
Hari ini pernikahan Ello dan Irene di adakan di gedung milik Max, Irene sedang berada di ruang rias bersama Millie, Ellia dan Arumi
"Kakak kenapa gemetaran? " tanya Millie
"Ya nervous lah.. apalagi" jawab Ellia
"Nervous? kakak kan cuma diem yang ijab kabul kak Ello"
"Anak kecil tau apa sih? udah diem" ucap Ellia
"Anak kecil.. gue kan udah gede" gerutu Millie
"Kok gue jadi pusing ya" Irene mengerjapkan matanya berkali-kali
"Aduh.. kenapa kak? belum makan ya? mau aku panggil dokter? " Millie menggeser Arumi yang berdiri di samping Irene
"Millie tolong ambilin air " ucap Ellia
Millie mengambil air sementara Ellia mencari tissu untuk mengelap keringat dingin di wajah Irene, Arumi hanya berdiam diri di belakang Irene
"Maaf nunggu lama ya? kita beresin rambutnya dulu" seorang penata rambut baru saja kembali dari toilet
"Sayang sudah? ijab kabul nya sudah di Laksanakan, sekarang anak mama jadi istri orang" ucap mama Irene seraya berkaca kaca
"Selamat ya.. semoga pernikahan lo langgeng" lirih Arumi
"Gue yakin suatu saat lo akan menikah dengan orang yang tepat" ucap Irene
"Kakak ipar selamat ya" Millie memeluk Irene
"Emm.. kak Ellia manggilnya apa? kakak ipar atau kembar ipar? " tanya Millie membuat orang-orang menggeleng
Irene menuruni anak tangga diapit Millie dan Ellia sementara di belakangnya Arumi berjalan berdampingan dengan mama Irene bahkan mama Irene merangkul Arumi, mama Irene mengetahui cerita Arumi dari Irene menjadi iba
Saat Irene berjalan sendiri tiba-tiba tangan Arumi menyenggol sebuah lilin dan jatuh di gaun Irene, tiba-tiba gaunnya di sambar api membuat Irene terkejut
"Ello tolong" teriak Irene
Ello berlari menghampiri Irene dan melepas jas yang di pakainyanya untuk memadamkan api tersebut, tubuh Irene gemetar telapak tangannya dingin ketika Ello membantunya berdiri
"Lo gak apa apa? " Ello setengah berbisik
"Belum selesai nervous gue udah di bikin jantungan" lirih Irene
"Ma.. pa.. aku bawa Irene istirahat dulu sepertinya dia masih syok"
"Iya.. iya.. bawa Irene istirahat, nanti dokter datang untuk memeriksa Irene" ucap Max
Ello membawa Irene ke kamar yang sudah di sediakan di gedung itu, Ello juga memberikan segelas air pada Irene dan langsung di teguknya sampai habis
__ADS_1
"Lo gak apa apa? ada yang luka? "
"Jantung gue rasanya mau copot, lo bayangin kalo tadi gue kebakar.. kebetulan macam apa ini? "
"Ini bukan kebetulan" Ello menyingkap gaun yang di pakai Irene membuatnya menjerit
Ello berlutut di bawah berusaha menarik gaun yang di pakai Irene namun Irene memeluk bagian bawah gaunnya, tiba tiba pintu terbuka membuat orang orang itu salah paham
"Aduuhh... kamu ngapain? " pekik Allea membuat Ello langsung menoleh seketika
"Kenapa main paksa gitu? kalo istrinya gak mau jangan di paksa"
"Mama ngomong apa sih? aku cuma mau liat bagian gaun yang ke bakar aja" Allea mengira Ello hendak memaksa Irene untuk melakukan kewajibannya
"Ohh... " Allea hanya manggut-manggut
"Mama pikir aku mau ngapain? aku pikir ada yang aneh, kenapa gaunnya bisa di sambar api? " tanya Ello
"Hmm.. bener kan biasanya sedikit demi sedikit dulu" Jawab Allea
"Coba lepas bajunya" ucap Ello
"Le.. lepas? " tanya Irene, Ello menghela nafas sambil menutup matanya
"Maksudnya lepas di kamar mandi, ada baju ganti gak? kalian berdua kenapa sih? heran aku sama pikiran wanita" ucap Ello
Sang ibu hanya bisa tersenyum lebar lalu mengantar Irene ke kamar mandi, mereka keluar setelah Irene mengganti bajunya
Ello mengambil gaunnya lalu pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, tidak lama setelah itu Arumi mengetuk pintu kamar Irene
