
Millie semalaman merawat Rafael yang demam menggigil kedinginan, Rafael terus saja bergumam memegangi tangan Millie
"Roshie.. jangan.. jangan.. tunggu" Hati Millie mencelos padahal dia yang ada di dekatnya namun Rafael hanya mengingat Roshie
Millie melepaskan tangan Rafael dan pergi membawa wadah kompres nya ke dapur, Millie mengusap matanya yang berkaca-kaca
"Jangan.. jangan sakiti Millie.. dia gak salah" Rafael kembali meracau setelah Millie pergi
''Haha.. sakit ya? merasa paling di cintai taunya hanya pelampiasan, kita sama Millie " Ucap Anna tertawa kecil di belakang Millie
"Oh ya? sama? kita jauh berbeda" Jawab Millie
"Berbeda apanya? tetep aja lo gak bisa miliki hatinya"
"Seenggaknya gue bisa miliki raganya dari pada seseorang hanya bisa mengkhayal dan gak bisa meraih walupun cuma bayangannya" ucap Millie
"Lo... "
"Jangan bikin gue tambah kesel, lo tau ini apa? " Millie mengambil pisau daging dan melemparnya ke meja dekat tangan Anna
Pisau menancap tepat di dekat tangan Anna membuatnya terkejut dan terjatuh saat tersandung kakinya sendiri, Millie dengan tatapan tajam mengambil pisau itu dan berjalan perlahan mendekati Anna
Bukan main Anna lari tunggang langgang berteriak meninggalkan Millie, Millie segera berlari dan tidur di sofa di dekat Rafael sambil menutup matanya
"Ini apaan sih teriak teriak? " Gerutu Arumi saat Anna berteriak masuk ke kamar
"Tolong.. Millie..Millie.. "
"Millie kenapa? " tanya Ellia merasa khawatir dengan Millie
Semua orang beramai ramai masuk mendengar teriakan Anna, Millie berpura-pura baru saja bangun tidur dan terkejut melihat mereka berkumpul
"Kenapa teriak teriak? " tanya Mama Adrian
"Millie mau bunuh saya tante"
"Bunuh? bunuh apa? " Millie dengan wajah sok polosnya
"Bunuh siapa? jelas jelas Millie tidur" ucap Ello
"Lo mimpi kali.. tidur baca doa makanya jangan baca novel" ucap Millie
"Aku pertama keluar kamar, emang Millie tidur kok tangannya aja tuh liat di pegangin" ucap Adrian
Beruntung Adrian keluar setelah Millie berbaring dan menggenggam tangan Rafael, Rafael tidak terbangun sama sekali dari tidurnya ketika orang-orang mulai ramai bicara mungkin karena pengaruh obat yang di minumnya
"Lo punya masalah apa sih sama gue? tadi lo bilang gue yang ceburin lo jelas jelas gue tenggelam, sekarang gue tidur lo bilang gue mau bunuh orang.. lo pikir gue psikopat apa? " gerutu Millie
"Kamu udah keterlaluan, minta maaf" ucap mama Adrian
"Tapi aku berani sumpah"
"Orang yang apa apa suka bawa bawa sumpah biasanya bohong" ucap Millie
"Ini cewek yang di bawa temen Rafael gila apa gimana sih? " ucap temen temen Dirga
"Tau.. Millie emang galak tapi gak pernah sampe mau bunuh orang"
__ADS_1
"Lo halu kali, tidur sana" merasa tertekan akhirnya Anna berlari menuju kamar yang di tempatinya
Semua orang sudah kembali ke kamar masing masing dan Millie sudah kembali berbaring, senyum di wajah Millie mengembang
"Emang enak lo di sangka gila? jangan coba macem macem sama gue" gumam Millie
"Udah lepas ngapain lo pegang pegang tangan gue, pegang aja tuh tangan si Roshie" gerutu Millie sambil menarik tangannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Tumben lo dateng kesini" ucap Sony saat temannya datang ke rumah
"Gabut gue"
"Sama siapa kesini? " tanya Sony
"Sendiri lah.. pinjem laptop lo dong"
"Ada di kamar ambil aja" Sony lupa bahwa di kamarnya banyak foto Millie
Dia berlari menyusul temannya itu sampai tiba di depan pintu kamar, Sony kembali menutup pintu yang sudah di buka
"Lo kenapa? "
"Gak apa apa, lo tunggu di bawah aja biar gue yang ambil" jawab Sony
"Gue jadi penasaran apa yang ada di kamarnya? kenapa dia bisa panik gitu? " batinnya
"Nih.. gue ke toilet dulu" Sony memberikan laptopnya
Ada beberapa file yang terkunci dan beberapa yang tidak, Tara membuka file yang tidak di kunci dan melihat foto foto liburan, geng mereka, serta foto keluarganya
Tidak ada yang mencurigakan di file foto tersebut dia semakin penasaran dan terus menggulir hingga ke bawah, Tangannya kembali menarik foto yang sudah terlewat karena melihat satu foto yang tidak asing
"Cewek itu? tunggu.. ini bener kan cewek itu? " disana terselip satu foto Millie yang masih chubby dan polos karena masih SMP
Tara mengambil gambar tersebut dengan handphonenya, terdengar suara pintu terbuka Tara segera menutup Laptopnya
"Gue mau ke Basecamp, lo mau kesana sekarang apa nanti? " tanya Tara
"Ya udah tunggu gue taro laptopnya dulu"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tok.. tok.. tok..
