Youth Love

Youth Love
eps 98


__ADS_3

"Woi sialan.. buka lepasin gue, siapa yang nyuruh kalian? " Rendi berteriak di dalam jeruji besi


"Bilang sama bisa kalian hadapi gue satu lawan satu jangan keroyokan"


"B*ngs*t lepasin gue" pintu tiba-tiba terbuka seseorang yang baru dia lihat masuk


Tubuhnya tinggi, besar, dengan hanya menggunakan celana tanpa baju, tubuhnya di penuhi tatto tatapannya tajam seperti elang


"Ngapain teriak teriak? " ucapnya dingin


"Lepasin gue, lo pasti cuma bawahan kan? sama kayak mereka, panggil bos kalian " teriak Rendi


"Lo pikir bosnya siapa? "


"Lo pasti di suruh papanya Anggia kan? gue gak takut panggil dia ke sini" Max tersenyum smirk


"Lo pikir yang bawa lo kesini itu dokter culun kayak dia? lo gak tau siapa gue? " ucap Max


Dengan satu panggilan Max mengumpulkan semua anak buahnya, Rendi mulai di buat panik dengan keberadaan Max disana


"Buka" titah, seorang pria membuka pintu jeruji besi tersebut


"Kunci" Dia kembali menuruti perintah Max


"Lo mau lawan bos mereka kan? gue bos nya.. sini maju kalo lo bisa ngalahin gue, lo bisa keluar dari sini tanpa perlu bertanggungjawab sama Anggia" ucap Max


Melihat Max di hadapannya membuat Rendi menciut namun demi bisa keluar dari sana Rendi harus melawannya, Membuat Rendi babak belur tidak membutuhkan tenaga bagi Max


Rendi akhirnya menyerah dan kelelahan sendiri menghadapi serangan Max, Max tersenyum smirk keluar dari jeruji besi itu


"Kumpulin dulu tenaga lo, nanti baru lawan gue lagi" ucap Max lalu pergi


"Lo beruntung karena berurusan sama anak orang lain, coba kalo sama anak tuan hari ini mungkin jadi hari terakhir buat lo" ucap penjaga lalu pergi meninggalkan dia sendirian


"Sial... siapa dia sebenarnya? apa hubungan dia sama Anggia? " Batin Rendi mengusap sudut bibirnya yang berdarah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ngapain ngapain disini sendirian? " Sony menghampiri Ellia yang sedang berdiri di depan toko buku


"Bukan urusan kamu" ketus nya


"Kamu gak bisa lupain aku kan? "

__ADS_1


"Pede banget kamu, aku udah punya pacar baru.. mungkin kamu yang gak bisa move on" hardik Ellia


"Gak bisa move on? Sejak awal aku deketin kamu cuma buat manas-manasin Millie doang, dia terlalu jual mahal"


"Kamu pikir aku peduli? gak sama sekali, aku udah punya pengganti kamu yang lebih baik, lebih perhatian dan gak posesif.. kalo gak ada keperluan lagi aku permisi" Ellia hendak membuka pintu mobilnya namun Sony menarik tangannya


"Kamu gak cinta kan sama pacar kamu? aku tau dia yang selalu ada buat kamu dari awal kita pacaran, kamu cuma manfaatin dia kan? "


"Sakit.. kamu kenapa sih? lepasin gak" Ellia berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Sony


Seseorang menarik paksa tangan Sony agar melepaskan tangan Ellia, Sony menatap merendahkan pria tersebut


"Masuk" Titah Rafael, Ellia pun segera masuk ke dalam mobilnya


"Gue masih punya urusan sama lo, berani-beraninya lo macem-macem sama nyokap gue"


"Lo yang duluan, kembaliin flashdisk gue atau gue gak akan segan bikin nyokap lo celaka" ancam Sony


"Flashdisk apa maksud lo? lo cuma cari cari alasan buat bikin kekacauan" Rafael menyerang Sony dan diantaranya terjadi perkelahian


Karena kalah telak Sony akhirnya pergi di susul Rafael yang mengejarnya dengan motor, Ellia yang khawatir dengan keduanya pergi mengikuti mereka


