
"Kamu mau makan apa? kamu harus sarapan" ucap Mama Irene ketika anaknya hanya minum susu
"Makan nanti siang aja ma, aku mual kalo makan pagi pagi.. aku berangkat ya ma.. pa..
"Tunggu.. mama belum bilang kalo pernikahan kamu di laksanakan satu minggu lagi, Papanya Ello sudah menyiapkan semuanya" Irene terkejut mendengar keputusan orang tua mereka
"Kok cepet banget sih? gak bisa apa bulan depan atau 2 bulan lagi gitu? "
"Kamu gimana sih? perut kamu makin besar nanti" Irene menghela nafas kasar
" Terserah deh.. tapi jangan yang terlalu rame, sederhana aja kalo perlu cuma undang keluarga besar aja"
"Gak bisa dong sayang, Ello itu anak pertama pengusaha besar gak bisa kalo nikah sederhana.. semua orang harus tau pernikahan kalian" ucap mama Irene
"Biar aku yang bicara nanti sama om Maxime, aku berangkat ya" Irene mencium tangan kedua tangan orang tuanya sebelum berangkat
"Apalagi yang akan dia lakukan? " gumam mama Irene
"Biarkan saja, lagi pula pesta besar akan melelahkan kasihan Irene.. kita bisa melakukan pesta besar nanti sambil menyambut cucu kita" jawab papa Irene
"Kamu memang selalu menuruti keinginan Irene"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie nanti pulang sekolah ada waktu gak? " tanya Dita
"Kenapa emang? "
"Dita mau beli anjing sama Niko, mau ikut gak? " Millie tampak berpikir
"Boleh... gue juga mau beli"
"Gue ikut dong, biar Millie pergi sama gue.. ya? " Aldi ikut nimbrung
"Aldi masih usaha aja" ledek Dita
"Siapa tau kan Millie berubah pikiran" ucapnya sambil tertawa
"Gak lucu" ucap Millie sambil mengusap wajah Aldi
Saat jam pulang sekolah Millie dan Dita menunggu di depan gerbang karena Aldi dan Niko sedang di minta bantuan oleh guru, motor Rafael berhenti di samping Millie namun Millie Seolah tak melihatnya
"Ayo pulang" ucap Rafael
"Aku mau liat liat anjing dulu sama mereka" jawab Millie
"Aku bisa antar"
"Gak usah.. kamu udah makan? " Tanya Millie
"Belum... aku mau makan sama kamu"
"Kalo gitu makan, gak perlu nunggu aku" ucap Millie, mobil Niko dan Aldi sudah berhenti di hadapan mereka
"Mau ikut gue apa pacar lo? " tanya Aldi memastikan
"Aku pergi ya, gak enak udah janji sama Aldi" tanpa menunggu jawaban Rafael, Millie masuk ke dalam mobil Aldi
"Kenapa? lo lagi marahan? " tanya Aldi
"Jangan banyak tanya, jalan" jawab Millie dingin
__ADS_1
"Kak... anterin aku pulang ya" Anna menghampiri Rafael
"Pulang aja sendiri" ketus Rafael lalu pergi mengikuti mobil Aldi
Niko dan Dita sudah mendapatkan anjing yang mereka cari dan sengaja membeli anjing yang sama, sementara Aldi juga keluar dengan anjing yang lucu
"Kalian beli samaan? nih liat punya gue lebih lucu" ucap Aldi
Millie keluar namun bukan dengan anjing lucu seperti yang lainnya, ketiganya sampai ketakutan melihat anjing yang di tuntun Millie
"Millie jangan ambil yang itu nanti kalo lari Millie ikut ke seret" ucap Dita
"Kak Allea bakal marah besar" Niko tau kakaknya itu orang yang sangat penakut
"Lo yakin? " tanya Aldi
"Kenapa emangnya? lucu kan? "
"Lucu? gila kali" Ucap Aldi
"Lo aja yang gila, ngapain beli anjing kecil mending yang gede sekalian bisa jaga rumah.. pulang ayo" Millie jalan lebih dulu dengan anjingnya
"Untung Millie gak ikut sama kita" ucap Dita
Rafael bersembunyi membuntuti Millie sampai Aldi benar-benar mengantarnya ke rumah, setelah melihat Millie masuk barulah Rafael pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa duduk disini nak? kenapa gak tunggu di ruangan aja? " Irene berdiri menghampiri Max
