
"Assalamu'alaikum... om.. tante.. " Abra mengetuk pintu rumah Millie tidak sabaran
Pintu terbuka oleh Allea membuat keempatnya dengan terburu-buru mencium tangan Allea, Allea celingukan mencari keberadaan anaknya yang tadi izin pergi bersama mereka
"Millie mana? " tanya Allea
"Itu dia tante Millie.. Millie di bawa paksa sama orang"
"Apa? Millie dia bawa siapa? Millie.. Millie" Tubuh Allea lemas hingga tidak kuat menopang berat tubuhnya sendiri
"Tante.." Rian dan Abra menangkap tubuh Allea agar tidak terjatuh
"Heh.. kalian apain istri saya? " mereka sampai terlonjak mendengar suara Max
"Om.. ini bantuin" Max mengambil tubuh Allea
"Kenapa sayang? ada apa? " tanya Max melihat istrinya menangis dengan tubuh lemah
"Millie pa.. Millie... " Allea terkulai tak sadarkan diri
"Millie kenapa? kenapa Millie gak pulang sama kalian? " Max yang bertanya namun mereka seperti sedang ada di persidangan, begitu takut, canggung dan gugup
"Itu.. om.. anu.. itu.. " Abra tak kunjung bicara mereka hanya saling menyenggol dengan sikut nya
"Ahh.. kalian lama, gak tau apa tangan saya pegel" Max merebahkan tubuh Allea di sofa lalu kembali pada Abra dan teman-temannya
"Jelasin.. Millie kemana? "
"Millie om.. tadi kita mau nolong orang tau tau Millie malah di bius dan di bawa kabur" Mereka sudah ketakutan setengah mati
"Siapa yang lakuin itu? siapa? " suara Max menggelegar hingga anak anaknya yang lain berlarian turun dari kamar mereka
Max langsung menelpon anak buahnya untuk menyebarkan mencari Millie, sementara Ello menelpon Dirga untuk meminta bantuan
Kini mereka menyebar mencari Millie ke setiap jalan di kota itu, Ello bersama Max juga Abra dan teman-temannya ke lokasi dimana Millie hilang
Sementara Dirga mengikuti kata hatinya dan membagi gengnya menjadi dua, Dirga berhenti di persimpangan yang gelap berharap tiba tiba ada petunjuk tentang Millie
"Kemana lagi bang? "
"Bentar gue lagi mikir dulu" jawab Dirga
Lama mereka berhenti disana sampai saat mereka hendak melanjutkan perjalanan, siluet seseorang berlari dari kegelapan menuju arah mereka
Hanya dari kegelapan saja Dirga sudah tahu siapa yang berlari ke arahnya, Dirga turun dari motornya berlari menghampiri bayangan hitam tersebut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Baru saja Millie membuka pintu ternyata seorang pria tinggi berdiri di hadapannya dengan topi dan maskernya, Millie Yakin ini adalah orang yang sama dengan orang yang beberapa kali mencelakai nya
Pria tersebut menyentuh bahu Millie dengan cepat Millie memelintir tangan pria tersebut, Kembali terjadi perkelahian diantara Millie dan pria itu
Wajah Millie terkena pukulan hingga sudut bibirnya kembali berdarah, Pria itu mematung dan Millie memanfaatkan keadaan
Millie melompat ke dinding lalu menendang dada pria tersebut hingga dia terjatuh dan topinya terlepas, Millie ber menginjak dada pria itu sebelum dia kembali berdiri dan mencabut masker di wajahnya
__ADS_1
Kaki Millie mundur seketika ketika melihat siapa pria yang dia injak, Rafael menatap sendu wajah Millie yang terluka
"Cih... gue gak nyangka, Makasih buat waktunya selama ini.. gue harap penyesalan itu datang secepatnya" ucap Millie
Hanya itu yang di katakan Millie lalu dia berlari dengan sisa tenaganya, Millie tidak berhenti sedikitpun dia terus berlari meskipun dia terjatuh berkali-kali
Rafael mengikuti Millie dengan mobilnya entah apa yang dia lakukan, dia marah dia dendam namun tidak bisa mengabaikan Millie
Hatinya merasa sakit melihat Millie terluka apalagi dia berlari seperti itu, ingin rasanya dia memeluk Millie saat itu juga
Rafael berhenti dari kejauhan saat Millie sudah sampai di jalan raya, tampaknya Millie sudah bertemu dengan teman temannya melihat dia di hampiri sekumpulan pemotor
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie pasti baik baik aja" Ellia juga menangis memeluk Allea
"Sayang kamu dimana nak? kamu baik baik aja kan? mama khawatir nak " Allea menangis memeluk foto Millie
Michelle mengusap air matanya bagaimana pun dia tidak akur dengan Millie tetap saja dia juga khawatir mendengar Millie dalam bahaya, Exel juga menangis di dapur duduk di lantai dan bersandar pada kulkas
"Ya Allah.. lindungi non Millie" Bibi juga ikut sedih mendengar anak baik dan ceria itu dalam bahaya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie.. syukurlah" Dirga memeluk Millie yang terjatuh duduk dengan nafas tersengal
"Lo gak apa apa? siapa yang bawa lo? "
"Gak usah peluk peluk, cari kesempatan lo.. pulang yuk gue capek" Millie menarik tangan Dirga untuk berdiri
"Millie.. siapa yang lakuin ini sama lo? ini udah keterlaluan" Di tempat terang barulah terlihat wajah Millie yang terluka di bagian tengah hidung, pipi, sudut bibir juga keningnya
