
Millie tidak pergi ke sekolah hari itu dia habiskan waktunya di ruang olahraga, Irene menghampiri Millie membawa jus buah untuknya
"Ngapain disini terus?" tanya Irene seraya duduk di samping adik iparnya
"Disini enak aja sepi, si twins udah tidur?"
"Udah.. kamu lagi ada masalah? mau cerita?" tanya Irene
"Gak ada, nanti malem aku mau pergi kalo ada yang nanya bilang aja pergi cari angin"
"Pergi kemana? yang jelas dong, kalo suami kamu yang nanya gimana?"
"Dia gak mungkin nyariin" ucap Millie seraya berdiri dari duduknya
"Kenapa?" tanya Irene
"Aku izin nanti sama dia, aku mandi dulu kak"
"Tunggu.. nih minum dulu, buru buru banget sih" Irene menarik tangan Millie agar kembali duduk
"Makasih"
"Kakak tau kamu lagi berantem sama Rafael kan?" Millie menghela nafas mendengar pertanyaan Irene
"Kakak tau dari bibi ya? aku liat kemaren bibi nguping"
"Iya.. ada masalah apa sih?" Irene mengambil tangan Millie
"Bukan masalah besar sih kak, tapi selalu terjadi berulang-ulang.. aku muak aja"
"Tentang apa?"
"Kepercayaan kak, Rafael gak pernah langsung percaya sama apa yang aku bilang.. dia selalu menyalahkan aku" Irene tersenyum seraya mencubit pipi Millie
"Mungkin dia cemburu? bukannya bagus, berarti dia cinta sama kamu"
"Masalahnya bukan karena cemburu, dia gak percaya sama aku waktu rekan bisnisnya fitnah aku.. rekan bisnisnya suka sama Rafael dan fitnah aku nyakitin dia, Rafael percaya aja lagi" Millie menceritakannya dengan kesal
"Rafael suami kamu, kamu mau nyerah gitu aja cuma karena cewek gatel?" tanya Irene
"Bukan karena ceweknya, tapi karena Rafael gak percaya sama aku.. buat apa hubungan tanpa kepercayaan?"
"Justru kamu harus buktiin kalo kamu gak salah, buat cewek itu malu di hadapan Rafael " ucap Irene
"Gak mau.. mau ngapain"
"Kamu emangnya rela liat Rafael nanti di deketin cewek lain? hati hati loh kamu cuekin dia, cowok kalo kesepian mudah di deketin cewek lain" Irene memanasi Millie
"Aku gak peduli kak.. dia mau ngapain aja terserah dia"
"Ya udah.. aku sekedar kasih saran aja sih, jangan nyesel nanti" Millie terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu
"Kakak masak dulu buat kak Ello, bentar lagi dia pulang" ucap Irene lalu pergi
"Emangnya kenapa kalo dia sama cewek lain? bukannya bagus, gue bisa dengan gampangnya minta cerai sama dia " gumam Millie
Meskipun bibirnya mengatakan tidak peduli meskipun Rafael bersama wanita lain, namun dalam otaknya dia selalu membayangkan Rafael bermesraan dengan wanita lain
Bahkan ketika Rafael pulang bekerja pun Millie membayangkan suaminya baru saja mengantar wanita lain pulang, diam diam ketika Rafael sedang mandi Millie mencium pakaian Rafael siapa tahu ada wangi parfum wanita yang menempel
Millie juga mengambil handphone Rafael namun tidak tahu passwordnya dan kembali menyimpannya, Millie berpura-pura membaca buku di sofa ketika Rafael keluar dari kamar mandi
Rafael duduk disamping Millie lalu mengecup pipi istrinya singkat, Millie masih cemberut mengusap bekas kecupan Rafael
Handphone Rafael berbunyi dan dia menjawab telepon di luar balkon, Millie diam diam menguping percakapan suaminya
"Halo.. udah lama juga gak ketemu"
__ADS_1
"Ketemuan dimana?"
"Boleh... jadi besok hari Minggu ya"
"Sampai ketemu disana, bye.." Millie berpikir Rafael sedang menerima telepon dari seorang wanita
Terlebih setelah menerima telepon Rafael tampaknya berbalas pesan sambil senyum-senyum sendiri, Rafael sampai tidak melihat Millie yang bersembunyi di balik jendela
"Dia lagi chatting sama siapa sih?" batin Millie
"Ngapain lagi senyum-senyum sendiri kayak orang gila" Millie sengaja berjalan di belakang Rafael untuk mengintip namun Rafael dengan cepat mematikan handphonenya membuat Millie semakin curiga
"Jadi gitu? awas aja" batin Millie
Saat malam hari pun Millie terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya tidak berada di sampingnya, Millie berjalan kearah jendela balkon yang terbuka
Rupanya Rafael sedang duduk disana sambil bermain handphonenya, Millie menatapnya sinis lalu pergi
"Dia beneran lagi deket sama cewek lain? " batin Millie mulai resah
Millie mengganti bajunya dengan baju yang begitu pendek dan tipis lalu berdiri di pembatas balkon, Rafael hanya melirik sejenak lalu kembali menatap layar handphonenya
"What? dia gak bereaksi apapun? " Millie kembali masuk dan mengunci jendela lalu berbaring dengan kesal menutup tubuhnya dengan selimut
"Lu gak bisa diajak kompromi" gerutu Rafael pada juniornya yang malah berdiri menjulang melihat sang istri
"Millie.. buka" Rafael mengetuk kaca jendela
"Millie... buka disini dingin" karena berisik akhirnya Millie membuka kunci jendelanya
