
"Gimana nih.. gara gara si abrakadabra gue jadi kepikiran "
"Gue balikin aja deh duitnya, Dari pada nanti gue gak enak nolak kemauan dia karena terlalu baik mending sekarang gue tolak pemberian dia aja" Millie mengambil handphonenya dan turun untuk minta uang pada Max
"Papa... minta uang dong" Millie menggelayuti tangan Max
"Millie minta uang mulu perasaan, yang kemarin kemana uangnya? " tanya Max
"Kakak di kasih kartu kredit ya aku minta langsung aja sama papa"
"Masalahnya kamu lebih boros dari kakak kakak kamu, kemarin satu juta sekarang minta berapa lagi? " Millie mengerucutkan bibirnya
"Ayolah pa... gak banyak kok cuma empat ratus ribu" Millie memeluk ayahnya yang sedang berdiri mengambil air minum
"Iya.. iya.. awas papa mau minum, Ambil uangnya di dompet papa"
"Transfer aja pa, aku mau belajar dulu" Millie pergi melompat lompat
"Ehh.. lupa, maacih.. maacih.. maacih " Millie mencium pipi Max bertubi-tubi, saat berjalan Millie berpapasan dengan Allea dia juga mencium pipi Allea bertubi-tubi
"Itu anak kenapa? " Allea terheran-heran
"Biasa dia minta uang" Jawab Max
"Jangan terlalu di biasakan, biar dia bisa sedikit menghemat dan mandiri"
"Gak apa apa sayang.. aku kerja buat kalian, kalian bebas menikmati hasil keringat aku" ucap Max seraya memeluk Allea dari belakang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mau sampe kapan bang? lo sama sekali gak bertindak" ucap Sony
"Gak perlu terburu buru, gue akan lakuin perlahan"
"Sampe kapan? lo malah udah pacaran sama dia, gue yakin perlahan lahan lo malah bakal lindungin dia" timpal Arumi
"Lo gak tau gimana susahnya lumpuhin dia? kalian udah sering kan nyerang dia? gimana hasilnya? gak bisa kan? " Rafael benar-benar kesal teman-temannya selalu terburu-buru ingin membalas dendam pada Millie
"Pake cara gue kemaren kalo gitu, lo bisa juga nikmatin dia sebelum kita habisin"
Bugh
Satu pukulan mendarat di wajah Sony hingga dia tersungkur dengan hidung dan sudut bibir berdarah, Rafael meninggalkan tempat itu dengan motor yang melaju kencang
"Kita gak bisa ngandelin dia, gue yakin bang Rafael punya perasaan sama dia.. kita harus beraksi sendiri tanpa dia" Sony memprovokasi teman temannya
"Gue setuju "
"Lo ingetkan kemaren? bang Rafael lindungin cewek itu sampe dia yang kena tusuk"
"Gua tau.. gue ikut kalian aja" ucap Arumi sambil duduk lemas
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa gue marah waktu dia bilang gitu, kenapa gue gak bisa tahan emosi waktu dia mau jahatin Millie? kenapa? padahal niat gue pacaran sama dia buat balas dendam"
"Kenapa.. kenapa.. kenapa? " Rafael memukul bagian jok motornya dengan emosi
"Brengsek" Rafael mengumpat saat nomor Millie menelponnya
"Halo.. kak aku udah transfer balik uang yang tadi kakak kasih"
__ADS_1
"Kenapa? "
"Kayaknya aku gak bisa Terima, lagian aku cuma butuh tadi doang karena kehabisan uang aja, cek dulu udah masuk belum? " Jawab Millie
"Aku kasih itu buat kamu, kok di balikin sih? aku sedih loh"
"Aku gak bisa nikmati hasil kerja keras orang lain, cukup keringet papa aja yang aku Peres " ucap Millie sambil terkekeh, Rafael ikut tersenyum mendengar tawa kecil Millie
"Kamu dimana? " tanya Rafael
"Di rumah.. kenapa? "
"Aku mau ketemu di taman deket rumah kamu, bisa gak? "
"Bisa.. aku izin mama dulu ya" Jawab Millie
Setelah meminta izin pada orang tuanya Millie pun mengganti pakaiannya, Millie keluar dan menutup pintu saat berbalik dia dikejutkan dengan keberadaan Rafael disana
"Katanya ketemu di taman? " ucap Millie
"Aku kebetulan lewat" Jawab Rafael sambil tersenyum
Padahal saat Rafael merasa frustasi dengan pikirannya entah apa yang membawanya mengendarai motornya sampai di dekat rumah Millie
"Kamu punya motor? " tanya Millie
"Punya.. kenapa? gak mau pake motor ya? "
"Enggak.. aku kira kamu cuma punya mobil, ayo pergi" Millie menarik tangan Rafael pergi
Rafael menarik tangan Millie dan melingkarkan nya ke pinggangnya, Millie bersandar di punggung Rafael yang hangat
"Kamu kedinginan ya? " tanya Rafael
"Aku laper.. kamu udah makan belum? " Millie semakin mengeratkan pelukannya, Rafael menyentuh tangan Millie yang dingin
"Masukin kantong jaket aku aja, maaf ya gara-gara aku gak pake mobil jadi kamu kedinginan" Rafael memasukan tangan Millie ke saku jaketnya
