Youth Love

Youth Love
eps 71


__ADS_3

"Coba jelasin sebenarnya kalian ngapain malem itu kesana? " Max menginterogasi Millie dan Rafael yang duduk berdua di tepi ranjang


"Aku di telepon orang katanya Anggia di culik dan suruh aku kesana sendirian, ada foto Anggia juga tapi anehnya pesannya juga ilang pa"


"Kamu kenapa bisa ada disana juga? " Tanya Max pada Rafael


"Saya di telepon Millie om, karena khawatir saya ikut aja" Jawab Rafael


"Apa Anggia ada disana malam itu? " tanya Max


"Ada, dia di ikat" Jawab Millie dan Rafael bersamaan


"Aneh.. tapi polisi sudah menyelidiki nya, Anggia ada di asrama dan pagi ini dia di mintai keterangan tapi dia gak pernah di culik sama sekali" ucap Max membuat Millie dan Rafael terkejut


"Masa sih? tapi beneran pa.. "


"Geng motor itu juga alibinya sama mereka gak kemana mana malam itu dan ada saksi saksi juga" ucap Max


"Kamu sebagai anggotanya masa gak tau? " Max bertanya dengan nada ketus


"Saya udah gak ikut geng itu lagi om, mereka sepertinya mengkhianati saya"


"Jadi kamu bener-bener gak punya hubungan sama geng itu lagi? apa kamu masih dendam sama anak saya? " tanya Max


"Enggak... saya cinta sama Millie om"


"Kalo saya gak izinin gimana" tanya Max


"Saya akan buktikan om sampai om mengizinkan"


"Bagus... saya belum izinin kalo kamu belum lulus tes dari saya" ucap Max


"Jadi kalo saya lulus om kasih izin? " Wajah Rafael begitu senang mendengar hal itu


"Ya... tapi kalo gagal jangan berharap bisa bersama anak saya"


"Papa kok gitu" protes Millie


"Kenapa? kalo gak mau ya gak usah pacaran"


"Mau om saya mau, saya siap" ucap Rafael


"Jadi masalah Anggia gimana pa? " Tanya Millie


"Papa aja yang cari tau, hukum negara terlalu mudah buat mereka lebih baik hukum dari papa, berani beraninya mereka ganggu anak papa" Millie memeluk Max yang berdiri di hadapannya


"Jangan pa.. kalo mama tau nanti papa kena marah" ucap Millie


"Suami takut istri toh" gumam Rafael mengulum senyumnya


"Kamu bilang apa? "


"Enggak om... om yang terbaik" Rafael merentangkan tangannya hendak memeluk Max juga


"Gak ada.. gak ada.." Max menahan kepala Rafael lalu memeluk Millie yang memeluk pinggangnya

__ADS_1


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gue mau ngomong sama lo" Iren menarik tangan Arumi ketika melewatinya


"Apa sih? gak usah tarik tarik dong"


"Kenapa lo bilang gue yang dorong lo jatuh dari tangga? " tanya Irene


"Gue gak bilang lo yang dorong gue kok"


"Terus kenapa Ello nuduh gue? kenapa lo teriakin nama gue waktu lo jatuh? " Irene tidak bisa menahan kekesalannya


"Karena.... gue sengaja" ucap Arumi setengah berbisik


"Punya masalah apa lo sama gue? " Irene mendorong bahu Arumi dengan jari telunjuknya


"Masalahnya... gue gak suka sama lo dan ada satu kejutan lagi yang lo gak tau" ucap Arumi


"Sialan lo nyari ribut sama gue" tiba tiba Arumi terjatuh meskipun Irene tidak mendorongnya


"Ahh.. kenapa lo dorong gue, gue gak bohong" Irene mengerutkan dahinya


"Lo apain Arumi? lo kenapa sih hobby banget bikin dia celaka" Ello datang membangunkan Arumi, Irene membulatkan matanya dengan mulut menganga dia tidak menyangka Ello akan kembali menuduhnya


"Gue gak ngapa-ngapain, gue cuma tanya kenapa dia bila g kalo gue yang dorong dia tangga, itu aja"


"Lo mau nyangkal jelas jelas yang ada di tangga cuma lo" Bentak Ello, Irene terlonjak saat Ello membentaknya


