Youth Love

Youth Love
eps 103


__ADS_3

"Kak kemana aja gak pulang berhari-hari? " Tanya Anna saat Rafael baru saja pulang ke rumah


"Bukan urusan lo, minggir" Rafael menyingkirkan Anna yang menghalangi jalannya


"Kamu baru pulang? " Rafael memicingkan mata menatap orang yang menyapanya


"Kenapa orang ini ada disini? " Rafael menunjuk papa tirinya


"Jaga sikap kamu Rafael, apa seperti ini sikap kamu sama orang yang lebih tua" Sergah mami Rafael


"Sikap yang mana mi? mami gak tau aja gimana kelakuan suami mami di belakang, dia udah punya keluarga baru mi"


"Kamu memfitnah papa cuma karena wanita itu? " bentak Mami Rafael


"Ini gak ada hubungannya sama Millie, aku liat dengan mata kepalaku sendiri dia sudah punya anak dari wanita lain" lagi lagi Rafael menunjuk papa tirinya


"Kalo memang benar mana buktinya? kamu jangan mengada-ada, papa selama ini cari kerja buat kita"


"Buat kita? mami udah di butakan cinta" ucap Rafael


"Kamu yang di butakan cinta, jelas jelas orang tua gadis itu yang membuat keluarga kita menderita kamu masih mengejar dia? "


"Justru papanya berbuat baik dia ingin menyelamatkan kita dari hutang yang di buat pria ini, awalnya papa Millie emang mau balas dendam tapi dia membantu kita karena tau perusahaan kita banyak kehilangan uang termasuk uang investor yang gak masuk akal " Rafael berusaha memberitahu alasan kenapa Max melakukan itu


"Balas dendam apa? kenapa juga dia peduli kalo niat awalnya buat balas dendam? "


"Aku sempet berbuat jahat sama Millie dan Millie hampir kehilangan nyawanya karena aku itu yang membuat aku dan Millie putus waktu itu, papa Millie mau bantu karena dia teringat almarhum papi.. dia lihat perjuangan papi dulu"


"Aku memang patut di salahkan, kalau Rafael tidak bisa menerima aku pergi saja" ucap papa tiri Rafael


"Pergi dan jangan pernah kembali, bersyukur karena gue gak laporin lo ke polisi" Rafael mencengkram kerah baju papa tirinya lebih tepatnya mencekiknya


"Rafael jangan keterlaluan" mami Rafael menarik anaknya ke belakang


"Mami kenapa sih? buka mata mami lebar lebar dia bukan suami yang baik" bentak Rafael yang tersulut emosi


Plak


"Berani kamu sekarang bentak mami? lebih baik kamu sama wanita-wanita seksi itu dari pada kamu bersama Millie, gadis itu sudah merubah kamu"


"Mami yang salah menilai, semoga mami gak menyesal di kemudian hari" Rafael pergi ke kamarnya dia mengemas baju bajunya dan pergi dari rumah itu


William mengintip Rafael yang sudah pergi dari jendela kamarnya, dia kembali berbaring setelah mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah pintu kamarnya


"Mami lagi ada masalah.. mulai saat ini aku yang urus kamu" ucap Anna


"Kamu mau ke kamar mandi? " Tanya Anna, William memang ingin pergi ke kamar mandi kemudian dia mengangguk


Anna membawanya ke dalam kamar mandi yang berada di dapur, setelah membawa Millie masuk Anna membantunya berdiri dan membuka resleting William

__ADS_1


William segera menepis tangan Anna kemudian menggeleng lemah, Anna mengerti William sekarang bisa menggerakkan kedua lengannya meskipun masih belum kuat


"Oke.. oke.. sorry aku kira.. ahh sudahlah aku tidak akan melihatnya" Anna hanya menahan tubuh William dari belakang tubuhnya


"Udah? sekarang cuci tangan dan kembali tidur" Anna mencuci tangan William lalu kembali membawanya ke kamar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Brak


"Lo bikin kak Rafael ribut sama maminya'' Millie hanya menatap dingin Anna


" Lo yakin gue yang bikin Rafael ribut sama maminya? "


"Kalo bukan karena lo terus karena siapa? kak Rafael sampe berani bentak mami dan sekarang dia pergi dari rumah" ucap Anna


"Bukannya karena papa tirinya? lo pikir gue gak tau apapun? cih.. lo terlalu menganggap remeh gue"


Jelas saja Millie tahu karena William memberitahunya bahwa semalam Rafael bertengkar gara gara kehadiran Papa tirinya, Anna semakin kesal melihat wajah Millie yang biasa biasa saja


