
Di dalam bus anak anak tak bisa diam namun hanya Millie yang tampak melamun, Bastian menyuruh orang di samping Millie untuk pindah dan berganti posisi dengannya
"Lo lagi mikirin apa?" tanya Bastian
"Gak lagi mikirin apa apa"
"Pacar Lo posesif itu ngizinin pergi? kenapa dia gak ikut sekalian?" Millie hanya menjawab dengan menggidikkan bahu
"Gue ada satu cerita, Lo mau denger gak?"
"Gue bukan anak kecil yang suka di cerita ceritain karya karangan" jawab Millie
"Denger dulu" Bastian mulai bercerita
Awalnya Millie tampak biasa saja namun lama kelamaan Millie semakin asik mendengarkan cerita Bastian, Millie juga tampak sesekali tertawa membuat Bastian semakin tak lepas memandang Millie
"Kenapa Lo jarang senyum?" tanya Bastian
"Lo pikir gue orang gila harus senyum senyum sendiri?"
"Gak.. bukan gitu.. maksud gue Lo kayak misterius aja" ucap Bastian seraya mengusap tengkuknya
"Gue gak punya temen mungkin karena itu gue jarang keliatan senyum, lagian gue cuma niat belajar gak peduli sama orang lain di sekeliling gue"
"Kok gitu? belajar juga harus ada kenangannya dong, gimana kalo gue jadi temen pertama buat Lo?" Bastian mengulurkan tangannya
"Nanti gue kenalin sama temen temen gue juga biar Lo punya banyak temen" lanjutnya
"Oke... kita temenan" ucap Millie sambil membalas jabat tangan Bastian
"Berteman gak ada salahnya, kan? siapa tahu Bastian nanti bisa kayak sahabat sahabat gue yang lain" batin Millie
Bastian tersenyum senang mendapatkan respon yang baik dari Millie, ternyata Millie tak sesulit itu untuk didekati
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa kalian menyembunyikan hal ini?" Oma datang ke kantor membuat Rafael pusing
Karena Rafael tidak mendengarnya di rumah Oma sampai mengikuti Rafael ke kantor, sekarang di kantor Rafael membiarkan Omanya bicara panjang lebar sementara dia hanya fokus pada berkas yang ada di atas meja
"Rafael kenapa kamu gak jawab?"
"Aku capek Oma.. aku baru aja menyelesaikan kasus korupsi bawahan aku, masalah itu aku udah gak mau bahas lagi, mau ada anak ataupun enggak aku akan hidup bahagia sama Millie" Rafael yang sudah kadung kesal meletakkan pulpennya kasar di meja
__ADS_1
"Ini yang Oma gak suka dari kamu, kamu selalu semaunya sendiri gak pernah mau dengar nasehat orang tua"
"Aku kepala rumah tangga di pernikahan aku Oma, kalo aku selalu menuruti perkataan orang lain bagaimana nasib rumah tangga aku kedepannya, Oma emang nenek aku tapi maaf Oma gak seharusnya ikut campur lebih jauh" ucap Rafael
"Bantu Oma pulang sekalian ambil kunci mobilnya disini" Rafael menelpon seseorang
"Kamu mau ngusir Oma, Rafael?"