"Gue gak lakuin itu, Ellia.. sini" Kebetulan Ellia dan Dirga lewat Irene langsung memanggilnya


"Kemaren Dirga bilang lo liat Arumi jatuh di tangga? apa lo liat gue dorong dia? " Tanya Irene


"Lo denger? kalo lo udah paham gue permisi" ucap Irene berbalik melangkahkan kakinya


"Sorry.. itu salah gue, Arumi emang gak pernah menyalahkan lo.. tapi gue kasih tau lo mulai sekarang jangan ganggu gue dan Arumi, sekarang Arumi pacar gue" ucap Ello


"Ya.. tentu" Irene berbalik dengan senyum getirnya


Irene pergi dengan mobilnya meninggalkan halaman kampus, Irene berhenti di sebuah taman dia menangis pilu menutupi wajahnya


"Kenapa sesakit ini? gue emang berniat jauhin Ello tapi denger dia ngomong gitu kenapa rasanya sakit"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Si Millie gak sekolah? " tanya Jason saat masuk ke kelas Millie


"Enggak... katanya Millie di rawat di rumah sakit sama pak Rafael" jawab Niko


"Lo tau dari mana? " tanya Rian


"Dia keponakan gue ya pasti gue tau lah"


"Emang Millie sakit apa, Niko? kok di rawat bareng? " tanya Dita


"Gak tau.. dia orang tuanya gak bilang apa apa"

__ADS_1


"Pulang sekolah kita nengokin Millie yuk? " Ajak Dita


"Ya udah entar ketemu di gerbang ya" Mendengar itu murid satu kelas Millie kembali membicarakan Millie dan Rafael dari mulut ke mulut


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Seseorang duduk disamping Irene mengulurkan sebuah coklat, Irene menoleh sekejap lalu menghapus air matanya


"Apaan nih? "


"Buat mbak.. daripada nangis mending makan coklat" Irene menggeser duduknya pemuda itu juga ikut bergeser


"Lo kenapa sih? diem di situ, lagian anak kecil bukannya sekolah malah main di taman" ketus Irene


"Tadinya mau sekolah mau ngasih coklat ini sama seseorang tapi dia di rumah sakit sama pacarnya"


"Lo suka sama pacar orang? gak laku lo? " ledek Irene


"Bukan gitu, awalnya mereka putus terus gue nunggu di cewek eh.. tau tau malah CLBK nyebelin kan? "


"Kok lo malah curhat? " Irene melirik pemuda itu


"Gak ada temen curhat aja, mbak juga pasti lagi patah hati kan? kalo mau curhat silahkan"


"Gak.. ngapain curhat sama bocil, tapi.. sini coklatnya dari pada mubazir" Irene mengambil coklat dari tangan pemuda itu


"Gue saranin ya sama lo.. kalo ceweknya gak suka jangan di kejar itu cari penyakit namanya, apalagi dia udah punya pacar.. mundur aja deh" ucap Irene


"Itu saran apa curhat mbak? " tanyanya sambil tertawa, Irene melirik dengan tatapan tajamnya


"Becanda mbak, serius amat"


"Tau ah.. thanks coklatnya, gue duluan" Irene mengambil tasnya lalu beranjak pergi


"Nama Gue Aldi, mbak siapa? " tanya Aldi


"Gak nanya dan gak usah nanya.. bye" ucap Irene tanpa berbalik dan pergi


"Cih... cewek emang gitu" gumam Aldi


Aldi menemukan sebuah buku di kursi tempat Irene duduk tadi, dia membuka buku tersebut dan menemukan nama juga tempat dia kuliah


"Irene Fransisca " Aldi iseng iseng mencari namanya di media sosial


"Fotonya aesthetic banget, kayak lagi memotretan" Aldi melihat foto Irene di akun media sosialnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ello sini" Ellia memanggil Ello saat baru sampai di rumah


"Arumi ada bilang Irene dorong dia gak? " tanya Ellia


"Dia emang bilang enggak, gue kira dia di ancam dan takut sama Irene"


"Semalam kenapa Arumi di bawa ke rumah? " tanya Ellia

__ADS_1


"Lo gak perlu tau.. " Jawab Ello lalu pergi


"Liat Arumi kenapa ya aku merasa dia punya niat gak baik" gumam Ellia


__ADS_2