Allea belum mengeluarkan kata-katanya dia masih menatap Arumi dengan tatapan curiga membuat yang di tatap merasa gugup
"Jangan melakukan kebodohan yang akan membuat kamu menyesal seumur hidup" ucap Allea
"Maksud tante apa? "
"Kamu lebih tau maksud saya, boleh mencintai seseorang tapi jangan memaksakan.. semakin kamu berbuat buruk maka orang yang kamu cinta akan kehilangan respect terhadap kamu" Allea seolah tau apa yang di lakukan Arumi
"Saya masih melindungi kamu, jika hal buruk terjadi lagi saya tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan suami saya sama kamu" lanjut Allea
"Irene sedang istirahat.. sebaiknya kamu pulang dan renungkan kata kata saya" Arumi meninggalkan tempat itu dengan kekesalan, kemarahan yang berkecamuk
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ini semacam bahan kimia aseton dan benzene, bahan yang mudah tersambar api"
"Tapi gimana bisa itu ada di gaunnya Irene? " tanya Max
"Bukan yang pertama kalinya" ucap Ello
"Pertama gaunnya di rusak orang, kedua gaunnya terbakar.. seseorang berniat mengacaukan pernikahan ini" lanjut Ello
__ADS_1
"Apa mungkin Arumi? " tanya Max
"Enggak pa.. waktu gaun rusak itu Irene lagi di rumah Arumi dan Arumi"
"Lalu siapa lagi? yang ada di atas cuma Arumi, Ellia dan Millie sama perias" ucap Max
"Saran om sebaiknya gadis yang pernah berpura-pura seperti Arumi jangan terlalu di percaya, jangan sampai kalian di bodohi" ucap Danendra
Ello sedang membahas gaun itu bersama Max, Danendra dan Dito, gaun bagian belakang Irene ternyata terdapat semacam cairan kimia yang mudah tersambar api
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aaarrrrggghhh" Arumi mengacak isi kamarnya dan membanting semua barang yang ada disana
"Kenapa lo gak mati? kenapa lo gak terbakar? dendam gue sama Millie belum selesai, gue akan hancurkan semua orang yang deket sama lo Millie" Arumi berteriak seperti kesetanan
Arumi mengambil handphonenya dan menelpon seseorang, wajahnya memerah menahan amarahmu
"Halo... besok gue ada kerjaan buat lo, gue kasih imbalan besar kalo lo berhasil bikin dia mati" ucap Arumi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue kaget banget tadi, coba kalo apinya gede kak Irene pasti celaka" ucap Millie
"Kok aneh ya.. apinya menyambar gitu kayak ada bensinnya" ucap Ellia
"Jadi bajunya kak Irene ada bensinnya? " tanya Dita
"Enggak ada.. kalo ada bensinnya pasti ada Baunya" jawab Millie
"Kebakarnya karena apa? " tanya Niko
"Kayaknya tadi ada lilin jatuh deh, masa api kecil gitu bisa jadi gede dalam sekejap"
"Kak Ello pasti lagi cari tau penyebabnya" ucap Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Ello dan Irene memutuskan pulang ke rumah Irene karena dia terus menolak di bawa ke rumah Ello, Ello baru saja keluar dari kamar mandi dengan kaos putih dan celana boxer nya
"Gue.. gue.. mau tidur" ucap Irene
"Ya udah tidur aja" jawab Ello
"Itu... emm.. lo mau tidur di sofa tau di kasur? " Ello mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan Irene
"Kenapa emang? kita udah nikah tidur ya tidur aja"
"Itu.. itu.. karena gue.. gue gak terbiasa tidur sama orang lain" ucap Irene tergagap dia tidak bisa menatap wajah Ello dia hanya menunduk
"Jadi maksud lo kita tidurnya terpisah gitu? " Irene mengangguk
__ADS_1
"Ya udah gue tidur di sofa, lo cepet tidur jangan begadang gak baik buat ibu hamil" Ello mengalah mengambil bantal lalu berjalan ke arah Sofa
Irene sebenarnya tidak tega membiarkan Ello tidur di sofa tapi dia juga masih takut tidur satu ranjang dengan Ello, dia masih mengingat bagaimana sakitnya hari itu sampai-sampai dia tidak bisa berjalan dengan benar