Youth Love

Youth Love
eps 147


__ADS_3

"Udah ganteng lagi deh papa, makanya jangan jahil sama orang"


"Cih... itu sih kamu aja yang gak mau Rafael di usilin, ya kan? " Max mencebikkan bibirnya


"Lagian papa kenapa sih suka banget usilin Rafael? dia baik loh mau aja nurutin papa padahal udah beberapa kali di isengin" ucap Allea


"Seneng aja ada yang bisa di ajak bercanda" ucap Rafael sambil terkekeh


"Becanda papa extrim, masa aanak orang pernah di Jebak suruh nemenin minum sama tante tante "


"Tante tante gimana? " tanya Allea


"Ahh.. itu papa cuma isengin dia aja ma" Sergah Max, menyadari perkataannya dapat menyebabkan orang tuanya bertengkar diam diam Millie berusaha kabur


"Mau kemana kamu? " Millie memejamkan matanya seraya menghentikan langkahnya


"Jelasin dulu sama mama"


"Mama apaan sih langsung marah marah gitu, udah di bilangin papa cuma isengin Rafael" ucap Max


"Mama gak percaya sama papa, mama nanya sama Millie"


"Tapi itu bener.. iya kan sayang? " Max mengedipkan sebelah matanya agar Millie bekerja sama dengannya namun hal itu di ketahui Allea


"Ngapain itu gini gini" Allea mencontohkan mata Max


"Apaan sih? sini kamu kayaknya butuh di manja deh" Max menarik sang istri agar duduk di pangkuannya


"Kamu masih suka kerja sama sama cewek cewek genit itu? "


"Sayang ini kan urusan kerjaan, aku harus profesional gak boleh pandang bulu" Max memeluk Allea manja menyandarkan kepalanya di dada Allea


"Kamu udah janji gak akan ketemu langsung sama mereka, katanya mau nyuruh asisten kamu aja tapi kenapa kamu yang ketemu sama mereka pake bawa bawa anak orang lagi" Max hanya bisa menerima kemarahan Allea, dia memejamkan matanya masih dengan posisi yang sama seakan suara Allea yang marah marah terdengar begitu merdu


"Kamu dengerin aku gak sih?" Allea mendorong kepala suaminya


"Om ini martabaknya" Rafael datang membawa pesanan Max


Millie tiba-tiba menarik tangan Rafael keluar setelah menaruh bungkusan martabaknya, Rafael tidak mengerti apa apa tiba-tiba Millie menariknya begitu saja


"Kenapa? " tanya Rafael


"Jangan masuk lagi ada perang Dunia" jawab Rafael


"Maxiiiiiiime..... " terdengar suara teriakan Allea


"Ayo pergi aja" Millie menarik tangan Rafael membawanya pergi


Entah lupa atau bagaimana Millie malah membonceng Rafael, Dia baru menyadari nya saat Rafael memeluk pinggangnya


"Pindah.. masa aku yang bonceng" Millie menghentikan motornya dan menukar posisi dengan Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Sayang... "


"Ini apa sih manja banget? " Ello tidk melepaskan Irene dia terus mengusak kepalanya di ketiak dan leher Irene sambil memeluknya


"Kamu gak pernah panggil aku dengan sebutan sayang... kamu sayang gak sih sama aku? "


"Ya ampun... kesambet jin apa sih jadi lebay gini? " Irene menahan kepala Ello dan menangkup nya


"Pasti ada maunya kan? " tanya Irene


"Enggak... aku mau kamu panggil aku sayang, coba ayo bilang"


"Haha.. lo apaan sih, geli banget tau gak? " Irene malah tertawa mendengar kata kata Ello berubah menjadi begitu manja


"Ayo bilang 'sayang' gitu doang apa susahnya" Ello malah merengek


"Iya.. iya sayang.. uuhh.. utututu" Irene mengejek Ello sambil mencubit kedua pipinya


"Mulai sekarang jangan pake kata lo gue lagi, dimana pun dan kapanpun, ngerti? "


"Ini dia beneran apa manja cuma mau minta jatah sih? " batin Irene


"Ngerti gak? " Ello mengguncang tubuh Irene membuatnya terlonjak


"Iya iya... lo ngagetin gue deh" gerutu Irene


"Tuh kan.. baru aja di bilangin"


"Oh iya lupa.. tidur yuk, ngantuk" Irene membetulkan posisi tidurnya lalu menarik selimutnya


"Boleh ya"


"Gue bilang juga apa, pasti ada maunya" batin Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie makan malam di luar bersama Rafael di luar, saat hendak pulang tiba tiba ban motor Rafael pecah


