
"Aku gak tau semuanya akan berakhir seperti ini, Malang sekali nasibmu sayang" Cindy menangis mengenggam tangan anak semata wayangnya
"Semoga dia dapat mengambil hikmah dari semua kejadian yang menimpanya, semoga dia hidup lebih baik setelah ini" ucap Danendra
"Terimakasih sayang kamu sudah menyelamatkan Anggia, tante gak bisa bayangin kalo Anggia lebih lama tinggal di sana"
"Sama sama tan.. setelah ini gimana dengan sekolah Anggia, om..tante? " Tanya Millie
"Dia udah pernah ngomong sama tante pengen kuliah di Korea, sepertinya dia akan melanjutkan sekolah disana dan tante akan pindah juga kesana"
"Korea? perusahaan om disini gimana? "
"Om sesekali akan ke sana, kita akan menyembuhkan trauma biarpun harus pergi jauh" ucap Danendra
"Aku harus pulang udah malem juga" Millie melihat jam di pergelangan tangannya
"Biar om yang anter" ucap Danendra
"Gak perlu om, ada temen aku juga di luar"
"Kamu keluar malam karena Anggia, om gak akan tenang sebelum antar kamu selamat sampai ke rumah" Millie akhirnya menyetujuinya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ku hamil duluan sudah tiga bulan.. " para mahasiswi satu kelas selalu menyanyikan lagu itu saat Irene melewati mereka
Irene hanya bisa mengacuhkan mereka meskipun ingin sekali dia menampar mereka satu persatu, mereka masih saja terdengar menyindir Irene sampai dia masuk ke dalam kelas
"Dari mana aja sih? gue mau pulang"
"Dari toilet.. kenapa pulang? lo gak enak badan? " tanya Ello
"Gue mau berhenti kuliah" lirih Irene
"Kenapa? tinggal bentar lagi loh, sebelum lo lahiran juga kita udah lulus"
"Gue gak tahan sama mereka.. udahlah gue mau pergi dari sini" Irene mengambil tasnya lalu pergi keluar dari kelas
"Kalian mau kemana? " tanya Arumi saat berpapasan dengan Irene dan Ello
"Mereka mau pergi, kamu gak usah ikut ikutan" Ellia menarik tangan Arumi masuk ke dalam kelasnya, Ellia merasa Arumi selalu ada di antara mereka
"Kenapa kamu selalu ada di tengah tengah mereka? mereka udah nikah jangan selalu ikut kemana pun mereka pergi, kamu diantara mereka bisa menjadi fitnah jadi menghindar lah sebelum itu terjadi" ucap Ellia
"Emang itu yang gue mau? gue cuma lagi cari momen yang tepat" batin Arumi
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Pa... aku dengar Anggia mau kuliah di Korea.. "
"Terus? kamu mau ikut? papa udah tau pikiran kamu udahlah sekolah disini aja, mama gak akan izinin kalo jauh jauh"Sergah Max
" Ayolah pa... bujuk mama" Millie merengek
"Enggak... papa gak mau kamu jauh dari pengawasan, papa tau kelakuan kamu disini aja gak beres apalagi di luar sana"
"Papa kok suudzon gitu, aku udah berubah pa"
"Beri papa alasan kenapa kamu mau pergi kesana? " Millie terdiam memikirkan alasan apa yang tepat untuk sang ayah
"Papa udah tau alasannya, kamu pergi kesana bukan niat belajar tapi untuk menghindar dari Rafael"
"Ingat kata kata papa ini... sesuatu yang gak sesuai niat akan kacau, kamu niatnya mau menghindar dari Rafael dan kamu pergi ke sana untuk belajar, papa yakin kamu gak akan serius belajar karena niatnya bukan untuk belajar" lanjut Max
"Aku akan rajin belajar, aku janji pa"
"Gak... kalo kamu masih bahas ini papa gak mau dengar" Max meninggalkan Millie sendirian
" Hiisshhh... gimana caranya biar papa izinin gue pergi" Millie menjatuhkan tubuh kasar ke sandaran sofa
"Kesel.. kak bilangin mama sama papa dong gue mau pindah sekolah sama Anggia"
