Youth Love

Youth Love
eps 77


__ADS_3

Sekolah Millie kedatangan murid baru hari itu, gadis itu terus menatap Millie membuat Millie terheran-heran


"Dia liatin kamu.. kenal gak? " tanya Dita


"Enggak.. biarin aja lah" jawab Millie


Setelah jam pulang Millie, Dita, Niko dan ke tiga teman Millie berjalan menuju gerbang, Rafael sudah menunggu di halaman sekolah


Saat Millie berlari kecil menghampiri Rafael tiba-tiba saja murid baru itu memeluk lengan Rafael, langkah Millie terhenti saat melihat itu


"Lo apaan sih" Rafael menepis tangan gadis itu


"Sayang ayo kenapa diem disitu? " Rafael melihat Millie mematung di tempatnya


"Ciiee.. sayang.. " goda teman temannya pada Millie


"Gue pulang sama lo aja ya" ucap Millie pada Niko


"Ya udah ayo.. tapi gue mau mampir ke minimarket dulu"


"Gue juga ada yang harus di beli, Dita mau ikut? " tanya Millie


"Enggak.. kak Dirga jemput kok"


"Duluan ya guys.. bye" Millie melambaikan tangannya pada teman temannya


"Hei... aku nungguin kamu dari tadi loh" Rafael menahan tangan Millie yang hendak masuk ke dalam mobil Niko


"Kali aja ada yang harus kamu anter? aku bisa pulang sama Niko" ucap Millie


"Gak ada.. ayo pulang"


"Pak Rafael... " para murid wanita yang melihat Rafael berlari ke arahnya


"Ayo sayang.. cepet pergi" Millie di tarik tangannya dan di paksa naik ke atas motornya


"Kak.. aku gimana" gadis itu berteriak ketika Rafael dan Millie meninggalkan halaman sekolah


"Dia pake pakaian gitu ganteng banget guys"


"Yah.. sayang udah pergi"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa tadi gak mau pulang sama aku? '' Millie hanya diam


" Aku gak mau jalan kalo kamu anggap aku tukang ojek" Rafael menghentikan motornya saat Millie tidak memeluknya


Millie berpegangan pada bahu Rafael juga tidak bicara sepanjang jalan, Rafael mengambil tangan Millie dan membelitnya ke pinggang lalu mengikatnya dengan scraft yang dia bawa di saku jaketnya


"Kamu ngapain sih? kok di iket segala? " protes Millie


"Sengaja biar kamu peluk aku" Rafael tidak kehabisan akal dia tahu Millie sedang marah padanya karena semalam juga tadi di sekolah seorang gadis memeluknya


"Ini bukan jalan pulang" ucap Millie

__ADS_1


"Siapa juga yang mau bawa kamu pulang? Aku mau culik kamu biar dapet tebusan"


"Jangan gila deh, kamu mau kepala kamu di penggal sama papa" Rafael terkekeh bisa-bisanya Millie percaya dengan perkataannya


"Berhenti.. berhenti gak"


"Gak" ucap Rafael tetap melajukan motornya


"Berhenti.. aku bilang berhentiiiii" pekik Millie saat motor Rafael berhenti


Semua orang menatapnya membuat dia malu, Millie menyembunyikan wajahnya di punggung Rafael yang terkekeh karena berhasil mengerjai Millie


"Katanya mau berhenti.. ini udah berhenti sekarang mau apa? " tanya Rafael


"Aku malu" Rafael melepaskan ikatan tangan Millie


"Ayo masuk.. bukannya kamu suka ceker disini? " Millie menunduk mengerucutkan bibirnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami.. kak Rafael belum pulang ya? "


" Belum.. paling di bengkel" jawab mami Rafael


"Dia tadi pulang sama pacarnya, mereka kira kira kemana ya mi? "


"Ohh.. Millie? paling pulang ke rumah Millie, Rafael lagi cari perhatian papanya Millie.. mereka lucu banget masa Rafael di bawa mancing seharian sampe pulang pulang kulitnya gosong" Mami Rafael terkekeh saat mengingat wajah anaknya saat di bawa Max


"Sampe segitunya mi? apa kak Rafael beneran suka sama cewek itu? "


"Apa gue bener-bener gak punya kesempatan lagi? kenapa kak Rafael gak pernah suka sama gue? " batin gadis itu


"Anna tolong suapi William dulu mami mau angkat baju dulu udah mendung"


"Iya mi" Anna mengambil mangkuk yang berisi bubur yang amat encer bahkan terlihat seperti air susu


