
Seminggu berlalu
Millie masih dengan pemikirannya yang pesimis meskipun sang suami mengatakan tidak masalah dengan apa yang dialaminya, Rafael pun melarang Millie mengatakan hal itu pada siapapun termasuk orang tuanya
Pagi hari seperti biasa Rafael akan mengantar Millie ke kampus dan setelah itu pergi kekantor, seperti biasa pula Millie akan masa bodoh dengan orang orang di sekitarnya dan langsung masuk kedalam kelas
"Tunggu.. tunggu" Bastian menahan tangan Millie yang baru saja melangkahkan kakinya ke dalam kelas
"Apa lagi?" jawab Millie dingin
"Gimana tawaran gue waktu itu?"
"Gue gak tertarik, jangan ganggu gue lagi" Millie menepis tangan Bastian lalu melanjutkan langkahnya menuju kursi
"Lo gak mau banyak temen gitu? ayolah.. lagian club' ini cuma buat seneng seneng doang" bujuk Bastian
"Gue gak butuh temen"
"Ayolah.... gini aja" Bastian tiba tiba mengambil handphone yang di pegang Millie
"Sini.. balikin gak?" Millie berdiri berusaha mengambil handphonenya
"Gak... bentar" Bastian mengangkat handphone Millie lebih tinggi dan mengetik sesuatu
Bastian sengaja berputar putar agar Millie tidak bisa menjangkau handphonenya, tiba tiba saja kaki mereka saling menyandung mengakibatkan mereka kehilangan keseimbangan dan Bastian jatuh diatas tubuh Millie
Ayunda yang kebetulan lewat melihat kejadian itu dan langsung menarik Bastian untuk berdiri, bukannya berterima kasih tapi Bastian malah menepis tangan Ayunda dan membantu Millie berdiri
"Sini" Millie merampas kasar handphonenya dari tangan Bastian
"Gue udah dapet nomor Lo, thanks" Bastian pergi begitu saja tanpa memperdulikan Ayunda
Ayunda menatap Millie penuh permusuhan namun Millie sama sekali tak menganggap begitu, Millie kembali duduk di kursinya dengan raut wajah kesal
"Lo.... dengerin gue, jangan deketin Bastian atau Lo gak bakal tenang" ucap Ayunda penuh penekanan
"Gue gak tertarik sama sekali sama dia, harusnya Lo jagain kak Bastian kalo Lo takut dia di gondol orang" mendengar jawaban Millie membuat Ayunda pergi dengan kesal
"Sial... Bastian liat apa sih dari cewek itu" gerutu Ayunda ketika keluar dari kelas Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Selamat siang tuan"
"Masuk.. gimana udah ketemu?" Tanya Rafael pada seseorang yang baru saja masuk keruangannya
"Kami sudah mengetahui keberadaannya dan rencananya Hari ini kami akan berangkat menuju kota dimana dia bersembunyi "
__ADS_1
"Bagus... jangan sampe lolos lagi" Rafael masih mencari mantan stafnya yang kabur karena terjerat kasus korupsi
Rafael memberi kode pada bawahannya agar keluar dari ruangannya ketika teleponnya berdering, Rafael menghela nafas ketika melihat nama si penelepon
"Kenapa Oma?" ucap Rafael ketika menjawab telepon
"Oma kesel.. temen temen Oma datang ke rumah dan bahas cicit, mereka ledekin Oma katanya punya cucu belum laku juga, mereka juga bilang jangan jangan kamu gak suka cewek" Oma menggerutu membuat Rafael menjauhkan handphonenya dari telinga
"Terus kenapa marah marah sama aku? omongan orang biarin aja, lagian aku udah nikah kok kenapa Oma harus panas sama ocehan mereka?"
