
"Mampus gue"
"Siapa yang mampus bang? " Tanya teman temannya
"Rafael... aku tau tempat ini dari papi"
Bersamaan dengan datangnya wanita itu Millie juga sudah berdiri di belakang wanita tersebut dengan motornya, Millie berniat putar balik namun Rafael segera menghadangnya
"Mau kemana yang? ayo sini" Rafael membawa Millie kembali
"Hai... kamu tunangannya Rafael ya? " Wanita itu mengulurkan tangannya
"Iya.. " Millie tersenyum kikuk menerima jabatan tangannya
"Aku kesini cuma mau cari temen.. kalian mau kan jadi temen aku juga? "
"Mau banget dong"
"Iya mau banget"
"Sering sering aja main bareng siapa tau ada jodoh" ucap teman teman Rafael menggoda nya
"Emm.. Rafael makasih ya udah mau nganterin aku pilih perhiasan, itu buat kado dan mami aku suka banget "
"Itu kan kamu yang pilih" jawab Rafael
"Ini pipi kamu kenapa? " tiba tiba wanita itu menyentuh pipi Rafael, raut wajah kesal begitu terlihat di wajah Millie
"Itu lagi main apa? ikutan dong" Millie menghampiri William meninggalkan Rafael
Millie menopang lengannya di bahu William melihat permainan yang sedang mereka mainkan, lagi lagi Rafael di buat terbakar dengan sikap Millie yang dekat dekat dengan temannya
"Kayaknya jawabannya gini deh" Millie menggeser William dan teman di sampingnya untuk menjawab pertanyaan di aplikasi permainan yang sedang mereka mainkan
"Iya bener.. pinter lo" ucap teman Rafael
"Sini.. geser geser gue yang jawab" Millie menggeser mereka dan duduk di apit kedua pria
"Gak ada.. gak ada.. ayo pulang" Rafael menarik Millie ke belakang
"Dia cemburu, hei... cemburu buta" teman Rafael bernyanyi sambil mengejek dan tertawa
"Diem lo" Rafael mengusap wajahnya lalu menarik Millie pergi dari sana
"Rafael mau kemana? " wanita itu berdiri hendak mengejar Rafael
"Jangan di kejar, ceweknya galak bisa bisa nanti kamu patah tulang" celetuk teman Rafael membuat langkahnya terhenti
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Anak buah papa Raisa sudah berdiri di depan rumah Max untuk melaksanakan perintah, teleponnya berdering ketika perintah dari papa Raisa datang
Irene sedang merapihkan bajunya di dalam lemari sementara Ello berada di kamar mandi, tiba-tiba kaca jendelanya pecah di lempar seseorang
Bukan batu melainkan botol yang di isi bensin dan di bakar, beruntung botol tersebut tidak mengenai Irene dan langsung jatuh ke ranjang membuat nya terbakar
__ADS_1
"Aaaaa..... tolong.. api" Irene menjerit ketakutan juga terkejut
Ello berlari dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang dililit di pinggangnya, begitu gemetar tubuh Irene jatuh lemas duduk di lantai
"Sayang kamu gak apa apa? jawab aku" Ello begitu takut melihat Irene hanya menangis gemetar
"Ayo keluar" api semakin besar Ello harus membawa Irene pergi lebih dulu
Setelah Irene di selamatkan Ello dan Max memadamkan api tersebut, Irene di tenangkan oleh Allea juga Ellia karena masih syok
"Assalamu'alaikum... " Millie baru saja pulang sambil melompat lompat masuk ke dalam rumah
"Kak Irene kenapa? " tanya Millie
"Itu ada yang lempar botol pake api, untuk gak kebakaran cuma ranjang aja yang ke bakar" ucap Ellia
"Wah... siapa yang melakukan itu? "
"Kalo tau udah di tangkap dari tadi Millie" ucap Allea
"Jangan.. jangan... " Millie teringat sesuatu lalu kembali berlari keluar
"Aduh.. anak itu mau kemana lagi? " Allea begitu pusing dengan kelakuan anaknya yang satu ini
Millie berpapasan dengan sebuah motor yang di tumpangi dua pria, Millie curiga mereka yang melakukan itu dan berniat mengejarnya
