Youth Love

Youth Love
eps 135


__ADS_3

"Kenapa lo gak mau kembali sama bang Rafael? " William datang ke rumah Millie untuk memastikan perasaan Millie pada Sahabatnya


"Enggak mau aja.... gue gak suka sama dia"


"Lo bohong.. bukannya lo mau pindah sekolah ke Korea cuma karena bang Rafael? " tanya William


"Sok tau banget.... gue udah lama pengen ke sana dan sekarang kesempatan gue ada temen ada tante gue juga yang ngurusin"


"Liat gue.. apa lo gak punya perasaan sama bang Rafael? " William menyentuh dagu Millie agar dia menatapnya


"Ck... Gue gak punya perasaan apapun sama dia" Millie menurunkan tangan William dari dagunya


"Lo bohong.. mata lo mengatakan yang sebaliknya"


"Lo tau? hubungan gue sama Rafael gak akan berjalan mulus, nyokapnya gak suka sama gue dan sekarang bokap gue nyuruh gue ninggalin dia, di tambah lagi dia yang gak bisa percaya sama gue, gue capek kayaknya cuma gue yang tertekan " William memang tahu sifat Rafael tidak bisa percaya pada orang lain, belum lagi Rafael yang selalu memandang apapun dengan pikirannya sendiri dan gampang terbawa emosi


"Seenggaknya sebelum lo pergi jelasin dulu semuanya sama Rafael" Millie mengerutkan dahinya


"Apa dia benar-benar berpikir gue akan pergi? padahal papa gak ngizinin" batin Millie


"Biar gini aja, justru bagus kalo dia nyangka gue macem macem dia bisa lepasin gue dengan mudah" ucap Millie


"Kalo itu keputusan lo gue gak bisa bilang apa apa, Bang Rafael juga marah sama gue.. mungkin gue juga mau nyusul nyokap ke luar negeri karena selain bang Rafael gue gak punya temen deket lagi"


Melihat William sebenarnya Millie merasa bersalah karena membuatnya ikut di salahkan, Millie menghela nafas sebelum bicara


"Nanti gue coba jelasin biar Rafael gak marah lagi sama lo, bentar ada telepon" Millie menjauh untuk menjawab teleponnya


"Berangkat lusa? lo mau jenguk kak Irene dulu gak? dia jatoh di kamar mandi, mama ada disana jagain"


"Ohh.. gue berangkat bentar lagi nunggu papa dulu, ya bye"


"Siapa yang nelpon? " tanya William


"Sodara gue, lusa dia mau berangkat ke Korea, tapi ngajak jenguk kakak ipar gue dulu"


"Mau gue anter? "


"Gak usah.... dia jemput gue nanti" Jawab Millie


" Kalo gitu gue pulang dulu ya.. "


"Ya udah.. hati hati "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Mami kenapa? " Rafael terkejut melihat mami nya pulang dengan keadaan menangis


"Papa.. dia.. dia.. " Mami Rafael tak kuasa meneruskan perkataannya


"Mami kenapa? tenang dulu jelasin semuanya"


"Dia punya keluarga, wanita itu bilang dia sudah lebih dulu menikah dengannya" Mami Rafael menangis tersedu


"Ssttt... mami gak perlu nangisin orang kayak gitu, mami lupain aja dia kita bisa hidup tanpa dia"


"Mami gak habis pikir kenapa dia melakukan ini? padahal istrinya jauh lebih muda dari pada mami" Rafael sekarang benar-benar mengerti kenapa papa tirinya itu korupsi seperti dia mengambil aset aset itu untuk keluarganya yang lain


"Mami istirahat aja, jangan pikirin apapun lagi.. lupain yang udah terjadi sekarang aku sama mami harus melanjutkan hidup, setelah kaki aku sembuh aku buka bengkel lagi biar dapet uang" Rafael memeluk sang ibu


"Kenapa semua jadi seperti ini? kenapa hidup kita menjadi berantakan? andai perusahaan papi kamu masih ada, semua gak akan seperti ini, ini semua karena keluarga Maxime"


