
"Sayang tunggu... Aku bersumpah gak peluk Arumi dengan sengaja"
"Kamu gak perlu jelasin apa apa" Irene mendorong Ello yang menghalangi jalannya
"Arumi ada disini dia bisa jelasin semuanya sama kamu"
"Kamu pergi aja, aku muak liat kamu"
"Kamu gak bisa di hubungin, aku ke rumah kamu juga di tolak... kamu salah paham tapi gak mau dengerin aku" Ello kembali menahan tangan Irene yang hendak pergi
"Apa lagi sih? ya udah sekarang jelasin"
"Kemarin Arumi nanyain kamu tiba-tiba dia kepeleset tangan aku refleks nahan dia, itu aja gak lebih" Irene kembali menarik tangan nya
"Aku udah denger, sekarang pergi jangan ganggu aku atau aku gak mau ngomong sama kamu lagi" Irene benar-benar pergi, Ello memukulkan tangannya di udara
"Keras kepala"
Irene menapaki satu persatu anak tangga menuju lantai atas, di atas Arumi sudah berdiri menunggunya
"Gue mau ngomong" ucap Arumi
"Apa? lo mau bilang salah paham juga? atau jangan jangan lo pura-pura jatoh biar Ello nolongin lo"
"Bener banget.. tebakan lo bener, gue emang sengaja, udah cukup lama gue nunggu saat saat ini.. gue iri sama kehidupan lo dan gue mau semua yang lo punya, jadi.... sampai ketemu di neraka" Irene tidak menyangka orang yang dia ingin tolong adalah orang yang ingin menghancurkan hidupnya
"Arumiiiiii" Teriak Irene, Arumi mendorong tubuh Irene hingga dia terhuyung ke belakang dan jatuh
Irene bersimbah darah di bawah tangga dengan sisa kesadarannya Irene memegangi perutnya dan mengambil handphonenya untuk menghubungi Ello
"Halo.. sayang, kamu udah maafin aku? " ucap Ello saat pertama kali teleponnya tersambung
"Arumi dorong aku di tangga, tolong.. sakit.. " suara Irene terdengar lirih dan pelan lalu hening
"Irene.. halo.. Irene.. " Ello segera berlari menghampiri Irene
Hatinya begitu sakit melihat Sang istri duduk memegangi perutnya sudah tak sadarkan diri dengan darah yang menggenang di sekitarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa lo lakuin itu? " Rafael menemui Arumi setelah mendengar kabar itu
"Gue udah gak bisa tahan liat kebahagiaan Irene"
padahal dia begitu sayang sama lo, dia mau Terima lo sebagai teman, dia mau bantu lo tapi kenapa lo melakukan itu? "
__ADS_1
"Gue mau semua yang dia punya, kalo dia mati gue bisa dengan mudah mengambil simpatik mereka" ucap Arumi
"Lo salah... sekarang dia masih hidup dan anak anaknya terpaksa lahir sebelum waktunya, gue udah gak respect lagi sama lo kali kayak gini, gue gak bisa lagi deket sama lo.. gue takut orang orang yang gue sayang terluka cuma karena kecemburuan lo" ucap Rafael
"Tunghu aja sebentar lagi polisi pasti datang, sebelum pingsan irene udah kasih tau Ello" lanjut Rafael lalu pergi
"Jadi dia masih sadar saat itu? " batin Arumi
"Bang.. bang Rafael tunggu" Rafael tidak menggubris Teriakan arumi dia memilih tidak berada di sisiNya lagi, dia takut Millie akan terluka juga sama seperti Irene
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di tengah operasi yang sedang berjalan Irene terbangun menatap sekeliling
"Tenang... kami sedang menjalankan operasi Caesar pada anda" Ucap seorang perawat
"Anak anak saya baik baik aja kan Sus? " pertanyaan dari mulut Irene begitu lirih
"Semua baik baik saja, beruntung mereka bayi yang kuat" Akhirnya Irene dapat bernafas lega