"Gak apa apa.. aku udah biasa juga naik motor" Sesampainya di tempat makan yang biasa di datangi Rafael
"Selamat malam kak... pesan seperti biasa atau ada tambahan lainnya? " ucap sang pelayan yang sudah hafal dengan menu yang biasa di pesan Rafael
"Kamu mau makan apa? " tanya Rafael
"Samain aja deh" jawab Millie
"Yang biasa aja dua sama minumnya juga" Pelayan pergi setelah menulis pesanan
"Aku ke toilet dulu ya" ucap Millie
Ketika berjalan ke toilet Millie mendengar percakapan antara pelayan tadi dan pelayan lainnya, Millie berhenti sejenak untuk mendengarkan karena rasa penasarannya
"Itu pelanggan yang udah beberapa bulan gak kesini datang makan kesini lagi"
"Yang mana? "
"Yang biasa bertahun-tahun kesini sama pacarnya duduk di tempat yang sama juga pesan makanan yang sama, dia bawa cewek lain, menurutmu itu pacarnya apa selingkuhannya? " ucap si pelayan tadi
"Cantik gak? cantikan mana sama pacarnya yang lama? " Tanya pacarnya yang lain
"Cantik yang ini cuman kayaknya yang ini masih bocil deh, mukanya masih polos polos gitu" Millie pergi setelah mendengar mereka
__ADS_1
"Apa dia punya pacar sebelum sama gue? apa gue orang ketiga? atau gue yang buat mereka putus? kok gue jadi gak enak" gumam Millie
"Cewek yang mana ya? apa cewek seksi yang kemaren? " Millie kembali ke meja makan bersama Rafael
Rafael makan sementara Millie hanya mengucek makanannya dengan sendok, Rafael baru menyadari ternyata Millie sedang melamun
"Kenapa? gak suka ya? " Tanya Rafael
"Suka kok.. " Millie memakannya setelah di tegur Rafael
"Kalo gak suka gak usah di makan, mau pesen yang lain? " Millie menggeleng
"Mau tanya apa? aku tau pasti ada sesuatu yang mengganjal di hati kamu " Rafael seolah tau apa yang membuat Millie menjadi pendiam
"Jujur aja ya.. aku ngerasa kamu bawa aku kesini buat mengenang kebersamaan kamu sama wanita lain, kan? atau sebenarnya aku selingkuhan kamu? "
"Dari mana pikiran kayak gitu? kamu wanita satu satunya yang aku bawa kesini" Millie menghabiskan minuman yang ada di gelasnya
"Oh.. gitu ya, berarti aku salah" Ucap Millie, padahal di hatinya ada semacam rasa sakit yang dia rasakan ketika Rafael berbohong padanya
"Kenapa nanya gitu? "
"Aku pikir kamu pernah kesini sama cewek aja, aku asal berpikir" Jawab Millie
"Kamu gak usah pikirin masalalu yang terpenting ketika aku sama kamu aku gak akan lirik wanita lain lagi" Rafael menggenggam tangan Millie
"Perasaan macam apa ini? gue tau dia bohong tapi kenapa gue seolah memilih percaya ketika dia mengatakan hal hal manis" batin Millie
Setelah pergi dari tempat makan Rafael membawa Millie ke taman, Millie memeluk dirinya sendiri seraya menggosok lengannya
"Dingin ya? sini" Rafael membawa Millie berdiri memakaikan jaketnya ke belakang tubuh Millie dan memasukkan tangan Rafael ke lengan jaket tersebut, jadilah Rafael memeluk Millie di dalam jaket itu
"Anget ya" Millie hanya tersenyum menyandarkan tubuhnya di dada Rafael
Terdengar suara jantung Rafael di setiap detaknya membuat Millie memejamkan mata merasakan detak demi detak jantung Rafael
"Kamu tidur? "
"Enggak... aku cuma dengerin detak jantung kamu" Jawab Millie
"Aku juga mau" Rafael mendudukkan Millie di bangku taman
"Sebelah mana ya? sebelah sini atau sebelah sini? " Rafael menyentuh sisi dada Millie dengan kedua telapak tangannya, Millie memukul tangan Rafael membuatnya tertawa
"Serius aku cuma mau dengerin detak jantung kamu, janji gak macem macem" Rafael meletakkan kepalanya di dada Millie sambil memeluknya
Rafael memejamkan matanya seolah merasa detak jantung Millie sama dengan detak jantungnya, Rafael mendongak menatap Millie dari bawah
"Kamu cantik" ucap Rafael
"Aku tau" jawab Millie
"Peluk aku sebelum kamu pulang... Aku merasa tenang berada di pelukan kamu" ucap Rafael
"Kenapa? " tanya Millie
"Gak tau... pelukan kamu kayaknya bisa tenangin hati dan pikiran aku"
"Jangan terlalu banyak pikiran entar Kepalanya botak" Celetuk Millie
"Kamu masih mau gak kalo aku botak? " tanya Rafael
__ADS_1
"Sorry aja aku gak suka cowok botak" jawab Millie
"Gemes banget sih" Rafael mencubit hidung Millie lalu kembali memeluk seraya mencium pipi Millie