Youth Love

Youth Love
eps 62


__ADS_3

"Astaga.. jam berapa ini? " Millie terkejut saat Allea menggedor pintunya dengan kencang


"Aku udah bangun ma" Millie bergegas mandi dan segera turun untuk sarapan


"Pagi pa.. ma.. kakak dan adik" Millie baru saja duduk


"Millie... papa mau bicara sama kamu"


"Bentar pa ada telepon" Millie menjawab teleponnya


"Astaga... iya gue lupa, bentar ya gue berangkat sekarang"


"Kenapa sayang? " tanya Allea


"Ini ma.. aku lupa kunci kelas aku bawa jadi anak anak gak bisa masuk"


"Ma.. pa.. aku berangkat ya" Millie mengambil selembar roti lalu mencium pipi mama dan papanya


Millie pergi ke sekolah dengan taksi meskipun pagi pagi tapi tetap saja Millie terkena macet, seseorang mengetuk kaca mobil membuat Millie menoleh dan menurunkan kaca mobil


"Buru buru? ayo aku anter" Millie tersenyum dan turun dari taksi yang dia tumpangi


Millie pergi menuju sekolah bersama Rafael dengan motornya, sesampainya di sekolah Millie dan Rafael menjadi pusat perhatian


"Mereka kenapa? " gumam Millie


"Apa hari ini aku berpenampilan aneh?" tanya Millie


"Enggak sama sekali, hari ini kamu terlihat cantik" Rafael menatap Millie seraya menopang dagunya


"Tatapan yang menyebalkan, makasih udah antar sampai sekolah.. bye"


"Tunggu" Rafael menarik tangan Millie


"Apa lagi? "


"Gak ada yang gratis, gimana kalo bayarnya pake.. " Rafael menunjuk bibirnya


"Jangan macem-macem" Millie melotot menarik tangannya kembali lalu pergi, Rafael hanya terkekeh ini yang selalu dia rindukan dari Millie


Millie membuka kunci kelas dan semua murid masuk, semua tatapan teman teman sekolahnya membuat Millie bingung


"Millie.. lo balikan sama pak Rafael? " tanya salah satu dari mereka


"Enggak.. tadi macet kebetulan dia lewat jadi ikut aja"


"Bukan itu Millie.. mereka tanya tentang ini" Dita menunjukkan handphonenya pada Millie


"Astaga... apa apaan ini? " Millie segera mengambil handphonenya dan menghapus foto tersebut


"Jadi lo beneran balikan sama pak Rafael? " tanya Aldi


"Emang kenapa sih? gak ada hubungan sama kalian juga kan? heran deh kepo amat" ucap Millie


''Aku nunggu kamu loh Millie, kamu bilang gak mau pacaran dulu tapi malah balikan sama pak Rafael "


"Kenyataannya bukan gitu" semua teman teman satu kelas nya mulai berbisik bisik

__ADS_1


"Kasian ya Aldi"


"Dia pasti di manfaatin doang"


"Sok kecantikan banget"


"Pasti sana sini mau tuh"


"Terserah kalian deh.. mau sama siapapun gue pacaran bukan hak kalian buat larang larang gue, lagian gue gak merugikan siapa pun" ucap Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bang.. lo gak mau berubah pikiran? Millie bisa aja bohong kan? "


"Gue percaya sama dia, gue akan cari bukti pasti ada seseorang yang berniat membuat kesalahpahaman diantara kita"


"Bang lo udah terpengaruh sama omongan Millie, dia gak sebaik yang lo kira" ucap Arumi


"Lalu gue sebaik apa? gue yang beruntung punya dia.. dia yang buat gue sadar bahwa berada di geng werewolf hanya membuat gue jadi orang jahat"


"Terus gimana sama kak Roshie? lo udah lupain perasaan lo sama dia? "


"Apa gue harus mencintai orang yang udah meninggal sepanjang hidup gue? apa gue gak berhak punya pasangan? apa gue harus nunggu Roshie bangkit dari kuburnya? "


"Lo udah berubah bang, gue kecewa ternyata perasaan lo sama kak Roshie gak sebesar yang gue kira"


"Kalo dia masih hidup gue gak akan berpaling sama cewek lain, lo pikir mudah bertahun-tahun gue selalu menjaga perasaan gue buat Roshie? lo gak bisa rasain kalo gak di posisi gue" ucap Rafael