"Aku gak ngusir Oma, Oma harus istirahat dan aku harus kerja jadi lebih baik Oma pulang" jawab Rafael
Seseorang yang di telepon Rafael akhirnya datang dan membawa Oma pergi dari sana, Rafael tidak habis pikir kenapa Omanya terus membahas hal ini setiap hari
Rafael pun terpaksa mengizinkan Millie ikut acara yang di adakan kampusnya agar istrinya itu tak murung karena ucapan ucapan Omanya
Ketika Rafael hendak mengerjakan kembali pekerjaannya handphonenya berdering, sebuah video yang menunjukkan Millie sedang mengobrol dengan Bastian dan Candra bahkan sekarang Millie tampak bisa tersenyum dengan mereka
"Gak bisa di diemin" ucap Rafael seraya meremas handphonenya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Saat malam hari Millie bersama rombongannya baru saja sampai di villa yang mereka pesan, semua orang memilih pasangan untuk teman satu kamarnya sementara Millie memilih menempati satu kamar sendiri
Ada dua orang yang tidak kebagian kamar namun Millie tak mau keluar saat Ayunda mengetuk pintu kamarnya, Ayunda terus mengetuknya meskipun Bastian sudah melarangnya
"Lo kenapa egois banget? semua orang nempatin satu kamar berdua, kenapa Lo gak mau satu kamar sama orang lain, padahal mereka juga bayar loh?" gerutu Ayunda
"Kalo gitu gue bayar lebih nanti, kalian gak masalah, kan kalo tidur sekamar bertiga sama orang lain?" tanya Millie
"Gak masalah kok, sorry ya ganggu istirahat lo.. kita udah larang Ayunda tadi " kedua gadis tersebut tampak tak enak hati melihat wajah lelah Millie yang tampak seperti baru bangun tidur
"Gak apa apa.. kalo gak ada apa apa lagi gue masuk ya" Millie kembali menutup pintunya membuat Ayunda semakin kesal
Ayunda hendak kembali mengetuk pintu namun Bastian menariknya
"Kenapa Lo berusaha ganggu Millie terus?" tanya Bastian
"Gue gak suka tingkahnya yang songong dan egois "
"Itu bukan alasan yang tepat karena Lo yang selalu nyari gara gara duluan, kalian gak masalah kalo tidur sama yang lain? nanti kalo Millie bayar kelebihan sewa kamarnya kalian berdua bisa ambil uangnya " ucap Bastian
"Iya.. iya.. gak apa apa, kan? lumayan buat tambahan jajan" ucap gadis satunya pada temannya
"Kita masuk ke kamar yang lain aja, yuk" kedua gadis itu pergi dengan perasaan senang karena akan mendapatkan uang tambahan
__ADS_1
"Masalahnya selesai, kan? sekarang masuk ke kamar masing masing dan istirahat " ucap Bastian lalu pergi mengajak Candra masuk ke dalam kamar
"Si Millie nyebelin banget ya" ucap Jesica
"Bener.. kita harus kerjain dia besok" jawab Ayunda
Ketika semua orang sudah terlelap Jesica masih sibuk memakai masker untuk kecantikan, sekelebat bayangan melintas di jendela membuatnya ketakutan
Jesica membangunkan Ayunda namun gadis itu tak mau bangun juga dan malah menaikkan selimutnya hingga menutupi kepala, Jesica memberanikan diri untuk memeriksa siapa yang melintas di luar jendela kamarnya
Ketika Jesica mengintip dari gorden di kegelapan dia melihat siluet seseorang berdiri di luar menggunakan Hoodie serta celana hitam namun wajahnya tak terlihat
"Aaaaaaa..... maling.. maling" teriak Jesica
Setiap lampu kamar yang sudah dimatikan kini menyala ketika para penghuni kamar mendengar teriakan Jessica, semua orang keluar kamar begitupun Millie
"Ada apa?" tanya Millie
"Tadi.. tadi.. gue liat ada orang berdiri di depan jendela, itu pasti maling" ucap Jesica membuat penghuni lain semakin panik
"Maling?" gumam Millie
Millie kembali masuk ke kamarnya untuk memeriksa, kebetulan kamar Millie dan Ayunda bersebelahan jadi dia bisa melihat juga orang yang berdiri di depan jendela kamar mereka
Millie di kejutkan dengan handphonenya yang berdering membuat Millie urungkan niatnya membuka gorden, ternyata itu adalah telpon dari Rafael
"Kamu kemana aja sih?" suara Rafael terdengar marah
"Maaf.. aku ketiduran"
"Ketiduran apa sibuk ngobrol sama si kadal itu?" tanya Rafael
"Aku ketiduran.. ini aja kebangun gara gara teriakan Jesica "
"Millie.. Millie.. Lo gak apa apa?" terdengar suara Bastian mengetuk pintu kamarnya
"Gak apa apa.. gue mau liat dulu orang di luar masih ada apa enggak" jawab Millie
"Jangan sok berani deh Lo, nanti kalo Lo kenapa Napa kita yang di salahi " Sergah Ayunda
"Bentar ya aku liat orang mencurigakan di luar dulu" ucap Millie pada Rafael
"Tunggu...."
__ADS_1