
Irene mengerjapkan matanya perlahan tubuhnya masih terasa lemas, masih di ruangan rumah sakit namun ruangan itu menjadi berbeda
Pintu ruangan itu terbuka saat Irene sedang meraba-raba perutnya, Irene terlihat sedang menangis sesekali mengusap air matanya
Ello duduk di kursi di samping ranjang Irene dan mengulurkan gelang yang ada di telapak tangannya, Irene menoleh sejenak lalu membaringkan tubuhnya membelakangi Ello
"Maaf... " lirih Ello, Irene tidak menjawab apapun
"Gue salah.. maafin gue"
"Udah lah jangan bahas lagi lupain aja, anak itu udah gak ada" Irene menahan tangisnya
"Anak itu masih ada, gue akan bertanggung jawab" ucap Ello
Irene mematung sekali lagi dia meraba perutnya dan dia memang tidak merasakan apapun, pintu kembali terbuka kini Aldi dan Millie masuk
"Gue mau pulang" ucap Irene pada Aldi
"Sebaiknya lo di rawat aja"
"Gue udah gak apa apa, lagi pula udah gak apa apa" ucap Irene
"Tapi.. "
"Muka lo kenapa? " tanya Irene melihat wajah Aldi
"Seseorang menuduh kita melakukannya, lo emang bener dia brengsek" ucap Aldi
"Gue udah tau" Irene menurunkan kakinya hendak pergi namun Ello menahan tangannya
"Jangan kemana mana dulu, lo harus di pastikan baik baik aja sebelum pergi" Irene menarik kasar tangannya
"Ayo pergi" Irene menarik tangan Aldi pergi dari sana
Ello hanya menatap kepergian Irene dia merasa bersalah padanya karena selain merendahkannya dia juga menyakitinya dengan kata kata yang menyakitkan
"Kenapa gak di kejar? " tanya Millie
"Gue banyak salah sama dia, wajar kalo dia marah"
"Elu sih masa gak sadar gitu, seenggak inget apa rambutnya kek, atau bajunya gitu" gerutu Millie
"Mau kemana? " tanya Millie ketika Ello melangkah pergi
"Bayar administrasi" ucap Ello tanpa berbalik
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sini kamu" Rafael baru saja keluar dari kamar tidurnya seraya mengucek mata, tiba-tiba saja maminya menarik tangan Rafael
"Apa sih mi.. pagi pagi udah ribut aja"
__ADS_1
"Semalem mami ketuk pintu kenapa gak di buka? apa bener kamu mesra mesraan sama Millie di bengkel? " tanya mami Rafael
"Apa sih mami nanya aneh aneh aja, ada makanan gak mi aku laper" ucap Rafael
"Jawab dulu" mami Rafael menarik ujung baju anaknya
"Ya.. ya.. cuma cium aja mi gak lebih" jawab Rafael
"Itu anak orang awas kalo kamu apa apain, mami gantung kamu" ucap mami Rafael sambil mendorong anaknya
"Galak banget sih pagi pagi"
"Pagi pagi apaan gak liat ini udah jam 12 siang? " pekik Maminya
"Iya.. iya.. bikin apa buat sarapan? "
"Sarapan matamu, kita udah mau makan siang" gerutu Mami Rafael
" Marah marah mulu mami" Rafael hendak mengambil gorengan di meja namun tangannya di pukul maminya
"Apa lagi sih? " gerutu Rafael
"Mandi dulu baru makan, jorok banget"
"Hiiisshh... mami emang paling cerewet " Rafael mencubit kedua pipi Maminya
Arumi tidak keluar dari kamarnya ketika Rafael sudah bangun, dia enggan bertemu dengan Rafael setelah semalam mami Rafael mengatakan kekesalan Rafael terhadapnya
Ello dan Millie dalam perjalanan pulang menuju rumahnya namun di tengah jalan Ello berhenti karena Aldi di hadang oleh preman yang tempo hari mengganggu Irene
Ello mengalahkan mereka sementara Millie hanya menonton sambil duduk di depan mobilnya, setelah mereka semua kabur Ello membangunkan Aldi yang babak belur
"Lo gak apa apa? " tanya Ello pada Irene