"Gue gak akan segan lagi sama lo, anggap kita gak pernah saling mengenal" Arumi pergi meninggalkan bengkel Rafael


"Lo gak apa apa? " Ello menangkap tubuh Arumi ketika tiba-tiba terhuyung ke belakang


"Gue pusing" lirih Arumi, Ello mengangkat tubuh Arumi dan membawanya menuju unit kesehatan, Ello juga memberikan air minum pada Arumi setelah itu membantunya berbaring


Irene dan wanita wanita yang selalu berada di sekeliling Ello mengikuti mereka, mereka di buat iri karena Arumi mendapatkan perhatian dari Ello


"Ello kenapa lo repot-repot? biasa nya lo selalu dingin sama siapapun" tanya Irene


"Dia pernah nolongin Ellia, ini sebagai balas budi aja" ucap Ello


"Karena kalian ada di sini, jadi kalian aja yang urus" ucap Ello lalu pergi


Daripada mengurus Arumi mereka lebih memilih mengikuti langkah Ello meninggalkan unit kesehatan, Arumi bangun tersenyum penuh kemenangan


"Kita lihat berapa lama gunung es itu akan mencair" ucap Arumi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu lagi dimana? " Tanya Rafael


"Aku lagi di jalan, katanya seseorang pengen ketemu" Sarkas Millie


"Cepat datang, aku udah kangen banget"


"Udah makan? mau aku bawain makanan? " tanya Millie


"Boleh.. kebetulan aku belum makan"

__ADS_1


"Makan apa? ini aku udah turun" ucap Millie


"Apa aja yang kamu mau"


"Oke.." Millie memesan makanan namun tidak mematikan teleponnya


"Saya sudah peringatkan jauhi... " suara gaduh terdengar di sebrang telepon lalu teleponnya terputus


"Halo.. Rafael.. halo.. " Millie mengambil makanannya dan membayar tanpa mengambil kembalian, dia pergi terburu-buru


Sesampainya di bengkel Rafael sudah duduk memegangi perutnya dengan sudut bibir berdarah, bengkel kembali berantakan sepertinya baru saja terjadi kerusuhan


"Kamu kenapa? siapa yang melakukan ini? " Millie membantu Rafael berdiri dan membawanya duduk di sebuah kursi


"Kamu kenapa? apa kamu gak melawan? " Millie mengambil tissu di dalam tas kecilnya dan mengusap darah dari sudut bibir Rafael


"Cuma preman yang suka malak sekitar sini aja, aku gak apa apa" Rafael memeluk pinggang Millie


"Aku tau kamu bisa bela diri kenapa gak lawan aja? "


"Aku gak mungkin lawan papa kamu, bisa bisa hubungan kita semakin rumit" batin Rafael


Rafael tidak memberitahu Millie bahwa yang mengacaukan bengkelnya adalah Max, dia tidak ingin merusak hubungan Millie dan sang ayah


"Mana makanannya? suapin dong"


"Iissshh.. makan sendiri aja, manja deh" Millie duduk berhadapan dengan Rafael


"Sakit.. aku gak bisa makan sendiri"


"Alasan" Millie menyuapi Rafael, dia tersenyum penuh kemenangan menatap Millie


"Jangan senyum senyum.. nyebelin"


"Sini.. " Rafael menepuk pahanya agar Millie duduk disana


"Gak mau" Rafael mengambil makanan dari tangan Millie lalu menariknya agar duduk di pangkuannya


"Aku mau tanya sekali lagi, kamu sayang gak sama aku? " Tanya Rafael


"Enggak" Millie memalingkan wajahnya


"Tatap mata aku, sekarang jawab kamu sayang sama aku gak? "


"Aku gak tau.. lepasin malu nanti ada orang" Millie hendak berdiri namun Rafael mengeratkan pelukannya


"Gimana? kamu sayang gak sama aku? maafin aku, aku janji gak akan ulangi kesalahan lagi" Rafael menekan tengkuk Millie hingga hidung dan dahi mereka saling menempel


"Aku gak bohong, aku bener-bener sayang sama kamu" ucap Rafael


"Bang.. nambal.. ehh" seorang pria datang membuat Millie buru buru bangun dari pangkuan Rafael


"Ganggu momen aja " gumam Rafael


"Sorry bang keganggu ya? lain kali kalo pacaran di dalem"


"Berisik lo"

__ADS_1


__ADS_2