Youth Love

Youth Love
eps 22


__ADS_3

Millie sedang bersantai seperti biasa setiap malam jika tidak keluar dia hanya akan rebahan di sofa dengan ponselnya, Millie selalu bermain ponsel namun selalu mengabaikan telepon dan pesan dari orang lain


"Millie... panggil kak Ellia" Ucap Max


"Lo aja sono panggilin" Millie menoyor kepala Michelle yang duduk di lantai di bawahnya


"Kan lo yang di suruh" Michelle menolak karena dia sedang main game


"Millie... " Max menekankan kata katanya


"Iya pa Millie panggilin" Millie naik ke atas menuju kamar Ellia


"Nanti kamu juga ke ruangan kerja papa sama kakak kamu"


"Ya... " Millie berlari ke kamar Ellia


Tok.. Tok.. Tok...


"Eh.. Millie ada apa?" tanya Ellia


"Di suruh papa keruangan kerjanya sekarang" ucap Millie lalu dia pergi lebih dulu keruangan kerja Max


Kini keduanya sudah berada di dalam ruangan kerja Max, Millie menggoyang goyangkan kakinya sebenarnya dia merasa grogi dengan tatapan sang ayah


"Millie gak bikin masalah loh pa.. Millie udah gak pernah berantem sama kabur kaburan lagi" Millie lebih dulu membela diri sebelum ayahnya bertanya


"Memangnya siapa yang bilang Millie bikin ulah? "


"Ohh.. bukan ya? terus kenapa papa panggil kita kesini? " Millie masih penasaran tapi juga takut di marahi papanya


"Kata mama kalian lagi jaga jarak? kenapa? "


"Eng.. enggak kok, enggak kan kak? " Millie segera merangkul Ellia


"Sebenarnya iya pa.. Millie yang menghindar dari aku, aku gak tau kesalahan aku dimana" Millie melepaskan tangannya lalu mendorong lengan Ellia


"Millie... ada masalah apa sama kakak kamu? " tanya Max


"Gak ada pa"


"Bohong pa.. Millie kayaknya marah karena Dirga ninggalin dia buat nolong aku, sejak hari itu Millie jadi menjauh dari aku sama Dirga" Millie menatap sinis Ellia karena mengatakan semuanya pada Max


"Itu udah lama loh Millie, sebenarnya kamu kesel kenapa? "


"Jujur aja ya pa.. Aku kesel sama mereka berdua, kak Dirga selalu ngajak aku tapi dia selalu ninggalin aku atau batalin janjinya gitu aja gara gara kakak.. Kakak seolah olah kayak sengaja ngelakuin itu waktu aku dan kak Dirga punya rencana "


"Millie udah jujur, apa kamu punya alasan Ellia? " Tanya Max


"Itu.. itu.. aku gak tau pa, aku gak tau mereka lagi ada janji dan aku gak tau waktu butuh kak Dirga dia lagi sama Millie"


"Sekarang permasalahannya ada pada Dirga, apa papa harus panggil Dirga? "


"Enggak perlu pa.. aku udah tau kenapa kak Dirga selalu kayak gitu, sebenarnya kak Dirga suka sama kak Ellia dan sekarang mereka udah pacaran" Sergah Millie

__ADS_1


"Apa? jadi kamu pacaran sama Dirga? " Max terkejut mendengarnya, Ellia hanya mengangguk


"Jadi Millie sebenarnya suka sama kak Dirga atau gimana? Kenapa Jadi marah mereka pacaran"


"Enggak.. Rafael aja lebih ganteng ngapain suka sama kak Dirga, Millie ngantuk pa udah kan tanya nya? " Millie mulai menguap


"Baikan dulu baru boleh keluar" Ucap Max


"Millie maafin kakak kan? jangan marah lagi" Millie mengangguk lalu memeluk Ellia


"Kenapa juga gue kayak orang bodoh harus marah sama kak Ellia, padahal hati gak bisa di paksain juga" Batin Millie


"Sekarang udah gak marahan lagi? " tanya Max dan keduanya mengangguk


"Kalo kalian masih marahan sekalian Dirga gak boleh kesini dan Ellia harus akhiri hubungannya sama Dirga, papa gak mau cuma karena cowok kalian berantem"


"Enggak.. enggak pa, Papa kan tau aku udah ada kak Rafael, aku cuma kesel karena kak Dirga selalu ingkar janji" Millie segera menyela dia tidak boleh membiarkan kakaknya dalam masalah


"Jadi udah selesai? "


"Udah pa" jawab keduanya


"Ya udah kalian boleh keluar" keduanya berjalan menuju pintu


Di depan pintu sebenarnya Rafael dan Dirga berdiri mendengarkan percakapan mereka, Rafael menatap Dirga dengan tatapan sombong karena Millie menyebutnya lebih tampan dari Dirga begitu pun sebaliknya karena Dirga merasa bangga di perebutkan


"Lo denger sendiri Millie bilang gue lebih genteng" batin Rafael


"Jangan bangga dulu, lo denger kan siapa yang membuat mereka bertengkar" Batin Dirga