"Lo keterlaluan.. jauhin kak Rafael atau lo akan tau akibatnya" ancam Anna


"Cihh... lo ngancem gue? lo belum kenal gue dengan baik, semakin lo mengancam maka itu akan semakin menantang" Millie tersenyum smirk


"Lo harus di kasih pelajaran" Anna hendak melayangkan tangannya namun Millie lebih dulu menangkisnya dan menariknya hingga Anna terjatuh di lantai


Millie menginjak tangan Anna hingga dia meringis kesakitan, tidak ada yang berani menghentikan Millie karena mereka akan tahu akibatnya jika ikut campur


"Kalo masih lemah jangan cari gara gara sama gue, minggir sana bikin mood gue ancur aja" Millie baru melepaskan tangan Anna


"Millie gak boleh gitu" Dita mengingatkan


"Diem lo ikut ikutan.. gedeg gue sama manusia kek lo semua" ucap Millie lalu pergi membawa tasnya


"Millie bolos lagi" ucap Dita pada Niko


"Tau.. dia udah lama gak pernah kabur sejak Abra meninggal sekarang dia kumat lagi" jawab Niko


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hai Abra... gue lagi bete" Millie duduk di sebelah pusara Abra


"Gue bolos lagi tapi tenang aja gue gak ajak sahabat lo kok, gue gak mau kalian di hukum lagi karena ngikutin kemauan gue"


"Semenjak lo pergi hidup gue banyak berubah, gue kesepian Abra.. kalo aja lo masih ada gue bisa menghapus segala kesedihan dan kejenuhan gue sama lo.. gue kangen ikut tawuran" ucap Millie sambil terkekeh


"Lo di syurga apa neraka? hhmm.. ngomongin syurga sama neraka gue jadi takut mati, gue takut masuk neraka.. kalo lo di syurga ajak ajak gue ya tapi kalo lo di neraka lo diem diem aja jangan ajak gue" saking bosannya Millie dia bicara pun ngawur


"Jangan cemburu ya.. gue mau curhat sama lo, gue lagi galau banget"

__ADS_1


"Lo tau kan Rafael? ya.. mantan guru kita, gue sayang sama dia sama lo juga jadi jangan cemburu tapi mami nya benci sama gue.. gue harus jauhin dia apa enggak? gue gak mau dia durhaka sama orang tuanya tapi di sisi lain gue gak bisa lupain dia" Millie bicara sambil mencabut rumput liar di atas makam Abra


Seseorang di belakangnya terkekeh mendengar setiap perkataan Millie, dia mengikuti Millie saat masih di sekolah bahkan dia melihat Millie memanjat dinding


"Galaunya udahan ya.. aku juga sayang sama kamu" Rafael duduk di belakang Millie dan memeluknya


"Kamu ngapain disini? " tanya Millie


"Aku ngikutin anak gadis yang manjat dinding sekolah, terus dia ngomong sendiri kayak orang gila" Jawab Rafael


"Siapa yang ngomong sendiri? aku ngomong sama Abra"


"Emang dia denger? emang dia bisa jawab? " Tanya Rafael


"Gak tau.. Cuma Abra yang bisa jaga rahasia dan mau dengerin aku" ucap Millie


"Kenapa gak ke bengkel aja? aku dengerin apapun cerita kamu kalo perlu aku tutup bengkelnya buat dengerin cerita kamu"


"Itu maksudnya ngejek apa gimana? " Millie menoleh pada Rafael yang memeluknya dari belakang


"Cantik banget sih.. berapa hari kita gak ketemu kamu makin cantik aja"


"Kamu kemana aja? " tanya Rafael


"Ada.. aku gak kemana mana" jawab Millie


"Kenapa gak jawab telepon aku? pesan juga cuma di buka doang"


"Aku sengaja menghindar dari kamu, aku gak mau bikin mami kamu kesel dan gak mau bikin kamu melawan mami" jawab Millie


"Maafin mami ya... mami gak tau apa yang sebenarnya terjadi aku udah jelasin tapi dia gak percaya"


"Gak apa apa" Singkat Millie


"Mau pulang? biar aku anter"


"Ayo.. aku udah lama juga disini"


"Abra gue balik dulu ya.. nanti gue kesini lagi" Saat Millie bangun kakinya sulit di gerakan karena kesemutan


"Tunggu... kaki aku kesemutan" Rafael mengangkat tubuh Millie sampai ke motor


"Masih kesemutan? " tanya Rafael


"Enggak.. ayo pulang"


"Kita makan dulu ya aku laper" ucap Rafael


"Langsung pulang aja, kita makan di rumah sambil ngomongin pernikahan kak Ello sama kak Irene"

__ADS_1


" Ya udah ayo.. asal kamu senang aku temenin" ucap Rafal


__ADS_2