"Kakak beneran gak bisa gerak? " Anna menggerakkan kaki serta tangan William


"Kalo pup sama pipis gimana? o my god.. pasti di bersihin mami ya? iihh.. anunya kelihatan dong" Cicit Anna, percayalah William benar-benar malu wajahnya memerah mendengar ucapan Anna


Tatapan mata William menajam membuat Anna nyengir seketika sambil mengatupkan kedua tangannya di dada


"Maaf kak keceplosan" ucapnya lalu kembali menyuapi William


Tidak lama setelah itu terdengar suara motor Rafael berhenti di halaman rumahnya, Anna menyimpan mangkuk di tangannya dan berlari keluar untuk menyambut Rafael


Senyumnya seketika hilang ketika melihat siapa yang bersama Rafael, Rafael membawa Millie melewati Anna begitu saja


"Mami... menantu mami datang" Mami Rafael keluar dari dapur


"Eehh.. cantiknya mami, kemana aja sayang udah lama loh gak pernah main ke rumah? " Mami Rafael memeluk Millie dan membawanya duduk berhadapan dengan William


"Hai kakak.. gimana keadaannya sekarang? apa lebih baik? " William mengedipkan matanya


"William sudah mulai membaik dia bisa menggerakkan tangan dan kakinya meskipun sedikit dan sudah bisa makan bubur" ucap mami Rafael

__ADS_1


"Syukurlah.. cepet sembuh ya kak" ucap Millie


"Sayang mami tinggal dulu ya di belakang lagi masak"


"Iya mi.. mau aku bantuin gak? " tanya Millie


"Gak usah.. sayang tangannya nanti kasar" Millie hendak ikut ke dapur namun Rafael kembali menariknya


"Apa? aku mau bantu mami"


"Udah disini aja, jangan kemana-mana" Rafael memeluk Millie dihadapan Rafael dan Anna


"Jangan gini malu" Millie melepaskan diri dari Rafael


"Kangen tau, ya udah gini aja" Rafael tidur di pangkuan Millie lalu memeluk pinggang Millie


"Dia gak menganggap gue gak ada disini, dia gak pernah lirik gue sedikitpun" batin Anna, Anna pergi dari sana membawa William ke kamarnya


"Yang.. "


"Apa? " Millie memainkan ponselnya


"Jangan maen HP dong aku ngerasa di cuekin" Rafael mengambil tangan Millie


"Apa sih? diem dulu tanggung aku lagi ngetik bentar" Millie masih memegang handphonenya


"Simpan.. jangan main HP" Rafael menarik tangan Millie hingga handphone yang di pegang Millie akhirnya jatuh menimpa hidung mancung Rafael


"Ahh.. maaf, sakit ya? " Millie membuka tangan Rafael yang memegangi hidungnya


"Sakit banget lah.. aduuuhh.. kamu sengaja ya? "


"Enggak maaf sayang.. kamu sih tarik tangan aku tiba-tiba, sini aku tiup" Millie membungkukkan tubuhnya meniup hidung Rafael


Saat bibir Millie meniup hidung Rafael pria itu mengangkat tubuhnya dan mencium bibir Millie seraya menekan tengkuknya, jakun Rafael terlihat naik turun meneguk manisnya bibir Millie


"Arrrggghhh.. Kok di gigit" Rafael menggigit bibir bawah Millie hingga keunguan


"Abis gemes, aku gak mau pulangin kamu.. mau tiap hari peluk peluk, cium cium" Rafael bangun dan memeluk Millie leher dengan erat


"Nanti mami kesini" Millie berusaha melepaskan tangan Rafael



Entah apa yang di bisikan Rafael sampai Millie terkikik , Anna mengintip Rafael dan Millie yang sedang berbisik sambil sesekali tertawa


"Coba aja kalo gue yang ada di posisi itu, kita temen dari kecil tapi lo jauhin gue setelah gue nyatakan perasaan gue yang sebenarnya" gumam Anna


"Muaahh.. muaahh.. muuaaaaaahhh " Rafael mencium rambut Millie bertubi-tubi lalu menciumnya lama


"Kalo kamu gak bisa karate udah aku sekap kamu, aku gak akan biarin kamu pergi.. Gemes banget sih" Rafael memeluk Millie erat


"Setelah itu kamu di hajar sama papa karena berani sekap aku" Millie melanjutkan ucapan Rafael


"Dan kita di nikahin karena kamu hamil" bisik Rafael sambil terkekeh

__ADS_1


"Iihh... dasar mesum" Millie mencubit perut Rafael, yang di cubit hanya cengengesan mengusap perutnya


__ADS_2