Operasi berjalan mulus dan kini Irene sudah di pindahkan namun bayi bayinya masih berada di ruang inkubator, Ello duduk di samping Irene lalu mengusap kepalanya
"Aku mau liat bayi kita" ucap Irene
"Gak.. aku mau lihat mereka sekarang" Irene melangkahkan kakinya turun dari ranjang
"Oke.. oke.. tunggu aku ambil kursi roda dulu"
Ello kembali dengan kursi roda lalu membawa Irene menuju tempat bayi bayi mereka di inkubator, Irene melihat dua bayi yang lucu tertidur
Tangan tangan kecil mereka bergerak gerak membuat gemas, Irene tersenyum sambil mengusap air matanya
Ello memeluknya dari belakang lalu mencium pipi Irene, Kebahagiaan mereka kini sudah lengkap dengan hadirnya dua malaikat kecil
"Mereka jenis kelaminnya apa? " tanya Irene
"Cewek sama cowok, waktu USG cowok semua.. mana kita gak beli baju cewek lagi"
"Gak apa apa.. dia masih bayi di pakein baju cowok juga tetep lucu" ucap Irene
"Iya.. kayak kamu, pake baju apa aja tetep cantik apa lagi kalo gak pake" Irene langsung menepuk pipi Ello yang berada di samping kepalanya
"Emang bener kan? kamu udah janji mau kasih aku bayi lagi setelah ini"
"Jahitan aja belum kering, kalo normal bisa cepet kalo Caesar kayaknya entar dulu deh" jawab Irene
__ADS_1
"Aku cuma bercanda sayang.. mana tega aku liat kamu kesakitan terus" Ello semakin memeluk Irene yang duduk di kursi roda
"Arumi gimana? " tanya Irene
"Kabur.. gak tau dia ada dimana, tapi kayaknya Rafael tau secara kata Millie mereka udah deket dari dulu"
"Aku gak nyangka orang yang paling aku pengen bantu ternyata selama ini mau menyingkirkan aku" ucap Irene
"Aku udah bilang dari awal jangan bantu apapun tapi kamu gak mau dengar, dia itu gila"
"Aku pikir dia cuma butuh temen yang support dia, aku pikir kasih sayang aku selama ini cukup buat dia tapi ternyata dia pengen kasih sayang semua orang yang deket sama aku.. mungkin dia pikir aku akan mati hari itu"
"Jangan terlalu percaya sama orang lain kali, Kita hanya di manfaatkan kalo kita terlalu baik" ucap Ello
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu tau kan dimana dia? " Rafael hanya diam saja menatap laptopnya
"Jawab aku" Millie sampai menggebrak meja
"Aku gak tau, sini.. kamu kenapa sih marah marah? " Rafael menanggapi Millie dengan santai
"Gak.. jangan pegang pegang, sekarang kasih tau aku dimana Arumi"
"Aku gak tau sayang"
"Gak tau? kenapa kamu bilang gak tau padahal kamu samperin dia di villa? " raut wajah Rafael terlihat terkejut mendengar Millie
"Kamu apa sih? villa apa? " Rafael bertanya sambil tertawa kecil mencairkan suasana
"Aku ngikutin kamu ke villa itu, disana ada mobil Arumi.. aku udah tau tapi aku cuma mau tes kamu aja" ucap Millie lalu berbalik pergi
"Sayang... aku cuma.. "
"Gak usah jelasin apa apa lagi" Millie benar-benar pergi meninggalkan Rafael
"Millie dengerin aku dulu" Rafael mengejar Millie yang langkahnya semakin cepat
"Gue bisa datang kesana sendiri, lo pikir bisa bohongin gue" Millie menggerutu seraya memakai helmnya
Motor Millie melesat dengan kencang meninggalkan kantor Rafael, Baru saja Rafael sampai di pintu keluar namun motor Millie dengan kecepatan tinggi melesat pergi
"Millie.... " suara Rafael tidak terdengar tertutup suara motor Millie yang gaduh
"Sial" Rafael mengambil kunci mobilnya lalu pergi menyusul Millie yang bisa di pastikan Millie sekarang sedang menuju villa dimana tempat Arumi bersembunyi
__ADS_1