
"Sakit gak? " Jason menyentuh pipi Millie
"Gak apa apa.. gue duluan ya"
"Katanya lo mau nungguin kakak lo jemput" Millie tidak menghiraukan Perkataan Jason di pergi begitu saja
"Dia butuh waktu sendiri" ucap Roy seraya menepuk bahu Jason
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kurang ajar" Max memukul meja dengan kepalan tangannya saat melihat video mami Rafael memukul serta memaki Millie di hadapan orang banyak
Salah satu temannya memposting video tersebut hingga tersebar luas di media sosial, saat amarahnya memuncak tiba tiba pintu ruangannya di buka dengan tidak sabaran oleh seseorang
"Saya sudah bilang nona, tuan sedang banyak pekerjaan" bisik sekretaris yang berdiri di belakang Millie
"Kamu keluar aja" ucap Max pada sekretarisnya
Millie berjalan melompat-lompat menghampiri papanya lalu memeluk lengannya, Max memeluk anak perempuannya dan memeriksa pipinya
"Sakit gak? " Millie tersenyum mendengar pertanyaan sang ayah
Jelas saja Millie sudah tau ayahnya akan marah setelah melihat video itu makanya Millie yang sedang berada di pusara Abra segera pergi ke kantor sang ayah
"Enggak... aku yang salah beberapa hari yang lalu aku injek tangan Anna dengan sengaja" jawab Millie
"Kata kamu maminya sayang sama kamu, kenapa dia sampe tega tampar kamu? "
"Ini gara-gara papa" jawab Millie
"Kok sekarang nyalahin papa? " ucap Max
"Gara-gara ada yang ngadu tentang perusahaan papi Rafael hancur gara-gara papa"
"Cih... cuma karena itu? " tanya Max
"Bukan cuma pa.. itu kan punya mereka"
"Dia berani tampar anak papa karena perusahaan yang emang hampir bangkrut? kalo papa gak kasihan udah papa biarin mungkin mereka akan kesusahan selamanya membayar hutang hutang si Sasono.. kalo aja papa gak kenal baik sama papi Rafael males bantuin mereka" ucap Max
"Aku gak apa apa kok.. papa jangan marah ya" Millie memeluk tubuh Max dari samping
"Kalo papa marah gimana? papa akan bikin perhitungan sama mereka"
"Pa... aku mohon jangan melakukan apapun, jangan menyalah gunakan kekuasaan.. papa gak bisa terus-menerus menekan orang orang yang enggak suka sama kita, biarin aja nanti juga mereka malu sendiri kalo tau kebenarannya" Max menatap lekat wajah anaknya
__ADS_1
"Jangan bodoh Millie, kamu bilang gitu karena kamu cinta sama Rafael.. jangan mau di butakan cinta"
"Enggak pa enggak... aku akan menjauhi semua keluarga Rafael aku janji tapi jangan berbuat sesuatu yang jahat, aku gak mau punya papa jahat" Max menyentuh kedua lengan anak perempuannya
"Berjanji sama papa, jauhi apapun yang akan membuat kamu tersakiti.. Jangan dekati mereka lagi atau papa akan melakukan sesuatu yang akan membuat mereka menyesal sudah menyakiti kamu"
"Iya pa.. " lirih Millie
"Mau makan atau jajan? " Tanya Max menghibur Millie
"Minta uang" Millie menadahkan tangannya sambil tersenyum lebar hingga menampakkan deretan giginya
"Khusus buat hari ini, belanja sepuasnya" mata Millie membulat ketika Max mencabut salah satu black cardnya
"Serius? boleh beli apa aja? papa gak akan marah? "
"Beli apa pun yang kamu mau, ingat janji kamu jangan dekati lagi keluarga itu" Millie terpaksa membuat janji seperti itu untuk melindungi Rafael dan keluarganya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Irene... " langkah Irene terhenti saat Arumi memanggilnya
"Lo mau kemana abis ini? " Tanya Arumi
"Gue mau pulang, tapi nunggu Ello dulu soalnya gue gak bawa mobil"