"Sial... " Millie kehilangan jejak mereka
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bagus.. kalian tunggu kabar selanjutnya"
"Baik tuan, kami permisi"
"Bagaimana Maxime? keluargamu akan mendapatkan kejutan kejutan yang tak di duga.. haha.. ahaha.. " Pria itu tertawa sendiri
Sebenarnya papa Raisa memiliki kekesalan di hatinya bp ada Max karena pengajuan kerjasamanya di tolak mentah mentah, Max juga mengkritik habis habisan cara papa Raisa berbisnis yang rawan terjadi kerugian
Merasa tak Terima papa Raisa hanya memendam kekesalannya dan kini kekesalannya memuncak saat anak semata wayangnya merasa dipermalukan oleh keluarga Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael dan mami nya kini tinggal di rumah oma karena tidak ada yang merawatnya, Mami Rafael juga kasihan memberikan oma pada perawat ataupun asisten rumah tangga
"Mama kenapa sih selalu aja ada memar di tubuh mama padahal mama tiduran terus" Mami Rafael sedang membersihkan tubuh oma
"Ini semua gara gara anak kurang ajar itu, dia sok baik di depan kalian" batin Oma
Raisa selalu datang berdalih menjenguk Oma padahal dia hanya ingin menyakiti oma saja, kerap kali Raisa memukul bahkan mencubit oma hingga luka memar ketika tidak ada orang
Mami Rafael tidak menyadari itu meskipun oma menunjukkan sikap tidak sukanya jika Raisa berkunjung
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang hari ini kita ketemu oma ya" Millie melirik sejenak
__ADS_1
"Aku takut, oma kayak nolak gitu kalo ada aku"
"Takut kenapa? oma nya juga gak bisa Ngapa-ngapain kamu"
"Justru itu.. aku takut oma kecapean nanti kenapa napa" jawab Millie
"Enggak... kamu harus bisa ngambil hati oma"
"Terserah kamu aja deh" ucap Millie
"Nanti pulang sekolah aku jemput ya, kita ke rumah oma"
Benar saja saat Millie pulang sekolah Rafael sudah menunggu di depan sekolah, ketika melihat Millie Rafael turun dari mobil dan menghampiri Millie
"Gak usah gini.. malu" protes Millie ketika Rafael memayungi nya dengan tangan
"Kan panas yang.. kalo kamu item gimana? "
"Kamu malu punya pacar item? kamu gak mau sama aku kalo aku item? "
"Enggak.. kamu suudzon banget sih"
"Siapa tau kan, kamu cuma mau yang bening" Millie masuk ke dalam mobil ketika Rafael membukakan pintunya
"Mau dekil, bening, transparan atau apapun itu, selama itu kamu aku mau" Millie berekspresi seperti ingin muntah
"Bohong banget.. " Millie mencebikkan bibirnya
"Gak percaya? "
"Enggak... " Jawab Millie
"Gemes banget sih... pengen makan deh" Rafael menarik Millie dan memeluknya
"Iihh.. lepasin gerah tau"
"Jangankan gerah, panas aja aku mau asal sama kamu" ucap Rafael sambil terkekeh
"Kamu kenapa sih jadi begini? salah makan? "
"Aku gemes sama kamu, deket kamu rasanya hampir gila aku" Rafael masih memeluk Millie bahkan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher gadis itu
"Bisa diem gak sih? geli" Millie menggelengkan kepalanya saat Rafael menciumi lehernya
Millie terlihat gelisah dengan apa yang di lakukan Rafael, kedua mata itu bertemu saling memandang dengan tatapan sayu
"Kamu tau kan rasanya sekarang? gitu perasaan aku waktu deket sama kamu" ucap Rafael
Millie malu bukan main dia memalingkan wajahnya menarik diri dari Rafael, Rafael masih menatap Millie dengan tatapan nakalnya
"Udah jangan liatin gitu" Millie menutup tubuhnya dengan ransel
"Bisa gak sih kamu cepetan gedenya, aku gak sabar nunggu kamu matang" ucap Rafael
"Matang apaan? emangnya aku buah? "
__ADS_1
"Lebih dari itu, kamu lebih manis dari buah" Rafael menarik tengkuk Millie dan menciumnya