Millie berpikir Rafael akan memeluknya namun dia salah, Rafael melewatinya begitu saja dan berbaring menutup tubuhnya dengan selimut
Millie menarik kasar selimut yang di pakai Rafael lalu tidur di sofa membelakanginya, Rafael tersenyum melihat Millie yang kebakaran jenggot
"Gue harus ikutin dia besok" batin Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Setelah mobil Rafael meninggalkan rumah Millie mengikutinya ke sebuah lapangan golf, Rafael menghampiri seorang pria dan ternyata disana juga ada Anjani
"Jadi dia janjian sama Anjani" gumam Millie
Ketiganya berganti pakaian untuk bermain golf namun yang membuat Millie kesal adalah Anjani yang memakai kaos pendek dengan rok yang sangat minim
"Kok gak bisa bisa sih?" ucap Anjani manja
"Sini gue pukul pala Lo pake stik golf" gerutu Millie
"Ajarin dong Raf.. Lo kan paling jago ngajarin cewek" ucap pria yang bisa di pastikan itu adalah teman Rafael
Rafael memegang stik golf di belakang tubuh Anjani, wanita itu malah semakin mendekatkan tubuhnya dengan Rafael
Millie yang emosinya sudah di ubun-ubun mengambil batu dan melemparkannya dari tempat persembunyiannya, batu tersebut tepat mengenai kepala Anjani beruntung dia memakai topi
"Aaww... siapa yang lempar batu?" Anjani memegangi kepalanya
"Rasain.. sebenernya gue pengen lempar pake yang lebih gede cuma takut Lo mati" gerutu Millie
Rafael melihat baju Millie dari semak semak dan langsung menghampirinya, Millie menggerutu tanpa tahu sebenarnya Rafael sudah berdiri di belakangnya
"Cewek gatel.. pake mepet mepet segala udah kayak b*b* ngepet aja"
"Cowoknya juga sama kegatelan, seneng tuh ****** cewek nempel di burungnya"
"Ehem.." Millie terkejut bukan main mendengar suara Rafael di belakangnya
"Kamu ngapain disini?" tanya Rafael
__ADS_1
"Itu.. anu.. emangnya kenapa? gak boleh? ini tempat umum siapa aja boleh Dateng" jawab Millie dengan emosi
" Biasa aja dong, aku kan cuma nanya"
"Ini juga udah biasa " ketus Millie
Karena Rafael lama tidak kelihatan batang hidungnya akhirnya Anjani menyusul, dia melihat Millie sedang berhadapan dengan Rafael
"Kamu disini juga? sama siapa?" tanya Anjani
"Sama temen.. aku lagi nunggu temen aku, nah.. itu mereka, permisi" Millie menabrak bahu Rafael untuk menghampiri sekumpulan pria
"Hai... kenapa baru Dateng? gue lama nunggu disini" Millie menghampiri mereka yang menatapnya aneh
"Siapa nih cewek?" bisik mereka satu sama lain
"Please bantuin gue, pura-pura aja kenal sama gue" bisik Millie sambil menarik ujung baju salah satu dari mereka
"Ohh.. kami kejebak macet, ayo main" pria itu merangkul bahu Millie dan membawanya pergi
"Kok Lo pegang pegang?" ucap Millie pelan
"Lo inget gue kan? yang Lo timpug pake kaleng" Millie menganga tak percaya dia bertemu lagi dengan mereka
"Hehe... sorry, lupain aja ya" Millie tersenyum lebar menatap pria tersebut
"Lo cantik juga ternyata, gue maafin aja cewek cantik kayak Lo "
"Dasar buaya" Millie menginjak kaki pria tersebut lalu melepaskan tangan pria itu dari bahunya
"Eits... mau kemana? bukannya Lo tadi mau kita temenin?" pria itu menarik lengan Millie dan kembali merangkulnya
Rafael melihat Millie berjalan di rangkul pria lain menjadi marah, dia menyusul Millie dan menariknya menjauh dari kumpulan pria itu
"Siapa Lo main tarik tarik?" tanya pria itu
"Gue.."
"Dia temen gue" sergah Millie membuat tatapan Rafael menajam
"Temen?" gumam Rafael
"Gue permisi dulu, kayaknya temen gue butuh bantuan" Millie menekankan kata teman
Rafael menarik Millie ke ruang ganti , Rafael menyudutkan Millie di dinding dengan tatapan membunuhnya
"Kenapa kamu diem aja di rangkul cowok lain?"
"Kamu juga diem aja waktu Anjani mepet mepet, seneng kan? " Millie memutar balik pertanyaan Rafael
"Jawab jujur.. kamu kesini ngikutin aku kan?"
"Pede banget.. ngapain banget aku ngikutin kamu? aku udah bilang nunggu temen aku, kamu liat sendi....Eemmpptt" ucapan Millie terhenti saat Rafael membungkam mulutnya
Rafael yang gelap mata karena kecemburuannya memaksa Millie, tangannya menyelinap masuk ke dalam baju Millie meskipun Millie berontak
Tiba-tiba pintu terbuka Anjani mematung di depan pintu melihat Rafael dengan kasarnya memaksa Millie
"Kamu gila" Millie menurunkan bajunya lalu mendorong Rafael dan pergi dari sana
"Kalian..."
"Bersikaplah menjadi wanita dewasa" ucap Rafael lalu pergi menyusul Millie
Maksud Rafael agar Anjani mengerti dengan apa yang terjadi antara Millie dan Rafael karena dia sudah dewasa dan dia bisa menutup mulutnya
"Rafael... " Anjani berlari mengejar Rafael
__ADS_1
Novel baru othor nih... jangan lupa mampir ya 🥰🥰🥰