
Saat mengantar Millie ke sekolah Rafael masih menunjukkan wajah ketusnya, Millie sesekali melirik pada Rafael yang sedang mengemudi
"Aku semalem keluar karena lagi pikirin sesuatu, aku gak sengaja ketemu kak William sama temen temen werewolf nya" ucap Millie tiba-tiba
"Aku tanya tentang kamu sama dia, akhirnya aku bisa bernafas lega setelah tau yang sebenarnya" Rafael menoleh menatap Millie
"Mau tau tentang apa? kenapa gak tanya sama aku langsung? kamu gak percaya sama aku? "
"Bukan gitu.. mau tanya tapi gak enak "
"Tanya apa? masalah apa? " tanya Rafael
Millie menceritakan semuanya tentang Rebecca dan pria yang mengaku mempunyai dendam pada Rafael, Rafael hanya diam saja sampai Millie selesai bercerita
"Kamu bilang apa sama mereka? " tanya Rafael
"Aku bilang percaya sama kamu, kalo kamu bukan cowok baik baik kenapa juga mantan kamu mau ngejar-ngejar kamu, terus aku pulang"
"Anak pintar" Rafael mengusak kepala Millie
"Gak marah lagi? " tanya Millie
"Enggak... ada baiknya kamu tanya langsung sama aku, atau kalo mau nanya sama temen-temen aku kasih tau aku dulu"
"Hmm.. " Millie hanya mengangguk
"Ayo udah sampai"
"Sampe sini aja, aku malu kayak anak tk diantar sampai Kelas" ucap Millie
"Kamu emang masih tk.. gak ada anak SMA tingginya segini" raut wajah Millie berubah seketika
"Iya aku anak tk, ngapain pacaran sama anak tk? sana pergi" Millie hendak keluar namun Rafael menahan tangannya
"Karena anak tk nya gemesin, kalo marah pipinya makin tembem, bibirnya kayak Bebek"
"Tau ah" Millie menarik kasar tangannya dari genggaman Rafael
Rafael mengikuti Millie sampai ke dalam kelasnya dengan raut wajah Millie yang cemberut, Millie duduk di kursinya sementara Rafael berdiri di samping meja
"Aku berangkat dulu ya.. jangan manyun gitu dong" Rafael mencolek dagu Millie
"Tau ah.. sana pergi ngapain masih disini, mereka liatin kamu"
"Gak rela ya aku di liatin cewek lain? " Goda Rafael
"Pede banget"
"Udah siang nanti aku di marahin papa mertua, aku pergi ya" Rafael melihat jam di pergelangan tangannya
Rafael mengecup kepala Millie membuat siswi lain histeris, mereka sangat iri melihat Millie dengan Rafael apalagi sekarang penampilan Rafael bak tuan muda di novel novel
"Daahh.. anak TK, jangan nakal" Rafael melambaikan tangannya
"Gak apa apa di panggil anak TK kalo sama pak Rafael" cicit seorang siswi
"Lo mah anak b*b* " celetuk seorang siswa laki-laki membuat seisi kelas tertawa
__ADS_1
"Dia bahkan gak menyapa gue.. Millie udah mempengaruhi kak Rafael" batin Anna
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo udah baikan? " tanya Irene saat Arumi masuk
"Gak apa apa, sorry ya gue sempet marahin lo waktu itu, gue kaget tiba tiba lo loncat ke samping jadi gue jatuh" ucap Arumi
"Duuhh.. sorry ya.. ada kodok di depan gue, gue gak tau lompat dari mana makanya gue lompat ke samping"
"Udahlah lupain aja, kaki gue udah enakkan kok udah di urut"
"Syukur deh, mama nanyain lo, katanya udah lama gak main ke rumah" Ucap Irene
"Nanti kalo kaki gue udah sembuh gue main ke rumah lo, titip salam aja buat tante"
"Ello kemana? " tanya Arumi
"Ello ke perpustakaan katanya lagi cari buku apa gitu gue lupa"
"Ke kantin yuk.. gue belum sarapan" ajak Arumi
"Boleh.. gue juga haus" Keduanya pergi menuju kantin
Di perjalanan Arumi selalu ingin membuat Irene jatuh namun selalu gagal, Ada saja sesuatu yang menolong Irene sampai dia selamat menuju kantin
Arumi benar-benar memendam kemarahannya, Irene meminum jusnya hingga setengah lalu kembali menatap ponselnya
