Youth Love

Youth Love
eps 41


__ADS_3

...Biasakan like setelah membaca...


"William masih hidup, dia koma di rumah sakit" ucap seseorang pada Sony


"Apa? ini gawat kalo sampai dia sadar, kita harus lakuin sesuatu"


"Tapi gimana caranya? kemaren gue kesana tapi di rumah sakit William di jaga sama orang suruhan bang Rafael" Sony menjadi gusar setelah mendengar hal itu


"Gawat... apa bang Rafael mulai curiga? " Sony mondar-mandir memikirkan sebuah cara


Yang terjadi sebenarnya pada William malam itu sebenarnya adalah perbuatan Sony dan dua temannya, William mendengar tentang fakta kematian Roshie yang di akibatkan oleh Sony


Mereka juga memiliki rekaman CCTV pada hari dimana Roshie jatuh dari pembatas jalan, William hendak melaporkan hal itu pada Rafael namun kakinya tidak sengaja menyenggol botol botol bekas minuman


"Wil... " Sony dan dua temannya keluar


"Gue laporin kalian sama bang Rafael" William berlalu pergi


"Wil.. William... " Sony memanggil William namun dia sudah pergi dengan motornya


"William pengkhianat, dia mata mata cewek itu, cepet kejar dia sampe dapet" teman temannya yang lain tersulut emosi dan mengejar William karena hasutan Sony


Mereka akhirnya dapat menghadang William dan perkelahian diantara mereka tidak terelakkan, karena terlanjur melihat William sekarat mereka akan menimpakan kesalahan ini pada Millie


Dan akhirnya salah satu dari mereka mengikuti Millie sampai ke mall dan memanfaatkan kesempatan untuk mengambil kalung dari leher Millie untuk bukti palsu


William yang belum sepenuhnya pingsan mendengar Sony mengusulkan rencana jahat itu, maka saat Millie dan temannya hendak menolong William, William mengatakan agar Millie kabur namun mereka tidak dapat mendengarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau kemana kamu? " tanya Millie ketika Millie turun dengan baju sekolahnya


"Sekolah ma.. kemana lagi" jawab Millie


"Enggak ada, sini.. muka masih gitu ju gak malu apa? muka kamu bengep kayak petinju" Allea melepas tas dari punggung Millie


"Jadi beneran nih gak boleh sekolah? "


"Iya.. mama udah izin sama pihak sekolah kalo hari ini kamu gak masuk" Millie dengan pasrah memberikan tasnya


"Kakak gak malu nanti ketemu pacar kakak mukanya kayak di sengat tawon? " celetuk Exel


"Bocil diem aja, makan nih" Millie memasukkan roti ke mulut Exel


"Maaf non di depan ada den Rafael" bibi berjalan tergopoh ke meja makan


"Bilang aja aku masih tidur" ucap Millie


"Bilang aja mukanya bonyok dia malu" ucap Michelle sambil tertawa

__ADS_1


peletak


Michelle mengusap kepalanya yang di pukul dengan sendok oleh Millie, Bibi kembali ke depan untuk mengatakan hal tersebut


"Maaf den kata non Millie, bilang aja non Millie masih tidur" ucap bibi, Rafael tersenyum mendengar ucapan wanita paruh baya itu


"Ya udah gak apa apa.. tolong kasih ini sama Millie, saya permisi" Rafael memberikan sebuah kotak kecil pada Millie


"Ini non titipan dari den Rafael" Millie mengambil kotak itu lalu menaruhnya di meja


"Apaan nih? " Michelle mengambilnya dan mengguncang nya di dekat telinga


"Apaan sih.. kepo lo, sini" Millie mengambilnya lalu pergi ke kamarnya


"Millie makannya abisin dulu" ucap Allea


"Nanti aja ma.. gak sekolah kok kalo laper tinggal makan"


Jawab Millie sambil berlalu pergi


Di dalam kamar Millie membuka kotak kecil tersebut ternyata di dalamnya adalah kalung yang di berikan mami Rafael, di dalam kotak ada sebuah surat yang di tulis Rafael