"Gak apa apa, ayo gue obatin di rumah" Irene meraih tangan Aldi namun Ello menepisnya, Ello menyuruh Millie membawa mobil Irene bersama Aldi ikut kerumahnya
Sementara dia menarik Irene ke dalam mobilnya dan pergi lebih dulu, Sesampainya di kediaman Max disana sudah ada mobil Arumi terparkir di halaman rumahnya
"Ello... Ello kenapa kamu lari?" Arumi menghampiri Ello
"Minggir" Ello menggeser Arumi dan menarik tangan Irene kehadapan Max dan Allea
"Ada apa ini Ello? " tanya Allea
"Aku gak akan pernah tunangan sama dia" Ello menunjuk Arumi
"Tapi kenapa? lalu gimana sama aku? " Arumi menangis pilu
"Ello.. jangan pernah lari dari tanggung jawab, kamu itu laki-laki pegang kata-katamu" bentak Allea
"Justru kalo aku nikah sama dia, anak aku akan terancam"
__ADS_1
"Anak? " gumam mereka yang ada disana
"Ya... yang ada di kamar malam itu Irene bukan Arumi dan sekarang dia sedang hamil" Semua orang tercengang
"Ini.. ini... gimana maksudnya? "
"Malam itu aku liat Ello dan Ellia presentasi tapi tiba-tiba kepala aku pusing dan gak bisa tahan ngantuk aku saat itu, aku masuk ke kamar tapi gak tau kamar siapa dan gak inget apa apa lagi, pagi pagi aku sadar dengan keadaan... " Irene menghentikan kata katanya
"Teruskan" ucap Max dengan tegas membuat Irene ragu
Irene takut untuk bicara, takut mereka tidak akan percaya seperti pertama kali saat dia mengatakannya pada Ello, Ello menganggukkan kepalanya saat Irene menatapnya
"Aku.. aku.. aku bangun ketakutan, karena.. karena.. kamarnya gelap aku gak bisa ngenalin Ello dan kabur sebelum Ello bangun karena takut" lirih Irene
"Jangan percaya... dia pasti bohong, apa buktinya? " sergah Arumi
"Rantai kecil ini, aku pernah nanya anting sama kamu tapi kamu bilang udah di buang, ini adalah potongan gelang Irene.. kamu gak bisa berbohong lagi" ucap Ello
"Aku gak bohong.. itu punya aku"
"Si ujung rantai ini ada bunga kecil coba kamu sebutkan huruf yang tertulis di bunga itu" Irene terdiam seketika
"Gak bisa jawab? " tanya Ello
Arumi berlari keluar karena malu tanpa mengatakan apapun lagi, di luar rumah dia berpapasan dengan Rafael yang baru saja datang
"Arumi.. " Rafael menghentikan Arumi yang menangis
Rafael menyentuh kedua lengan Arumi dan bertanya apa yang terjadi hingga membuat dia menangis seperti itu, Tiba-tiba Arumi memeluk Rafael membuatnya terkejut pasalnya itu di rumah Millie dan bisa saja kekasihnya itu melihat dia
Benar saja saat itu sebuah mobil masuk dan terdengar suara derap kaki mendekat lalu menarik Rafael ke belakang, Rafael segera mendorong Arumi menjauh dan mendekat pada Millie
"Kurang ajar, berani kamu pelukan di rumah aku? " pekik Millie
Plak
Satu tamparan mendarat di wajah Rafael membuat Aldi ikut meringis saat melihatnya, Arumi buru-buru pergi sebelum keluarga Millie keluar meminta penjelasan
"Sayang.. ini gak seperti yang kamu lihat, dia tiba-tiba... "
"Dah jangan ngomong, pergi sana" ucap Millie lalu berjalan masuk menabrak lengan Rafael
"Sayang.. jangan gitu dong" Rafael menahan tangan Millie
"Apa? apa? mau lagi? " Rafael memejamkan matanya saat Millie mengangkat tangannya
"Iiihhh... " Millie yang kesal memelintir telinga Rafael hingga dia mengaduh
Rafael mengusap telinganya yang memerah akibat ulah Millie, Aldi meledek Rafael sambil berlalu masuk melewatinya
"Sakit ya? makanya jangan ke gatelan" ucap Aldi
__ADS_1
Othor udah tepatin janji jangan lupa sajen ya, kalo enggak entar othor kutuk 🤣