"Mami udah mi.. jangan menyangkut pautkan perselingkuhan pria brengsek itu dengan keluarga Millie, bukannya sekarang sudah terbukti? suami mami yang mami cintai itu mengkhianati mami, bisa aja kan apa yang di katakan om Max itu adalah kebeneran dan pria itu korupsi untuk membawa aset-asetnya pada kelurga aslinya"


"Setelah semua yang Millie lakukan kamu masih membelanya" ucap mami Rafael


"Bukan membela mi.. udah lah pusing ngomong sama mami, jangan menyesal kalo suatu saat semuanya terbukti" Rafael meninggalkan mami nya sendiri dan lebih memilih masuk ke dalam kamarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kamu bisa jatuh di kamar mandi? " Tanya Allea


"Jatohnya bukan karena kaget tapi ada yang sengaja numpahin sabun di deket pintu" ucap Ello


"Pasti ada yang sengaja, kalo enggak mana mungkin semua itu bisa terjadi" ucap mama Irene


"Apa sebaiknya kamu cuti dulu sayang? kamu tinggal di rumah aja sampai kamu lahiran" Allea merasa khawatir dia takut nasib yang sama akan menimpa Irene


"Tapi ma.. aku mau selesaikan secepatnya"


"Orang usil bikin ulah lagi, mama gak mau kamu kenapa napa" ucap Allea


"Mama juga setuju, sebaiknya kamu cuti aja" Irene menatap Ello, dia ingin suaminya membelanya


"Aku juga setuju, biarin telat setahun atau lebih yang penting kalian sehat" ucap Ello


"Ya udah deh" Irene mengerucutkan bibirnya


"Assalamu'alaikum... " Millie membuka pintu dia datang bersama Cindy dan Anggia


"Ya.. berisik deh"

__ADS_1


"Maksud lo gue ganggu? " Millie menatap tajam sang kakak


"Itu tau.. istri gue mau istirahat jangan berisik" Millie langsung menggeser kakaknya ke belakang memberikan ruang untuk Cindy dan Anggia


"Masih sakit kak? " tanya Millie


"Masih agak ngilu aja, kalo batuk berasa perutnya ngilu"


"Bapaknya gak bener gak bisa jagain" cibir Millie


"Heh.. sembarangan, gue udah nawarin diri nganter ke toilet dia nya aja yang gak mau"


"Alesan aja lo, perut kak Irene sekarang makin keliatan ya" Millie mengusap perut Irene


"Kalo anak aku masih ada pasti seumuran" ucap Anggia seraya ikut mengusap perut Irene


"Yang sabar ya.. nanti kalo udah saatnya pasti di ganti dengan yang terbaik" ucap Irene


"Kebayang kalo gue hamil, lucu kali ya"


"Bocil mikir apa sih? sekolah yang bener pake pengen hamil segala" sungut Ello


"Gue cuma ngebayangin aja, lo sensi banget ama gue"


"Kali aja lo mau hamil cepet"


"Ogah... gue masih pengen menikmati masa muda" ucap Millie


"Sayang kalo udah gede mirip aunty ya, yang cantik paripurna dan baik luar biasa"


"Jangan... amit amit" sergah Ello membuat senyum di wajah Millie berubah, orang orang jadi tertawa mendengar Millie menggerutu sendiri


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sony terperanjat dari tidurnya saat seember air di tumpahkan diatas tubuhnya, dia mengerjap beberapa kali sambil mengusap wajahnya


Sony melihat Max duduk di sebuah kursi bersama beberapa pengawal yang berdiri menemaninya, melihat keberadaan Max disana Sony menjadi lemas dia tahu apa yang akan di lakukan oleh Max


"Om.. "


"Bawa dia" ucap Max lalu bangkit dari duduknya dan pergi


"Lepasin.. lepasin gue" Sony di ikat dan di lempar ke bagasi mobil


Max membawanya entah kemana dengan keadaan terikat serta mata dan mulutnya di tutup, Sony merasakan keadaan yang mencekam

__ADS_1


Sudah tahu dari awal konsekuensi nya namun masih mengusik anak anak singa hingga induknya marah, entah apa yang akan terjadi pada Sony


__ADS_2