
Jam pulang sekolah Millie pulang paling terakhir karena kembali di hukum saat tidak mengerjakan PR pada mata pelajaran guru lain, keadaan sekolah mulai sepi hanya ada beberapa anak di halaman depan sekolah
Millie keluar dari kelas berjalan menuruni anak tangga satu persatu, tiba tiba pria berpakaian serba hitam itu kembali muncul
Dia berlari dari arah belakang Millie dan mendorongnya ke samping hingga Millie terhuyung jatuh kebawah, beruntung Millie bisa meraih pegangan tangga dan dengan mudah memanjat naik lagi ke atas
"Cih.. untung gue masih selamat kalo gue beneran jatuh mampus" Millie melihat lagi ke bawah dengan ketinggian mencapai empat sampai lima meter
"Apa dia keturunan sun go Kong? " Rafael tercengang saat mengintip Millie memanjat tangga dari samping
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ice cream! " Dirga memberikan ice cream pada Ellia
"Thanks" Ellia tersenyum ke arah Dirga
"Gak sedih lagi? " Tanya Dirga
"Enggak.. kan ada kak Dirga, lagi pula kemaren juga sedihnya dia berani nyakitin Millie"
"Kemaren gara gara aku ninggalin Millie, aku jadi merasa bersalah banget" lirih Dirga
"Bukan salah kak Dirga juga, tapi Millie benar-benar cewek kuat badannya lebam lebam tapi gak ngeluh sakit"
"Dia kan bukan cewek" ucap Dirga sambil tertawa
"Iihh.. dia adik aku"
"Aku tau.. tapi emang sikapnya gak mencerminkan kelakuan cewek, dia bar-bar dari kecil" Jawab Dirga
"Hmm.. tapi dia bisa anteng kalo main sama kak Dirga dan Ello aja, sampe sekarang pun Millie lebih terbuka sama Ello"
"Ehh.. itu Millie" Dirga menunjuk Millie yang baru saja datang ke kampus
"Millie.. " teriak Dirga memanggil nya, namun Millie tidak menoleh sama sekali
Sebenarnya Millie sudah melihat Dirga dan Ellia yang sedang makan ice cream dan tertawa bersama, dia teringat kata kata Ello semalam
Flashback on
"Lo suka sama Dirga ya? " Millie hanya diam menundukkan wajahnya
"Gue tau sebenarnya kemaren lo ngelakuin hal nekat sama Sony sebenarnya karena marah Dirga ninggalin lo buat nolong Ellia kan? "
"Jangan sembarangan ngomong deh" ucap Millie
"Gue gak sembarangan ngomong, gue tau dari tingkah lo ke dia, sekedar saran aja sih lupain dia kalo lo gak mau kecewa"
"Sok tau lo" ketus Millie
"Lo tau gak? Dirga udah lama suka sama Ellia bahkan saat kita masih anak anak, itu alasannya kenapa dia gak punya pacar karena dia pengen selalu ada di saat Ellia butuh"
"Kalo dia suka kenapa gak bilang? " tanya Millie
"Gak tau, itu cuma dia yang tau.. cari cowok lain, gue gak mau lo sakit hati, lo tau kan kalo ada orang yang nyakitin adik gue maka dia musuh gue"
__ADS_1
"Demi pertemanan kita gue akan jaga jarak sama dia" lirih Millie
"Bagus.. lo bisa cari cowok lain" ucap Ello seraya mengusak kepala Millie
Flashback off
Millie kebingungan mencari ruang kelas Ello berada di lantai berapa dan ruangan berapa, para mahasiswa hanya melihatnya dari atas sampai bawah tanpa bertanya
"Kenapa sih pada liatin? gue aneh ya? " gumam Millie
"Cari siapa dek? " tanya seorang pemuda
"Itu kak.. ruangan kak Ello sebelah mana? " mendengar nama Ello di sebut sebut para wanita berkumpul mendengarkan percakapan Millie dan pemuda itu
"Lurus aja nanti belok kiri, ruangan ke tiga"
"Makasih kak" ucap Millie lalu pergi
Millie merasa di perhatikan banyak orang dan kembali menoleh kebelakang, benar saja wanita wanita itu menatapnya sampai dia berbelok pun mereka masih menatapnya
"O.. my god, kak Ello terkenal banget" gumam Millie
"Kakak.. " Millie berlari kecil memeluk Ello yang baru saja dari kantin
"Kok kesini? kan gue udah bilang nanti di jemput"
"Udah pulang dari tadi, kalo langsung ke rumah jenuh makanya kesini aja" Millie masih memeluk Ello membuat para wanita itu menatap tidak suka padanya