"Kenapa kalian gak umumkan pernikahan kalian aja? terus kalian cepetan kasih Oma cicit biar mereka tau kalo cucu Oma udah laku dan yang mereka kira itu salah" Rafael menghela nafas mendengar ocehan neneknya
"Nanti aku bicarakan dulu sama Millie, Millie baru masuk universitas dan perjalanannya masih panjang jangan Bebani dia cuma karena omongan temen temen Oma "
"Emangnya kenapa kalian gak mau orang lain tau kalo kalian udah nikah? kalian gak takut salah satu dari kalian nanti di deketin dan kecantol orang lain?" gerutu Oma
"Masa kita harus umumkan pernikahan kita sementara Millie baru aja keluar SMA, apa kata orang Oma? kita udah sepakat kalo Millie udah satu tahun kuliah baru kita akan melakukan resepsi pernikahan "
"Pokoknya kalian harus pindah kesini, Oma pastikan Millie akan mengandung dalam waktu dekat kalo Oma yang urusin" Rafael memijat kepalanya mendengar permintaan sang nenek
"Oma... pikirin aja kesehatan Oma jangan mikirin hal lain, masalah rumah tangga aku udah biar aku yang urus.. aku kasih Oma cicit tapi gak sekarang " jawab Rafael
"Kamu bikin Oma kesel aja, udahlah ngomong sama kamu malah bikin pusing " Oma memutuskan sambungan teleponnya
"Udah tua kerjaannya marah marah Mulu" gumam Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa yang Lo omongin tadi pagi sama anak baru itu?" tanya Ayunda
"Gak ada.. lagian kenapa juga Lo harus tau?"
"Bas... gue udah berapa kali ungkapin perasaan gue sama Lo, tapi kenapa Lo gak coba sedikit aja buka hati Lo buat gue?" Bastian malah tersenyum smirk mendengar ucapan Ayunda
"Candra selalu ada buat Lo.. kenapa Lo gak coba buka hati aja buat dia?" Bastian membalik pertanyaan yang di lontarkan Ayunda
"Tapi yang gue suka itu Lo"
"Nah... itu juga yang gue rasain, perasaan gue bukan buat Lo " ucap Bastian lalu masuk kedalam mobilnya
"Bas..." Ayunda hendak mengejar Bastian namun Candra menahannya
"Udahlah Ayunda... mau berapa lama lagi Lo ngejar dia? Bastian gak punya perasaan buat Lo, gue gak mau Lo sakit hati terus sama dia" ucap Candra
"Gue akan lebih sakit hati kalo liat Bastian sama cewek lain" Ayunda menepis tangan Candra lalu pergi
Candra menatap kepergian Ayunda dengan tatapan sendu, tiba tiba sebuah suara membuat Candra terkesiap
__ADS_1
"Cinta segitiga emang membingungkan ya.. kalian cuma ngejar bayang bayang" ucap Jesica yang tiba-tiba berdiri di samping Candra
"Lo kayak jin aja" gumam Candra
"Enak aja... masa cantik cantik gini di bilang jin? dahlah gue mau nyusul Ayunda aja, bye.." Jesica yang tidak lain adalah sahabat Ayunda pergi menyusul Jesica
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Max"
"Lo masuk ketuk pintu dulu kek" ucap Max ketika melihat kedatangan Dito
"Alah.. gue bukan tamu juga" ucapnya sambil duduk di sofa
"Tumben Lo kesini?" tanya Max
"Gue mau bilang sesuatu" Max kini beralih duduk di sofa ketika melihat wajah Dito tampaknya berubah serius
"Apaan?"
"Anak gue minta gue buat lamar anak Lo" Max hanya mengerutkan keningnya
"Dia bilang mau serius sama Ellia.. menurut Lo gimana? " lanjut Dito
"Gue.. besanan sama Lo?" Max malah tertawa mendengar hal itu
"Emang kenapa? anak gue cakep"
"Masalahnya bapaknya, gue gak mau besanan sama Lo" jawab Max sambil tertawa
"Jangan gitu dong.. gue serius ini"
"Oke kita serius.. gue sih terserah anak gue aja, kalo dia mau ya silahkan kalo enggak jangan maksa" Max menghentikan tawanya lalu membetulkan posisi duduknya
"Makanya gue dateng kesini.. Lo tanya Ellia dulu dia mau apa enggak?"
"Bukannya mereka pacaran? " tanya Max
"Anak Lo minta putus Mulu katanya anak gue gak serius, makanya anak gue pengen buktiin kalo dia serius"
"Kalo gitu kemungkinan anak gue gak mau, jangan jangan dia punya cowok baru" ucap Max
"Jangan gitu dong Lo.. tanya dulu lah siapa tau emang Ellia cuma gertak biar anak gue lebih serius"
"Iya nanti gue tanyain.. kalo gak lupa" Max memelankan suaranya diakhir kalimat
"Rese Lo"
__ADS_1
"Kita ngopi dulu lah.. udah lama gak ngopi bareng nanti urusan anak anak gue tanya anak gue dulu" ucap Max
"Kuy lah" keduanya saling merangkul bahu masing-masing meninggalkan ruangan kerja Max