"Gak apa apa cuma salah paham aja, udah beres kok" Millie terpaksa berbohong
Meskipun hatinya di bayangi rasa kecewa pada Rafael namun dia tetap melindunginya, Millie sangat faham bagaimana sifat Max jika ada orang yang mengganggu keluarganya
"Ini cuma salah paham? muka lo babak belur gini" ucap teman Dirga
"Tapi gue masih cantik kan? " ucap Millie dengan diiringi tawa kecil
"Lo udah bonyok juga masih bisa ketawa"
"Bentar gue telepon Bokap lo dulu" Dirga menelpon Max untuk memberitahu bahwa Millie sudah di temukan
Sesampainya di rumah Millie turun dari motor Dirga dan berlari masuk ke rumah setelah mendengar Allea pingsan saat mendengar dia di bawa orang, Millie membuka pintu dia tersenyum merentangkan tangannya seraya menaik turunkan alisnya
Tangis Allea pecah dia sampai sujud di lantai melihat anak keduanya pulang meskipun dengan wajah penuh luka, Millie duduk dan memeluk Allea yang masih menangis tersedu
"Mama aku udah pulang, jangan nangis dong"
"Kamu gak tau bagaimana khawatirnya mama, kamu gak tau gimana sakitnya hati mama saat dengar kamu di bawa orang, mama tambah sakit hati melihat kamu seperti ini" Allea tak kuasa menahan tangisnya, menyentuh wajah sang anak
"Gak apa apa ma.. Millie baik baik aja"
"Baik baik aja gimana? ini.. ini.. ini.. ini yang kamu bilang baik baik aja? "
__ADS_1
"Aww.. sakit ma" pekik Millie saat Allea menekan lukanya
Terdengar suara bergemuruh yang berasal dari motor dan mobil yang berhenti di depan rumah Max yang luas, semua orang berdiri dan penasaran melihat ke depan rumah
"Anjir... bapak gue keren banget" ucap Millie ketika Max datang dengan segerombolan orang dengan perawakan tinggi besar yang baru saja turun dari kendaraan
Tanpa berkata apapun Max memeluk Millie erat sangat lama, banyaknya orang yang berkumpul disana namun tidak ada satu suara pun mereka
"Siapa yang bikin kamu kayak gini? "
"Ini cuma salah paham pa.. ini yang terakhir kalinya Millie janji gak akan bikin mama sama papa khawatir lagi" ucap Millie
"Papa gak butuh janji kamu, papa tanya siapa yang bikin kamu begini? "
"Kita bahas nanti pa, kasian orang orang papa nungguin" Millie mengalihkan pembicaraan
Max membubarkan orang-orang suruhannya juga berterima kasih pada Dirga dan teman-temannya serta keempat teman Millie, Saat papanya sibuk dengan orang lain Millie mengendap-endap naik ke kamarnya tanpa di sadari siapapun
Millie melamun sambil berendam di kamar mandi dia mengingat kejadian yang baru saja menimpanya, Orang yang dia cintai akhir akhir ini ternyata adalah dalang di balik ini semua
Millie meraba lehernya dia baru sadar kalung pemberian mami Dirga hilang, Millie menyelesaikan mandinya dan keluar dari kamar mandi
Dia kira papa nya akan melupakan kejadian ini seperti sebelumnya namun dia salah, Allea dan Max sudah menunggu di kamarnya
"Mau pake baju pa.. ma.. masa di liatin gitu"
"Ambil baju kamu ganti di kamar mandi, jangan lama" Millie menghembuskan nafas kasar lalu kembali dengan baju gantinya
"Papa mau tanya Millie, siapa yang bikin kamu begini? " Tanya Max ketika Millie sudah keluar
"Ini cuma salah paham pa.. Millie gak kenal sama mereka dan mereka gak kenal sama Millie, Millie sama temen-temen awalnya cuma mau nolong orang gak taunya gerombolan itu datang entah itu temannya atau musuh orang itu"
"Aku sama temen-temen aku mau lari tapi mereka suntik aku sampe aku gak inget apa apa lagi" lanjut Millie
"Apa mereka berbuat kurang ajar sama kamu? "
"Enggak pa.. setelah Millie jelaskan mereka meminta maaf dan Millie anggap ini udah selesai" jawab Millie
"Lalu gimana luka luka kamu? kalo cuma salah paham kenapa mereka gak ngobatin kamu? "
"Millie yang gak mau, Millie liat udah jam sebelas malem takut mama sama papa marah jadi Millie pulang aja" Max menatap mata Millie
"Aku gak bohong pa... nih liat nih" Millie membulatkan matanya dan menempelkan keningnya pada kening Max
"Apa papa perlu perpanjang masalah ini sampe ke polisi? "
"Gak usah.. udah beres kok, Millie capek pa mau tidur dulu ya"
"Sebelum tidur mama obati dulu ya lukanya" ucap Allea
"Jangan bikin papa sama mama khawatir, cuma kamu yang sering bikin orang di rumah ini jantungan" Max memeluk Millie begitupun Allea
Millie sebenarnya merasa bersalah telah berbohong pada orang tuanya namun entah kenapa dia tidak mau menempatkan Rafael dalam masalah, Dia tau papanya orang yang keras seperti dirinya
Max tidak akan segan memberikan pelajaran pada orang yang menyakiti keluarganya bahkan bisa membuat hidup mereka hancur dalam sekejap mata, Millie memikirkan itu dia mengkhawatirkan mami Rafael yang sudah begitu menyayanginya
__ADS_1
Jangan sampai karena kesalahan Rafael dan dampaknya akan di rasakan maminya juga, Millie menyayangi mami Rafael meskipun dia kecewa dengan anaknya