"Yang bener aja? kita jalan kaki? " Millie mendorong motornya dari belakang


"Kalo kamu capek naik aja biar aku dorong"


"Enggak.. nanti kamu tambah capek, kita dorong sama sama aja" Rafael tersenyum menatap Millie dari kaca spion


Gadis ini terlahir dari keluarga kaya dan terbiasa hidup mewah namun saat bersama Rafael dia tidak pernah mengeluh di bawa ke tempat makan pinggir jalan ataupun kehujanan saat di perjalanan karena hanya naik motor


"Aku beruntung kenal kamu" ucap Rafael


"Kenapa beruntung? "


"Kamu cantik, anak orang kaya, gak pernah minta aneh aneh dari aku, gak gengsi juga di ajak makan pinggir jalan" Millie juga menatap Rafael dari pantulan kaca spion


"Kenapa harus gengsi? makanan mahal pernah nyoba, apa salahnya coba makanan pinggir jalan, iya kan? lagian aku mau minta apa? semua yang aku mau tinggal aku minta sama papa gak perlu minta orang lain" jawab Millie

__ADS_1


"Kalo misalnya kita nikah tapi aku hidup susah selamanya apa kamu mau bertahan sama aku? " tanya Rafael


"Hidup susah itu yang seperti apa? kalo masih mau kerja banting tulang dan bisa mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari itu bukan susah tapi sederhana, kalo cowoknya gak mau kerja, males pengen enaknya aja baru ceweknya hidup susah"


"Kamu tenang aja.. selama kamu bertahan sama aku, aku gak akan bikin hidup kamu susah, apapun akan aku lakukan asal bisa bikin kamu bahagia" Millie mencebikkan bibirnya


"Kenapa kamu gak percaya? " Rafael menghentikan langkahnya lalu menyimpan motornya dan menghampiri Millie


"Enggak.... bisa aja kita gak jodoh kan? "


"Apa? coba bilang sekali lagi? " Millie tertawa saat Rafael memeluk pinggangnya dengan wajah tak Terima


"Bisa aja kita gak jodoh.. kamu lebih tua dari aku, siapa tahu kan nanti kamu berubah pikiran karena gak tahan.. " ucap Millie sambil terkikik


"Gak tahan apa? kamu mikir jorok ya? aku bilangin papa kamu nanti"


"Maksudnya gak tahan mau nikah cepat gitu.. aku kan masih muda" cicit Millie


"Jadi menurut kamu, aku udah tua gitu? "


"Ya.... kalo buat abg kayak aku emang ketuaan" ucap Millie sambil tertawa


"Kamu harus di kasih pelajaran" Rafael menggelitik Millie sambil memeluknya


"Lepasin... geli aku nanti aku pipis" Millie berusaha melepaskan diri


"Aku gak akan lepasin kamu" mereka melupakan motor yang harus di tambal, malah mereka bergurau di pinggir jalan


Tiba-tiba saja Millie di tangkap dua pria saat sekumpulan pemotor datang, seseorang turun dan membuka helmnya membuat Rafael tersenyum smirk


"Kalian mau ngapain? gue udah gak punya urusan sama kalian " ucap Rafael


"Gak punya urusan? lo pikir dendam kita hilang begitu aja? "


"Itu salah kalian, kalian yang duluan cari gara-gara" ucap Rafael


"Gue akan bikin perhitungan kali ini, cewek itu akan bernasib sama kayak adik gue"


"Dalam mimpi lo" ucap Rafael


"Ini apaan sih? lepasin gak? "


"Lo selalu di kelilingi gadis cantik, dan yang kali ini kayaknya masih polos, apa lo udah cobain? " pria tersebut hendak menghampiri Millie namun Rafael menahannya dengan mencekik leher pria tersebut


"Berani lo sentuh dia, gue kirim lagi lo ke rumah sakit" ancam Rafael


"Kita liat siapa yang akan berujung di rumah sakit" pria itu mengisyaratkan anak buahnya untuk menyerang


"Selalu keroyokan, lo gak punya nyali"


"Bawa gadis itu" titahnya pada dua orang yang memegangi Millie


"Gue bukan barang yang sembarangan bisa lo bawa" Millie mulai menunjukkan kehebatannya dan menghajar kedua orang itu hingga mereka terkapar

__ADS_1


"Bagus sayang, tunjukkan taring yang kamu punya sama mereka" ucap Rafael sambil memeluk pinggang Millie


"Wooww... gue tertarik sama cewek lo.. serang" Millie dan Rafael mengambil ancang ancang untuk menyerang


__ADS_2