"Bangun tidur juga tetep ganteng" mendengar bisik bisik di belakang Millie pun menoleh, Mereka nyengir kuda ketika Millie menatap mereka


"Jangan gitu dong Millie.. kita kan kangen sama pak Rafael" Ucap salah satu dari mereka ketika Millie menyembunyikan handphonenya


"Sini Millie gak apa apa dong sekali kali ngobrol sama pak Rafael" gadis tersebut mengambil handphone Millie dan mencabut earphone nya


"Aku kangen banget sama kamu" ucap Rafael manja dengan suara serak karena baru saja bangun tidur


"Aaaaa.. suaranya seksi banget"


"Halo pak.. kita juga kangen sama bapak" mereka jadi mengobrol dengan Rafael sementara Millie duduk sendiri menggaruk kepalanya tak gatal


"Itu apaan rame rame? " tanya Dita pada Millie


"Tau.. liat aja" jawab Millie


"Udah dulu ya saya harus siap siap ke bengkel" ucap Rafael


"Bapak buka bengkel ya? "


"Iya.. kalo mau servis datang ke bengkel saya ya di jalan xxxxx" Rafael menyebutkan alamat bengkelnya


"Oke Pak.. kita pasti kesana" Rafael mematikan sambungan teleponnya


"Millie nih.. makasih ya"


"Hmm sama sama" jawab Millie dingin


Om

__ADS_1


"Aku masih kangen.. nanti malem aku telepon lagi" Rafael mengirim pesan pada Millie


Cantik


"Gak usah.. kamu kangennya bukan sama aku doang"


Om


"Tapi kan cinta nya cuma sama kamu, cemburu nih ceritanya"


Cantik


"Enggak... tau ahh.. aku udah masuk mau belajar"


Om


"Jangan ngambek gitu dong, maaf deh.. ya sayang, cinta, muuaah 😘"


Cantik


"🤬"


Om


"Kok gitu sih sayang? "


Cantik


"Tau ah.. jangan hubungin aku lagi"


Om


"Sayang.. "


"Sayang"


"Aku kesitu ya"


"Millie.. cintaku.. yang cantik.. imut.. pendek dan ngangenin" Millie tidak lagi membalas handphonenya di matikan


.


.


"Maaf tidak boleh masuk" satpam di sekolah menahan seseorang masuk


"Ini ada paket buat kepala sekolah, saya harus mengantarnya sendiri"


"Baiklah.. jangan lama lama" Satpam membuka kan pintu gerbangnya


Saat jam istirahat Rafael datang ke sekolah membawa makanan untuk Millie, semua mata yang memandangnya di buat kagum dengan penampilan Rafael


Jeans hitam, jaket kulit hitam, topi dan masker hitam membuat tubuh tingginya terlihat semakin mempesona meskipun wajahnya tertutup masker, Rafael melihat Millie baru saja membereskan buku di mejanya dan memasukkannya ke dalam tas


Tok.. tok.. tok..


Rafael mengetuk pintu membuat semua mata menatapnya, Millie sudah tahu siapa yang berdiri di pintu wajah cemberutnya tidak ingin menatap Rafael


"Hai nona.. masih marah? " Rafael menghampiri Millie membuka topi dan maskernya


"Aaa... pak Rafael"


"Gantengnya.. ya ampun"

__ADS_1


"Gue mau pingsan"


"Ssttt.... Jangan berisik, lihat apa itu? " Rafael menunjuk keluar jendela lalu menarik tangan Millie kabur dari sana


"Kalian di tipu" ucap Dita ketia Rafael dan Millie sudah pergi


Rafael membawa Millie ke tempat yang lumayan sepi lalu mengeluarkan makanan yang di bawanya, Millie masih cemberut prihal Rafael mengatakan rindu pada mantan murid muridnya


"Udahan dong marahnya, mana aku liat muka cemberutnya" Rafael menangkup wajah Millie


"Gemes banget sih.. jadi pengen kiss " Rafael mendekatkan wajahnya namun Millie dengan cepat mengambil burger dan memakannya


"Issshh... aku udah bela belain kesini loh, masa gak di kasih? "


"Minta aja tuh sama murid murid yang kamu kangenin, lumayan dapet banyak " ucap Millie


"Aku bilang kangen sama mereka aja marahnya kayak gini apalagi kalo aku minta cium"


"Pulang sana.. nanti ketauan" Millie turun dari tempat duduknya, Rafael mengangkat tubuhnya dan kembali mendudukkan Millie di tempat semula dia duduk


"Kita gak bisa ketemu, Aku mau peluk kamu sebentar aja please" Millie memeluk Rafael yang berdiri di hadapannya


Rafael memeluk Millie erat dan mencium kepala Millie berkali-kali, Millie mendongak menatap Rafael seraya mengerucutkan bibirnya


Rafael mengerti apa yang di maksud kekasihnya dan mencium bibir Millie, lonceng sekolah membuat pertemuan mereka berakhir


"Sana balik ke kelas, belajar yang bener" Rafael mengusap Kepala Millie


"Sebentar lagi" Millie memeluk erat Rafael dan menghirup wangi tubuh Rafael


"Kayaknya ini jadi obat kangen untuk waktu yang agak lama" ucap Rafael


"Kamu hati hati pulangnya" Millie naik ke tempat dia duduk dan mencium bibir Rafael sebelum pergi


Rafael tersenyum melihat Millie pergi sambil memakan junkfood yang dia bawa, setidaknya rasa rindunya terobati untuk sementara


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Jadi Millie diem diem sering ketemu Rafael? "


"Iya.. makanya sekarang dia di kasih bodyguard, sebenarnya kasihan liat Millie dia murung sejak saat itu" Ellia menceritakan tentang Millie pada Dirga


"Kasihan gimana? justru yang di lakukan om Max itu udah paling bener, kalo ternyata dia masih jahat dan merencanakan sesuatu sama Millie gimana? "


"Tapi kayaknya dia tulus, aku gak tega liat mereka" lirih Ellia


"Tau dari mana? " tanya Dirga


"Itu.. itu.. tebakan aku aja sih" jawab Ellia


"Aku gak usah bilang kalo setiap malam Rafael selalu ada di depan rumah buat ketemu Millie, aku takut nanti dia kasih tau papa" batin Ellia


"Kenapa melamun? " tanya Dirga


"Siapa yang melamun? pulang yuk kayaknya mau hujan nih"


"Ya udah ayo" Dirga menuntun tangan Ellia pergi menuju mobil


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gue berani sumpah Ello, gue gak dorong dia" Irene mengikuti Ello sampai ke rumah sakit


"Kalo lo gak dorong terus ngapain dia teriak panggil nama lo? kenapa lo harus pura-pura? selain pengganggu lo juga jahat, jangan pernah temui adik gue lagi dan jangan pernah berlagak baik di depan gue" ucap Ello lalu pergi meninggalkan Irene sendiri di lorong rumah sakit

__ADS_1


"Gue gak bohong.. gue gak mungkin sejahat itu" Irene mengusap air matanya seraya pergi meninggalkan rumah sakit


Irene begitu sedih ketika Ello menuduhnya mencelakai Arumi, Dia benar-benar tidak tahu apapun karena saat sampai di tangga dia sudah melihat Arumi berguling ke bawah


__ADS_2