Millie membawa Rafael duduk di taman rumahnya dia tidak bicara sama sekali, Rafael menatap wajah Millie dari samping dia bingung harus mulai bicara dari mana melihat wajah Millie yang tidak bersahabat


"Mau jalan jalan gak? " tanya Rafael


"Gue mau ice cream" Jawab Millie


"Oke.. ayo pergi" Rafael berdiri mengulurkan tangannya


"Aku izin dulu sama orang tua aku" Millie masuk untuk izin pada Max dan allea lalu kembali dengan tas kecil nya


Saat Millie masuk ke dalam mobil dia terkejut ketika Ellia dan Dirga juga masuk ke dalam mobil Rafael, Millie berbalik ke belakang menatap Ellia dan Dirga Bergantian


"Kalian ngapain disini? kak Dirga kan punya mobil" Ucap Millie


"Mobil gue ban nya kempes, lagian kalian mau jalan jalan kan? bareng aja lah"


"Tapi... " Millie tidak melanjutkan kata katanya saat Rafael menempelkan jari telunjuknya di bibir Millie


"Sstt.. gak apa apa, Kamu mau kemana dulu? " Tanya Rafael seraya memasang sabuk pengaman pada Millie


"Aku cuma mau ke minimarket abis itu kita nongkrong aja"


Mereka menghabiskan malam itu di taman kota menuruti keinginan Millie, Ellia dan Dirga hanya melihat interaksi Rafael dan Millie

__ADS_1


Sikap Rafael begitu manis pada Millie meskipun gadis itu cenderung menolak dengan ucapan ceplas-ceplos nya, Millie tiba tiba memasukkan tangannya ke dalam saku sweater Rafael


"Kenapa? " Tanya Rafael


"Dingin... " Rafael memeluk tubuh Millie yang ada di sampingnya membuat Dirga langsung berdiri


"Hei.. lo peluk peluk anak orang"


"Emang kenapa? pacar gue ini.. lo juga punya pacar kan? pacaran aja jangan gangguin orang" jawab Rafael


"Tau... rese lo"Millie dengan sengaja memasukkan tangannya ke dalam sweater yang di pakai Rafael dan memeluk


" Lo gak mau kakak lo liat? " ucap Dirga


"Cuma peluk doang, lo kira kita ngapain? boleh kan kak? " Ellia hanya mengangguk sambil tersenyum


Ketika Millie dan Dirga saling mengejek tiba tiba sekumpulan pemotor dengan penutup wajah mereka, mereka segera berdiri dan secara spontan Rafael menyembunyikan Millie di belakangnya


"Ini pasti mereka, kenapa mereka gak minta persetujuan gue? " batin Rafael


"Mau ngapain kalian? " Millie muncul dari balik tubuh Rafael


Tanpa basa basi mereka mulai menyerang Millie dan yang lainnya, Millie dan Dirga berusaha mati matian melindungi Ellia yang sama sekali tidak bisa bela diri sementara tanpa dia sadari Rafael melindungi Millie


"Kenapa lo malah lindungin cewek itu" batin Arumi yang berada di antara mereka


Beberapa orang sudah kalah tergeletak namun beberapa orang masih berdiri melawan, Di belakang Ellia seseorang muncul dengan balok kayu saat hendak memukul kepala Ellia tiba-tiba Millie datang dan menahan pukulan itu dengan lengannya


"Kamu gak apa apa? kamu baik baik aja? " Dirga menghampiri Ellia dengan ke khawatiran


"Padahal gue yang luka, lo cuma pura-pura gak liat kan? " batin Millie


Saat Millie mulai lengah menatap Dirga dan Ellia tiba tiba salah satu dari mereka menghampiri Millie membawa pisau, Rafael melihat itu dan berlari hendak menghadang namun pisau itu terlanjur menancap di perutnya


"Bang.. " Suara seorang wanita memanggil Rafael, dia sudah tahun siapa yang menusuknya


Setelah melihat tangan Rafael yang memegangi perut berlumuran darah para ageng motor tersebut kabur, Rafael terjauh ke belakang menimpa tubuh Millie


"Lo kenapa sih berat tau? " Millie berusaha menyingkirkan tubuh Rafael yang berada di atasnya


"Millie.. darah Millie, Rafael di tusuk" Dirga baru menyadari setelah melihat darah di tangan Rafael


Mereka segera membawa Dirga ke dalam mobil dan menuju rumah sakit, di dalam mobil Millie tampak khawatir memeluk Rafael yang mulai kehilangan sedikit demi sedikit kesadarannya


"Kak bangun.. liat gue pleaseee jangan tutup matanya" Millie menangkup wajah Rafael


"Kamu nangis?" Rafael tersenyum melihat Millie menangis karena dia lalu menutup matanya


"Kaka ayo bangun.., aku mohon" Millie menepuk wajah Dirga


"Bisa cepetan gak sih bawa mobilnya? " Millie marah marah di sela isak tangisnya


"Baru kali ini liat Millie nangis setelah dia dewasa" batin Ellia

__ADS_1


"Apa Millie beneran jatuh cinta sama Rafael? " Batin Dirga


Mereka melihat Millie memeluk Rafael di kursi belakang dengan isak tangis


__ADS_2