"Pindah kemana? "
"Korea.. bilangin ya kak ya.. pleaseee " Millie merengek mengguncang tubuh Ello
"Udah lah disini aja, di sana lo belum tentu berprestasi"
"Maksud lo gue gak cukup pinter gitu? " Millie menatap Ello nyalang
"Nah itu lo tau"
"Iihh.. percuma ngomong sama lo gak bisa bantu juga" memukul sang kakak lalu pergi
"Bibir lo kek Bebek" ejek Ello
"Bodo amat"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bocah kemaren sore ngajak main"
__ADS_1
"Perhatikan dulu buat hidupnya susah nanti baru bawa dia, biarkan dia main main sebentar" Max di telepon anak buahnya dan kini mereka sudah mengetahui keberadaan Sony
Sony bersembunyi di sebuah perkampungan di rumah neneknya yang lama terbengkalai, Setelah membuat Rafael dan Tara kecelakaan akhirnya Sony yang ketakutan memutuskan untuk pergi
Namun semuanya sudah terlambat kini kejahatannya sudah di ketahui, dia tidak akan bisa lari dari kejaran Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sepulang sekolah Millie diam diam pergi ke rumah sakit untuk melihat Rafael, dia belum tahu bahwa Rafael kini telah siuman
"Kamu mau sampai kapan tidur terus? kamu harus bangun, lanjutkan hidup kamu"
"Ini terakhir kalinya aku kesini, semoga kamu cepet sadar dan jangan cari aku setelah ini" Millie berdialog sendiri
"Kenapa aku gak perlu cari kamu lagi" Millie sampai terlonjak saat mendengar Rafael bicara
"Astaga.... kamu udan bangun, aku panggil dokter dulu" Rafael menahan tangan Millie ketika hendak pergi
"Apa yang kamu lakukan sama William di belakang aku? kalian diam diam berhubungan di belakang aku? "
"Kamu salah paham apa lagi? terserah kamu mau bilang apa, aku mau kita benar-benar putus dan jangan saling menghubungi lagi" Millie menepis tangannya yang di cengkram Rafael
"Jadi gitu kelakuan kamu di belakang aku? aku bisa masuk rumah sakit karena lindungi kamu tapi kamu dengan teganya bermain api di belakang aku"
"Aku gak pernah nyuruh kamu buat berkorban, lagi pula dari awal aku gak ada perasaan sama kamu, hubungan kita gak pernah jelas, orang tua kita gak setuju dan aku gak punya perasaan sama kamu jadi untuk apa kita bersama? " Millie terpaksa berbohong
"Jadi selama ini kamu bilang sayang sama aku itu bohong? "
"Ya... aku berusaha membuka hati namun hasilnya sama, gak ada cinta di hati aku buat kamu" ucap Millie lalu pergi
"Millie tunggu.... kamu gak boleh pergi gitu aja, Millie.. arrrggghhh" Rafael terjatuh dari ranjangnya
Millie sempat menoleh namun dia tetep melanjutkan langkahnya menuju keluar ruangan, Millie menyandarkan tubuhnya di dinding ruangan Rafael memegangi dadanya yang terasa sesak
"Maaf... ini lebih baik buat kita, aku harap kamu gak akan cari aku lagi" batin Millie, tak terasa air matanya mengalir begitu saja
Millie menyuruh suster masuk untuk membantu Rafael yang terjatuh dari tempat tidurnya, saat Millie hendak pergi dia berpapasan dengan Anna
"Masih berani lo datang kesini? lo udah berkhianat sama kak Rafael, apa hubungan lo sama William? "
"Gue suka sama William.. puas? " gadis itu cukup terkejut mendengar Millie memang benar-benar menyukai William
"Gue titip Rafael sama lo, jaga dia jangan sampai dia ganggu gue lagi" ucap Millie lalu pergi
"Ini beneran? gue gak punya saingan lagi? " gumam Anna, Anna senang bukan main kini tidak ada yang akan memperebutkan Rafael dengannya lagi
__ADS_1