"Katanya om gak ada jadi cuma boleh nunggu di luar"
"Perhatian.. Semua orang berhenti dari pekerjaannya
" Ini calon menantu saya, jika dia datang ke kantor tolong bawa ke ruangan saya ada atau pun tidak saya di tempat dan layani dengan baik mengerti? "
"Mengerti tuan"
"Kembali bekerja, mari" Irene mengikuti langkah Max menuju ruangannya
"Kamu udah lama nunggu? "
"Ahh.. gak terlalu lama juga" jawab Irene
"Mau minum atau apa? "
"Gak usah om repot repot om, aku cuma mau tanya soal.. pernikahan" ucap Irene dengan ragu
"Kamu tenang aja, gedung dan lain-lain sudah om siapkan, undangan sebentar lagi siap tinggal sebar"
"Emm... itu.. em.. " Irene tampak ragu ragu
"Ada apa? katakan saja, ini pernikahan kamu jangan sampai kamu merasa gak nyaman"
"Begini om.. gimana kalo yang di undang cuma keluarga besar dan pestanya sederhana aja, maksudnya... aku kan lagi hamil jadi cuma takut kelelahan aja" Irene sebenarnya takut mengatakan hal ini melihat wajah Max yang serius
__ADS_1
"Terserah kalian saja.. kalian yang akan menjalankannya, apa sudah berdiskusi dengan Ello? " tanya Max
"Nanti aku bicara sama dia"
"Ya... kalo kalian sudah mendapat keputusan kasih tau kita" ucap Max
"Makasih om.. kalo begitu aku permisi, maaf mengganggu waktunya"
"Santai saja, kamu bisa datang kalo ada keperluan, mau di antara supir? " Tanya Max saat Irene hendak pergi
"Gak perlu om, saya bawa mobil"
"Ya sudah.. hati hati" Irene mengangguk dan tersenyum lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Milliiiieeee... " Allea berteriak ketika melihat anak gadisnya membawa anjing besar pulang
"Kenapa sih mama teriak teriak"
"Ngapain kamu bawa anjing segede anak sapi? " Allea sampai naik ke kursi yang ada di terasnya
"Kecil gini di bilang segede anak sapi, boleh pelihara ya ma.. aku nabung lama buat beli ini"
"Gak ada.. gak ada.. buang jauh jauh"
"Ayo lah ma... coba pegang dulu nanti mama pasti suka" tiba-tiba anjing itu menggonggong keras ke arah Allea
"Aaaaa... pegang kamu bilang? belum di pegang aja dia udah kayak mau nelen mama"
"Ini kenapa ribut ribut? " Max baru saja turun dari mobilnya
"Ini liat anak kamu bawa anjing gede gitu, suruh buang"
"Jangan dong pa.. kan aku nabungnya lama buat beli ini, lagian gak di bawa ke dalam rumah biar di halaman aja" Millie memohon
"Kamu bisa gak ngurusnya? jangan sampe beli hewan tapi gak bisa pelihara dengan baik"
"Bisa pa.. bisa.. jadi boleh kan? " Wajah Millie berbinar
"Boleh... nanti beli rumahnya simpan di dekat pos satpam"
"Oke..... makasih papa" Millie tersenyum manis sementara Allea menatap suaminya setajam silet
"Apa sayang? biarin ajalah kasian" Allea melipat tangannya di dada menatap sinis suaminya
"Kan ada papa jadi mama gak usah takut ya, sini turun sayang" Bujuk Max membuat Millie terkekeh
"Gak... sana bawa jauh jauh anjingnya mama baru turun"
"Mama mau pegang? " Millie malah membawa anjing itu mendekat
"Millie... " pekik Allea
"Takut sayang? sini sayangku biar papa gendong" Max mengangkat tubuh istrinya dengan satu tangan melenggang masuk ke dalam rumah
"Kira kira gue nanti kalo nikah gimana ya? " pikir Millie saat melihat papa dan mamanya
"Haish... oon" Millie memukul kepalanya sendiri saat membayangkan dia dan Rafael yang ada di posisi Max dan Allea
"Pak.. jagain ya nanti kalo rumahnya datang simpan di dekat pos satpam, jangan lupa iket nanti mama ngomel lagi" Millie menyerahkan anjingnya pada satpam
__ADS_1