Youth Love

Youth Love
eps 145


__ADS_3

Othor gak bisa bales komentar karena disini lagi sulit sinyal, up ban aja harus nyari nari sinyal mohon di maklum ya bukannya othor sombong😁😁😁


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


"Kak mau kemana? Hari minggu nih jalan yuk? " Anna menghadang Rafael yang hendak keluar dari kamar


"Pergi aja sendiri" Rafael menabrak bahu Anna dan melewatinya


"Dan... Cari tempat tinggal, gue muak liat muka lo yang sok polos" Rafael menghentikan langkahnya dan kembali berbalik


"Tapi kenapa kak? Salah aku apa? "


"Lo bilang salah lo apa? Lo pikir aja sendiri lo lebih tau tepatnya bukan?Β 


" Aku gak ngerti maksud kakak apa? " Anna sudah menunjukkan wajah sedihnya


"Lo hasut mami juga William, dia udah cerita kalo lo punya rencana di balik William yang deketin Millie" Anna cukup terkejut ternyata William memberitahu semuanya pada Rafael


"Itu semua gak bener.... "


"Cukup... Gue udah tau semuanya, mami juga udah setuju jadi sebaiknya lo cari kost-kostan sendiri jangan muncul lagi di depan gue'' ucap Rafael lalu kembali melangkahkan kakinya


" Kakak udah bikin hubungan kakak sama temen temen deket kakak hancur cuma karena Millie, apa kakak gak mikir gimana kalo dia mengkhianati kakak siapa nanti yang akan selalu ada buat kakak kalo bukan temen deket kak Rafael? "


"Gue gak butuh temen toxic, dan Millie gak mungkin pergi mengkhianati gue" Rafael pergi begitu sajaΒ  tidak ingin lebih banyak bicara dengan Anna


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


"Bibi... Buka bi... " Arumi berucap lirih sambil menggedor pintu


"Bentar Non" Bibi membuka pintu lalu membantu Arumi ke tempat tidur


"Non mau makan? "


"Enggak.... Haus bi? " Lirih Arumi


"Bentar bibi ambilin dulu" Bibi pergi


Bibi menatap iba pada Arumi yang sedang meminum segelas air dalam sekali teguk, bibi duduk di samping Arumi merapihkan rambutnya juga membersihkan air mata yang masih tersisa di wajahnya


"Tidur ya.. Biar bibi bersihkan kamarnya" Bibi membantu Arumi berbaring dan menyelimutinya


"Sampai kapan Non Arumi akan seperti ini? Aku kasihan melihatnya, pengobatan saja sepertinya tidak akan merubah apapun" Batin bibi


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


"Hari libur masih aja di panggil, mau ngerjain gue lagi nih pasti" Gumam Rafael seraya masuk ke dalam rumah Millie


"Den di tunggu tuan di belakang" Ucap bibi saat Rafael masuk

__ADS_1


Max terlihat sedang membaca koran sambil menikmati segelas jus di kursi berjemur pinggir kolam, melihat kedatangan Rafael Dia membenarkan posisi duduknyaΒ 


"Mau di anter kemana om? " Tanya Rafael


"Gak kemana mana, nanti menantu saya mau main kesini tolong ambilin mangga muda tuh di atas pohon" Rafael menganga melihat pohon yang tinggi itu harus dia panjat


"Gak ada tukang kebun apa om? Masa saya di suruh manjat"Β 


"Mau protes? " Ucap Max sambil menurunkan kacamatanya


"Enggak.. Nanya doang" Jawab Rafael sambil naikΒ 


"Papa ngapain panggil kak Rafael ke rumah? Padahalkan hari ini libur" Tanya Millie yang baru saja datang


"Mau di suruh ngambil mangga muda buat Irene"


"Ya ampun... Papa tega banget sih, kan ada tukang kebun pa.. Kasihan kalo dia kesini cuma di suruh suruh doang" Millie protes karena papanya selalu menyuruh Rafael


"I love you sayang... Kamu memang pengertian" Sahut Rafael dari atas pohon


"Astaga... Jadi kamu udah di atas? Hati hati nanti jatuh" Ucap Millie


"Cih... Perhatian banget, biarin aja udah gede ini" Tangan Rafael tidak sengaja menjatuhkan mangga tepat di meja di samping Max