"Tolong ambilin tissu dong di belakang lo" ucap Arumi dan Irene pun mengambilnya
"Iihh.. kok di abisin sih? " gerutu Irene
"Aku haus, kamu pesan lagi aja" Ucap Ello
"Suka seenaknya sendiri deh, punya orang di minum kebiasaan"
"Kan bekas kamu enak rasanya lebih manis" ucap Ello
"Bohong"
"Ya udah kalo gak percaya, jangan marah dong aku beliin lagi mau berapa gelas? "
"Gak mau... " Ello menarik kursi yang di duduki Irene hingga berada di hadapannya
Ello mencondongkan tubuhnya ke arah Irene yang langsung Irene dorong dengan tangannya
"Apa sih? kamu pikir mau cium kamu ya? iihh pede banget orang aku mau cium bayi bayi aku" Ello mengecup perut Irene berkali-kali
"Nyebelin banget sih" gumam Irene
"Anak kalian kembar? " tanya Arumi saat mendengar Ello mengatakan kata bayi lebih dari satu kali
"Iya.. anak gue kembar, makanya empat bulan udah gede"
"Kebahagiaan lo semakin sempurna Irene, gue gak bisa biarin itu" batin Arumi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Kerja bagus... Semoga kamu bisa cepat menguasai segalanya"
"Makasih om udah mau bantu dan bimbing saya" ucap Rafael
"Kalo kamu bukan anak papi kamu dan anak saya gak cinta sama kamu, males sebenarnya saya bantuin kamu" celetuk Max
"Bilang aja papa mertua juga sayang sama saya kan? "
"Cih.. pede banget kamu, lebih baik saya menyayangi anak yatim dan janda dari pada kamu"
"Om lupa saya juga anak yatim? mami saya juga janda" Max sempat berpikir sejenak
"Tapi kamu gak termasuk.. udah saya mau pergi ke kantor saya dulu" Max mengambil jas nya yang tergeletak di meja
"Bilang aja om malu mengakuinya kan? om sayang sama saya kan? " Rafael senang sekali menggoda Max seperti halnya dia menggoda Millie
"Cih.. dasar gendeng" Cibir Max seraya keluar dari ruangan Rafael
"Bapak sama anak gitu kalo lagi malu" gumam Rafael
Setelah Max pergi tiba-tiba seorang wanita menerobos masuk meskipun telah di larang, Rafael duduk di kursi kebesarannya menatap Rebecca yang di kejar sekretarisnya
"Maaf tuan dia menerobos masuk" ucapnya
"Kamu masuk dan tutup pintunya" ucap Rafael, semua orang penting di perusahaan Rafael adalah orang suruhan Max
Dia sengaja menyuruh sekretarisnya masuk agar menjadi saksi apa yang mereka lakukan, Rebecca berjalan mendekat ke arah Rafael namun Rafael menghentikannya
"Stop... jaga jarak, ngomong dari situ aja" ucap Rafael
"Aku mau ngomong sama kamu, suruh dia pergi" ucap Rebecca
"Gak perlu.. ngomong aja sekarang biar dia denger juga"
"Kamu yakin? gimana kalo dia kasih tau orang lain? " tanya Rebecca
"Yakin.. gue tau maksud lo kesini dan gue siap kalo harus jelasin ini sama om Max"
"Kamu yakin masih bisa dapat restu kalo papa pacar kamu itu liat foto foto kita tersebar di internet? " Rebecca tersenyum smirk
"Gue tanggung segala konsekuensinya"
"Biarpun kamu akan kehilangan semua yang baru kamu dapat, termasuk pacar kecil kamu itu? " ucap Rebecca
"Gue akan kasih semua yang gue punya kecuali Millie, gimana pun caranya Millie akan tetap jadi milik gue"
"Gue penasaran apa yang lo liat dari anak kecil kayak dia? " Rafael berdiri dari duduknya
"Dia punya sesuatu yang gak gue temuin di cewek lain, dia spesial" jawab Rafael
"Udah jelas kan? mau sebar fotonya silahkan" lanjut Rafael
"Pak.. ada penyusup tolong bawa pergi" Rafael menelpon security
Security datang dan menyeret Rebecca pergi dengan paksa
"Kamu akan kehilangan semuanya Rafael, kamu akan menyesal" teriak Rebecca
__ADS_1