"Jangan begini.. lo gak malu di liat orang? " ucap Ello ketika Millie bergelayut manja di lengannya
"Kamu ganteng banget sih, aku tunggu disini sampe kamu pulang" ucap Millie dengan lantang seraya mencubit kedua pipi Ello
"Tunggu di kantin aja.. nih" Ello memberikan kartu kreditnya pada Millie membuat para wanita itu semakin menganga lebar
"Oke.. " Millie berjinjit untuk mencium pipi Ello
"Seneng banget lo manas manasin orang" bisik Ello ketika Millie menciumnya
melihat para wanita menghentakkan kakinya geram dengan kedekatan Millie dan Ello, Millie tertawa sendiri sambil berjalan kearah kantin ketika puas membuat para wanita itu jengkel
"Luar biasa kak Ello.. padahal kalo lo niat bisa pacarin semuanya, lo nyari yang gimana sih? " gumam Millie
Ada seorang wanita yang berjuang mati matian mencari informasi Millie pada teman dekat Ello, sampai-sampai dia menyuapnya agar memberitahu tentang Millie yang di anggap sebagai pacar Ello
"Apaan? itu adeknya, gue pernah ketemu sama dia di rumahnya Ello"
"Thanks.. nih buat lo, bye" wanita itu pergi dengan gembira menyusul Millie ke kantin
"Hai.. " wanita itu duduk di samping Millie
Millie menoleh sekilas lalu kembali makan dan mengacuhkan wanita itu, Banyak sekali wanita itu bicara membuat Millie kesal
"Iya kan? kamu adiknya aku tau" kalimat terakhirnya
"Kalo iya kenapa? apa hubungannya sama situ? " ketus Millie
__ADS_1
"Kamu persis Ello, dingin dan galak" cicitnya, melihat tingkahnya saja membuat Millie mual
"Lalu? sebenarnya kakak cantik ini mau apa? " Millie memperlakukannya dengan baik untuk mendapatkan keuntungan
"Kenapa kamu bersikap seolah pacar Ello? " tanya nya
"Aku mau melindungi kakakku dari wanita wanita cacing kepanasan" Jawab Millie
"Kalo kakak, apa kamu anggap kakak cacing kepanasan? " tanyanya membuat Millie hampir tertawa
"Eng.. enggak lah.. kakak cantik, lemah lembut, aku suka tipe kakak ipar seperti kakak" ucap Millie membuat wanita itu seperti diatas angin
"Uuhh.. kamu manis banget sih" wanita itu mencubit kedua pipi Millie
"Hehe.. udah dari lahir" Millie tersenyum kikuk menurunkan tangan wanita Tersebut
"Kalo gitu kamu bisa gak buat kakak dekat sama kakak kamu? "
"Emmhh.. gimana perlakuan baik kakak aja sama aku, aku akan pertimbangkan nanti" jawab Millie
"Aku pasti memperlakukan adik ipar dengan baik" ucapnya dengan rasa percaya diri yang tinggi
"Oke.. nanti aku jadi makcomblang buat kalian, tapi sebelum kak Ello nerima kakak, aku akan pura-pura jadi pacar kak Ello biar cewek lain gak punya kesempatan"
"Emmhh.. makasih adik ipar.. aku akan turutin semua yang kamu mau" wanita itu memeluk Millie erat erat
"Aarrghh.. stop, kalo gitu bayar makanan ini aku pergi dulu.. bye" Millie melepaskan tangan wanita itu dari tubuhnya
"Ehh.. nama kakak siapa? " tanya Millie
"Aku Irene, kamu siapa? "
"Aku Millie, boleh minta nomor kakak? " tanya Millie, dan wanita itu pun memberikan nomornya
"Ahh.. aku gak bisa miscall pulsa aku abis.. sorry" lirih Millie
"Pulsa kamu abis? biasa beli yang berapa? biar aku isi" Millie pun menyunggingkan senyumnya
"Kakak biasanya belii yang tiga ratus atau dua ratus ribu, gak banyak sih soalnya di rumah juga pake wifi ini cuma buat di luar"
"Udah masuk? aku barusan isi" ucapnya membuat senyum Millie semakin melebar
"Makasih kakak ipar.. aku pasti perjuangin kamu, aku pulang dulu ya kak Ello udah telepon" ucap Millie seraya menggenggam tangan Irene
"Sama sama.. hati hati ya"
"Yah.. kenapa lupa sih, padahal minta nomornya Ello sekalian" gumam wanita itu
"Kenapa lo senyum senyum? " tanya Ello ketika berada di dalam mobil
"Enggak.. nih kartu lo gue balikin, gak gue pake sepeserpun" ucap Millie seraya mengembalikan kartunya
Jangan lupa like komen Vite dan bunganya..
Abis baca awas kalo gak like😤😤😤
__ADS_1