Sontak saja Max terkejut dan langsung berdiri dari duduknya, melihat papanya yang terkejut dengan mata membulat Millie segera bertanya tentang keadaan papanya namun setelahnya malah tertawa mengingat papanya yang melompat karena terkejut


"Sial... Kamu sengaja ya? " Max yang marah melempar sendalnya ke atas namun malah mengenai sarang lebah


Rafael yang sudah turun menyadari sarang lebah itu jatuh di kakinya segera berlari menarik Millie masuk ke dalam Kolam, sementara Max yang telat menyadari itu di sengat tepat di wajah serta tangannya lalu setelah itu baru dia ikut masuk ke dalam kolam


Setelah lebah lebah itu pergi Rafael tidak bisa menghentikan tawanya melihat wajah Max yang membengkak, Millie yang awalnya tertawa lalu memukul Rafael agar berhenti tertawa


"Papa gak apa apa? " Tanya Millie


"Gak apa apa gimana? Gak liat apa ini aduuhh... Sakit banget" Rafael menahan tawanya sampai pipinya menggembung


"Ini kenapa malah basah basahan? " Allea baru saja keluar


"Papa kenapa? Loh ini kenapa ya ampun.. Suami gantengnya aku kenapa? " Allea menggerakkan kepala Max ke kiri dan ke kanan


''Ini gara gara dia" Max menunjuk Rafael


"Kok saya? Kan om yang lempar sarang tawonnya" Jawab Max


"Papa sih ngusilin orang mulu jadi kena batunya" Cicit Millie


"Kamu kok malah nyalahin papa"Β 


"Aku gak nyalahin papa, ayo obati dulu nanti tambah bengkak" Allea dan Millie membawa Max ke dalam rumah

__ADS_1


Saat di pintu masuk mereka berpapasan dengan Irene dan Ello, Irene tidak bisa menahan tawanya sampai tertawa terbahak-bahak


"Inget lagi hamil" Ucap Allea menunjuk perut Irene


"Ya ampun... Papa lucu banget" Irene mengusap sudut matanya


"Ini demi kakak ipar nih" Rafael mengikuti mereka dari belakang lalu memberikan mangga yang tadi dia petik


"Jadi papa bengkak gitu gara-gara ngambil mangga ini? Tapi kok mereka basah basahan? " Gumam Irene


"Kita liat papa dulu ya nanti suruh bibi bikin bumbu rujaknya" Ello memberikan mangga muda itu pada bibi


...πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯πŸ₯...


"Aku ke toilet dulu ya" Ello meninggalkan Irene sendiri duduk di sebuah cafe


"Irene... sangat kebetulan" Gumam Arumi


Arumi mengambil sesuatu dari tasnya dan berjalan menghampiri Irene, sebelum sampai ke meja Irene dia celingukan mencari keberadaan Ello


"Hai... kebetulan ketemu disini" sapa Arumi


"Hai.. lo sendirian? " tanya Irene


"Iya.. Ello kemana? tumben sendiri? "


"Lagi ke toilet dulu, gabung disini aja" ucap Irene


"Boleh.. thanks ya" Arumi pun duduk di salah satu kursi


Mereka berbincang bincang membicarakan beberapa hal namun Ello belum kembali, Arumi memanfaatkan kesempatan untuk memasukkan obat ke dalam minuman Irene


Saat Irene lengah Arumi menjatuhkan dompet Irene yang berada di atas meja, saat Irene mengambilnya Arumi membuka kapsul obat lalu memasukkannya pada gelas Irene


"Ello mana sih? " Irene menyimpan dompet nya kembali diatas meja


"Lama ya? " Ello kembali dan duduk di samping Irene


"Lo belum makan? " tanya Ello


"Nungguin orang lama banget" Irene menyindir Ello


"Ya udah sekarang makan, lo udah dari tadi? " tanya Ello pada Arumi


"Enggak.. baru datang kok, ini pesanan aja baru di anter"


Irene mengangkat gelasnya hendak meminum jus milikNya, Arumi terus menatap Irene memastikan bahwa dia meminumnya sampai habis


"Ayo Irene minum... hubungan kalian pasti selesai kalo bayi itu gak ada " batin Arumi

__ADS_1


__ADS_2