"Terlepas dari apapun yang terjadi di antara kita tolong jangan libatkan mami, dia sayang tulus sama kamu"


"Kalo gue tega gue kasih tau papa biar keluarga kalian semua jatuh dalam sekejap mata, tapi gue gak bisa karena gue mikirin mami" Millie menggenggam kalung itu sambil menjatuhkan tubuhnya di ranjang


"Kok nyesek banget ya? jadi pengen nangis" Millie mengerjapkan matanya yang mulai panas beberapa kali


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Pak.. kenapa melamun disini? biasanya bapak gak diem di kantor" Ucap guru wanita


"Saya lagi pengen diem aja"


"Udah sarapan belum? gimana kalo kita sarapan bareng" Rafael hanya menggeleng


"Kok hari ini gak semangat sih pak"


"Saya harus ngajar, permisi" Rafael keluar dari ruangannya


"Kenapa sih pak Rafael lebih milih Millie? padahal usianya kan beda jauh lebih pantes sama saya" Ucapnya sambil menatap dirinya di cermin


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo udah mendingan? " Abra, Jason, Rian dan Roy sedang melakukan panggilan video dengan Millie


"Seperti yang lo liat, makanya mama gak bolehin gue sekolah katanya malu muka gue bengkak"


"Emang iya sih, mau gue beliin salep gak biar cepet ilang bekas lukanya? " tanya Abra

__ADS_1


"Gak usah.. papa udah beli, kayaknya besok udah lumayan ilang deh" ucap Millie


"Jadi besok mau sekolah? "


"Sekolah dong.. bosen gue di rumah"


Rafael berdiri tidak jauh dari mereka mendengarkan pembicaraan Abra dan Millie di telepon, Hatinya menjadi tenang ketika mendengar Millie baik baik saja


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Malam hari Rafael akan menjaga William di rumah sakit karena kedua orang tuanya berada di luar negeri, William menolak pergi bersama orang tuanya dan memilih di rumahnya sendiri


"Sebenarnya siapa yang bikin lo kayak gini, gue gak percaya kalo Millie yang lakuin ini.. dia emang emosian tapi gak mungkin dia melakukan ini "


Jari William bergerak ketika Rafael membicarakan tentang Millie, Rafael segera memanggil dokter untuk memeriksa William


"Dia hanya bisa merespon dengan gerakan jarinya, itu tandanya dia mendengar yang anda katakan namun matanya sulit terbuka.. sering seringlah ajak dia bicara semoga ada keajaiban dan dia bisa sadar dengan segera" mendengar hal itu Rafael amat sangat bahagia


"Lo denger gue kan? buka mata lo, gue mau tau apa sebenarnya yang terjadi sama lo? "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mama besok aku sekolah ya" ucap Millie ketika makan malam


"Emang kamu udah ngerasa baikkan? "


"Dari kemaren juga gak apa apa, mama aja yang ngelarang aku sekolah" jawab Millie


"Besok Millie di jemput Rafael? " tanya Ellia


"Enggak.. mulai besok ikut sama kak Ello pulang juga jemput ya kak"


"Kok gak sama Rafael? " tanya Ello


"Gak mau ya? " ucap Millie dengan nada kesal


"Gue cuma nanya, sensi amat"


"Aku udah putus sama Rafael" ucap Millie


"Yang benar kamu? dia nyakitin kamu? dia selingkuh? " tanya Max


"Enggak papa.. aku cuma gak mau pacaran, aku mau fokus sekolah"


"Yaudah terserah Millie aja, bagus lah kalo Millie lebih mentingin sekolah" ucap Allea


"Kok aku ngerasa gak tenang ya Millie gak punya pacar" batin Ellia


Mungkin Ellia berpikir jika Millie tidak mempunyai pacar dia akan kembali main bersama teman-teman Dirga dan akan mengalihkan perhatian Dirga padanya, egois memang tapi entah mengapa Ellia mempunyai pikiran seperti itu

__ADS_1


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰😍😍


__ADS_2