"Boleh.. nanti gue kasih tau Ello suruh nunggu disana" mereka berdua keluar dari halaman kampus menuju tempat jajanan kaki lima di sebrang sana
Handphone Irene berdering sepertinya Ello yang menelpon, Irene sambil berjalan mencari handphonenya di tas tanpa melihat jalan yang di pijaknya, tiba-tiba sebuah kaki menjegalnya hingga dia terjatuh ke tengah jalan bertepatan dengan itu mobil melanjutkan kencang ke arahnya
"Irene... " Teriak Ello ketika melihat calon istrinya jatuh ke tengah jalan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea mencak-mencak di hadapan Millie yang menundukkan kepalanya, bukan karena video mami Rafael melainkan Millie pulang dengan membawa motor besar yang baru saja dia beli
"Mama bilangin sama papa kamu ya... kamu dari mana dapet uang? kamu ambil ini kredit? jawab Millie"
"Bilangin aja.. orang aku di kasih izin sama papa, nih kartunya aku balikin" Millie masih menunduk mengulurkan kartu milik papanya
"Astaga" Allea memijat keningnya
"Kamu masih di bawah umur belum boleh bawa motor Millie, kamu belum punya SIM kalo di tilang gimana? "
__ADS_1
"Telepon papa aja" lirih Millie
"Kamu bener bener iiihhh... " Allea menjewer telinga Millie saking kesalnya
"Mama.. ma.. sakit"
"Ini ada apa sih ribut ribut? " Ucap Max saat baru saja pulang
"Lihat.. lihat.. kamu kasih izin dia beli motor? " tanya Allea sambil menunjuk motor Millie
"Enggak.. kapan papa kasih izin? Millie.. Millie.. hiisshh anak itu" saat Allea sedang memarahi Max diam diam Millie kabur ke kamarnya
"Anak kamu.. itu anak kamu" ucap Allea sambil menaruh kartunya di dada Max dengan kencang
"Giliran bermasalah anak gue, giliran anaknya baik di puji orang katanya anak dia" gumam Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael yang sibuk dengan bengkelnya baru sempat memegang handphone malam itu, dia melihat video Millie yang sedang ramai di bahas di media sosial
"Mami keterlaluan" Rafael meraih jaketnya lalu pergi setelah menutup bengkelnya
Hanya butuh waktu sebentar bagi Rafael untuk sampai di rumahnya, Mami Rafael berdiri dari duduknya dengan wajah tersenyum senang
"Sayang kamu pulang nak? mau makan? mau makan apa nanti mami buatkan" Ucap mami Rafael seraya memeluk anaknya
"Mami kenapa mempermalukan Millie? " Mami Rafael melepaskan pelukannya
"Kamu datang cuma buat itu? kamu bukan pulang buat mami? "
"Mi.. aku sayang sama mami dan Millie, aku gak mau pilih diantara kalian berdua.. aku gak mau durhaka sama mami tapi yang mami lakuin salah" ucap Rafael
"Mami salah paham sama Millie" lanjut Rafael
"Dia bukan gadis baik baik, bahkan anak sekecil itu sudah membunuh, dia juga menyakiti Anna sampai sampai tangannya luka"
"Membunuh siapa? mami denger darimana? " Tanya Rafael
"Arumi sudah mengatakan semuanya, kamu udah tau kan tapi kamu menutupi itu karena kamu tergila-gila sama gadis itu"
"Bukan Millie yang bunuh mi, dan masalah Anna aku yakin dia yang duluan cari masalah sama Millie" jawab Rafael
"Buat apa kamu pulang kalo kamu cuma mau belain dia, kamu anak mami satu-satunya tapi kamu gak sayang sama mama" lirihnya sedih
"Aku sayang sama mami.. mi.. tunggu" Mami Rafael masuk dan menutup pintu rumahnya
__ADS_1
Rafael pergi dari pada bersitegang lagi dengan mami nya, Saat hendak pergi Rafael berpapasan dengan papa tirinya yang tersenyum mengejek ke arahnya
"Tunggu aja.. abis lo sama gue" batin Rafael