"Sayang kamu di rumah? ini mama" Seorang wanita mengetuk pintu rumah Rendi
Rendi membuka pintu rumahnya dan wanita itu berhambur memeluk anaknya, Anggia menatap mereka ternyata Rendi adalah laki-laki yang manja
"Mama kangen nak.. ini siapa? pembantu baru? " Mama Rendi menunjuk Anggia
"Aku istrinya Rendi" jawab Anggia sebelum Rendi berbicara
"Istri? kamu nikah? gak mungkin"
"Ma.. dengerin dulu" Rendi menenangkan mamanya
__ADS_1
"Gak mungkin.. anak saya masih kecil dia masih kuliah, kamu pasti jebak anak saya kan biar dia mau nikahin kamu? masa depan anak saya masih panjang dia harus jadi orang yang hebat" Tanpa henti mama Rendi memarahi Anggia
"Aku di DO ma.. papa Anggia yang melakukan hal ini " ucap Rendi
"Apa? kamu menghancurkan masa depan anak saya, apa kamu terlalu kegatelan sampai menikah di usia muda? "
"Anak tante menghamili saya, saya juga masih SMA tante bukan cuma masa depan dia yang hancur tapi masa depan saya juga" Anggia yang tersulut emosi ikut berteriak
"Kurang ajar kamu berani ya teriak teriak sama saya, anak saya itu anak baik dia gak mungkin melakukan itu, jangan jangan itu bukan bayi anak saya"
"Tante pikir saya murahan? anak tante yang pertama kali dan dia yang selalu melakukan itu sama saya, kenapa tante cuma marah sama saya? " Anggia tidak bisa menahan emosinya saat di salahkan
"Dari keluarga mana wanita liar ini? "
"Tante bilang saya wanita liar? lalu anak tante apa? dia cuma laki laki yang gak bertanggung jawab dan gak berguna, laki laki sampah" teriak Anggia
Plak
Mama Rendi menampar Anggia hingga tersungkur ke lantai, Rendi sama sekali tidak menolong sang istri yang di pukuli Mamanya
"Aku udah gak tahan.. aku mau pulang" Mendengar itu Rendi menjambak rambut Anggia dan menyeretnya ke kamar lalu mengunci kamarnya
Terdengar suara jeritan dan rintihan tangis Anggia di dalam kamar, Rendi kembali memukulinya hingga dia tak sadarkan diri
"Kenapa dia? kalo sampai mati bahaya" tanya mama Rendi
"Dia cuma pingsan"
"Jangan sampai dia keluar atau dia akan melaporkan kita pada polisi"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael dan Millie ikut dalam mobil Ello sementara motor mereka di bawa teman teman Dirga, Awalnya mereka Arumi mendengus kesal karena duduk di kursi bagian belakang
"Gimana ceritanya dia bisa sama kalian? " Tanya Millie membahas Arumi yang pura pura tidur di belakang
"Awalnya kakak juga marah sama dia karena berbohong sampai Ello mikir yang enggak enggak tapi kakak kasian liat dia depresi" jawab Irene
"Depresi? sejak kapan? " Tanya Rafael
"menurut dokter dia anak broken home dan kakaknya meninggal dia juga di tinggal sama orang yang dia percaya"
"Mungkin gak sih dia bohong? tanya Rafael
" Kayaknya enggak dokternya juga yang bilang, dia suka menyakiti diri sendiri dan punya ketakutan yang berlebihan " Ucap Ello
"Kak... kakaknya itu Roshie yang jatuh waktu berantem sama gue" ucap Millie
"Jadi kakaknya meninggal itu karena. .. " Irene menggantung kata katanya
"Bukan gue yang bunuh, gue gak tau di kepeleset atau apa gue udah pegangin dia tapi Sony menyerang gue sampe tangan gue gak kuat tahan cewek itu dan jatuh" Arumi mengepalkan tangannya saat Millie menceritakan hal itu
"Ada bukti? " tanya Irene
"William udah nemu buktinya tapi Sony ambil lagi, filenya belum sempat di buka karena di kunci" ucap Rafael
"Ini beneran gak sih? jadi siapa yang bunuh kak Roshie? Sony atau Millie? " batin Arumi
__ADS_1