Ellia menelpon Millie untuk meminta bantuan papanya karena takut terjadi sesuatu pada Rafael, Ellia masih menelpon sambil menjelaskan jalan yang mereka lewati


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku lagi males ma.. aku ngantuk"


"Temui sebentar sayang, masa sama calon suami gitu" ucap mama Irene


"Iya.. iya... aku keluar bentar lagi" Baru saja Irene membuka pintu ternyata Ello sudah berdiri di depan pintu


"Belum minum kan? nih gue juga bawain lo truffle"


"makasih" ucap Irene


Saat Irene kembali akan masuk ke dalam kamar Ello mendorong pintu kamar Irene hingga terbuka, Ello begitu terkejut melihat keadaan di dalam kamar Irene


"Tadinya gue kesini mau ajak lo liat liat baju pengantin, tapi kayaknya lo harus beres beres deh"


"Nanti aja, atau lo liat baju sendiri dulu deh atau lo pilih aja bajunya sesuai selera lo nanti tinggal gue coba" ucap Irene


"Lo duduk aja" Ello mendorong pelan tubuh Irene agar duduk di ranjang

__ADS_1


Ello mulai membereskan sampah sampah yang berserakan di lantai, Irene hanya memandangi nya sambil sesekali tersenyum sambil mengelus perutnya


"Lain kali gak boleh berbatasan lagi, gue gak mau satu kamar sama orang jorok"


"Siapa juga yang mau satu kamar sama lo? " ketus Irene


"Kita kan mau nikah otomatis akan tidur satu kamar"


"Lo bisa tidur di lantai, sofa, Atau pindah ke kamar lain" ucap Irene


"Lo benci sama gue? kesel, marah, atau lo benci sama gue karena bawaan bayi? " Ello kini duduk di hadapan Irene


"Gak tau" Irene tidak ingin menatap wajah Ello dia memalingkan wajahnya kearah lain


"Liat gue, bukannya lo dulu suka sama gue? bukannya dulu lo mengagumi gue? lalu dimana kekaguman itu sekarang? " Ello memegang dagu Irene dengan satu tangannya


"Bukannya lo dulu benci sama gue? bukannya lo bilang gue tukang cari perhatian dan pembohong? lo bilang gue si tukang cari masalah, pecicilan tapi kenapa sekarang lo bersikap seperti ini? "


"Karena lo calon istri gue, lo ibu dari anak gue, maaf buat semua yang pernah gue ucapin sama lo" ucap Ello


"Jadi kalo bukan gue yang jadi istri lo, lo gak akan bersikap baik sama gue? Atau kalo anak ini gak ada lo gak akan nikahin gue kan? "


"Bukan gitu, bisa gak sih lo lupain masa lalu? kita buka lembaran baru dengan keluarga kecil kita"


"Cih... " Irene tersenyum smirk melepaskan tangan Ello dari dagunya


Saat Ello hendak bicara tiba-tiba saja handphonenya berdering, Ello meninggalkan kamar Irene untuk menjawab teleponnya


Irene menunggu Ello kembali namun dia tak kunjung kembali setelah beberapa lama, ternyata mamanya memberi tahu bahwa Ello sudah pulang setelah menjawab telepon


"Siapa yang telepon dia? kenapa dia masih menjadi tanda tanya buat gue" gumam Irene


Dia bersikap dingin di hadapan Ello namun jika Ello benar-benar pergi dia merasa kecewa, entah apa yang di rasakan Irene saat ini


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Jadi lo gak berani lawan gue sendiri? pengecut" ucap Rafael ketika Sony membawanya pada teman-temannya


"Ayolah bang.. dulu kita teman kenapa sekarang jadi begini? " ucap salah satu dari mereka


"Kesalahan ada di kalian, semua yang kalian dengar itu salah.. suatu saat kalian akan menyesal" jawab Rafael


"Dia gak mungkin percaya sama kita lagi, dia udah berubah"

__ADS_1


"Kalian juga tega membuat wanita tua ketakutan.. gue kesini buat bikin perhitungan sama kalian" ucap Rafael


"Banyak omong.. serang" teriak Sony


__ADS_2